msgbartop
Blognya untuk berbagi… ^_^
msgbarbottom

08 Sep 12 Get Our Scholarship – How to be The BEST ONE?

Empat tahun lalu… (2008)
Diri ini terkagum-kagum melihat sosok-sosok hebat di ruang E.405 JICA. Saat itu Ditta mengikuti acara himpunan yang menghadirkan mahasiswa-mahasiswi berprestasi peraih beasiswa: Djarum, Sampoerna, dsb.

Saat itu pula sudah terazamkan dalam hati ::

“Suatu hari nanti… Ditta PASTI BISA duduk di depan*!!!”

*jadi pemateri maksudnya :)

Tiga tahun berlalu… (2011)
Suatu rencana gagal terlaksana. Batal jadi pengisi acara (sebagai mahasiswa berprestasi, seperti yang Ditta impikan) karena waktu yang tidak memungkinkan. Sempat sedih dan kecewa, namun apa daya. Slide yang sudah disiapkan… terpaksa jadi simpanan.

Satu tahun kemudian (2012)
Riang bukan main, karena panggilan itu datang kembali! Menjadi pengisi acara di masa orientasi mahasiswa baru tingkat universitas di jurusan. Ditta diundang sebagai gueststar mahasiswa berprestasi bersama dua orang lainnya (satu orang tidak jadi datang karena harus ke luar negeri).

Seperti reuni, Ditta kembali bertemu teh A. Ainun Muflika, S.Pd. dan teman seperjuangan Novianti Islahiah, S.Pd. di acara tersebut. Tidak lama, talkshow berlangsung sekitar 35 menit. Meski begitu, Ditta tetap senang, karena mimpi empat tahun yang lalu kini ada digenggaman. Ya… terwujud pada hari Jumat, 31 Agustus 2012 di acara MOKA Jurusan.
(more…)

Tags: , , , , ,

25 Aug 12 Guess »» Where am I???

2012-06-10-113224 Kalau lihat gambar di samping, percaya gak kalau Ditta bilang itu take picture-nya di luar negeri??? hehehehe :p

Pertama kali foto ini di upload di sebuah jejaring sosial, banyak yang “tertipu” mengira Ditta sedang difoto di luar negeri ^_^ Padahaaal… foto itu diambil di Indonesia, lho… Dimana tepatnya???

Let’s traveling with me :D

Sabtu, 9 Juni 2012
Setelah sukses menyelenggarakan perpisahan Program Pelatihan Lapangan (PPL) semester genap di SMAN 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Ditta dan kawan-kawan PPL melancong ke Purwakarta.

bergayya dulu di daerah Ciater

bergayya dulu di daerah Ciater

Sebanyak 16 orang konvoi motor menempuh perjalanan Bandung-Subang-Purwakarta (via Wanayasa). Hehe, karena pengendara 7 dari 9 motor adalah cowok, Ditta (bawa motor) jadi harus ikut “kebut-kebutan” yang bikin sport jantung :p Untunglah, cowok-cowok PPL begitu pengertian ^_^ selain ada yang bertugas sebagai penunjuk jalan, ada juga yang ditempatkan di belakang buat menjaga agar tidak ada yang tertinggal :)

Guesthouse tujuan kami adalah Rumah Gian (mengajar penjaskes) di daerah Nagrak, Purwakarta. Berangkat sekitar pukul 4 sore, kami tiba di rumah Gian sekitar pukul 7 malam. *maklum, kami mengambil jalan memutar (tips :: lebih dekat lewat Padalarang, bro.. sist..)

Begitu datang, makanan dan minuman sudah tersaji. Hehehe… setelah antri ke kamar mandi dan shalat, capcus deh kami makan bersama *capek bro… duduk di motor kurang lebih 3 jam (padahal dah ngebut)

Saat itu, kami memang merencanakan acara perpisahan PPL dengan traveling ke Purwakarta. Jaraknya yang tidak begitu jauh dari Bandung, membuat kami memutuskan untuk saling berboncengan motor *rata-rata anak PPL punya motor siih.. ^^

Setelah mengisi tenaga dan sedikit diisi gurauan, kami tidur… (˘⌣˘) zZ zZz zZ . . .

Minggu, 10 Juni 2012
Setelah disegarkan dengan air saat mandi pagi, dan dikenyangkan dengan gorengan-gorengan hangat yang tersaji, kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami yang utama :: Waduk Cirata.

Seperti dilansir mlancong.com, Waduk Cirata merupakan Sumber PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) yang berasal dari Sungai Citarum. Persisnya berada di Desa Cadas Sari, Kecamatan Tegal Waru Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Sekitar 60 kilometer sebelah barat laut Kota Bandung, atau kurang lebih 100 kilometer dari Jakarta melalui Purwakarta.

PLTA Cirata merupakan Proyek Induk Pembangkit Hidro Jawa Barat (Pikitdro Jabar) yang dapat membangkitkan energi listrik rata-rata sebesar 1.426 juta kilowat/jam pertahun. PLTA Cirata adalah PLTA “terbesar di Asia Tenggara”, loooh ;) dan turut andil dalam menerangi Jawa-Bali, serta dapat menghemat devisa (bahan bakar minyak) hingga 428.000 ton/tahun :) . Alhamdulillah, pada kesempatan saat itu, kami bisa masuk melihat-lihat turbin Waduk Cirata (´▽`ʃƪ)

Haha… lucunya, saat menuju ke bangunan tempat turbin berada, Ditta dkk diantar dengan mobil patroli polisi :D aslii… berassa jadi tahanan… hoho ^o^ Gak cukup sampe di situ, demi “keselamatan”, kami diminta untuk tetap memakai helm (yang dipake kalo kita naek motor, beib..) mulai dari keberangkatan hingga kembali dari turbin… ahaha :D ASLI… perjalanannya »» gokil pisaaaaan….╭(´▽`)╯

foto bersama dengan petugas daerah turbin

foto bersama dengan petugas daerah turbin

Pemandangan Waduk Cirata memang patut diacungi jempol b(•ˆ⌣ˆ•)d
Suasananya sejuk, indah dan bersih *berdasarkan yang terlihat…
Cucok banget buat foto-foto dan refreshing bersama keluarga atau sahabat ^_^

seru-seruan di fotoo ^o^

seru-seruan di fotoo ^o^

The Greatest View dari Waduk Cirata yang tidak boleh terlewatkan adalah jembatan panjang yang berada di atas waduk.

img_2597

View lain yang gak kalah menarik adalah saat teman-teman mau sedikir merogoh kocek untuk naik perahu dan berkeliling di sekitar waduk ^^

menikmati alam dengan perahu ^_^

menikmati alam dengan perahu ^_^

Gak perlu khawatir kalau lapar, karena di sekitar Waduk Cirata banyak para warga yang menjual makanan berat. Mulai dari ikan, jengkol, petai, durian, dan sate maranggi, bisa teman-teman dapatkan di daerah sekitar waduk. Sedangkan untuk oleh-oleh, aneka kerajinan keramik Plered yang tersohor bisa menjadi pilihan ;)

Buat kamu yang suka traveling, Waduk Cirata is recommended b(^▼^)d

Nah guys, sudah bisa menebak dimana foto pertama diambil??? ^_^ Yapp… jawabannya adalah (´▽`)-σ Waduk Cirata Hee…

Gak perlu sampe ngotot harus pergi ke luar negeri, kan… buat menikmati indahnya pesona alam yang menyejukkan mata, hati dan pikiran atau untuk nambah wawasan mengenai ragam budayanya? ^_^ karena masih baaaaanyak tempat-tempat di nusantara ini yang pantas untuk dijelajahi :)

Bangga dan mampu menghargai ragam budaya dan pesona nusantara tentu jaauuh lebih indah dan menyenangkan :) So, berminat untuk melakukan perjalanan nusantara selanjutnya??? ;)

Tags: , , , , , , , ,

31 Oct 11 Aku dan Djarum Beasiswa Plus

Orang bilang, manusia itu lebih senang berbicara tentang “dirinya”. Tentang ke-”aku”-annya. Apa pun yang berpusat pada dirinya. Egosentris.

Tapi, selama kita bisa me-manage ke-egoan kita. Mungkin tak apa jika ego itu sesekali mencuat ke permukaan, seperti yang saya lakukan sekarang: berbicara tentang “Aku dan Djarum Beasiswa Plus”.

Menjadi bagian dari Dajrum Beasiswa Plus adalah pengalaman yang tak kan terlupakan. Senang, sedih, susah, tawa, canda apa pun… akan terekam kuat dalam ingatan.

Menjadi Beswan Djarum angkatan 26 adalah suatu kebanggaan, keharuan, kebahagiaan. Pun ketika diri ini bisa ikut berpartisipasi dalam Lomba Karya Tulis Beswan Djarum tahun 2011 dan (finally) Kompetisi Blog Beswan Djarum 2011 yang bertema “Budaya Indonesia”.

Sejak awal, Ditta sudah menargetkan untuk ikut dalam dua ajang bergengsi itu. Alhamdulillah LKT Beswan Djarum masuk 10 besar regional dan di lomba blog kali ini… Suatu kesyukuran karena akhirnya bisa ikut berpartisipasi juga ^^

Banyak agenda akademik dan amanah organisasi yang tidak bisa Ditta tinggalkan selama satu bulan terakhir. Sempat terpikir juga kalau-kalau Ditta tidak bisa ikut Kompetisi Blog ini. But well, seperti kata pepatah “If there is a will, there is a way”. So, here I’m. Ditta Widya Utami, seorang mahasiswa dan bagian masyarakat Indonesia yang ikut kompetisi Blog Beswan Djarum ^^

Tak peduli menang/kalah…
Berani untuk ikut berunjuk gigi sudah merupakan prestasi tersendiri bagi Ditta :)

Dimulai dengan mengangkat jati diri sebagai mahasiswa, Ditta hadirkan “Kita ini MAHAsiswa, bukan SISWA“, kemudian masuk ke tataran masyarakat, Ditta hadirkan “Vandalisme“, terakhir Ditta kembali ke tanah kelahiran, tanah Sunda khususnya daerah Subang dengan sajian “Sisingaan“.

So…
Mari teman-teman Beswan Djarum dimana pun berada. Kita berkompetisi dengan sehat di ajang ini ^^
Hopefully Ditta bisa ketemu kalian lagi :D

>>Makasih buat Djarum Beasiswa Plus yang telah menyediakan ajang ini. Salah satu ajang yang dapat menjaga sekaligus mengembangkan budaya literasi khususnya bagi para beswaners dan umumnya bagi para pembaca :)

See ya ^^

Tags: , , , ,

31 Oct 11 Kita ini MAHAsiswa, bukan SISWA

Peran mahasiswa itu sebagai agent of change, social control, iron stock. Benarkah? Mahasiswa itu harus bisa berpikir kritis, kreatif, dan siap mengabdi pada masyarakat. Benarkah? Lantas sudah sejauh mana saya, kamu, kita (baca: mahasiswa) berperan di kancah ‘keMAHAsiswaan’?

disscuss

Coba tanya mengapa kini banyak mahasiswa yang hanya sibuk memikirkan tugas, ujian, pretest, tapi saat diajak berperan dalam kegiatan forum-forum kemahasiswaan atau organisasi mereka mulai “enggan”. Tampaknya mahasiswa mulai ‘kehilangan’ (atau mungkin lebih tepatnya ‘menghilangkan’) budaya diskusi dan berorganisasi. Ya… nafas kehidupan mahasiswa sudah mulai meredup! Yang ada adalah benih egosentris dengan ke-‘aku’-an yang sangat (yang penting gue, terserah loe mau kayak gimana).

Contoh kecil : mungkin mahasiswa akan lebih mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “kapan akan ujian?”, “Tugas A dikumpul kapan, ya?” dibandingkan dengan pertanyaan Tahukah Anda “mengapa” ada orang yang menentang disahkannya UU Intelijen? Tahukah Anda “mengapa” ada orang yang berdemonstrasi dalam rangka tujuh tahun kepemimpinan SBY (atau dua tahun kepemimpinan SBY-Boediono)? atau pertanyaan “Apa yang telah Anda lakukan terhadap anak-anak zaman sekarang yang lebih senang menyanyikan lagu-lagu remaja atau dewasa?”

Dalam konteks “Kita ini MAHAsiswa, bukan SISWA”, menurut bahasa, kata mahasiswa berasal dari dua kata, yakni maha dan siswa. Maha berarti tinggi, sedangkan siswa berarti pelajar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah orang yang telah terdaftar di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Secara istilah dapat dikatakan bahwa mahasiswa adalah orang-orang yang memiliki kecerdasan intelektual dan moral yang dapat digunakan atau diterapkan dalam kehidupan sosial.

Dilihat dari pengertiannya saja kita seharusnya bisa memahami bahwa mahasiswa berbeda dengan siswa yang umumnya masih dibantu, diayomi bahkan diarahkan dalam menghadapi persoalan. Menjadi mahasiswa adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk menetapkan jati diri sehingga kita menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan komunikatif dalam memecahkan persoalan kehidupan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga masyarakat (sosial) dan/atau lingkungan di sekitar kita. Mahasiswa mau tidak mau telah dituntut untuk lebih kritis berpikir dengan matang dan tidak “gegabah” dalam mengambil keputusan karena pada hakikatnya, menjadi mahasiswa adalah persiapan untuk mengabdi pada masyarakat.

Kecerdasan intelektual secara dominan dapat dikembangkan di bangku perkuliahan. Sedangkan kecerdasan moral dan pengembangan softskill bisa lebih dikembangkan dengan melakukan berbagai aktivitas seperti berorganisasi atau minimal ikut berpartisipasi (misalnya jadi peserta atau panitia) dalam kegiatan kemahasiswaan (jadi bagian dari Djarum Beasiswa Plus juga banyak melatih dan mengembangkan kecerdasan intelektual dan moral kita, lho ^^)

Menjadi mahasiswa bukan berarti harus sekedar menjadi manusia akademisi yang rakus pada pelajaran dan nilai, menjadi sekedar kutu buku atau kutu laptop yang senantiasa melakukan literasi membaca dan menulis. Bukan pula untuk berunjuk gigi sebagai aktivis kampus namun zero prestasi (dalam hal ini di-compare dengan prestasi akademik), sengaja bolos kuliah padahal masih bisa terwakili. Dan tentu saja menjadi mahasiswa jangan sampai merubah kita menjadi kaum hedonis yang hanya memikirkan (meminjam istilah Pak Dan Satriana, dari Komisi Informasi Pusat Jabar) harta (gaya-gayaan), pesta (hura-hura) dan wanita (pacaran).

Semua ada proporsi masing-masing (kecuali pacaran yang mending nikah dulu aje kali yee… baru deh pacaran. Biar serruuu, hehe ^^). Nah, seimbang itu baik dan apa pun yang berlebihan tentu tidak baik. Maka, jadilah MAHAsiswa yang cerdas, intelek, aktif, plus… (minimal) melek politik, peka kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar kampus, solutif terhadap permasalahan kampus, serta… yang paling utama tentu saja tetap beriman dan bertakwa. Jadilah manusia yang memiliki nilai “lebih” agar bisa bermanfaat bagi orang lain, karena seseorang tidak bisa memberi apa yang ia tidak miliki.

Hai pemuda! (kalau kamu merasa muda dan/atau berjiwa muda) Ingatlah bahwa hidup itu adalah pilihan, dan setiap orang bebas menentukan pilihannya sendiri. Tetapi ingat, setiap pilihan memiliki konsekuensi dan kita tidak berhak menentukan konsekuensi itu. Jadi silahkan pilih, mau jadi mahasiswa yang biasa-biasa saja atau jadi mahasiswa penuh prestasi (misal di bidang akademik dan organisasi)? Mau sekedar dipolitiki atau ikut berpolitik? Mau jadi korban kebijakan atau menjadi orang solutif untuk permasalahan? Mau jadi individu sukses sendiri atau yang bisa menyejahterakan masyarakat? Mau hanya berteman dengan buku dan laptop atau pandai bersosialisasi dan berkomunikasi dengan banyak orang? Keputusan ada di tangan kita. Pikirkanlah.

“Tak perlu menunggu hal besar untuk menjadi orang besar… Jika kamu mau, lakukanlah sekarang dengan sepenuh hati. Dan kamu pasti akan menemukan manfaatnya.”

Mari manfaatkan sebaik-baik kesempatan kita berada di universitas, suatu lahan yang subur untuk menciptakan para intelektual organik, intelektual yang menurut Gramsci, always on the move, on the make, tidak pernah diam, senantiasa berbuat sesuatu untuk masyarakatnya. Hidup MAHAsiswa!

Penulis :
Ditta Widya Utami
Pend. Kimia B angkatan 2008, Dirjen Kajian Kebijakan Kampus BEM REMA UPI,
Beswan Djarum angkatan 26, tutor tahsin HMK

Tags: , ,