Archive for February, 2011

From Jogja To Semarang

-memaknai patahan-patahan kecil sebuah perjalanan hidup yang sederhana

1Saya ingat betul, bulan Nopember tahun 2010, saya mengunjungi kota Semarang. Kunjungan itu merupakan suatu anugerah terdahsyat yang diberikan oleh Allah SWT. Sebelumnya, pada tahun 2008 awal, saya pernah melewati kota Semarang, bukan untuk menikmati, tapi hanya sekedar lewat. Kebetulan waktu itu saya dalam perjalanan dari Bandung ke Surabaya sehabis bekerja di sana. Kunjungan di penghujung tahun 2010 ini sangatlah berbeda. Kunjungan saya bukan hanya sebatas melihat keindahan kota tersebut. Saya akan bertemu mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari belahan bumi Indonesia yang masuk dalam keluarga Beswan Djarum. Dalam kesempatan indah-penuh rasa senang ini, saya mendapatkan undangan dari PT. Djarum untuk menghadiri acara Sulaturrahmi Nasional (Silatnas) selama lima hari. Tanggal 6-10 Nopember.

Apa yang istimewa dari kunjungan saya ke Semarang? Bagitu banyak yang istimewa. Sulit saya menyebutkan satu-persatu. Yang jelas, kedatan gan saya kesana adalah sebagai salah satu mahasiswa yang akan dianugerahi beasiswa bakti pendidikan, Djarum Beasiswa Plus. Sejak pertama mendapatkan undangan, tertanggal pada 18 Oktober 2010 oleh bapak Handjojo Budiman, sebagai Public Relation Officer Regional Semarang, saya mengalami puncak kebahagiaan melebihi kebahagiaan pada tahun-tahun sebelumnya ketika saya mendapat beasiswa dari instansi lain.

Laptop dan Loper Koran

Sebagai mahasiswa yang dibesarkan dalam keluarga sederhana, saya menyambut kebahagiaan pemberian beasiswa dari Djarum dengan memanfaatkan uang yang diberikan sebaik mungkin. Keinginan yang besar untuk mempunyai lap top sejak awal kuliah akhirnya terjawab. Pada 25 Nopember 2010, uang pemberian dari beasiswa ini saya manfaatkan untuk mengkredit Notebook Compaq CQ42-105. Tidak seperti sahabat beswan lain yang mungkin dapat sepenuhnya menikmati uang tersebut secara penuh. Sedangkan saya, hanya bisa menikmati 23 persen dari pemberian setiap bulannya. Karena dari 77 persennya saya sisihkan untuk membayar kreditan laptop.

21Tentu, keputusan untuk memanfaatkan uang tersebut untuk membeli laptop telah berdasarkan pada pertimbangan yang matang. Yaitu didasarkan pada motif untuk semakin meningkatkan kualitas tulis menulis. Semula, kebiasaan menulis yang dilakukan di depan komputer akhirnya berubah menjadi di depan laptop. Sejak memiliki laptop, saya berniat mengirimkan komputer yang ada di kos buat adik di rumah. Dari sinilah, bukan saja saya yang bisa merasakan kebahagian dari program beasiswa Djarum, adik perempuan saya dirumah juga mendapatkan kebahagiaan serupa.

Ada beberapa kenangan manis diantara komputer yang saya miliki dengan perjalanan saya dalam dunia kepenulisan. Kebiasaan menulis saya di media massa selama ini, tidak lepas dari keberadaan komputer itu di kos sejak awal kuliah. Banyak manfaat yang saya dapatkan dari komputer tersebut, disamping saya bisa mendapatkan uang dari hasil menulis di media massa, beberapa penghargaan yang saya dapatkan selama ini, juga berkat komputer tersebut.

Komputer yang saya punya itu menyimpan sejarah panjang dibalik perjalanan saya bisa kuliah di Yogyakarta. Uang pembelian komputer sendiri, waktu itu saya dapatkan dari hasil saya bekerja kepada pembisnis buku, dengan cara membantu menjualkan buku dalam even bazar buku, keliling ke beberapa kota di Indonesia, seperti Surabaya, Solo, Malang, Selatiga, Bandung, dan Jogja sendiri. Profesi seperti itu saya jalani selama empat bulan sebelum kuliah. Sedangkan empat bulan sebelumnya lagi, saya isi dengan berjualan koran di persimpangan empat, 300 meter sebelah barat titik nol Jogja.

Jadi, sebelum kuliah pada akhir tahun 2008, delapan bulan sebelumnya saya bekarja. Momen ini ada kaitannya dengan cerita posting sebelumnya, Kegetiran Menggapai Impian Pascakuliah. Dimana setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 2006, saya tidak diperbolehkan oleh orang tua untuk kuliah di luar kota kelahiran, diantara alasannya adalah orang tua tidak mempunyai uang biaya kuliah, dan saya tetap nekat pergi ke Yogyakarta. Dengan kosekuensi saya harus mencari uang sendiri untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Betapa sulit pertama kali menghadapi kehidupan ini ketika secara mendadak mencari uang sendiri. Dengan usaha yang keras, Tuhan telah memberikan jalan keluar.

Awalnya, saya tidak pernah membayangkan akan bisa kuliah seperti sekarang ini. Bisa mencari uang sendiri. Apalagi akhirnya, mendapatkan beasiswa dari Djarum. Sebuah kebanggaan yang luar biasa. Di saat berjualan koran, yang terpikirkan oleh saya adalah yang terpenting, saya bisa menulis dan bisa hidup terlebih dahulu. Itu saja cukup. Hanya, waktu itu, saya juga sempat terpikir, ketika dipagi hari saya berjualan koran di pinggiran jalan, saya melihat perempuan-perempuan cantik berangkat kuliah. Waktu itu, saya berkesimpulan, untuk mendapakan seorang perempuan yang kuliah, tentu saya harus kuliah.

Tanpa disangka, sampai detik ini, ketika saya mengetikkan tulisan ini, keinginan untuk kuliah telah tercapai. Saya sepertinya pelan-pelan telah melupakan masa lalu yang penuh dengan liku-liku kehidupan yang begitu berat. Dari situ saya berpikir, untuk menggapai sesuatu, pertama kali haruslah dimulai dari keinginan terlebih dahulu. Sepertinya, mustahil saya bisa kuliah seperti sekarang jika tidak pernah terlintas keinginan untuk kuliah sebelumnya.

Kembali Kecerita Awal

31Baik, saya akan kembali bercerita seputar keberangkatan ke Semarang. Hari itu, Jogja lagi berkelabu, letusan gunung Merapi yang sampai ke kota gudeg membuat hidup masyarakat dalam kekhawatiran, begitu juga saya sendiri. Di satu sisi, saya berkeinginan membantu para korban di sekitar lereng Merapi bersama komunitas. Di sisi lain saya harus berangkat untuk menghadiri penganugerahan Djarum Beasiswa Plus.

Di pagi-pagi petang, Sabtu 06 Nopember 2010, saya bersama sahabat Beswan Djarum dari Jogja bersiap berangkat untuk menghadiri acara tersebut. Di waktu teman-teman Beswan sudah lengkap, kami pun berangkat. Hati beranjak berbunga-bunga. Saya setengah tidak percaya bahwa pada waktu itu saya benar-benar termasuk dari 450 mahasiswa penerima Beasiswa dari PT. Djarum. Suasana hati beranjak berubah, dikala saya mulai melebur tawa bersama teman-teman jogja. Ternyata saya seperti menjadi satu keluarga bersama mereka. Keakraban sangat tampak waktu itu antara satu sama lain meskipun baru saja kenal.

Rombongan DSO Jogja, yang kemudian bergabung dengan RSO Semarang, tujuan tempat penginapannya yaitu Hotel Horison, yang terletak di simpang Lima, Semarang. Kebetulan, saya mendapatkan kamar di lantai sepuluh. Mirip sebulan sebelumnya, waktu saya selama empat hari, 7-10 Oktober 2010 bekerja menjadi LO (Liaison Officer) bersama seorang dokter dari Jakarta, di Hotel Melia Purosani Yogyakarta dalam acara The 33rd Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association . Dengan fasilitas yang mewah, saya dapat menikmatinya dengan rasa senang, tanpa harus memikirkan untuk membayar.

Di ketinggian lantai sepuluh, saya bisa menaburkan pandangan ke kehamparan gedung-gedung disekitar hotel. Di waktu pagi, dari lantai ini bagitu jelas terlihat aktivitas masyarakat di sekitar alun-alun simpang lima, dari yang berjualan, berolahraga, dan melakukan aktivitas-aktivitas lain. Kebetulan saya yang berasal dari Jogja sekamar bersama dua orang sahabat beswan dari DSO Solo, Habib dan Deni. Dua orang sahabat Beswan Djarum ini begitu ramah menjalin persahabatan dengan saya. Senang. Seperti ingin kembali ke momen-momen asyik itu. Tapi itu tidak mungkin. Ya, sudahlah selamat tinggal kenangan.

[Mari Berbakti untuk Negeri!]

best-comment1

, , ,

2 Comments

Silaturrahmi Nasional Beswan Djarum 2010

-mengenang moment indah itu sebelum semuanya benar-benar hilang dari ingatan saya

11Acara Silaturrahmi Nasional (Silatnas) penganugerahan Djarum Beasiswa Plus kepada 450 mahasiswa seluruh Indonesia pada tahun 2010-2001 sukses terselenggara. Acara berlangsung pada Selasa 9 Nopember 2010, bertempat di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Semarang, Jawa Tengah. Perhelatan acara inagurasi ini sebagai penyambutan awal bagi mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus yang baru, sekaligus pemberian status alumni bagi mahasiswa penerima beasiswa pada tahun sebelumnya.

Penyelenggaraan Silatnas ini adalah sebagai salah satu bentuk serangkaian program bagi mahasiswa penerima beasiswa Djarum. Selain itu, masih banyak kegiatan pengembangan soft skill yang di persembahkan dari program Djarum Beasiswa Plus, seperti outbond, latihan kepemimpinan, dan latihan pengembangan kepribadian. Serangkaian kegiatan beasiswa ini, menjadi salah satu bentuk tanggung jawab PT. Djarum kepada masyarakat Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di mana, masyarakat Indonesia saat sekarang, Sumber Daya Manusianya (Human Capital) masih sangat rendah, dibawah negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Maka, dengan cara membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi mahasiswa di perguruan tinggi adalah sebagai bentuk nyata mensukseskan penyelenggaraan pendidikan, yang akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas SDM masyarakat Indonesia. Partisipasi pemberian beasiswa seperti inilah yang diharapkan dapat berkontribusi mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabad.

Persiapkan Diri untuk Menjadi Beswan Berikutnya

Bagaimana cara menjadi keluarga Beswan Djarum? Tidaklah mudah untuk mendapatkan sebutan Beswan Djarum, sebagai panggilan bagi para penerima Djarum Beasiswa Plus. Para peserta yang ingin lolos program yang satu ini wajib mengikuti serangkaian penyeleksian, diantaranya mengikuti seleksi kelengkapan administrasi, psikotes, tes wawacara, dan menulis karya tulis. Disamping itu, bagi sahabat mahasiswa perguruan tinggi yang ingin ikut proses penyeleksian awal, tidak boleh mempunyai IPK dibawah 3,0. Oleh karena beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa pada semester lima, maka bagi mahasiswa yang belum semester lima mempunyai kesempatan untuk mengumpulkan nilai IPK yang tinggi.

2Pada tahun 2010 tercatat sampai 2.808 peserta yang melamar, sedangkan yang diterima hanya 450 mahasiswa. Sangat beruntunglah bagi sahabat-sahabat Beswan Djarum yang berkesempatan mendapatkan beasiswa spektakuler ini. Saya sendiri sebagai penerima beasiswa ini patut berterima kasih kepada Allah SWT karena diberi jalan menjadi keluarga Beswan Djarum. Rasa terimaksih juga saya panjatkan kepada orang tua yang selalu memberikan semangat kepada saya sejak masih kecil sampai saat menjadi mahasiswa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Tak lupa, ucapan terimakasih juga kepada pihak PT. Djarum yang menyelenggarakan Djarum Beasiswa Plus sebagai salah satu pengabdian dan tanggung jawab sosial, Corporate Social Responsbility (CSR).

Sudah saatnya bagi mahasiswa baru mempersiapkan diri mulai dari sekarang untuk bisa mendapatkan Djarum Beasiswa Plus pada tahun mendatang, 2011-2012. Siapkanlah diri kalian dengan cara meningkatkan diri dalam belajar, mengumpulkan banyak prestasi baik di dalam kampus atau juga di luar kampus. Lebih-lebih apabila juga bisa aktif di berbagai organisasi kampus atau di luar kampus. Karena berdasar pengalaman, saya yakin, dengan keaktifan saya di organisasi dan beberapa prestasi yang saya kumpulkan dari perlombaan menjadi credit poin bagi pihak panitia penyelenggara untuk memasukkan saya sebagai Beswan. Ini juga sesuai dengan kriteria sebagai calon penerima Djarum Beasiswa Plus yang mengedepankan mahasiswa yang berprestasi dan aktif di organisasi.

Memang, tidak seluruh universitas di Indonesia, berkesempatan mendapatkan Djarum Beasiswa Plus yang diadakan setiap tahun. Sampai tahun 2010, ada 73 perguruan tinggi dari 24 propensi yang berhak mendapatkaan Beasiswa Djarum. Dan bagi mahasiswa yang tidak bisa berkesempatan mendapatkan beasiswa ini haruslah juga bersemangat dalam belajar. Seperti kata pepatah, banyak lorong menuju roma. Maka, carilah celah-celah lain. Tapi, pihak PT. Djarum sendiri setiap tahunnya berkomitmen memperluas jangkauan daerah dan universitas di Indonesia, sekaligus memperbesar jumlah mahasiswa penerima beasiswa. Ini terlihat dari pengalaman beberapa tahun terakhir yang selalu mengalami peningkatan.

4Sampai pada tahun 2010, jumlah penerima Djarum Beasiswa Plus mencapai jumlah 6.786, yaitu 450 mahasiswa pada tahun 2010 ditambah 6.336 mahasiswa pada tahun-tahun sebelumnya. Selanjutnya PT. Djarum membagi para penerima beasiswa berdasarkan pada empat wilayah, atau yang sering disebut Regional Sales Operation (RSO). Empat regional tersebut yaitu regional Jakarta, regional Bandung, regional Semarang, dan terakhir adalah regional Surabaya. Regional terakhirlah yang selalu kreatif-atraktif menampilkan yel-yel dalam acara tersebut. Saya sendiri masuk RSO Semarang, dari DSO (Distrik Sales Operation) Jogja.

Unjuk Kebolehan

Pada momen Silatnas ini, ada sejumlah 150 mahasiswa perwakilan dari 450 penerima Djarum Beasiswa Plus menampilkan unjuk kebolehan di depan 71 rektor dan para undangan dari berbagai universitas yang tersebar di Indonesia. Mahasiswa menampilkan beberapa tarian tradisional, seperti tarian Aceh, Bali, Jawa, Papua, Sulawesi, dan tarian modern.

Tarian yang dibawakan oleh mahasiswa sangat memukai. Hal ini juga tidak lepas dari peranan Ari Tulang dan krunya, sebagai koreografer, mendidik dan melatih anak-anak Beswan selama empat hari sebelum acara malam puncak. Dengan persiapan yang begitu matang. Pada kesempatan ini, mahasiswa berkesempatan bisa kenal akrab dengan artis di atas, berkat latihan bersama pada waktu itu. Tidak kalah juga, pada malam itu, pemandu acaranya sangat keren, Hilbram Dunar dan Ersa Mayori, yang kedua-duanya tidak asing lagi sering menghiasi layar kaca pertelevisian Indonesia.

3Acara puncal Silatnas diselenggarakan pada malah hari. Seperti juga pada acara Silatnas tahun-tahun sebelumnya. Malam yang dibernama Malam Dharma Puruhita (MDP). Kali ini bertema Simfoni Cintra Bangsa. Kemeriahan sangat tampak pada malam itu. Karena disamping penampilan dari perwakilan Beswan Djarum. Acara ini juga menghadirkan artis dan penyanyi papan atas. Seperti group musik Nidji, Ario Wahab, Lala Karmela, Linda Sitinjak, diiringi pula musik Tataloe Perkusi.

Para Juara

Pada moment penting itu, tidak terlewatkan juga pengenagurahan penghargaan bagi para pemenang Lomba Karya Tulis (LKT). Ketiga pemenangnya berasa dari regional Jakarta. Pemenang pertama di raih Risya Sasri dari Universitas Tanjungpura dengan Judul Pemanfaatan Nanopigmen Koalinitbizin sebagai Fotosensitizer Pada sel Surya TiO2 dengan Potensi Pengembangannya di Kalimantan Barat. Juara kedua diraih oleh Reggie Surya, mahasiswa Universitas Pertanian Bogor, judul yang diangkat Potensi Tempe Kalengan sebagai Media Promosi Pangan Khas Indonesia ke Manca Negara. Sedang Juara Ketiga, dimenangkan oleh Ferdianand Hidayat dengan judul Material Komposit Bagas Polianilina sebagai Elektroda Baterai Berbasis Selulosa, dari Universitas Tanjung Pura.

5Setelah itu, dilanjutkan penyerahan hadiah bagi para pemenang kompetisi blog. Juara pertama Magfur Amin, mahasiswa Universitas Merdeka Malang, juara kedua dimenangkan oleh Pratiwi Cristin Harnita dari Universitas Kristen Satya Wacana, dan juara ketiga Hertily Surviva, mahasiswa Universitas Syah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam.

Akhirnya, semoga harapan tulus dari PT. Djarum untuk memajukan pendidikan di Indonesia, dengan pemberian Djarum Beasiswa Plus bagi mahasiswa, dapat memberikan hikmah yang besar kepada para penerimanya, terutama bagi saya sendiri sebagai bentuk tanggung jawab kepada negeri tercinta, Indonesia. Sehingga, tujuan awal untuk memajukan negeri tercinta bisa tercapai. Maka, dengan program ini, harapannya nanti bisa membantu akan terwujudnya generasi muda yang berkualitas tinggi untuk bersaing di dunia Global. Kemudian bisa berbakti di lingkungan masyarakat secara lebih luas. Amien.

[Mari Berbakti untuk Negeri!]

best-comment

, , , , , ,

5 Comments