Menikmati Nasi Jangkrik Goreng Saat Buka Luwur

24 Oct

Mungkin hanya sebagian orang yang tau buka luwur. Namun banyak pula yang tidak mengetahuinya. Apakah buka luwur itu? Saya akan menjelaskan sedikit mengenai buka luwur tersebut. Buka luwur yaitu prosesi upacara penggantian luwur atau kain mori yang digunakan untuk membungkus jirat, nisan, dan cungkup makam Sunan Kudus. Tradisi budaya ini masih dilaksanakan di Kudus. Apresiasi masyarakat Kudus dan sekitarnya sangat tinggi terhadap kegiatan buka luwur ini. Selain itu yang menarik perhatian, di antara ribuan massa, banyaknya ibu-ibu,remaja pria dan wanita. Pada malam sebelumnya banyak juga remaja pria yang sudah menginap untuk mendapat antrian awal. Setelah buka luwur di makam Sunan Kudus tanggal 10 muharram atau 10 suro maka dilanjutkan pada buka luwur pada makam Sunan Muria tanggal 15muharram atau 15suro. Kemudian diikuti desa-desa diseluruh kota Kudus. Masing-masing desa mengadakan upacara buka luwur di makam sesepuh desa masing-masing.

prosesi buka luwur

prosesi buka luwur

Pada Makam Sunan Kudus dan Nasi Jangkrik Goreng

Di makam Sunan Kudus ritual yang cukup penting adalah membuka kain mori makam. Acara membuka luwur itu dilakukan pada tanggal 1 muharram. Sejak tanggal itu sampai dengan puncak acara pemasangan luwur baru, diwarnai dengan berbagai ritual. Pada malam tanggal 9 muharram digelar acara terbangan dan pembacaan kitab barzanji atau maulid nabi, dan diakhiri dengan do’a rasul. Pagi harinya, yaitu tanggal 9 muharram pagi, dilakukan khataman al-Qur’an. Dilanjutkan dengan penyembelihan hewan seperti kerbau dan kambing sumbangan dari masyarakat yang akan dibagikan kembali kepada masyarakat. Tanggal 10 muharram digelar tahlil dan pengajian umum. Puncak acara buka luwur adalah pada tanggal 10 muharram, yaitu pemasangan luwur baru. Acara buka luwur yang berpusat di Tajug (joglo tempat penerimaan tamu) itu dilakukan dengan beberapa prosesi, di antaranya adalah pembacaan riwayat Sunan Kudus, dilanjutkan dengan pembacaan kalimat tasbih bersama-sama. Rangkaian prosesi di Tajug ini diakhiri dengan pemasangan luwur baru dan ditutup dengan pembacaan tahlil berikut doanya. Pada hari yang sama, masyarakat sudah mengantri untuk mendapatkan makanan berupa nasi dan daging yang dibungkus daun jati atau yang disebut nasi jangkrik goreng. Nasi tersebut juga disebut dengan“sego mbah sunan” (nasinya sunan Kudus).

nasi jangkrik goreng

nasi jangkrik goreng

Saya pernah merasakan sendiri nasi jangkrik goreng tersebut. Alhamdulillah saya tidak perlu mengantri karena saya mendapat dari sahabat saya, yaitu mahasiswa dari Universitas Muria Kudus yang rumahnya satu lingkungan dengan Menara Kudus. Saya diberi satu bungkus nasi dengan balutan daun jati dan dirumahnya juga saya makan bersama sahabat. Rasanya ternyata enak meski nasi tersebut dimasak secara besar (dalam jumlah banyak).

Makna Buka Luwur

Buka Luwur bagi masyarakat Kudus ibaratnya sebagai “pesta rakyat”. Mengapa bisa demikian? Karena kegiatan tersebut benar-benar melibatkan masyarkat seutuhnya. Pelajaran yang dapat diambil dari tradisi ini adalah untuk melestarikan budaya kebaikan dan mengenali sejarah Kudus. Diambil dari kegotong royongan dalam mengganti luwur dan memasak besar untuk dibagikan kepada masyarakat juga. Dan dipercaya nasi jangkrik goreng tersebut membawa berkah.

usai mengganti luwur

usai mengganti luwur

Untuk mengetahui tradisi ini, marilah mengunjungi kota Kudus. Terutama setiap 10 Muharram. Para Beswan Djarum penerima beasiswa PT Djarum dalam Djarum Beasiswa Plus, apabila kalian kesini tepat tanggal tersebut. Saya akan mengajak anda kesana. Menikmati secara langsung tradisi unik ini.  Saya juga berharap semoga makna dalam kegiatan buka luwur tersebut dapat dibuktikan oleh setiap manusia, yakni gotong royong dalam kebaikan dan juga tidak dengan mudahnya melupakan sejarah.

8 Responses to “Menikmati Nasi Jangkrik Goreng Saat Buka Luwur”

  1. Wana Darma 24/10/2011 at 18:24 #

    Sumpah tak kirain awalnya daging jangkrik beneran

  2. dianratnasari 24/10/2011 at 19:14 #

    hihihi kena deh..aku dulu juga gitu mas..ternyata bukan..kaget lah..istilah yang aneh ya..tapi itulah keunikannya mas..ayo lah dicicipin,,tak kalah dengan lawar sapi..:-)

  3. gemakusumaputri 25/10/2011 at 01:10 #

    nasi jangkrik, lawar sapi, baiklaah minta dikirim dong makanan itu ke bandung :D

  4. nurulikhsan 25/10/2011 at 06:20 #

    Sip sip Dian, terimaksih buat sharingnya. Membuka pengetahuan baru bagi saya. Saya baru tahu kali ini perihal Buka Luwur. Semangat terus ya untuk menuliskan hal-hal ‘unik’ dari kebudayaan di masyarakat kita. :-)

  5. seprisubarkah 25/10/2011 at 06:41 #

    sering mendengar tradisi seperti ini, dan kalau kulihat gambarnya makam si sunan di hias-hias gitu ya, dibalut kain2 putih..

    mudah2an bukan mengarah pada sirik yah dian :D

  6. dianratnasari 25/10/2011 at 07:23 #

    @gemakusumaputri : lawar sapi ituh bali mbak..nasi jangkrik goreng adanya pas buka luwur,hihihi…Main dulu lah ke Kudus..hihihi

    @nurulikhsan : setuju setuju.. iya disini tuh seperti sebuah agenda khusus di masyarakat dengan tradisi itu..

    @seprisubarkah : Amin..amin..saya juga berharap demikian mas..

  7. septiana nurul hidayah 25/10/2011 at 11:18 #

    nasi jangkrik tukan istilah yah…. padahal itu dari dagin gyang kerbau dibumbui (empal) dr rempah2 khas indonesia kemudian digoreng kalo gak salah…. heheheheh

  8. dianratnasari 26/10/2011 at 22:03 #

    iya itu istilah nasi daging yang disediakan oleh panitia buka luwur untuk tradisi khusus ini..betul sekali…:-)

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 * 8?