Tag: Ikan Bilih
Wisata Air : Danau Singkarak
by abdimasa on Jul.20, 2012, under Journey #forNusantara

Bentangan Alam Indah Pesona Wisata
Dari Singkarak nan badangkang.
Hinggo buayo putiah daguak.
Begitulah sepenggal petatah yang ada. Masih teringat saat sekolah dulu, guru Budaya Alam Minangkabau.
Danau Singkarak….
Dimulai dari arah Padang Panjang, dibawah lintasan kereta api, langsung disambut dengan pintu gerbang menuju lokasi wisata air danau Singkarak.
Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara tidak berkurang, apalagi saat musim liburan tiba, setiap lokasi-lokasi wisata yang disediakan oleh masyarakat setempat ramai dikunjungi. Musim liburan juga menjadi berkah bagi para pedagang yang menjajakan makanan ringan di lokasi wisata.
Tidak ada pungutan biaya masuk, hanya biaya parkir yang dikenakan, berkisar dari 5000 – 10000 per kendaraan, tergantung jenis kendaraan yang masuk ke tempat wisata air tersebut. Didalamnya terdapat sebuah taman yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk beristirahat dan bermain.


Ada yang tahu? Bilih adalah sejenis ikan kecil yang hanya ada di danau Singkarak. Bahkan, hebatnya lagi, Ikan Bilih sudah menjadi makanan ekspor kebeberapa negara di Asia dan Eropa.
Perjalanan kembali dilanjutkan melewati tepi danau, pemandangan yang indah terpancar dengan gerlingan air danau yang dibias oleh pantulan cahaya matahari mencukupkan keindahan alam Sumatera Barat.
Masih ada sebuah lokasi wisata yang menarik. Disini tidak begitu ramai, tapi sekiranya sudah menjadi tempat yang patut untuk di singgahi. Yaitu, sebuah kedai rujak, rujak Mak Simin, hmmm. Hanya saja orang-orang yang benar-benar sudah sering singgah yang tahu kalau ada menu makanan rujak. Harga yang cukup pas di kantong.
Selain itu, disini juga disediakan beberapa perahu boat atau kayuh yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, tentu saja semuanya disewakan oleh si-empunya. Kawasan ini menjadi menarik dengan pengaktifan kembali jalur kereta api, tapi sayangnya hanya ketika hari libur saja. Tapi lumayanlah dari pada tidak sama sekali.
Tidak terasa sudah mencapai ujung Danau Singkarak, perjalanan menuju Kota Solok semakin singkat, kerlingan air danau lambat laun menghilang dari pandangan. (*)

