
“Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote”
Sepenggal lirik lagu Bapak SBY saat kampanye cukup jelas menggambarkan betapa luas negeri ini. Tidak perlu dihitung lintang dan bujurnya. Mendengarnya saja cukup untuk kita menyadari luas rumah kita ini. Sentralisasi pembangunan Indonesia sendiri saat ini masih terpusat di pulau Jawa, dengan sentral kota Jakarta sebagai ibukota Indonesia.Tidak banyak potensi alam yang jika digali lebih besar ketimbang Papua atau Kalimantan jika dibandingkan kota Jakarta. Ketika saya berjalan ke pelosok negeri ini, sebagian naluri saya bahkan sudah bisa mencium bau ‘uang’ yang dapat dihasilkan dari tiap pelosok negeri ini, tapi ada yang aneh, masyarakat di pelosok, pendapatannya, cenderung kecil. Infrastruktur tidak tertata dengan baik. Konon, menteri-menteri dipilih dari kaum cendekiawan. Ada yang pengusaha, kalangan akademisi dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Gelarnya tidak main-main, panjang nama para menteri-menteri tersebut mungkin bisa dijadikan simbolisasi betapa panjang negeri ini, atau mungkin karena panjangnya negeri ini masyarakat Indonesia seringkali memanjangkan nama mereka sendiri dengan gelar?
Ada yang menarik dari Pulau Miangas. Selain Pulau ini sempat menjadi bahan kampanye presiden SBY, pulau ini merupakan salah satu pulau terluar Indonesia sehingga rawan masalah perbatasan. Beberapa laporan mengatakan mata uang yang digunakan di pulau ini adalah peso. Fakta lebih menarik lagi adalah, Google Maps memasukkan Miangas ke dalam bagian dari Filipina. (sumber : Wikipedia)
MANADO, KOMPAS.com — Masyarakat Pulau Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, meminta pemerintah menyediakan dokter permanen yang khusus bertugas di pulau itu.
Camat Pulau Miangas S Maarisit mengungkapkan, dokter yang bertugas di Miangas hendaknya tidak temporer, artinya dapat bertahan selama dua atau tiga tahun. Selama ini, kunjungan dokter ke Miangas hanya enam bulan.


Pulau Miangas, INDONESIA!
Konon, di bawah pohon Sukun, di tempat yang juga tidak terjangkau pembangunan sempurna seperti Jakarta, Ende, Pancasila lahir. Bahkan tempat-tempat yang tidak terjangkau pembangunan mampu memberikan kontribusi sebesar Pancasila bagi negara.



live up our dream with act
Indonesia !!!
prok prok prok
Indonesia !!! ( Ngikut Irwan )
Aku jadi keinget rencana ngetrip aku ke sabanga agustus ntar, gak sabaaarrr..
Absolutely agree
Sayang banget ga banyak yang tau kalo Google Maps salah nempatin Miangas ke Filipina. Tapi menurutku kesalahan Google Maps bisa jadi sindiran halus buat kita
Let’s go travel, discover Indonesia
bukan Indonesia kalau ndak punya masalah….!!! NKRI bisa menyatukan bangsa. garuda di dada ku… berkunjung ke blog ane ya sob…. http://blog.djarumbeasiswaplus.org/triwibowo/