MataHatiDesa

Keluarga Penuh Cinta

MataHatiDesa - Keluarga Penuh Cinta

Cerita Pilu Alam Indonesiaku

Tampaknya Indonesia memang sedang dilanda peluh sedih yang tiada henti. Masih ingat ketika Bencana Tsunami beberapa tahun silam yang meluluhlantahkan Aceh dan sekitarnya. Banjir di Wasior, bencana letusan Gunung Merapi dan diiringi wacana 11 Gunung Berapi di Indonesia yang siap memuntahkan laharnya serta baru-baru ini amukan Gunung Bromo yang bangun dari tidur panjangnya. Belum lama Indonesia bebas dari letupan-letupan Gunung Merapi dan sekarang banjir lahar dingin yang muncul dari lereng Gunung Merapi dan mengalir hingga ke aliran sungai di Magelang.

Pemberitaan media-media di televisi tentang banjir lahar dingin ini seraya membuat masyarakat pilu akan musibah yang tiada henti-hentinya. Alam yang mulai menunjukan gigi siungnya seraya mengingatkan agar kita (manusia) seraya semakin bijak dalam mengelola alam yang ada di bumi pertiwi ini. Sekarang ini sudah menjadi rahasia umum kalau ladang yang hijau dengan pepohonan disulap menjadi komplek perumahan. Tentu hal ini akan mengurangi kemampuan tanah dan pohon terhadap daya serap air hujan. Seiring berjalannya waktu Indonesia yang dulu menyandang negara agraris kini mulai berjalan ke arah negara industri yang penuh pekat dengan pabrik dan perumahan. Continue reading

Apa Kabar Silatnas Beswan Djarum 2010/2011 ?

Pagelaran akbar tahunan Beswan Djarum dalam rangkaian acara Silaturahmi Nasional baru saja dilaksanakan. Ini adalah satu dari sekian agenda nasional Djarum Bakti Pendidikan yang melibatkan seluruh mahasiswa-mahasiswi penerima beasiswa dari PT.Djarum se-Indonesia. Acara yang berlangsung dari tanggal 6-9 November melibatkan banyak pihak didalamnya. Konsep acara Silatnas kali ini berbeda dengan konsep tahun lalu, ketika Silatnas 2009-2010. Penulis mengamati secara umum bahwa konsep yang diterapkan dalam tahun ini mengusung cerita pada Silatnas ditahun 2008-2009 dengan penambahan-penambahan acara.
Emha saat mengisi talk show dengan tema "wawasan kebangsaan"
Silatnas yang berlangsung di PRPP Semarang selama 4 hari ini menggoreskan cerita sendiri bagi penulis. Seperti tidak percaya penulis yang dulu sebagai peserta (baca:beswan baru) sekarang diperbantukan menjadi panitia. Banyak perbedaan yang sangat mencolok dari acara Silatnas tahun lalu. Acara Silatnas yang begitu padat dan panjang memaksa tubuh harus dalam kondisi prima. Stamina yang kadang naik dan turun memaksa penulis untuk mengkonsumsi suplemen makanan yang lebih. Meski terkadang kondisi tubuh sudah mulai ngedrop, namun ketika melihat antusias dan semangat beswan stamina kembali penuh. Continue reading