suara dan cerita

Alfonsus D. Johannes

suara dan cerita - Alfonsus D. Johannes

tentang sukses

(Sedikit info : Tulisan kali ini cukup panjang karena ada tambahan salinan tulisan Pandji Pragiwaksono)

- – -

Sukses bagiku merupakan sesuatu yang abstrak. Setiap orang punya pandangan dan definisi berbeda tentang sukses. Pagi ini menemukan tulisan menarik dari salah satu idola saya, yaitu Pandji Pragiwaksono. Sebenarnya ini tulisan dari bulan lalu, tapi baru tadi pagi aku menemukannya.

Berikut ini tulisan Mas Pandji di blognya :

 

Sukses adalah harta?

 

Sore tadi gue ngetweet

Rahasia sukses: Tidak berpikir bahwa sukses diukur dgn uang

Ini, dianggap sinis oleh beberapa orang.

Bingung mereka, bertanya: Lalu dgn apa dong?

Mana bisa kenyang hanya dgn idealisme?

Memang tdk bisa.

Tapi kita bisa kenyang tanpa harus kaya.

Org yg makan pecel lele nambah 2 kali dan org yg makan steak kenyangnya sama kok.

That’s my point.

Happiness doesn’t come with having a lot of money.

Bahkan ada buktinya, tau apa yg orang orang terkaya di dunia lakukan dgn uangnya? Dikasih ke orang lain!

Warren Buffet, Bill & Melinda Gates, Jay Z, uangnya mereka donasikan dlm jumlah yg besar.

It turns out, they don’t need all that money!

Ada yg nanya via twitter..

Gimana kalau ada org punya Alphard dan kita punya Avanza, apakah yg punya Avanza bisa dibilang sukses?

Gue jwb, kalo beli Alphardnya pakai uang korupsi dan kita pake usaha jujur, maka kita bisa dibilang sukses

Dia tanya lagi, kalau dua duanya pake duit jujur?

Gue jwb, maka dua duanya sukses. Intinya, jgn biarkan barang yg lebih bagus atau mewah membuat kita tidak sesukses orang lain yg punya barang lebih bagus

Dia bilang lg, “Ada yg bilang, uang bukan segalanya, tapi segalanya dibeli pake uang”

Gue bilang, Betul. Karena uang adalah alat. Alat utk membeli sesuatu. Uang bukan tujuan.

Uang dan harta bukan tujuan.
Uang dan harta adalah alat.

Selama cara berpikirnya begitu, lebih mudah kita utk mencapai kebahagiaan

Kalo uang dan harta adalah tujuan, tidak akan pernah cukup. Karena tidak pernah merasa cukup maka susah utk bahagia

Selama kita mikir harta adalah tujuan, akan selalu nyari uang utk beli segala sesuatu. Karena dia merasa, bahagia adalah tentang banyaknya barang yg dibeli. Akhirnya dia beli barang2 yg tidak perlu.

Tapi kalo kita melihat uang hanya sebagai alat. Kita akan gunakan uang scr seperlunya

Ada yg blg, “Realistislah, elo jg perlu uang, dlm usaha elo jg pasti dapat uang”

Memang. Gue sama sekali ga blg “Uang tidak penting”. Gue blg uang jangan jadi tujuan akhir.

Sukses bagi gue adalah pencapaian. Berbeda dgn elo mungkin, pencapaian bagi gue adalah prestasi

Prestasi, tdk bisa didapat dgn cara pintar.
Uang, bisa didapatkan dgn cara pintas. Korupsi salah satunya. Dan mereka yg ketagihan utk dapat uang utk sukses akan menemukan jalan pintas tersebut.

Prestasi, tidak dapat lewat jalan pintas.
Lewat waktu, proses, kerja keras, berkarya dan terutama passion

Semakin sederhana ekspektasi org akan kebahagiaan, semakin mudah dia mencapai kebahagiaan tersebut.

Semua org akan bahagia tentu mencapai kesuksesan. Ketika sukses tidak diukur dgn banyaknya uang, maka kita terbebas dari lingkaran tanpa putus.

Gue kasian, sama org yg mikir uang adalah tolok ukur sukses.

Mari kita liat Bung Hatta

Beliau Proklamator Indonesia
Menstruktur sebuah negara
Namun hingga akhir hayatnya, tidak punya cukup uang untuk membeli sepatu Balley yg dia idam idamkan sampe potongan majalah dgn gbr Balley ditempel di tembok.

Apakah dia tidak sukses dibandingkan dgn seorang anak kaya yg punya 10 pasang sepatu Balley dibeliin Mamanya?
Apakah anak ini sukses?

Masih berpikir sukses adalah harta?

- – -

Pertanyaan di akhir tulisan itu pantas ditujukan untuk kita semua. Aku setuju dengan pendapat Mas Pandji bahwa kesuksesan tidak diukur dengan uang. Walau benar kita perlu uang juga untuk hidup. :)

Aku kemudian memikirkan makna sukses bagi diriku sendiri. Terkadang lingkungan di sekitarku juga masih mengukur sukses dengan penghasilan. Tapi dari dalam diriku sendiri tidak berpikir demikian, sukses lebih dari sekedar uang. 

Hal yang paling sering kupikirkan adalah kita sukses jika kita meninggalkan makna bagi orang lain, jika kita mampu menginspirasi. Aku pun masih belajar ke sana, belajar meninggalkan kesan yang bermakna bagi orang lain.

Aku setuju juga dengan pendapat Mas Pandji yang ini:

Semakin sederhana ekspektasi org akan kebahagiaan, semakin mudah dia mencapai kebahagiaan tersebut.

Aku rasa sebenarnya sukses juga sederhana. :)

Terasa sekali sore ini, setelah membaca komen-komen di beberapa tulisanku, terima kasih terutama untuk bung Johan Tectona. Ini beberapa komen dari kawan-kawan yang sudah mampir di blogku (komentar dirangkum dari berbagai tulisan):

- – -

“Demen ama tulisan acil, selain bergizi semangat berbagi itu selalu menemani..

Kebaikan acak, berbuat baik tanpa pandang bulu.. makasih ya cil, sudah menyindir, mengingatkan dan menyadarkan… “

Johan Tectona

 

“gila ya km cil..km gila ya…makan beling ya…tepuk pramuka aku buat km..but bener bgt cil apa yg km tulis itu cocok bgt sama apa yg km lakukan..”

 Dora

 

“saya adalah salah satu pembaca yang malas, membaca sepotong” tidak sampai tuntas, tapi entah mengapa setiap membaca tulisan acil ini, saya mau meluangkan waktu untuk mengulang membaca dan meresapi setiap paragraf yang tersaji.. nice posting nak”

 Johan Tectona

 

“tulisan ini bernas sekali! bergizi. padat dan sarat informasi, diramu dengan pas.. referensi dikawinin sama experience, mantap.

spasi antar paragrafnya kurang lebar kayaknya cil.. jadi berasa sesak. tapi konten mantap.

terima kasih telah mngajariku dan kami (pembaca), tentang ilmu berbagi dan ilmu ikhlas. spread the kindness all over the world ”

 Arnis Silvia

 

“foto saya untuk ijasah SD juga senyum, semoga kayak obama ya..ehehhe

beneran deh cil keren nih artikel,

jadi inget, sudahkah anda senyum hari ini??” 

Puji Prabowo

 

“wow…… what a powerful! power of smile…… betapa sebuah senyum membawa hal-hal positif tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi orang-orang di sekeliling kita…”

 Trisyanto Prabowo

 

“Great post…! Penyakit bisa memberi inspirasi kepada seseorang untuk bangkit”

Nurul Ikhsan

 

“aaahhh, acil tulisanmu bagus”

Wana

- – -

Itu beberapa komentar dari kawan-kawan yang udah mampir di blogku. Saat membaca komentar-komentar itu kaget juga, ternyata tulisanku bisa juga menginspirasi kawan-kawan lainnya. Ternyata tulisanku juga bisa membentuk senyum di wajah kawan-kawan yang membacanya. Padahal sebagian tulisanku masih merupakan hal-hal yang kucoba praktikkan terus dalam kehidupanku, seperti rajin senyum. Aku masih belajar. 

Ketika membaca komentar-komentar itu aku mulai merasakan apa itu sukses menurut pandanganku. Aku merasa sukses karena bisa membagi inspirasi pada orang-orang lain.Aku juga belajar untuk menulis lebih baik dari saran kawan-kawan. Sukses itu sederhana ya. :)

Aku juga jadi sadar, ternyata aku sendiri malah jarang meninggalkan komentar di blog yang aku kunjungi. Mulai sekarang harus lebih banyak meninggalkan jejak yang bermakna, nih. :)

- – -

Tentu masih ada juga pencapaian-pencapaian lain yang ingin kuraih. Masih banyak tantangan di luar sana yang pasti bisa membuatku menjadi manusia yang lebih baik lagi jika aku berhasil menjalani dan mengatasinya.

Aku juga masih harus membentuk senyum yang lebih lebar lagi di wajah keluargaku dan semoga juga di wajah istri dan mertua masa depanku. Hahayy. :D

Kesuksesan yang lebih yahud masih menunggu untuk diraih. Semoga bisa terus meninggalkan makna yang baik bagi lingkungan di sekitarku. :)

Sebagai penutup, satu lagi karya dari @julianbialowas yang juga menyentil tentang sukses. :)

Success_happiness

- – -

- – - – - -

 

terima kasih untuk sumber inspirasi tulisan kali ini :) :

blog Pandji Pragiwaksono

komentar Johan Tectona

komentar Dora

komentar Puji Prabowo

komentar mbak Arnis Silvia, Wana, dan Johan Tectona

komentar Nurul Ikhsan

dan semua yang juga telah mampir di blogku, dan juga mereka yang meninggalkan jejak di blogku (tidak termasuk spam yah, :D ).

Category: suara suara
  • arnis.silvia says:

    Cil, kemarin banget, tepat kemarin, gue nulis di status FB gue gini:

    How branded your bags are, how sophisticated your gadgets are, how expensive your clothes are, ARE LESS IMPORTANT than how BEAUTIFUL your PERSONALITY, ATTITUDE, and BEHAVIOR are.

    Gue amati teman2 kerja gue, rasanya ada indikator kalau sukses itu kalau bisa beli mobil, punya Ipad, baju branded. Tapi di sisi lain, mereka songong gitu.. Kinerjanya juga minim. Ngeliat temen yang gaya hidupnya biasa, looking down banget gitu. Padahal dia nggak pernah tau kan, siapa tau yang gaya hidupnya biasa itu, dia punya anak asuh, ngebantu bapak ibunya, jadi donatur tetap di lembaga amal.

    Intinya, sukses bagi mereka diukurnya bener2 dari materi, bukan kontribusi.

    October 19, 2011 at 8:33 am
  • Alfonsus D. Johannes says:

    @wana: that means much for beginner like me gan :D

    @mba arnis: setuju banget ama status mba arnis, aku jg masih belajar pesen2nya ReneCC, collect moment, buy experience more than things like that. :)

    lagian gagdet dan barang2 branded ga akan habis dikejar :)

    tapi yah memang pandangan orang tentang sukses kan beda2… kita hormati saja yang penting ga saling nyakitin :)

    October 19, 2011 at 9:59 am
  • arnis.silvia says:

    Yes. they are.
    One’s life standard cannot be applied for someone elses’ life.

    Great post, acil.

    October 19, 2011 at 10:13 am
  • Alfonsus D. Johannes says:

    thx mba arnis :)

    October 19, 2011 at 11:04 am
  • Alfonsus D. Johannes says:

    ahaha.. kan emang baru menyadari wan :D

    October 19, 2011 at 4:41 pm
  • Alfonsus D. Johannes says:

    halo ji.. aminn :D

    thx yaa

    October 19, 2011 at 7:09 pm
  • nurulikhsan says:

    Luar biasa mas Acil. Nama saya juga nampang di sini yah. Terimakasih. Sungguh apabila kita bisa memaknai dengan baik setiap tulisan yang telah kita tulis akan terasa bahwa betapa menulis itu ada manfaatnya. Tak terkecuali apabila tulisan kita bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Senang bisa mengenal mas Acil ini. Semangat! :-)

    Karena mas Acil sudah tidak di Jogja lagi, ni baca even terbaik dari Yogyakarta:

    October 20, 2011 at 5:31 pm
    • Alfonsus D. Johannes says:

      makasih juga nurul… :)

      iya.. semoga bisa bermanfaat buat yang baca ya :)

      wah.. mampir ah ke blog nurul… sayang banget ga bisa liat kraton wedding nih.. ehehe

      October 20, 2011 at 6:13 pm
  • sepri says:

    hoho,happines is key to success , great :D

    October 21, 2011 at 12:45 pm
  • Alfonsus D. Johannes says:

    @sepri : yeaah :D

    thx uda mampir yaa :D

    October 21, 2011 at 1:20 pm
  • M.pancho says:

    bini lu entar emang idup cuma dari bapak emaknye? keluarganya banyak :P

    October 21, 2011 at 1:55 pm
  • Alfonsus D. Johannes says:

    @MP :kudu siap2 lagi dong ane.. :p

    October 21, 2011 at 2:14 pm
  • Alfonsus D. Johannes says:

    thx dora udah mampir :D

    October 24, 2011 at 10:06 pm

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Before you post, please prove you are sentient.

What is 2 multiplied by 7?

Switch to our mobile site