Waktu demi waktu di tanah Prabu Siliwangi (Jawa Barat)

Waktu demi waktu di tanah

Prabu Siliwangi (Jawa Barat)


Kuningan Penuh Kenangan

Ketika itu usiaku masih 8 tahun. Aku duduk dikelas 3 SD (Sekolah Dasar) Negeri Gondangrejo Kabupaten Magelang. Ibuku anak ke tiga dari 7 bersaudara. Suatu hari Paman adik laki-laki dari Ibuku memberikan kabar melalui sebuah surat bersampul putih yang berisikan bahwa ia akan meminang seorang gadis cantik rekan kerjanya di sebuah PT di kota Bandung yang tinggal disebuah Dusun kecil yang terletak di sebelah bukit tidak jauh dari Gunung Cermai.

Beberapa waktu kemudian tibalah hari pernikahan Paman dengan calon istrinya. Seluruh anggota keluwargaku yaitu kakek, nenek, ibu, ayah, kakak perempuanku, 7 (tujuh) saudara sepupu, pak dhe, budhe, dan beberapa anggota keluwarga yang lain berencana untuk pergi ke kabupaten kuningan Jawa Barat untuk menghadiri resepsi pernikahan Paman. Perjalanan ini begitu dipersiapkan dengan matang oleh keluwarga karena kami keluwarga besar sehingga rombongan dari Magelang yang ikut menghadiri pernikahan Paman lumayan banyak yaitu mencapai 4 minibus yang penuh padat. Mendengar kabar aku akan diajak pergi menghadiri pernikahan Paman hatiku gembira bukan main. Rasanya sangat bahagia sehingga malam sebelum perjalanan ke Kabupaten Kuningan Jawa Barat pun aku lalui tanpa tidur lelap. Malam itu aku tidak bisa tidur membayangkan perjalanan yang belum pernah aku lalui. Aku berasal dari keluwarga sederhana yang memang jarang sekali berlibur ataupun bepergian jauh. Tibalah pagi hari dimana kami sekeluwarga akan melakukan perjalanan, sebelum berangkat diawali dengan doa yang dipimpin kakeku.

Perjalanan kami lalui dengan suka cita penuh kebahagiaan. Aku dan beberapa saudara sepupuku baik perempuan dan laki- laki bernyanyi disepanjang jalan, serasa kami tidak merasakan capek sedikitpun dalam perjalanan ini. Beberapa kali kami seluruh rombongan berhenti untuk istirahat, solat, dan makan. Memasuki propinsi Jawa Barat salah satu sepupu laki-laki ku ingin buang air kecil, parahnya ketika itu kami melalui sebuah persawahan dan rawa yang cukup panjang. Sehingga mau tidak mau pak supir harus segera menghentikan perjalanan sejenak. Setelah mobil berhenti diikuti mobil rombongan lain dibelakang yang juga ikut berhenti. Sepupuku langsung lari menuju sawah tanpa berpikir panjang. Karena usianya pun masih seumuran denganku, sehingga ia tak peduli keadaan sekitar. Tanpa rasa malu ia menuju parik didekat persawahan. Setelah selesai buang air kecil ia pontang-panting lari menuju mobil. Karena begitu antusiasnya ia berlarian dari pinggir sawah iapun akhirnya terjatuh ke sawah yang berlumpur tanpa tanggung . Baju barunya yang baru ia beli dan belum pernah dipakai sebelumnya kotor seketika. 1/3 (satu pertiga) bagian tubuhnya penuh dengan lumpur. Sepupuku menangis sejadinya. Ibunya pun segera menghampiri dan mencari solusi. Untung tidak jauh dari tempat itu ada sebuah aliran air kecil yang cukup bersih sehingga sepupuku pun mandi dan kembali berpakaian rapi. Beruntunglah sepupuku membawa baju ganti lebih.

Perjalanan kembali dilanjutkan kali ini kami telah memasuki Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Kacaunya sampai disini pak supir dan seluruh rombongan tidak mengerti arah dan tidak hafal benar jalan ke tempat tujuan kami. Karena memang sebelumnya pak supir mengaku belum pernah mendatangi tampat ini. Payahnya lagi pak supir awalnya tidak mengatakan bahwa ia tidak mengerti dan hafal jalan di daerah ini, namun pak supir juga tidak mau bertanya kepada orang sekitar tentang arah yang benar. Setelah satu jam kemudian barulah kami menemui jalan buntu dan ada rambu-rambu lalu lintas yang menyadarkan pak supir bahwa kami memang tersesat jauh dari jalan yang seharusnya kami. Ketika melewati pertigaan seharusnya kami belok kanan namun, ternyata pak supir tetap saja mengambil jalan lurus. Beberapa anggota keluwarga sempat sangat kesal pada pak supir tersebut karena malu bertanya sehingga benar-benar sesat dijalan.

Setalah berkali-kali Tanya kesana-kemari akhirnya kami menemukan jalan yang sebenarnya. Memasuki kawasan perbukitan Pegunungan Cermai. Kami melewati jalan kecil, medan yang begitu berkelo-kelok, kondisi jalan yang rusak, kanan kiri jalan kebun dan beberapa kali kami melewati jalan yang sebelahnya jurang cukup terjal. Jalan pun semakin menaik tidak ada pencahayaan dikanan dan kiri, kondisi sudah gelap waktu menunjukan pukul 7 malam, gerimis pun akhirnya datang menemani perjalanan kami. Tak ada nyanyian, tak ada canda dan tawa. Beberapa sepupuku sudah tertidur lelap. Namun aku tetap terjaga mendengar pembicaraan orang dewasa si sekitar tempat duduku. Mereka mengatakan cukup kawatir dan sudah snagat lelah dalam perjalanan ini. Beberapa diantaranya membaca ayat-ayat Al Qur’an, ada yang berdzikir dan semuanya berdoa untuk keselamatan perjalanan kami. Jalanan[un semakin terjal dan aku didalam merasakan guncangan yang cukup besar karena jalanan yang rusak membuat aku berpegang erat pada lengan ibu. Perjalanan yang kami rasakan di daerah perbukitan ini cukup membuat ketakutan. Perjalanan ini terasa begitu lama. Diawal perjalanan dari magelang aku merasakan keceriaan dan akupun berfikir tak ingin menyudahi perjalanan ini. Namun ketika sampai di jalan perbukitan ini aku begitu ketakutan. Aku melihat kondisi kanan dan kiri melalui kaca mobil begitu gelap tanpa pencahayaan kanan kiri hanya ada pohon yang terlihat kokoh dan tak jelas pohon apa yang disekelilingku ini. Kondisi ini mendorong imajinasiku semakin menakutiku terkadang bias air hujan dan gerimis yang terkena sinar lampu mobil dibelakang rombonganku menyiratkan bayangan bentuk-bentuk orang yang tak beraturan, bentuk kepala manusia dengan rambut super lebat yang ternyata ini pohon beringin besar, bentuk orang berdiri dengan ramput dikuncir yang ternyata ini hanya pohon pisang. Dan imajinasi konyol lain yang berkembang diotaku semakin membuat aku tak bisa terlelap walaupun tubuh ini sudah sangat letih. Aku menuggu untuk segera sampai ketempai tujuan kami. Malampun semakin larut beberapa waktu kemudian kamipun sampai di rumah calon mertua Paman disinilah tempat hajat akan diadakan esok harinya.

Pagi hari setelah selesai sarapan pagi bersama keluwarga, aku, kakak, dan beberapa sepupu bermain keluar rumah. Kami menuju jalan besar, subhanalloh luarbiasa indah, kanan kiri banyak terdapat pohon cemara, pohon pinus, banyak bunga-bunga indah dikanan kiri jalan yang kami lalui. Kami lari-lari kecil menuju sebuah jembatan yang sebenarnya cukup jauh letaknya dari rumah calon mertua Paman. Sebelum menuju jempatan kami melewati sebuah SD. Desa yang begitu sejuk, asri, dan cukup sunyi. kemipun berlarian menuju sebuah taman dekat sebuah SD (Sekolah Dasar) tersebut. Kami bermainan kesana kemari, memetik beberapa bunga yang kami suka. Setelah itu kami melewati sebuah makam dipinggiran jalan. Disini kami saling berlarian karena kakak sepupu laki-laki ku yang terpaut 4 (empat) tahun dari usiaku menakut-nakuti kami tentang cerita hantu yang waktu itu aku anggap seram luarbiasa. Karena usiaku paling kecil diantara kami akupun lari pontang-panting ingin mengejar mereka yang telah berlari duluan didepanku. Aku hampir menangis karena mereka tak dapat ku kejar. Namun semangatku tak terhenti disini. Aku anggap saudara-saudaraku tak peduli padaku sehingga aku memutuskan untuk berhenti mengejar mereka. Akupun melanjutkan perjalanan pagi itu dengan nafas yang tersengal-sengal karena lelah berlari san sangat takut. Aku menelusuri jalan lurus didepan mataku sendirian dan aku melihat saudara-saudaraku terlihat sudah sangat jauh sehingga tubuh mereka terlihat kecil dari tempatku berdiri. Terlihat mereka sudah sampai sebuah dijembatan. Setelah sampai dijembatan ternyata keindahanpun semakin Nampak, terlihat gunung yang sangat kokoh seakan tepat berada didepan mata. Kicauan burung-burung yang saling bersahutan menambah semaraknya pagi hari yang bersih dan sejuk. Udara yang begitu dinginpun terasa begitu menyegarkan. Ketika barusaja aku menikmati suasana disekitar jembatan yang dibawahnya ada sebuah sungi kecil yang begitu jernih airnya. Namun kembali saudara-saudaraku menjahiliku lagi. Merekapun segera pergi meninggalkanku sambil berlarian. Aku menahan diri untuk tidak mengejar mereka lagi. Sehingga akupun berjalan menuju rumah calon mertua Paman tanpa ada menemani. Aku sendiri merasa sangat kesal, hampir aku meneteskan air mata karena kecewa atas sikap para saudaraku, tambah lagi ketika aku melewati makam dipinggir jalan besar itu aku semakin takut. Aku putuskan untuk segera berlari secepat mungkin. Ketika melewati pertigaan, aku sempat lupa jalan pulang. Untung ada babap-bapak tua yang sedang mengumpulkan daun dan ranting kering diseberang jalan. Akupun menghampirinya dan bertanya dengan bahasa Indonesia plus logat medok ketika itu tentang arah jalan menuju ke rumah calon mertua paman. Aku Tanya dengan bahasa yang membingungkan sehingga bapak tua itu tak mengerti apa maksudku. Namun bapak tua itu tahu kalau aku tamu dari jawa dan dikampung itu hanya satu orang yang sedang ada hajat yaitu keluwarga calon istri Paman. Sehingga akupun diantar oleh bapak tua itu sampai rumah dengan selamat. Aku sangat mengenang kejadian demi kejadian dalam perjalanan ini yang sangat mengesankan bagiku.

Tahun Baru 2008 “DETIK Menanti Malam Berganti Pagi di Cipanas Garut

kini usiaku sudah bukan anak-anak lagi seperti ceritaku tentang perjalanan menuju Kuningan diatas ,,,,,,,,kali ini aku memang sengaja tinggal di Bandung untuk berlibur di rumah kakak sepupu perempuanku yang sudah 8 tahun ia tinggal di Majalaya Kabupaten Bandung Jawa Barat. Ini kali pertama aku bisa merayakan tahun baru secaya bersama-sama di Kabupaten Garut Jawa Barat.

Sesampai di Water Boom Garut aku langsung terbangun dan dengan penuh semangat ingin segera bermain di kolam air panas. Suasana begitu ramai menambah semarak tahun baru kali ini. Aku bermain bersama keponakan kecilku. Berendam di dalam kolam air hangat dan menikmati beberapa wahana permainan. Tak terasa waktu pun semakin siang. Kami makan siang bersama , untung kakak sepupuku yang sudah menikah membawakan kami bekal makanan dari rumah sehingga kami tidak perlu membeli makanan di tempat ini. Setelah selesai makan aku pun melaksanakan solat dzuhur di musola kecil yang terletak di dalam kawasan ini.

Tak terasa hari ini tanggal 31 Desember terasa begitu cepat tinggal 12 jam lagi menuju tahun baru 2008. kami sengaja berangkat agak lebih awal agar kami tidak kehabisan tiket masuk di wahana kolam renang dang waterboom cipanas Garut ini.

Aku, saudara, dan teman-temanku yang tinggal di Bandung juga tidak melewatkan kesempatan untuk bermain air dan meluncur dengan perosotan yang cukup tinggi. Menyenangkan sekali bisa berkumpul bersama menikmati liburan akhir tahun dan awal tahun.

foto129(oto bersama kakak didepan kolam air hangat)

dsc01178

foto104

Tahun baru bagi kami sekeluwarga adalah waktu dimana harus ada perubahan lebih baik kedepanya. Setelah semalam kami menikmati indahnya kembang api dan riuh suara terompet menunjukan malam pergantian tahun.

Selang satu hari Aku dan keluarga pergi ke Kota Bandung untuk merayakan ulang tahun Kakak Perempuanku sekaligus kakak sepupu perempuanku ingin belanja beberapa HP pesanan rekan-rekanya karena kakak sepupu perempuanku juga berbisnis jual-beli HP.

Tempat pertama yang kami kunjungi yaitu BEC Bandung Electronic Center yaitu pusat jual beli dan grosiran HP terbesar di Bandung. Setelah itu aku menuju ke BTM dan beberapa tempat belanja yang terkenal di Kota Bandung, mampir ke Gramedia dan juga berbelanja sepatu, tas dan beberapa baju di Pasar Baru. Lelah jalan kesana kemari tak terasa suasana semakin gelap.

foto054

btm

(setelah selesai berbelanja keperluan masing-masing)

Kami pun makan malam bersama keluwarga.

a

(suasana makan bersama di KFC Bandung)

“PESONA LUKISAN ALAM CIWIDEY 2008”

Perjalananku di Tanah Prabu Siliwangi tak hanya sampai di kabupaten Garut saja, namun aku nelanjutkan liburan tahun baruku di kawasan nun sejuk, asri, menyatu dengan alam, serasa tak ingin usai menikmati suasana CIWIDEY,,,,,,nah ini yang kali ini akan aku ceritakan bagaimana kawasan wisata pegunungan disini menyajikan begitu nyata krindahan alam Indonesia.

Perjalanan kali ini aku lakukan ketika aku tinggal di Bandung pada tahun 2008 disebuah kampung yang bernama Sukaraja gang Sumaja. Aku melakukan perjalanan dengan kakak perempuanku dan dua temanku yang sudah aku anggap seperti kakaku sendiri. Kami melakukan perjalanan untuk berlibur ke Ciwide sudah jauh-jauh hari ini juga dalam rangka merayakan ulang tahun kakaku. Aku begitu antusias menuju ciwide daerah kawasan wisata di Jawa Barat. Perjalanan kami lakukan dengan mengendarai motor.

foto141

Tempat pertama yang aku tuju adalah Kawah Putih disini aku begitu menikmati pemandangan yang sangat indah. Walaupun udara dingin terasa menusuk hingga ke tulang namun aku tetap bahagia.

foto148

Aku melihat begitu indah ciptaan Tuhan dimana aku sangat bersyukur Alloh memberiku mata sehingga aku dapat menikmati keindahan demi keindahan dengan mata ini. Jalan yang berkelok-kelok dan semakin menaik cukup menambah antusiasku untuk segera sampai ke kawasan “kawah putih”. Memasuki area parkiran “kawah putih” bau belerang begitu menyengat menandakan bahwa kawah semakin dekat dari posisiku berdiri. Kami harus jalan memebara menit untuk memasuki kawah. Subhanalloh luarbiasa lukisan alam yang maha indah. Air kawah memang terlihat begitu putih, aku pun menyempatkan diri untuk ber foto dan merasakan hangatnya air Kawah Putih dengan tanganku. Aku mengambil beberapa gambar yang sampai saat ini begitu membuat aku selalu ingin kesana ketika melihat album fotoku yang mengingatkan ku pada keindahan Kawah Putih.

Kami melanjutkan perjalanan dengan mengendarai motor dan kami melewati perkebunan teh yang sangat luas. Terlihat para wanita pekerja di perkebunan teh itu sedang memetik teh dengan memakai capil dan menggendong keranjang-keranjang besar di punggung mereka tempat menaruh teh yang mereka petik. Kami menuju sebuah pemandian air hangat tidak jauh dari Kawah Putih. Aku pun menyempatkan untuk mandi dan menikmati kehangatan air di kolam yang dipercaya mengobati gatal-gatal dan penyakit kulit. Disini juga ada banyak buah tangan dan penjual buah strawberry yang dapat dibeli dan dibawa pulang. Setelah beberapa menit bermain di kawasan kolam aku kembali bersiap-siap untuk menuju tempat wisata berikutnya.

situ-ptenggng

S

itu Patenggang yaitu sebuah danau yang cukup cantik nun elok tempat tujuan kami berikutnya. Kami pun kembali melewati perkebunan the yang sangat luas, jalan berkelok-kelok, dengan udara yang begitu dingin. Sampai di Situ Patenggang hatiku tak sabar rasanya ingin mengabadikan memory ini dengan kamera yang aku bawa. Di Patenggang ini terdapat “batu cinta” yang dipercaya oleh sebagian penduduk bahwa apabila kami pasangan kekasih yang mengukir atau menuliskan nama mereka dibatu tersebut maka hubungan mereka akan langgeng. Untuk mencapai batu “cinta” harus naik kapal kecil dengan membayar 30 ribu. Sesampai ditempat “batu cinta”. Mitos ini memang sering dilakukan mayoritas pasangan kekasih yang datang ketempat ini.

chyiic2a7317(diatas kapal menuju Batu Cinta)

Aku naik kapal yang telah disewakan dan disediakan di tempat ini menuju lokasi “batu cinta” dan akhirnya sampai juga ke tempat dimana “batu cinta” yang penu dengan coretan nama-nama pasangan kekasih. Namun karena aku datang tanpa pasangan kekasih sehingga aku hanya ber foto saja disamping batu yang besar itu yang dikenal sebagai “batu cinta”.

Perjalanan kami lanjutkan menuju sebuah perkebunan strawberry. Aku dan kakaku memetik beberapa buah strawberry. Rasanya segar ditenggorokan ditambah udara dingin yang menyejukan tubuhku. Hari semakin senja aku pun beranjak pulang dan membeli beberapa buah tangan khas Ciwide.

Menuju Dinginya Puncak Bogor

Perjalanan kali ini aku awali dari liburanku di Kota Kembang Bandung.

gedungsate

(gedung sate pemerintahan Kota Bandung Provinsi Jawa Barat)

setelah beberapa hari menginap di Rumah Saudara yang tinggal di Cibiru aku melanjutkan perjalananku ke Bogor menuju rumah kakak perempuanku di Gunung Batu Kota Bogor. Perjalanan aku lanjutkan dengan membonceng motor saudara laki-lakiku. Jalur yang kami ambil yaitu jalur puncak, walaupun pada jalur ini sering macet ketika liburan tiba namun aku ingin sekali menikmati sejuk dan dinginya puncak Bogor walaupun hanya sejenak.

Setelah sekitar kurang lebih menempuh perjalanan dari kota Bandung selama 3 jam akhirnya aku dan kakak sampai di puncak Bogor sebuah kawasan perbukitan nun sejuk tempat para pelancong mendokumentasikan moment2 mereka di Puncak Bogor sambil menikmati jagung bakar, kacang rebus, tahu asin, asinan, dan makanan lezat lainya. Hmmmmmmmmm pandanganku lempar jauh ke kawasan hijau dimana kebun the menyebar dari berbagai penjuru dan terasa mengelilingiku.

530923_101053790047266_789979364_n

(kawasan puncak kabupaten Bogor)

424246_101054313380547_1297534414_n

303508_101054146713897_1319989033_n

(solat di Masjid Puncak Bogor)

setelah kurang dari 2 jam akhirnya aku dan kakak sampai di rumah kakak perempuanku,,,,,,,luarbiasa rasa capeku terasa lenyap setelah sejenak memanjakan mata di kawasan Puncak Bogor.

foto0441

Schedule untuk keesokan harinya yaitu menuju wisata wahana kolam renang “The Junggle”.

Setalah kami selesai memanjakan diri menikmati wahana air dan kolam renang kami menuju sebuah tempat yang begitu menjadi pusat perhatian masyarakat Bogor maupun luar Bogor. Yaitu,,,,,,,,,,,

Kebun Raya Bogor “Taman tak Berkesudahan”

Yupppppppsssssssss,,,,,,,,betul sekali Kebun Raya Bogor dan kawasan Istana Bogor, tempat dimana orang nomor satu di Indonesia sering mengadakan acara-acara besar disini.

384038_212248038855554_1867127050_n

(istana Bogor tampak dari Samping)

Sekeliling istana berdiri kokoh pagar besi yang tinggi. Tidak semua orang diperbolehkan masuk ke dalam istana Bogor, jadi aku dan saudara-saudaraku hanya bisa melihat-lihat istana putih itu dari luar pagar di kawasan ini banyak sekkali rusa yang cantik dengan kulit yang dihiasi polkadot putih di kulit coklatnya. Aku pun mencoba memberikan makanan kepada rusa-rusa cantik itu beberapa helai rumput yang aku ambik di sekitar kawasan luar istana Bogor.

foto0093

(memberi makan rusa)

setelah selesai bercengkrama dengan rusa-rusa cantik itu aku dan saudaraku berkeliling taman yang begitu indah dan luas di kawasn Kebun Raya Bogor. Terdapat bunga-bunga yang luarbiasa indah. Terdapat juga berbagai tanaman dan pohon langka. Seakan kaki ini pun tak lelah terus melangkah menyusuri satu-demi satu kawasan Kebun Besar ini. Ketika kami melalui jembatan merah kakaku bercerita tentang mitos yang disandang jembatan yang memang berwarna merah ini. Yaitu apabila pasangan kekasih yang belum menikah melewati jembatan ini maka hubungan pasangan tersebut akan segera putus atau berakhir,,,,,,,namun jujur aku pribadi tak mempercayai mitos tersbut,,,,guys,,,,kalian boleh percaya boleh enggak,,,but jangan ragu-ragu apabila kalian melewati jembatan ini besama pasangan kaliyan,,,,okey,,,

foto0102

(jembatan merah)

foto0097

(tugu pancasila)

foto0148

(di sekitar taman)

foto0121

foto0117

(bunga nun warna-warni)

So,,,,ayo kawan kita lestarikan dan jaga alam Indonesia yang begitu Indah ini. Jangan kalian rusak,,,and satu lagi jangan buang sampah sembarangan, maupun metik bunga sembarangan di kawasan wisata manapun……okeyyy,,,trimakasih kawand2 imyuuuut ku,,,trimakasih msh tetap setia membaca bait-demi bait cerita sederhanaku ini,,,,,,,,,

SEMANGAT!!!!!!!!!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

SERANGKAIAN PERJALANAN BESWAN DJARUM BATCH 27 Menjelajah Nusantara

SERANGKAIAN PERJALANAN BESWAN DJARUM BATCH 27

Cerita ini dimulai dari awal kegiatan menjadi beswan djarum. Hmmm, sungguh pengalaman yang tak akan terlupa sepanjang hidup. Kegiatan yang pertama yang harus aku ikuti setelah diterima sebagai beswan djarum yaitu kegiatan Nation Building yang bertemakan Indonesia Digdaya di Kota Semarang. Namun sebelum itu aku mendapat kabar untuk mengikuti persiapan acara Indonesia Digdaya dan harus pergi ke Jakarta. Aku pun berangkat ke Jakarta dari bandara Adi Sucipto Yogyakarta bersama 17 teman-teman beswan DSO yogjakarta. lucunya aku dan kawand2 dari Jogja tak tahu apa yang akan kami lakukan di Jakarta secara pasti,,,hehehe kami mendapat kabar ci untuk ikut syuting,,,,,,,,wadew,,,,serasa jadi artis baru…yuhuuuu.spm_a1320 (foto di bandara adi sucipto)

Sampai di lokasi syuting pembuatan film latar untuk malam Dharma Puruhita yaitu serangkaian kegiatan Nation Building di Kota Semarang yang bertemakan Indonesia Digdaya aku dan teman-teman beswan lain tak menyangka suasana tempat syuting kami begitu gersang dan panas. Di situ juga sudah berkumpul crew syuting dan teman-teman dari regional lain, ada yang dari Surabaya, bandung, dll. Kami segera mengganti kostum dengan kostum wayang,,disini kami serasa menjadi artis ngetop,,,hmm sungguh panas matahari terik pun tidak menyurutkan semangat kami untuk menjalani syuting. spm_a1280

(selesai makeup dan memakai kostum wayang,,,siap dch meluncur ke medan perang Bharatayuda)

Take demi take kami lalui walaupun banyak yang harus di ulang namun akhirnya syuting selesai juga. Kami pun segera menjalankan solat dan makan siang. Setelah selesai syuting kami menuju ke salah satu hotel berbintang di Jakarta. spm_a1308

(ketika makan bersama di salah satu hotel berbintang di Jakarta)

Aku sekamar dengan 2 temanku Arnis dan Fitri. Setelah meletakan tas di lemari kamar hotel aku segera menikmati nyamanya berendam air hangat di hotel. Malamnya aku dan beberapa teman ku main ke sebuah mall besar di kawasan Ibu kota Jakarta. spm_a1299

(ketika menikmati makanan di mall Taman Anggrek)

Setelah selesai bermain aku pun segera beranjak pulang dengan naik Taxi sampai di hotel aku tidur dengan lelap. Pagi hari aku dan teman-teman beswan lain segera pulang.

jkt

(sayonara ke Jogja)

Kami menuju Bandara Sukarno-Hatta dan pulang ke Jogjakarta. Sesampai di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta aku dan Arnis teman seperjuanganku kami dari Universitas yang sama UMM sudah ditunggu oleh mobil jemputan dari kantor Djarum Magelang. Perjalanan kami sangat menyenangkan lelah pun rasanya terobati dengan kegiatan yang begitu luarbiasa. Di dalam mobil aku banyak mengobrol dengan pak supir akhirnya aku diantar sampai di depan rumahku Alhamdulillah dengan semangat dan penuh suka cita. Kegiatan selanjutnya yaitu Nation Building yang bertema Indonesia Digdaya di Kota Semarang. Tanggal 25 November 2011 sekitar jam 5 lebih aku dan teman-teman berangkat dari Jogja ke semarang dengan naik Bus.

spm_a1434 (foto bersama didalam bus)

Kami langsung menuju PRPP lokasi latihan dimana Indonesia Digdaya akan diselenggarakan. Aku terpilih sebagai “tim wayang” dimana aku harus memerankan beberapa adegan tari. Disini pengalaman pertamaku ikut serta dalam acara besar dan meriah latihan demi latihan aku jalani walaupun lelah, badan capek, pegal-pegal menyerang namun semangatku tak memudar. Di waktu istirahat latihan senang sekali aku bisa ber foto bersama dengan host dan artis. Senang sekali bisa berfoto bersama Om Tyo Pakusadewa heehehe,,,mau lagi dnk.

spm_a1540

spm_a1557

(foto bersama artis)

Siang pun berganti malam aku dan teman-teman menuju hotal tempat kami akan menginap. Sampai di sebuah hotel berbintang di Semarang aku segera tidur untuk persiapan kegiatan esok hari yang tambah padat. Latihan yang dim mulai hari Jumat, Sabtu, Minggu pun aku lalui dengan antusias. Walaupun kaki ku sampai lebam karena harus latihan gerak tari yang cukup membuat aku kesulitan. Hati Minggu tanggal 27 November 2011 malam aku mengikuti “ Talk Show dan Diskusi Kebangsaan” di Admiral. Sesi ini diisi oleh Dr. Yudi Latif dan Prof. Dr. Arief Hidayat.

spm_a1462 (proses diskusi)

Banyak ilmu yang aku dapat di acara ini. Aku merasa pemahamanku tentang wawasan kebangsaan menjadi bertambah. Talk show ini begitu mengesankan ketika Ari Lasso salah satu penyanyi idolaku menyanyikan beberapa buah lagu sebagai penutup acara. Senang rasanya bisa bejabat tangan dengan Mas Ari yang sedang diatas panggung.

spm_a1478 (ketika bersalaman dengan mas ari lasso)

Hari ke empat yaitu hari Senin tanggal 28 November 2011 aku dan rekan-rekan beswan mengikuti acara Cultural Visit. Banyak tempat yang kami kunjungi. Luarbiasa aku semakin bangga dan syukur Alhamdulillah bisa berkesempatan menjadi beswan djarum. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertamaku. Tempat pertama yang aku kunjungi yaitu pabrik rokok Djarum di Kudus. Aku bisa melihat begitu bnayak para pekerja rokok kretek yang mahir membuat rokok dan mengepak nya secara manual dan kecepatanya sungguh diluar dugaan yaitu hanya butuh sekitar 5 detik untuk menyelesaikan tugasnya.

spm_a1514

(bersama karyawan pabrik rokok Djarum di Kudus)

spm_a1511

Perjalanan kami lanjutkan ke tempat dimana Djarum mempunyai bukti untuk berkontribusi dalam penghijauan nusantara. Aku melihat banyak bibit tanaman dan berbagai bibit pohon. Kami juga diajarkan bagaimana merawat tanaman itu. Hmmmm sungguh menyenangkan.

spm_a15301

(tempat pembibitan tanaman)

Setelah itu aku dan rombongan menuju Menara Kudus sebagai icon kotaKudus yang menceritakan sejarah terbentuknya kebudayaan dan penyebaran agama islam di Kudus. Di kawasan mesjid dan menera kudus ini aku sempat berziarah ke makam Sunan Kudus. Menara Kudus menggambarkan bagaimana Sunan Kudus bisa mengajarkan kebudayaan dan toleransi juga saling menghargai antar umat beragama.

spm_a1509

(di kawasan Makam Sunan Kudus)

spm_a14951

( di depan menara Masjid Kudus)

Kegiatan tidak berhenti sampai disini aku dan teman-teman beswan lain menuju GOR Djarum Kudus disini kami diajarkan bagaimana caranya membatik.

membatik

Diawal cukup sulit namun ternyata membatik juga sangat mengasyikan. Waktu membatik akhirnya harus usai namun rasanya aku belum puas membatik. Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Aku begitu antusias ketika melihat fashion show dari beberapa model yang mengenakan kain batik khas Kudus dengan berbagai model disain busana yang anggung dan cantik.

Selesai cultural visit kami kembali ke PRPP. Aku dan teman-teman melakukan gladi kotor untuk persiapan malam Dharma Puruhita. Setelah itu kami kembali ke hotel dan beristirahat untuk persiapan esok hari. Selasa tanggal 20 Novenber 2011 pagi kami sarapan di hotel dan melakukan perjalanan ke PRPP. Kami juga melakukan sesi foto per Regional disini.

427981_376771849002749_100000098117304_1557244_776950201_n

(foto bersama regional Semarang)

Kegiatan gladi kotor pun di lakukan. Setelah makan siang dan solat Dzuhur kami melakukan gladi bersih. walaupun capek latihan,,exist dengan berfoto ria tetap jalan dnk,,,,

Sore pun menjelang aku dan teman-teman tim wayang siap-siap, ganti kostum, dan make-up untuk persiapan tampil. Sekitar 2 jam sebelum acara dimulai penyakit mag ku kambuh. Tidak hanya itu badan terasa panas dingin dan demam pun menyerang ku. Alhamdulillah para LO begitu perhatian dan memberikan aku obat.

Setelah beberapa menit beristirahat badanku agak enakan. Sudah tidak gemetaran lagi. Setelah makan malam akhirnya malam Dharma Puruhita pun di mulai. Cukup degdegan untuk tampil diatas panggung aku dan tim ku berdoa semoga apa yang kami tampilkan ini bisa maksimal. Aku pribadi berharap penyakitku tidak kambuh lagi ketika di panggung. Walaupun badan masih belum fit dan belum enak kepalaku masih pusing aku berfikir untuk tetap tampil. Aku berdoa aku tidak mengecewakan kakak pelatih yang selama ini tim ku sudah berlatih keras. Aku paksakan tubuhku untuk tetap kuat. Di tengah penampilan pandanganku mulai terasa gelap, peningpun kembali menyerang, kringat dingin bercucuran.

Tapi Alhamdulillah aku tetap bisa bertahan. Dan menyelesaikan penampilan di panggung bersama tim ku. Aku langsung tiduran dan beristirahat di belakang panggung. Beberapa waktu kemudian acara ini selesai. Begitu luarbiasa ramai terlihat begitu antusias para tamu undangan dan tentunya teman-teman beswan Djarum batch 27. Di belakang panggung aku sempat mengajak vokalis Alexa Band berfoto bersama. Hmmmm senang rasanya walaupun badan masih demam tapi exist harus dnk,,ehe.

spm_a15571

(bersama aqi alexa)

om-tio

(bersama Tyo Pakusadewa)

bis-tampil

(selesai acara)

Rasanya tak ingin pulang,,,,,,tapi tetap kangen rumah. Hehe pagi hari setelah sarapan di hotel kami check out dan kembali ke rumah. Didalam bus aku dan rombongan teman-teman dari Djogja sungguh capek luarbiasa namun tetap bahagia hingga kamipun terlelap di bus memimpikan kegiatan selanjutnya yang akan kami ikuti sebagai beswan djarum yang sudah dikukuhkan.

Kegiatan soft skill selanjutnya yaitu Character Building di Cikole Lembang Jawa Barat. Hmmm perjalanan ku di akhir Februari 2012 ini dimulai dari kantor Djarum Yogyakarta. Kami pergi dengan bus yang telah disediakan pihak Djarum. Aku masih tetap antusias dan aku membayangkan kegiatan seperti apa yang akan aku ikuti disini. Akhirnya aku sampai di Lembang setelah mampir istirahat, mandi, dan sarapan di sebuah restoran dan penginapam. Aku dan teman-teman melakukan perjalanan ke Tangkuban Parahu. Hemm lukisan alam disini begitu memepesona. Tak lupa aku berfoto ke sana-kemari bersama teman-teman. Aku melihat kawah gunung tangkuban parahu dari atas tempat ku berdiri. Luarbiasa indah. Lukisan ala mini mengingatkanku pada legenda si anak durhaka “sankuriang” yang begitu fenomenal di kalangan rakyat Jawa Barat.

img00999-20120202-0953

(foto di kawasan wisata tangkuban parahu)

Hmm sesampai di tempat kegiatan Character Building aku pun kaget harus tidur dan berkegiatan di sebuah kawasan hutan di Cikole. Awalnya aku merasa kawatir dengan kesehatanku aku mempunyai sebuah alergi yang bernama “rinitis” aku kawatir akan kambuh karena udara di tempat ini begitu dingin. Alhamdulillah Allah berikan keajaiban di tempat sedingin ini alergiku tidak kampuh parah seperti biasanya. Ya,,,hanya sekedar bersin dan pilek sedikit tiap pagi hari karena udara pagi lebih dingin disini. Kami tidur di tenda permanen. Kami diajarkan untuk hidup sehat, disiplin dan teratur. Tiap pagi sebelum memulai katifitas kami harus berolahraga untuk kebugaran. Kemudian makan pagi bersama secara tertib. Kegiatan-demi kegiatan aku ikuti. Aku dan tim bekerja sama secara kompak dan solid. Hmm untuk mendapatkan point yang disimbolkan dengan pita merah dan berusaha menjadi tim pemenang aku dan teman-teman tim ku bekerja ekstra keras. Ada beberapa permainan yang harus kami lakukan seperti :

1.Blind man walking

2.Fill the water

3.Flying fox

4.Folding carpet

5.Human jump

6.Double rope bridge

7.Paintball

8.Six in pack

9.Skyrun

10.Spiderweb

11.Trusfall

12.Rappelling

13.Construction game

14.Elvis walk

15.Emergency water

Semua kegiatan aku jalani dengan suka cita dan antusis tinggi. Ada beberapa permainan yang cukup menguji adrenalin. Hmm walaupun tim kami bukan sebagai tim pemenang namun aku sangat bahagia.

batch-2-bedjo-_

(foto bersama di dengan teman-teman dari Jogja)

424572_1863883855057_1779829722_921272_1709849439_n

(bersama my team usai berjuang di medan pertempuran,,,hehehe,,,lebayyyyyyy)

Kami juga diberikan kesempatan untuk mengunjungi Saung Mang Udjo yang legendaries. Belajar cara memainkan angklung, dan melihat pertunjukan kesenian yang fantastis. Senang deh rasanya,,,,

spm_a1816

(foto di saung mang udjo)

Kegiatan hari pertama sampai hari terakhir ternyata begitu menyenangkan.

Tanggal 1 April 2012 Aku dan rekan-rekan beswan DSO Yogjakarta menjalankan program kegiatan Community Empowerment. Setelah beberapa kali kami mengikuti rapat bersama di kantor Djarum Yogyakarta. Kami kemudian terjun langsung ke sebuah dusun yang bernama Dusun Sodo, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Disini kami mengadakan beberapa kegiatan yang diharapkan bisa membantu dan menfasilitasi masyarakat di dusun Sodo ini.

spm_a2124 Masyarakat disini sebagian besar bermata pencaharian sebagai perajin bamboo. Kami membantu dan memfasilitasi masyarakat disini dengan memberikan bantuan beberapa alat untuk membantu memudahkan para perajin agar produktifitas kerajinan disini semakin bertambah. Tidak hanya itu kami berusaha membantu semaksimal mungkin anak-anak Dusun Sodo dalam bidang pendidikan. Beberapa teman beswan juga berperan sebagai pengajar untuk mengajarkan anak-anak belajar bahasa inggris, membimbing belajar dll. Kegiatan yang kami lakukan di sini saling berkesinambungan dan dilakukan dengan beberapa tahapan dan beberapa kali pertemuan.

2012-03-31-145847spm_a2158

( bersama pak dukuh dan perangkat desa di Dusun Sodo gunung Kidul)

Kegiatan yang ke tiga yang diadakan Djarum Foundation untuk para beswan djarum yaitu Leadership Development. Aku ikut batch 6 yang diadakan di Hotel Majapahit Surabaya pada bulan Mei 2012. Seperti biasa aku berangkat dari Magelang lebih awal satu hari sebelum hari H berangkat ke Surabaya. Aku berangkat dari rumah ke kantor Djarum Yogyakarta diantar ayah. Aku harus menginap di wisma kantor Djarum Yogyakarta. Pagi harinya aku dan teman-teman sudah bersiap menunggu mini bus yang akan mengantar kami ke Surabaya. sekitar 2 jam lebih kami menunggu. Akhirnya mini bus datang juga. Perjalanan terasa begitu melelahkan karena lama sekali kami harus sampai ke hotel Majapahit Surabaya. belum lagi kami sempat nyasar beberapa kali karena supir juga belum hafal betul lokasi yang kami tuju. Sempat dua kali kami beristirahat untuk solat dan makan. Sejak subuh kami bersiap dan kami sampai di Hotel Majapahit sekitar jam 6. 30 malam. Rasanya badan pegal dan mata sudah mengantuk. Kami kemudian mandi dan beristirahat di kamar hotel masing-masing. Sejak memasuki hotel ini aku sangat senang bisa menginap di Hotel yang bersejarah.

Kegiatan-demi kegiatan kami ikuti dengan antusis tinggi senang sekali bisa mengikuti kegiatan yang aku pribadi rasakan sangat bermanfaat untuk membentuk character ku. Aku sangat senang ketika aku berkesempatan berfoto bersama Pak James Gwee motivator terkenal. Aku sempat foto bersama dan mendapat hadiyah sebuah CD. Kegiatan tiap harinya berlangsung sampai malam. Namun aku tetap bersemangat. Pada hari terahir ada Debate Competition aku senang sekali akhirnya tim ku memenangkanya.

spm_a2395

bersama beswan dari jogja

Alhamdulillah akhirnya kegiatan berjalan lancar dari awal hingga akhir. Namun aku juga sedih harus berpisah lagi dengan teman-teman beswan dari daerah lain. Akan tetapi aku yakin seikat beswan akan tetap ada dihatiku. Trimakasih Djarum Foundation telah memberikan ku kesempatan menjadi salah satu beswan Djarum. Sehingga aku berkesempatan untuk begitu banyak menimba ilmu, mendapat banyak kesempatan, dan tentunya teman-teman beswan djarum yang begitu luarbiasa. Penuh kebersamaan dan keakraban. Trimakasih Beswan Djarum Batch 27. Love You All

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mlancong Ke Kawasan “Gunung Mbah Marijan”

ciiis-cute01671liburan tengah semester 6 aku tak punya rencana kemana pun. aku berfikir yaa,,,pengen hemat dulu so, ga perlu liburan kemana-mana. Hhingga akhirnya aku pun tergoda oleh liburan yang di tawarkan temanku. ya,,dia adalah my best friend,,dia pulang dari Kalimantan. dia memang sudah lama bekerja disana. ia pun akhirnya mengajakku ke “Ketep Pass”. memang sebelumnya aku belum pernah kesana. aku pun dengan senang hati menerima tawaranya apalagi. tak perlu risau kantong kempesku,,karena ia yang akan menanggung segala biaya liburan ku..hehe senang rasanya..itung -itung ngirit sebagai mahasiswa yang baru saja menganggur dari kesibukan di bimbel pribadi,,istilah kerenya pensiun dini,,hmm.

kelanjutanya kawand,,,hehe

Tags:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Perjalanan Menuju “Kedung Kayang Waterfall”

Perjalanan ke “Kedung Kayang Waterfall”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tahun Baru 2008 “Ketika Malam Berganti Pagi”

Tahun Baru 2008 “Ketika Malam Berganti Pagi”


Tahun baru bagi kami sekeluwarga adalah waktu dimana harus ada perubahan lebih baik kedepanya. Tahun baru 2008 adalah tahun baru dimana aku dan keluwarga yang tinggal di Bandung merayakan tahun baru tanggal 1 Januari 2008 bersama dan bersuka cita menyambutnya. Setelah semalam kami menikmati indahnya kembang api dan riuh suara terompet menunjukan malam pergantian tahun. Pagi harinya Aku dan keluarga pergi ke Cipanas Garut. Ini masih dalam rangka merayakan liburan tahun baru 2008. Perjalanan kami lakukan pada pagi hari. Ini dengan tujuan agar kami bisa berlama-lama di tempat tujuan, sehingga bisa pulang lebih awal dan tidak kemalaman. Aku, beberapa teman, dan anggota keluwarga melakukan perjalanan dengan memakai mobil kakak sepupuku. Dalam perjalanan menuju Cipanas Garut aku masih sangat mengantuk karena semalaman kurang tidur oleh karena itu aku tertidur di dalam mobil sehingga aku tidak bisa menikmati rute sepanjang perjalanan. Sesampai di Water Boom Garut aku langsung terbangun dan dengan penuh semangat ingin segera bermain di kolam air panas. Suasana begitu ramai menambah semarak tahun baru kali ini. Aku bermain bersama keponakan kecilku. Berendam di dalam kolam air hangat dan menikmati beberapa wahana permainan. Tak terasa waktu pun semakin siang. Kami makan siang bersama , untung kakak sepupuku yang sudah menikah membawakan kami bekal makanan dari rumah sehingga kami tidak perlu membeli makanan di tempat ini. Setelah selesai makan aku pun melaksanakan solat dzuhur di musola kecil yang terletak di dalam kawasan ini.
Akhirnya matahari semakin menyembunyikan sinarnya. Kami sekeluwarga pulang ke rumah setelah seharian puas bermain-main di Cipanas garut. Didalam perjalanan aku dan keluwarga tertidur dengan lelap didalam mobil. Hanya tinggal ponakan kecilku yang tetap berceloteh dengan sang ayah yang sedang konsentrasi menyetir mobil. Akhirnya kami sampai ke rumah Alhamdulillah dengan selamat tanpa ada halangan apapun. Aku kembali ke tempat kos ku dan beristirahat. Tahun baru kali ini begitu mengesankan untuk kali pertama aku dapat berlibur dengan keluwarga ku yang tinggal di Bandung.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

CIWIDE 2008 “PESONA LUKISAN ALAM”

CIWIDE 2008
“PESONA LUKISAN ALAM”

lake-patengan-situpatengan-ciwidey-sout-bandung-west-java

Perjalanan kali ini aku lakukan ketika aku tinggal di Bandung pada tahun 2008 disebuah kampung yang bernama Sukaraja gang Sumaja. Aku melakukan perjalanan dengan kakak perempuanku dan dua temanku yang sudah aku anggap seperti kakaku sendiri. Kami melakukan perjalanan untuk berlibur ke Ciwide sudah jauh-jauh hari ini juga dalam rangka merayakan ulang tahun kakaku. Aku begitu antusias menuju ciwide daerah kawasan wisata di Jawa Barat. Perjalanan kami lakukan dengan mengendarai motor.

Tempat pertama yang aku tuju adalah Kawah Putih disini aku begitu menikmati pemandangan yang sangat indah. Walaupun udara dingin terasa menusuk hingga ke tulang namun aku tetap bahagia. Aku melihat begitu indah ciptaan Tuhan dimana aku sangat bersyukur Alloh memberiku mata sehingga aku dapat menikmati keindahan demi keindahan dengan mata ini. Jalan yang berkelok-kelok dan semakin menaik cukup menambah antusiasku untuk segera sampai ke kawasan “kawah putih”. Memasuki area parkiran “kawah putih” bau belerang begitu menyengat menandakan bahwa kawah semakin dekat dari posisiku berdiri. Kami harus jalan memebara menit untuk memasuki kawah. Subhanalloh luarbiasa lukisan alam yang maha indah. Air kawah memang terlihat begitu putih, aku pun menyempatkan diri untuk ber foto dan merasakan hangatnya air Kawah Putih dengan tanganku. Aku mengambil beberapa gambar yang sampai saat ini begitu membuat aku selalu ingin kesana ketika melihat album fotoku yang mengingatkan ku pada keindahan Kawah Putih.

Kami melanjutkan perjalanan dengan mengendarai motor dan kami melewati perkebunan teh yang sangat luas. Terlihat para wanita pekerja di perkebunan teh itu sedang memetik teh dengan memakai capil dan menggendong keranjang-keranjang besar di punggung mereka tempat menaruh teh yang mereka petik. Kami menuju sebuah pemandian air hangat tidak jauh dari Kawah Putih. Aku pun menyempatkan untuk mandi dan menikmati kehangatan air di kolam yang dipercaya mengobati gatal-gatal dan penyakit kulit. Disini juga ada banyak buah tangan dan penjual buah strawberry yang dapat dibeli dan dibawa pulang. Setelah beberapa menit bermain di kawasan kolam aku kembali bersiap-siap untuk menuju tempat wisata berikutnya.

Situ Patenggang yaitu sebuah danau yang cukup cantik nun elok tempat tujuan kami berikutnya. Kami pun kembali melewati perkebunan the yang sangat luas, jalan berkelok-kelok, dengan udara yang begitu dingin. Sampai di Situ Patenggang hatiku tak sabar rasanya ingin mengabadikan memory ini dengan kamera yang aku bawa. Di Patenggang ini terdapat “batu cinta” yang dipercaya oleh sebagian penduduk bahwa apabila kami pasangan kekasih yang mengukir atau menuliskan nama mereka dibatu tersebut maka hubungan mereka akan langgeng. Untuk mencapai batu “cinta” harus naik kapal kecil dengan membayar 30 ribu. Sesampai ditempat “batu cinta”. Mitos ini memang sering dilakukan mayoritas pasangan kekasih yang datang ketempat ini. Aku naik kapal yang telah disewakan dan disediakan di tempat ini menuju lokasi “batu cinta” dan akhirnya sampai juga ke tempat dimana “batu cinta” yang penu dengan coretan nama-nama pasangan kekasih. Namun karena aku datang tanpa pasangan kekasih sehingga aku hanya ber foto saja disamping batu yang besar itu yang dikenal sebagai “batu cinta”.

Perjalanan kami lanjutkan menuju sebuah perkebunan strawberry. Aku dan kakaku memetik beberapa buah strawberry. Rasanya segar ditenggorokan ditambah udara dingin yang menyejukan tubuhku. Hari semakin senja aku pun beranjak pulang dan membeli beberapa buah tangan khas Ciwide.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

BALI 2007 “Keindahan The Last Paradise”

BALI 2007
“KEINDAHAN YANG TAK TERLUPA”


ciiis20cute0516

Tanggal 14 bulan Januari tahun 2007 adalah bulan dimana aku dan teman-teman mengikuti kegiatan study tour ke pulau Bali yang diadakan sekolah kami. Sebelumnya aku dan teman-temanku memang belum pernah sekalipun datang ke pulau indah itu. Pulau yang dijuluki “The last paradise” atau yang kita sebut “surge terahir”. Ini adalah julukan dari para turis manca yang menikmati keindahan pulau yang terletak di sebelah timur pulau jawa ini.

Aku dan sahabat-sahabatku begitu antusias menunggu hari “H” keberangkatan ke pulau Bali. Satu hari sebelum berangkat ke bali aku dan teman-teman berbelanja makanan, baju, dan perlengkapan lain. Kami benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengikuti study tour ke Bali. Karena memang perjalanan yang kami tempuh akan cukup lama. Study tour dilakukan dalam kurun waktu satu minggu. Pagi hari dirumah aku tengah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke sekolahku dimana bus pun sudah siap menunggu para siswa yang hendak mengikuti study tour ke Bali. Aku bergegas dengan semangat yang tinggi menggendong tas ransel yang penuh sesak dengan membawa tas jinjing kesayanganku. Pagi itu ayah ku tidak bisa mengantarku berangkat sampai sekolah, alhasil aku berangkat dari rumah dengan berjalan kaki ditemani ibu yang membawakan tas ranselku sampai tempat pemberhentian angkot. Waktu itu pihak sekolah memberitahukan bahwa jam 8 pagi para siswa harus sudah kumpul di halaman sekolah. Waktu sudah menunjukan pukul 7. 30 WIB. Aku masih menuggu angkot yang tak kunjung datang. Untuk mencapai sekolah aku harus jalan kaki sejauh 15 menit dari rumah menuju tempat pemberhentian angkot, dari sini aku harus naik angkot sampai ke tempat pemberhentian angkot ke-2, kemudian aku harus naik angkot lagi sehingga sampai di sekolahku. Hatiku sudah panas dingin terasa deg-degan karna angkot yang aku tunggu tak kunjung tiba. Aku terus berdoa semoga angkot segera datang. Setelah 15 menit aku menunggu akhirnya datang juga. Dalam sepanjang jalan ku terus melihat jam tangan ku yang sudah kusam dan butut. Menit ke menit terus berlalu dan ketika aku melihat jam tanganku waktu menunjukan pukul 08. 00 WIB. Tangan ku dingin takut jikalau bus sudah berangkat. Akupun terlambat sampai sekolah. Disitu teman-temanku dan para guru pendamping sudah menunggu. Ada teman yang menyalahkan keterlambatanku sampai ke sekolah. Namun para sahabatku pun memberikan semangat padaku.

Sebelum bus berangkat kami melakukan doa bersama terlebih dahulu. Bus pun melaju cukup kencang. Kami di dalam rombongan saling bercerita sehingga suasana didalam bus begitu hangat dan meriah. Waktu menunjukan semakin sore, kami baru sampai di daerah Jawa Timur. Rombongan berhenti untuk istirahat, solat, dan makan disebuah rumha makan yang cukup terkenal didaerah itu. Makanan yang disajikan cukup lezat. Namun entah mengapa selera makanku serasa hilang. Bahkan nasi yang aku ambil dipiringku pun tak bisa aku habiskan karena tiba-tiba aku merasa pusing. Mungkin aku hanya kecapekan. Setelah makan kami melanjutkan perjalanan menuju ketapang. Kami harus menyeberang selat Bali untuk mencapai Gili Manuk. Disitu menunggu antrian bus untuk masuk kedalam kapal cukup lama. Kami pun berkesempatan untuk berfoto bersama. Suasana malam pun tetap ramai dan riuh. Semangatku dan teman-teman tetap berkibar. Antusias kami tentang pulau Bali begitu luarbiasa.

ciiis20cute0516Kapal yang kami tumpangi akhirnya berangkat. Ini baru pertama kali aku naik kapal yang begitu besar. Kondisi didalam kapal cukup membuat aku tambah pusing. Dari dalam kapal aku menikmati deburan riak-riak gelombang air yang terkena laju kapal besar ini dan malampun semakin larut. Akhirnya kamipun sampai di Pulau Bali. Kami kembali melakukan perjalanan dengan bus menuju salah satu hotel di Bali. Sebelumnya guru pembimbing membagi kelompok yang terdiri dari tiga orang siswa. Setelah aku mendapat kelompoku akhirnya aku pun beristirahat. Entah kenapa capek kami langsung hilang. Semalaman kami banyak mengobrol.

Pagi hari kami pun semakin antusias menuju tempat pertama. Kami menuju tempat pembuatan batik khas Bali. Batik yang sangat indah dan luarbiasa aku sangat menikmati pameran batik ini. kami belajar cara membuat batik Bali dan beberapa kerajinan tradisional khas bali.

ciiis-cute0519

foto diatas adalah penampilah salah satu tarian khas berasal dari Bali yaitu tari kecak

Setelah itu rombongan kami menuju ke tempat ke-2 yaitu pusat kebudayaan dan kesenian di Bali. Disini aku belajar banyak hal tentang kebudayaan dan berbagai kesenian di Pulau Bali. ciiis-cute0517Kami juga dapat menikmati tari Pendet dan tari Kecak yang sangat menakjubkkan. Ketika hari mulai menjelang magrib, kami kembali menuju hotel tempat kami menginap. Banyak pernak-pernik dan souvenir yang disediakan disitu, aku dan sahabt-sahabatku pun melihat-lihat dan membeli beberapa buah tangan.

Pagi hari pun tiba, selesai sarapan kami melakukan perjalanan menuju pabrik Brem Bali “Dewi Sri”. Ini dilakukan dalam rangka kunjungan industri. Disitu aku menjadi tahu bagaimana proses pembuatan brem yang terkenal itu. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sanurciiis-cute0520 Sampai dipantai Sanur aku begitu menikmati pemandangan disekitar pantai. Yang tak jauh berdiri kokoh bangunan hotel Sanur yang bersejarah. Sepanjang perjalanan rombongan kami didampingi oleh guide yang sangat ramah namanya Bli Dewa. Tak lupa kami berfoto-foto ria bersama sahabat disekitar pantai Sanur. Kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Benoa, disitu ada pulau penyu tempat penangkaran penyu-penyu yang dilindungi kelestarianya.

Antusias kami bertambah ketika menuju kompleks GWK (Garuda Wisnu Kencana)ciiis-cute0522Aku dan teman-teman berfoto di sepanjang kompleks GWK. Siang semakin menjelang udara semakin panas dan menyengat kulit. Namun perjalanan kami tidak terhenti sampai disini. Bus melaju kencang menuju Pantai Kuta Bali. Indah yang sangat luarbiasa kami menikmati suasana yang begitu mempesona pantai Kuta yang sangat terkenal di manca Negara, deburan ombak yang ramah menambah antusias teman-teman untuk segera berenang dan bermain ombak. Aku dan sahabat-sahabatku bermainan dibibir pantai Kuta dan kami berlomba membuat bangunan dari pasir pantai itu. Saling kejar-kejaran satus ama lain, bermain air dan keakraban terjalin diantara kami, tak lupa kami mendokumentasikan nya dengan kamera yang telah kami bawa. Aku dan seorang temanku pun berkenalan dengan salah satu touris yang bernama “Mike” dia berasal dari Australiaciiis-cute0523Kami pun berfoto bersama. Hari semakin sore. Aku dan teman-teman ku menikmati sun set matahari mulai tenggelam. Akhirnya aku dan teman-temanku naik andong (kereta kuda) menuju tempat bus yang telah menunggu kami sedari tadi. Rombongan ku kembali ke hotel makan malam dan kamipun bersiap untuk istirahat.

Pagi harinya kami kembali sarapan pagi bersama di hotel tempat kami menginap. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Sangeh kami melihat begitu banyak monyet-monyet yang berkeliaran disini. Disini tempat kami bisa belajar menyayangi binatang dan berinteraksi dengan mereka. Diawal aku cukup takut dengan monyet aku takut monyet-monyet itu akan mencakar ataupun mengigit. Namun guide tour kami membantu kesulitan kami yang taku dengan monyet. Kelucuan tingkah polah monyet disini semakin begitu menggemaskan.

Kami kembali melanjutkan perjalanan menuju Kintamani. Sesampai ditempat tujuan kami begitu menikmati suasana teduh dan sejuk di pegunungan itu, kami bisa nelihat sebuah danau dan dari atas tempat kami berdiri. Setelah itu kami menu Bedugul sebuah danau nun elok. Tentu tak lupa kami berfoto dan membeli beberapa buah tangan. Perjalanan yang tak akan ku lupakan sepanjang hayat. Begitu indah dan menyenangkan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

perjalanan nusantara bagian 2

Perjalanan nusantara kali ini masih tetap mengasyikan loeh,,,hehe

Kali ini akan ada ceritaku tentang perjalanan ke pulau Bali,,Ciwide,,dan kabupaten Garut,,,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kuningan Penuh Kenangan

Kuningan Penuh Kenangan

Ketika itu usiaku masih 8 tahun. Aku duduk dikelas 3 SD (Sekolah Dasar) Negeri Gondangrejo Kabupaten Magelang. Ibuku anak ke tiga dari 7 bersaudara. Suatu hari Paman adik laki-laki dari Ibuku memberikan kabar melalui sebuah surat bersampul putih yang berisikan bahwa ia akan meminang seorang gadis cantik rekan kerjanya di sebuah PT di kota Bandung yang tinggal disebuah Dusun kecil yang terletak di sebelah bukit tidak jauh dari Gunung Cermai.

Beberapa waktu kemudian tibalah hari pernikahan Paman dengan calon istrinya. Seluruh anggota keluwargaku yaitu kakek, nenek, ibu, ayah, kakak perempuanku, 7 (tujuh) saudara sepupu, pak dhe, budhe, dan beberapa anggota keluwarga yang lain berencana untuk pergi ke kabupaten kuningan Jawa Barat untuk menghadiri resepsi pernikahan Paman. Perjalanan ini begitu dipersiapkan dengan matang oleh keluwarga karena kami keluwarga besar sehingga rombongan dari Magelang yang ikut menghadiri pernikahan Paman lumayan banyak yaitu mencapai 4 minibus yang penuh padat. Mendengar kabar aku akan diajak pergi menghadiri pernikahan Paman hatiku gembira bukan main. Rasanya sangat bahagia sehingga malam sebelum perjalanan ke Kabupaten Kuningan Jawa Barat pun aku lalui tanpa tidur lelap. Malam itu aku tidak bisa tidur membayangkan perjalanan yang belum pernah aku lalui. Aku berasal dari keluwarga sederhana yang memang jarang sekali berlibur ataupun bepergian jauh. Tibalah pagi hari dimana kami sekeluwarga akan melakukan perjalanan, sebelum berangkat diawali dengan doa yang dipimpin kakeku.

Perjalanan kami lalui dengan suka cita penuh kebahagiaan. Aku dan beberapa saudara sepupuku baik perempuan dan laki- laki bernyanyi disepanjang jalan, serasa kami tidak merasakan capek sedikitpun dalam perjalanan ini. Beberapa kali kami seluruh rombongan berhenti untuk istirahat, solat, dan makan. Memasuki propinsi Jawa Barat salah satu sepupu laki-laki ku ingin buang air kecil, parahnya ketika itu kami melalui sebuah persawahan dan rawa yang cukup panjang. Sehingga mau tidak mau pak supir harus segera menghentikan perjalanan sejenak. Setelah mobil berhenti diikuti mobil rombongan lain dibelakang yang juga ikut berhenti. Sepupuku langsung lari menuju sawah tanpa berpikir panjang. Karena usianya pun masih seumuran denganku, sehingga ia tak peduli keadaan sekitar. Tanpa rasa malu ia menuju parik didekat persawahan. Setelah selesai buang air kecil ia pontang-panting lari menuju mobil. Karena begitu antusiasnya ia berlarian dari pinggir sawah iapun akhirnya terjatuh ke sawah yang berlumpur tanpa tanggung . Baju barunya yang baru ia beli dan belum pernah dipakai sebelumnya kotor seketika. 1/3 (satu pertiga) bagian tubuhnya penuh dengan lumpur. Sepupuku menangis sejadinya. Ibunya pun segera menghampiri dan mencari solusi. Untung tidak jauh dari tempat itu ada sebuah aliran air kecil yang cukup bersih sehingga sepupuku pun mandi dan kembali berpakaian rapi. Beruntunglah sepupuku membawa baju ganti lebih.

Perjalanan kembali dilanjutkan kali ini kami telah memasuki Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Kacaunya sampai disini pak supir dan seluruh rombongan tidak mengerti arah dan tidak hafal benar jalan ke tempat tujuan kami. Karena memang sebelumnya pak supir mengaku belum pernah mendatangi tampat ini. Payahnya lagi pak supir awalnya tidak mengatakan bahwa ia tidak mengerti dan hafal jalan di daerah ini, namun pak supir juga tidak mau bertanya kepada orang sekitar tentang arah yang benar. Setelah satu jam kemudian barulah kami menemui jalan buntu dan ada rambu-rambu lalu lintas yang menyadarkan pak supir bahwa kami memang tersesat jauh dari jalan yang seharusnya kami. Ketika melewati pertigaan seharusnya kami belok kanan namun, ternyata pak supir tetap saja mengambil jalan lurus. Beberapa anggota keluwarga sempat sangat kesal pada pak supir tersebut karena malu bertanya sehingga benar-benar sesat dijalan.

Setalah berkali-kali Tanya kesana-kemari akhirnya kami menemukan jalan yang sebenarnya. Memasuki kawasan perbukitan Pegunungan Cermai. Kami melewati jalan kecil, medan yang begitu berkelo-kelok, kondisi jalan yang rusak, kanan kiri jalan kebun dan beberapa kali kami melewati jalan yang sebelahnya jurang cukup terjal. Jalan pun semakin menaik tidak ada pencahayaan dikanan dan kiri, kondisi sudah gelap waktu menunjukan pukul 7 malam, gerimis pun akhirnya datang menemani perjalanan kami. Tak ada nyanyian, tak ada canda dan tawa. Beberapa sepupuku sudah tertidur lelap. Namun aku tetap terjaga mendengar pembicaraan orang dewasa si sekitar tempat duduku. Mereka mengatakan cukup kawatir dan sudah snagat lelah dalam perjalanan ini. Beberapa diantaranya membaca ayat-ayat Al Qur’an, ada yang berdzikir dan semuanya berdoa untuk keselamatan perjalanan kami. Jalanan[un semakin terjal dan aku didalam merasakan guncangan yang cukup besar karena jalanan yang rusak membuat aku berpegang erat pada lengan ibu. Perjalanan yang kami rasakan di daerah perbukitan ini cukup membuat ketakutan. Perjalanan ini terasa begitu lama. Diawal perjalanan dari magelang aku merasakan keceriaan dan akupun berfikir tak ingin menyudahi perjalanan ini. Namun ketika sampai di jalan perbukitan ini aku begitu ketakutan. Aku melihat kondisi kanan dan kiri melalui kaca mobil begitu gelap tanpa pencahayaan kanan kiri hanya ada pohon yang terlihat kokoh dan tak jelas pohon apa yang disekelilingku ini. Kondisi ini mendorong imajinasiku semakin menakutiku terkadang bias air hujan dan gerimis yang terkena sinar lampu mobil dibelakang rombonganku menyiratkan bayangan bentuk-bentuk orang yang tak beraturan, bentuk kepala manusia dengan rambut super lebat yang ternyata ini pohon beringin besar, bentuk orang berdiri dengan ramput dikuncir yang ternyata ini hanya pohon pisang. Dan imajinasi konyol lain yang berkembang diotaku semakin membuat aku tak bisa terlelap walaupun tubuh ini sudah sangat letih. Aku menuggu untuk segera sampai ketempai tujuan kami. Malampun semakin larut beberapa waktu kemudian kamipun sampai di rumah calon mertua Paman disinilah tempat hajat akan diadakan esok harinya.

Pagi hari setelah selesai sarapan pagi bersama keluwarga, aku, kakak, dan beberapa sepupu bermain keluar rumah. Kami menuju jalan besar, subhanalloh luarbiasa indah, kanan kiri banyak terdapat pohon cemara, pohon pinus, banyak bunga-bunga indah dikanan kiri jalan yang kami lalui. Kami lari-lari kecil menuju sebuah jembatan yang sebenarnya cukup jauh letaknya dari rumah calon mertua Paman. Sebelum menuju jempatan kami melewati sebuah SD. Desa yang begitu sejuk, asri, dan cukup sunyi. kemipun berlarian menuju sebuah taman dekat sebuah SD (Sekolah Dasar) tersebut. Kami bermainan kesana kemari, memetik beberapa bunga yang kami suka. Setelah itu kami melewati sebuah makam dipinggiran jalan. Disini kami saling berlarian karena kakak sepupu laki-laki ku yang terpaut 4 (empat) tahun dari usiaku menakut-nakuti kami tentang cerita hantu yang waktu itu aku anggap seram luarbiasa. Karena usiaku paling kecil diantara kami akupun lari pontang-panting ingin mengejar mereka yang telah berlari duluan didepanku. Aku hampir menangis karena mereka tak dapat ku kejar. Namun semangatku tak terhenti disini. Aku anggap saudara-saudaraku tak peduli padaku sehingga aku memutuskan untuk berhenti mengejar mereka. Akupun melanjutkan perjalanan pagi itu dengan nafas yang tersengal-sengal karena lelah berlari san sangat takut. Aku menelusuri jalan lurus didepan mataku sendirian dan aku melihat saudara-saudaraku terlihat sudah sangat jauh sehingga tubuh mereka terlihat kecil dari tempatku berdiri. Terlihat mereka sudah sampai sebuah dijembatan. Setelah sampai dijembatan ternyata keindahanpun semakin Nampak, terlihat gunung yang sangat kokoh seakan tepat berada didepan mata. Kicauan burung-burung yang saling bersahutan menambah semaraknya pagi hari yang bersih dan sejuk. Udara yang begitu dinginpun terasa begitu menyegarkan. Ketika barusaja aku menikmati suasana disekitar jembatan yang dibawahnya ada sebuah sungi kecil yang begitu jernih airnya. Namun kembali saudara-saudaraku menjahiliku lagi. Merekapun segera pergi meninggalkanku sambil berlarian. Aku menahan diri untuk tidak mengejar mereka lagi. Sehingga akupun berjalan menuju rumah calon mertua Paman tanpa ada menemani. Aku sendiri merasa sangat kesal, hampir aku meneteskan air mata karena kecewa atas sikap para saudaraku, tambah lagi ketika aku melewati makam dipinggir jalan besar itu aku semakin takut. Aku putuskan untuk segera berlari secepat mungkin. Ketika melewati pertigaan, aku sempat lupa jalan pulang. Untung ada babap-bapak tua yang sedang mengumpulkan daun dan ranting kering diseberang jalan. Akupun menghampirinya dan bertanya dengan bahasa Indonesia plus logat medok ketika itu tentang arah jalan menuju ke rumah calon mertua paman. Aku Tanya dengan bahasa yang membingungkan sehingga bapak tua itu tak mengerti apa maksudku. Namun bapak tua itu tahu kalau aku tamu dari jawa dan dikampung itu hanya satu orang yang sedang ada hajat yaitu keluwarga calon istri Paman. Sehingga akupun diantar oleh bapak tua itu sampai rumah dengan selamat. Aku sangat mengenang kejadian demi kejadian dalam perjalanan ini yang sangat mengesankan bagiku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS