Media Tidak Sehat, ‘Kembali’ ke Orde Baru Saja!

January 14th, 2012 by irwansitinjak Leave a reply »
Advertisement

6 comments

  1. Lizta says:

    bukankah demokrasi sendiri tak lebih dari sebuah pengagungan terhadap suara manusia layaknya suara tuhan wan.. dan kau tahu pasti siapa yang menjadi “suara tuhan”.
    kalau media menjadi tidak sehat ya balik lagi dari awal media itu diciptakan buat apa. toh banyak juga yang cuma jadi sarana politik. bukan cuma nasional.. di daerah pun begitu. . lagipula para wartawan itu seringkali terbentur antara idealitas dan realitas.. banyak sekali ya yang harus dibenahi..
    nanti tunggu aku bikin media.. kita bikin media yang sehat.. :D

  2. Setuju (walau gak baca sampe abis)
    Intisarinya adalah Media saat ini sudah gak bersih dari ke-independenan dalam mencari berita. Media saat ini sudah banyak terintervensi dari pihak luar (Partai, pemerintah) sehingga beritanya udah gak nyata

  3. Suci says:

    Huehehehe…adakah di dunia ini media yang benar-benar sehat ? Menurut saya subyektifitas itu tidak bisa dielakkan, dari pemilihan narasumber, sudut pandang si jurnalis, dsb. Tapi apakah itu salah ? Hmm. Sebnernya apa sih yang dimaksud dengan kebenaran itu ? Apakah apa yang benar-benar terjadi, atau pandangan kita terhadap fakta tersebut. Satu fakta bisa mengundang sejuta opini. Saya rasa sekarang ini jamannya perang paradigma an opini. Ikuti saja, bermain cerdas, dan tentukan kita mau berada di pihak yang mana. Hehe. Nice post Irwan :)

  4. @lizta: ia lasti, nanti kamu jadi asisten pribadi saya ya kalo kita buat media :p

  5. @gary: BACA SAMPAI HABIS DULU!!!! :p

  6. @suci: ya, mungkin kita hrs menelisik lagi sbnrnya apa itu objektifitas dan subjektifitas. benar, bahman menentukan narsum saja sbnrnya sudah mjd salah 1 bentuk kesubjektiftasan, saya pernah baca 1 buku lupa sp pengarangnya, isinya kalau objektif itu hakikinya adalah absurd. thanks 4 coming :D

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.