Archive for October, 2011

October Review #Part1 (TUNZA)

October 2011.
Freakin’ AWESOME!
:D

Oktober tahun ini dimulai di akhir acara tunza. Yap. TUNZA Children and Youth International Conference in Environment yang berlangsung di Sabuga, Bandung dari tanggal 27 November 2011. Disini mungkin saya tidak berkesempatan menjadi salah satu peserta dari 1000 pemuda dunia, tetapi saya (masih) diberi kesempatan menjadi volunteer untuk acara ini. Alhamdulillah yaa.. O:)

Jadi volunteer memang sudah menjadi salah satu kegiatan yang saya senangi, walaupun dituntut kerja keras yang menyita waktu dan tenaga, tapi kelancaran acara itu ngasih kepuasan tersendiri buat saya. Hehe. Di tunza, dapet role jadi volunteer punya fasilitas yang sama kaya peserta. All access all event, makan sesuai jadwal, sosialisasi dengan pemuda dari seluruh penjuru dunia, ikut field trip dan lain sebagainya.

jadi apa bedanya jadi volunteer dan peserta di event internasional ini?

Jelas beda banget. Dari tanggung jawab aja udah keliatan banget bedanya. Peserta tinggal ngikutin acara, moving tempat sana sini tinggal nunggu instruksi panitia, ini itu gausah ribet, mau apa juga tinggal minta, semua diurus panitia. Volunteer, yang otomatis jadi bagian dari panitia, punya tanggung jawab dan beban kerja yang jauh lebih besar dari peserta. Kesana kemari nyiapin ini itu untuk kelancaran acara, dateng ke venue jauh lebih pagi dari kedatangan peserta dan pulang jauh lebih malem dari kepulangan peserta, waktu tidur berkurang banyak tapi waktu kerja meningkat tajam. Mungkin secara kasat mata, jadi volunteer itu lebih repot daripada jadi peserta. Tapi menurut saya, sama sekali tidak. Jadi volunteer itu JAUH lebih bermanfaat daripada jadi peserta.

Ini bukan sekedar pembelaan saya sebagai volunteer, tetapi memang inilah yang saya rasakan. Saat peserta asik santai menikmati acara, saya dipusingkan dengan banyak hal yang harus diselesaikan. Tapi dari sini saya belajar banyaaaaaaaaaaaaakkkk hal. Selain belajar meng-organize suatu event berskala internasional, tapi saya juga belajar manajemen waktu, manajemen emosi, karena pada saat terjadi kericuhan di dalam panitia ataupun kesalahan pada event, kita harus tetap semangat menjalankan acara sampai akhir dengan senyum riang di hadapan peserta.

Hal ini sangat saya rasakan pada saat saya menjadi salah satu tour guide pada field trip ke tangkuban perahu. Dimana peserta yang ingin ke tangkuban perahu membludak, shuttle bus tidak datang tepat waktu sesuai rencana, peserta sangat terlambat karena habis clubbing, restoran mengulur waktu, dan banyak hal lain yang bikin emosi sebenernya. Hehehe. Tapi alhamdulillah semua terus berkat kerja keras, kerja sama dan semangat penuh dari semua pihak pelaksana. Baik dari pihak UN, KLH, EO dan juga volunteer. Salut! ;)

Saya juga belajar banyak hal lain selain pengalaman dalam event organizer. Karena saya menjadi salah satu fasilitator dalam salah satu workshop di Tunza Conference, yaitu menjadi fasilitator urban farming workshop bersama Bandung Berkebun. :) seru sekali punya pengalaman seperti ini, saya bertemu banyak teman-teman baru yang sama-sama sangat peduli terhaap lingkungan, mendapat ilmu baru tentang urban farming dan harus menguasainya hanya dalam waktu beberapa hari. Hahaha. Seruuuuuuu! :D bersama Bandung Berkebun dan Indonesia Berkebun juga kami berhasil mengajukan dan mendeklarasikan Babakan Siliwangi sebagai the first World City Forest sebagai upaya dalam #SaveBabakanSiliwangi dan menjadikan Indonesia sebagai negara percontohan dalam penghijauan. Bangganyaaaaaa.. :D

Selain itu saya juga mendapat banyak teman-teman baru dari seluruh penjuru dunia. Walaupun saya sebagai volunteer tapi saya tetap punya kesempatan untuk bersosialisasi dengan para peserta lain. Kami saling berkenalan, saling bertukar fikiran, bertukar pengalaman, bertukar souvenir dari negara masing-masing juga saling memperkenalkan budaya kami masing-masing. Sekarang saya tau bagaimana tarian Afrika, bahasa Philipines, adat Bangladesh, kebiasaan orang Peru, khas Sudan dan banyak hal lainnya. Yang paling membanggakan adalah closing ceremony Tunza yang ditutup dengan pengesahan Deklarasi Bandung serta seluruh peserta bermain musik dengan menggunakan angklung.

Setelah Tunza Conference yang sangat melelahkan tapi menyenangkan ini, selain pengalaman dan pengetahuan saya bertambah, saya juga semakin cinta lingkungan dan Indonesia. Ayo lestarikan lingkungan dan banggakan Indonesia wahai pemuda bangsa! :)

Posted with WordPress for AghniaFasza. :)

1 – 11 – 11

HAPPY BIRTHDAY REZA PUTRA YODHANA!
\(˘▼˘)/

reza 1   11   11

Posted with WordPress for AghniaFasza. :)

We have to dare to be ourselves, however frightening or strange that self may prove to be. -May Sarton

Posted with WordPress for AghniaFasza. :)

Jika tidak mampu menahan lelahnya belajar, sangguplah menanggung pahitnya kebodohan. -Ruth Saragih-

Quotes ini jleb banget, sumpah!
Apalagi dengan kondisi saya sekarang yang sangat malas kuliah, belum UTS-pun jatah absen saya udah limit.
Semsester tujuh..
Ya. Mahasiswa tingkat akhir.
Jenuh akan kuliah pun sedang berada pada titik klimaks.
Yaa walaupun saya akui sejujurnya, 6 semester sebelumnya pun saya tidak (terlalu) bersungguh-sungguh dalam menyerap materi kuliah, tapi setidaknya saya tetap bisa menjaga konsistensi absensi saya.

Lelah? Lelah belajar?
Mungkin yaa..
Saya butuh suasana baru secepatnya!
Tapi saya rasa saya tidak lelah belajar, karena saya suka mempelajari hal-hal baru.
Saya juga gencar mencari banyak pengalaman sekarang ini.
Punya banyak pengalaman berarti namanya belajar juga kan?
Saya juga senang kok belajar semua materi kuliah kalau kepepet..
Mhehehehehehehe~

Saya cuma bener-bener butuh suasana baru.
Bosaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnn~
Walau banyak orang bilang, “nikmatin aja sih..”
Yak. Nikmatin sih nikmatin.. Tapi kaga nikmat lagi joooooonnnnn..
Bahkan untuk ikut berkontribusi penuh di kegiatan kampus pun rasanya saya sudah (mulai) merasa bosan.
Walaupun saya juga sadar betul.
Ada saatnya nanti saya akan sangat rindu dengan masa kuliah saya, tugas yang menumpuk, deadline yang memburu, berbagai karakteristik dosen dan teman-teman, diskusi formalitas dikelas, ngeles ini itu kalau telat kuliah, bangun pagi dan sebagainya.
Tapi tetap saja..
Semangat buat kuliah itu tetap menguap, semakin lama semakin menguap tanpa sisa!

Tapi saya harus kuat.
Kalau saya bermalas-malas sekarang, makin lama lulusnya, dan makin lama juga berkutat dengan kemonotonan aktifitas ini.
Kuatkan hamba Ya Allah.. (˘ʃƪ˘)
Karena saya tidak akan sanggup menanggung pahitnya kebodohan.

Aghnia Fasza
Mahasiswi Semester 7
Jurusan Agribisnis
Fakultas Pertanian
Universitas Padjadjaran

Posted with WordPress for AghniaFasza. :)

Monolog Ruang Tunggu

Entahlah..
Rasanya campur aduk disini.
Bukan karena ketidakyakinan.
Tapi ini benar-benar nekat untuk pikiran manusia normal.
Mungkin bukan manusia, karena banyak manusia lain yang lebih nekat dari saya.
Mungkin lebih spesifiknya..
Ini merupakan keputusan nekat untuk seorang mahasiswi tanpa pengalaman tanpa penghasilan tanpa pengetahuan an tanpa-tanpa lainnya, untuk mahasiswi lain lebih tepatnya.
Yaa..
Semoga saya beruntung.
Semoga selalu diberi yang terbaik dan dilindungi oleh Allah SWT.
Semoga ini merupakan suatu titik permulaan, dari sesuatu yang sangat menjanjikan di masa depan.
Amin..
(ʃ⌣ƪ)

Posted with WordPress for AghniaFasza. :)

Tags:

Switch to our mobile site