Manusia Aneh

Tidak Ada Yang Namanya Ide…

Posts Tagged ‘Potensi’

Pernah Dengar Negri di Atas Awan? Nah, perjalanan kali ini terjadi saat kuliah kerja nyata beberapa minggu yang lalu. Mendapatkan lokasi KKN di Kenagarian Matua Mudiak memang tidak disangka.

Puncak Lawang Park

Puncak Lawang Park

Negri di Atas Awan. Begitulah kira-kira ungkapan masyarakat disini tentang lokasi tempat tinggal mereka. Bagaimana tidak, suhu minimal bisa mencapai 10 derjat celcius saat dini hari hingga subuh. Beberapa kisah dari tetua nagari, disini juga pernah terjadi hujan es beberapa jam. Jelas ini sangat mengerikan.

Bertolak sejauh 114 Km perjalanan darat dari Kota Padang, belok ke kiri di perempatan simpang Padang Luar. Lokasi ini memang menjadi salah satu tujuan wisata selain kota Bukittinggi. Benar, jarak dari kota Bukittinggi pun hanya 28 km saja, jika sudah tahu jalan pintas, bisa dilalui dalam waktu 15 menit melewati Ngarai Sianok.

Oke, kembali ke Matua Mudiak. Negri ini memang menjadi salah satu negri percontohan dalam hal pariwisata di Kabupaten Agam. Matua Mudiak memiliki beberapa objek wisata yang sangat terkenal di Indonesia bahkan mancanegara.

Negri di Atas Awan

Negri di Atas Awan

Kelok 44. Yap, saat melintasi kenagarian Matua Mudiak, tepatnya di Dusun Ambun Pagi yang sudah merupakan lokasi puncak. Disanalah terdapat kelok 44 yang sangat terkenal itu, jalur yang sangat ditunggu-tunggu para pelaku Tour De Singkarak, etape ini menjadi jalur favorit karena harus melintasi Danau Maninjau menuju bukittinggi yang otomatis melintasi Kelok 44 dengan tingkat kecuraman tebing/jurang yang dalam dan belokan yang tajam.

Tidak ayal, ternyata yang menjadi nilai tambah dari Kelok 44 ialah suguhan alam Danau Maninjau dari Puncak Kelok 44. Kerlingan air danau yang dibias oleh cahaya matahari hingga keramba-keramba ikan yang bersusun rapi ditepi-tepi danau.

Nuansa Maninjau

Nuansa Maninjau

Tidak salah lagi, sesekali terlihat paralayang yang berterbangan dari arah Puncak Lawang. Salah satu olahraga yang memacu adrenalin juga menghiasi langit Danau Maninjau. Tidak salah para wisatawan asing juga sering terlihat disekitaran ini.

Kawasan ini juga dilengkapi dengan salah satu hotel yang tepat berada di kelok 44. Jika ingin homestay juga ada di sekitaran Puncak Lawang. Tapi ingat, jika ingin mengadakan homestay pastikan membawa selimut dan pakaian hangat, karena suhu yang sangat rendah. (abdi)

Wisata Air : Danau Singkarak

Bentangan Alam Indah Pesona Wisata

Dari Singkarak nan badangkang.

Hinggo buayo putiah daguak.

Begitulah sepenggal petatah yang ada. Masih teringat saat sekolah dulu, guru Budaya Alam Minangkabau.

Danau Singkarak….

Dimulai dari arah Padang Panjang, dibawah lintasan kereta api, langsung disambut dengan pintu gerbang menuju lokasi wisata air danau Singkarak.

Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara tidak berkurang, apalagi saat musim liburan tiba, setiap lokasi-lokasi wisata yang disediakan oleh masyarakat setempat ramai dikunjungi. Musim liburan juga menjadi berkah bagi para pedagang yang menjajakan makanan ringan di lokasi wisata.

Tidak ada pungutan biaya masuk, hanya biaya parkir yang dikenakan, berkisar dari 5000 – 10000 per kendaraan, tergantung jenis kendaraan yang masuk ke tempat wisata air tersebut. Didalamnya terdapat sebuah taman yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk beristirahat dan bermain.

Wisata Air Danau Singkarak Berlalu sedikit mengarah kekota Solok, kita akan melalui sebuah pasar, yap, Pasar Ombilin, disana sangat tepat untuk berbelanja sejenak. Namanya pasar, ya, pasti macet, apa lagi hari balai. Oleh-oleh khas Ombilin adalah Ikan Bilih.

Ada yang tahu? Bilih adalah sejenis ikan kecil yang hanya ada di danau Singkarak. Bahkan, hebatnya lagi, Ikan Bilih sudah menjadi makanan ekspor kebeberapa negara di Asia dan Eropa.

Perjalanan kembali dilanjutkan melewati tepi danau, pemandangan yang indah terpancar dengan gerlingan air danau yang dibias oleh pantulan cahaya matahari mencukupkan keindahan alam Sumatera Barat.

Masih ada sebuah lokasi wisata yang menarik. Disini tidak begitu ramai, tapi sekiranya sudah menjadi tempat yang patut untuk di singgahi. Yaitu, sebuah kedai rujak, rujak Mak Simin, hmmm. Hanya saja orang-orang yang benar-benar sudah sering singgah yang tahu kalau ada menu makanan rujak. Harga yang cukup pas di kantong.

Selain itu, disini juga disediakan beberapa perahu boat atau kayuh yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung, tentu saja semuanya disewakan oleh si-empunya. Kawasan ini  menjadi menarik dengan pengaktifan kembali jalur kereta api, tapi sayangnya hanya ketika hari libur saja. Tapi lumayanlah dari pada tidak sama sekali.

Tidak terasa sudah mencapai ujung Danau Singkarak, perjalanan menuju Kota Solok semakin singkat, kerlingan air danau lambat laun menghilang dari pandangan. (*)