Ketika cinta it da
Saat rasa rindu it besemayam
Dmna bila ketulusan it dtang..
Saat aku bisa belajar memaknai..

Arti ketulusan c!nta ..
Smuanya sirna begitu saja..
Berbekas tanpa keindahan..
Mele2h bagai lilin..
Yang tq bearti apapun
Mungkinkah ni akan terjadi lgi..?!
Harus kah qu merasa kan dilemma..?
Utk yg sekian kal! nYa..
Ketika cinta mulai bertahta di hati ni..
Haruskah terpuruk jiwa ni dlm syatu kegagalan..
Dosakah qu bila hurus memilikinya..
Merasakan arti kebahagian atas nama C!NTA..

Tags: , ,



Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya. Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya, dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang tidak jujur. “Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di perusahaan kontraktor,” katanya, tanpa pernah menjawab bekerja sebagai apa.

Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.

Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis. Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan. “Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah seorang tukang batu,” keluhnya dalam hati.

Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri mengikuti kehendak ayahnya.

Setelah sampai di taman, dengan raut penuhsenyuman, si ayah berkata, “Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu. Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah tukang batu yang baik, jujur, disiplin, dan jarang melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah karena ayah salah satu orang yang ikut membangun. Memang, nama ayah tidak tercatat di sana, tetapi keringat ayah ada di sana. Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini di mana ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa bekerja dengan baik hingga hari ini.”

Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana. Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun melanjutkan penuturannya, “Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu.”

Setelah mendengar semua penuturan sang ayah,si putri segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata, “Maafkan putri,Yah. Putri salah selama ini. Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalahseorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah.” Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.

Pembaca yang budiman,

Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan dirinya sendiri apa adanya. Entah itu masalah pekerjaaan, gelar,materi, kedudukan, dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.

Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam keadaan waswas, demi menutupi semua kepalsuan. Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.

Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu, jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas. Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan integritas sebagai manusia.

Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hariini adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja keras adalah keberanian!

Salam Sukses Luar Biasa !!!

Tags: , ,



Suatu hari boss Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia khawatir anaknyan terpeleset jatuh. Atas rekomendasi seorang temannya, Mr. Benz menelepon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya. Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk.

Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelepon adalah boss pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman. Satu hari setelah di telepon Mr. Benz, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi.

Boss Mercy – pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara si tukang ledeng. Pada hari yang telah disepakati, si tukang ledeng datang ke rumah Mr. Benz untuk memperbaiki kran yang bocor. Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan si tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya.

Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr. Benz lagi untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar – benar beres atau masih timbul masalah. Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng.

Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran di rumahnya sudah benar – benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan si tukang ledeng.

Tahukah Anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaanya ?

Ya, namanya Christopher L. Jr. Saat ini beliau adalah General Manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !!

Ternyata jika kita bekerja dengan hati, akan berbuah banyak kebaikan pada hidup yang akan kita lalui nantinya.

” Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. ”

Salam Sukses Sahabatku Semua :D

Tags:



Kata orang cinta sejati itu adalah gabungan dari keintiman, hasrat, dan komitmen. Arjuna tahu ia memiliki hasrat terhadap Seruni, juga keintiman yang bahkan sudah tak bisa dipisahkan lagi dari hidupnya, sekarang Arjuna ingin berkomitmen. Ia merasa di umurnya yang sekarang bukan saatnya lagi bermain-main dengan cinta. Ia ingin memiliki Seruni untuk selamanya. Keinginan untuk memiliki itu sedemikian berakar dalam dirinya. Di tengah kesibukannya, ia menyelidiki masa lalu Seruni yang tidak pernah berhasil diketahuinya langsung dari wanita itu. Seruni menyimpan sesuatu, Arjuna tahu itu.

Cincin bertahatakan berlian itu masih tersimpan rapi di kotak merah elegan. Waktu demi waktu, cincin itu tetep berada di balik lemari Arjuna. Tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi di luar sana. Yang pasti, sebulan setelah malam itu, Seruni tak pernah lagi nampak lagi di manapun. Di kantor, di rumah, di pusat perbelanjaan favoritnya, tak ada lagi yang pernah melihat Seruni. Semua orang mulai berspekulasi tentangnya. Di tengah kebingungan yang melanda kantor tempatnya bekerja, topik pembicaraan sedang berfokus membahas tentang Seruni. Tak ada yang memperhatikan bahwa direktur mereka pun sudah tiga hari absen. Tidak ada juga yang melihat kedua hal ini sebagai sesuatu yang saling berkaitan. Bahkan, belum ada yang tahu perihal hubungan spesial yang telah tercipta antara Seruni dan Arjuna.

Padahal di suatu sudut kamar sebuah apartemen, seorang laki-laki terduduk diam dengan tatapan mata kosong, menyender ke lemari yang di dalamnya terdapat cincin berlian yang sempat dipersiapkan untuk melamar orang yang dicintainya. Laki-laki itu sudah duduk diam selama 2 jam dengan posisi seperti itu. Ia tak beranjak sedikitpun. Rambutnya awut-awutan, kemeja yang dipakainya kusut tak karuan, matanya berkantung, badannya gemetar tak karuan. Sesekali air mata mengalir begitu saja dari kelopak matanya, namun ia masih tidak berekspresi. Namun kali lain, ia malah tertawa sendiri sambil membenamkan kuku-kukunya yang panjang ke pipinya hingga berdarah. Lalu ia menangis lagi, sambil tertawa. Ia menjambak rambutnya sendiri. Ia membenturkan kepalanya ke tembok. Ia berteriak, tapi tak ada yang mendengarkan karena apartemennya itu kedap suara.

Laki-laki yang hampir gila itu adalah Arjuna. Ia menderita amat sangat. Hanya dia yang tahu kemana sebenarnya Seruni pergi.

___________________________

Arjuna mengumpulkan semua informasi yang bisa ia dapatkan tentang masa lalu Seruni. ia googling, namun anehnya tetap tidak bisa menemukan jejak Seruni sebelum masuk kantornya. CV yang digunakan wanita itu untuk melamar kerja pun ditelusurinya. Namun ternyata seluruh riwayat institusi pendidikan yang tertera di dalamnya pun palsu. Tidak pernah ada yang bernama Seruni Rahmaya di SD, SMP, dan SMA yang diakui sebagai sekolah wanita itu. Arjuna semakin bertanya-tanya. Siapakah wanita ini sebenarnya?

Sampai suatu ketika ia nekad pergi ke Singapura untuk mencari informasi tentang universitas Seruni dan kehidupan masa perkuliahannya, Arjuna mendapati fakta yang membuatnya sangat terpukul dan tertohok. Seruni Rahmaya ternyata adalah seorang transeksual yang dulunya bernama Dhimas Rohmana. Ia mengubah penampilannya dengan berkali-kali operasi, kemudian pengadilan mengabulkan status legal perubahan jenis kelamin yang diajukannya. Jadilah mulai saat itu ia memasuki babak baru dalam hidupnya sebagai seorang wanita.

Arjuna shock bukan kepalang. Orang yang dicintainya ternyata aslinya berjenis kelamin laki-laki. Kelebatan adengan percintaannya terbayang dengan jelas di memorinya. Ia telah berciuman, bercumbu, dan tidur dengan laki-laki. Bahkan ia hampir saja menikahi penipu bangsat yang telah menawan cintanya itu. Jijik ia! Sekujur tubuh Arjuna bergetar menahan amarah. Tak ada lagi rasa cinta tersisa. Berganti dengan kebencian yang mengalir dengan kuat di setiap aliran darahnya. Saat itulah Setan datang kepadanya.

Seruni menunggu di apartemen Arjuna. Ia telah menyiapkan makan malam romantis untuk menyambut kekasih yang baru pulang dari perjalanan bisnis yang melelahkan. Ia berdandan cantik sekali malam itu. Langkah kaki terdengar, pintu apartemen dibuka. Arjuna datang dengan senyuman. Seruni menghambur ke pelukannya dengan rindu yang teramat sangat. Ia memeluk kekasih pujaannya itu dengan penuh rasa cinta dan senyuman. Namun sejurus kemudian, senyuman itu pudar. Ekspresinya kaget. Kesakitan yang teramat sangat menghiasi wajahnya. Arjuna masih tersenyum simpul. Dihujamkan lagi pisau besar di tangan kanannya ke punggung Seruni. Seruni terjatuh ke lantai, dengan sesak ia berusaha berteriak, namun apartemen itu kedap suara. Darah segar mengaliri lantai keramik dan dengan segera membentuk genangan sungai merah.

Dengan segala daya yang masih ia punya, Seruni dengan lemah menjangkau vas bunga yang berada di atas meja, kemudian melemparnya ke kepala Arjuna. Vas itu pecah dan pelipis Arjuna mengeluarkan darah segar. Habis sudah akal sehatnya. Arjuna makin kalap, ia menghujamkan pisau itu ke seluruh bagian tubuh Seruni yang dapat dijangkaunya. Mulut Seruni diinjaknya sehingga wanita itu berhenti berteriak. Seruni menggeliat mencoba melawan, namun Arjuna terlalu kuat, Setan yang bercokol di dirinya membuat kekuatannya berlipat ganda. Rintihan pilu menyayat seiring tangan-tangan Setan membantu Arjuna menghabisi Seruni. Kemudian setelah menit-menit penuh penyiksaan, pisau laknat itu dihujamkan Arjuna tepat ke jantung Seruni.

Lalu yang tersisa di ruangan yang memerah itu tinggal desah nafas Arjuna yang memburu dan degub jantungnya yang sangat cepat dan kuat. Jiwa Arjuna ikut mati bersama Seruni, ikut pergi ke tempat yang jauh. Karena itu ketika Setan yang dari tadi tertawa melihat pembunuhan itu masuk ke tubuh Arjuna, ia tak melawan sama sekali. Setan berwujud Arjuna itu memotong-motong tubuh Seruni menjadi beberapa bagian, kemudian dimasukkannya ke dalam tas besar. Lalu Setan membersihkan dirinya sendiri, mengganti bajunya yang berlumuran darah, mencuci badannya yang juga berlumur darah, kemudian mematut diri di depan kaca. Matanya merah, sudut bibirnya naik, ia tersenyum dengan senyum Arjuna.

Kemudian tas besar berisi jasad Seruni tersebut dimasukkannya ke dalam mobil. Setan mengemudi ke tempat yang jauh dari pusat kota. Di tepi sebuah sungai yang sepi, ia membakar tas itu sampai menjadi abu. Setan girang bukan main, api adalah permulaannya, api adalah alasan atas ketiadaan. Saat ini, Setan tahu bahwa sekali lagi ia yang bermula dari api telah berhasil menghancurkan jiwa manusia yang bernama Arjuna ke dalam ketiadaan seiring dengan abu di hadapannya yang mendingin dan tertiup angin.

tamat,,

Tags: