Archive for April, 2011

Beswan, Bersama Membangun Harmoni

11Betapa indahnya kebersamaan. Apabila kita mampu mewujudkan dan memaknainya dengan baik. Belum tentu persahabatan yang sudah lama terbangun bisa harmonis. Jika diantara perseorangan belum merasa dihormati, diapresiasi, dan diterima dengan baik. Bagaimana apabila perseorangan dalam persahabatan telah diperlakukan seperti itu? Tentu dia merasa senang dan bangga memiliki sahabat. Sangat mungkin akan merasa kehilangan apabila sahabat itu sudah tidak lagi disisinya. Bahkan, memiliki sahabat yang sudah bertahun-tahun lamanya, tapi tidak pernah diperlakukan dengan baik, bisa dikalahkan dengan persahabatan yang hanya beberapa saat.

Inilah sedikit cerita. Dimana saya merasa sangat dihormati, diapresiasi, dan diterima dengan baik oleh para sahabat. Dalam keluarga Beswan Djarum Yogyakarta. Teristimewa ketika dilaksanakan Makrab pada tanggal 25-27 Maret 2011 di Omah Jawi Kaliurang, Yogyakarta. Makrab waktu itu mengangkat tema Work Togehter in Harmony. Sejak saat itulah, saya kembali merasa memiliki keluarga baru di bumi Yogyakarta, setelah keluarga Peace Generation Yogyakarta. Para sahabat ini terdiri dari pemuda-pemuda yang kuliah dibeberapa universitas Yogyakarta. Ada kampus UAJY, UGM, UIN, UMM, UNY, UPN, dan USD. Semula tidaklah banyak pengetahuan saya pada tiap-tiap sahabat yang ada dalam keluarga Beswan Djarum Yogyakarta angkatan 26. Melalui kegiatan ini saya beranjak mengenal lebih dalam satu demi satu sosok Beswan yang luar biasa.

41Tema itu sangat sesuai dengan kegiatan yang kita laksanakan. Menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. Tidak lagi nampak individualisme dan arogansi personal. Yang nampak dari wajah-wajah para sahabat ini, solidaritas, simpati, dan toleransi. Perbedaan background tidak lagi menjadi sekat. Kita melebur dalam satu keluarga yang menjunjung kebersamaan. Satu sama lain, menghargai keunikan yang dimiliki masing-masing individu.

Kegiatan Makrab ini termasuk program tahunan bagian Internal pengurus Ikatan Beswan Djarum Yogyakarta 2010-2011 bekerja sama dengan Mikat. Karena selain untuk pelaksanaan Makrab. Kegiatan ini juga diikuti dengan pelatihan publik speaking dan interview “Training of Public Speaking and Interview. Dengan mendatangkan ahli interviwer dari Yogyakrata, Agnes Isti Idawati. Seorang pelatih profesional yang memiliki pengalaman bekerja dibidangnya sekitar 17 tahunan. Dia akrab dipanggil Ibu Agnes. Kemampuan Ibu Agnes yang memukai dalam menyampaikan materi membuat sahabat-sahabat Beswan antusias mengikuti sesi pelatihan ini. Hingga diakhir pelatihan, semangat para Beswan untuk mendalami lebih lanjut sangat besar. Kebetulan Ibu Agnes memberikan ruang yang sebesar-besarnya apabila para Beswan berkenan melanjutkan perbincangan dalam pelatihan di dirumahnya.

21Ibu Agnes membuka persentasi dengan mengajak sahabat Beswan untuk mulai membuka mata dan membuka teliga terhadap informasi yang bergulir. “Carilah informasi dan jangan ketinggalan informasi. Bangun hubungan dengan sumber informasi, teman, alumni, dosen kakak kelas, dan lain-lain. Terus isi masa menunggu pekerjaan dengan aktivitas-aktivitas positif. Baik dalam kegiatan sosial, organisasi, study club, pengembangan talenta, sukur-sukur aktivitas yang akan menunjang karir ke depan. Kembangkan keunikan pribadi, kecerdasan (emosi, sosial), daya juang, keterampilan nyata, stamina dan kebugaran tubauh.” Ungkap Ibu Agnes.

Kompetisi diantara pencari kerja dalam dunia kerja saat ini sangatlah ketat. Setiap pencari kerja berlomba-lomba menjadi yang terbaik agar diterima. Ibu Agnes dalam pelatihan ini mengajarkan bagaimana membuat curriculum vitae (CV) yang baik. CV haruslah menggunakan bahasa yang baik, positif, dan tidak bertele-tele. Bahasa yang baik menunjukkan profesionalisme dalam mengeskpresikan diri. Kalimat yang singkat dan runtut menunjukkan alur berpikir yang sistematis. Sebaiknya dibuat personal dan mencerminkan kepribadian positif pelamar. Uraian tentang aktivitas yang relevan dengan jabatan yang dilamar, ini akan menambah point. Yang penting lagi hindari kesan surat lamaran itu bisa dikrimkan ke banyak perusahaan dengan hanya mengganti nama perusahaan.

5Titik tekan selanjutnya dalam pelatihan ini adalah bagaimana strategi menghadapi proses wawancara, agar berjalan dengan lancar, hasilnya memuaskan. Salah satu caranya adalah terlebih dahulu mengenali diri dan memahami diri, sejarah hidup dan alasan-alasan di balik pilihan-pilihan hidup, riwayat pendidikan, riwayat keluarga, prestasi yang pernah dicapai, apa yang kita mau dan tujuan hidup kita, hobi, riwayat kesehatan, kelebihan dan kelemahan diri. Carilah kelemahan diri sendiri, bukan untuk melemahkan, tapi untuk menutupi kelemahan itu. Gunakan bahasa yang baik dan benar. Simak dengan seksama apa yang dikatakan pewawancara, sehingga bisa merespon secara tepat. Boleh menyanyakan pertanyaan yang kurang jelas. Gunakan bahasa tubuh yang sesuai; sikap duduk, anggukan kepala, kontak mata. Jaga kontak mata secara wajar, tunjukkan sikap antusias; verbal maupun non verbal. Bicara dengan percaya diri, namun tetap rendah 31hati. Terpeting lagi, be yourself, jangan melebih-lebihkan kualifikasi ataupun mengelabui dengan memberikan data yang tidak benar. Tunjukkan bahwa kita mampu mengenali diri dengan baik, sehat, dan seimbang.

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari penjelasan Ibu Agnes. Terutama bagaimana pentingnya kita mulai memupuk kecerdasan otak, emosi, dan sosial sejak dini. kecerdasan yang kita punya di masa depan tergantung kebiasaan kita sejak dini menanamkannya pada diri kita. Tinggal kita yang memutuskan. Dari semua inilah saya berkeinginan sejak saat ini, ketika tulisan ini dibuat, untuk mulai melakukan hal-hal yang terbaik dalam hidup, untuk menyongsong masa depan yang cerah, penuh kegemilangan.

Terakhir, semoga kebersamaan saya dengan sahabat Beswan Djarum Yogyakarta semakin baik dan utuh. Dimana seluruh Beswan Djarum, khususnya DSO Yogyakarta, menjadi generasi muda tumpuan bangsa.  Amien.

[Mari Berbakti untuk Negeri!]

best-comment1

, , ,

11 Comments

Indahnya Bersama Beswan Djarum Pekalongan

1Waktu itu, jam sembilan pagi, aula Universitas Pekalongan (Unikal) mulai hangat dan ramai. Sekitar 40 mahasiswa dari beberapa universitas di Pekalongan berdatangan untuk mengikuti pelatihan motivasi dan pengembangan diri, Motivation and Self Improvement Training. Kehangatan itu pun memukau karena semua peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Beswan Djarum bersama-sama untuk memulai acara pelatihan tersebut.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Ikatan Beswan Djarum Pekalongan angkatan 26 pada Sabtu 19 Maret 2011, bertema Let’s Improve and Be Success. Saya sangat salut dengan kerja keras panitia dalam mensukseskan pelatihan. Hanya beranggotakan 6 orang, mereka mampu menghandel acara dengan baik. Tidak salah ketika mulai dari persiapan acara sampai pada puncak acara, salah satu panitia merangkap beberapa tugas, dari membuat sertifikat, menerima peserta, membagikan snack kesemua peserta, bahkan memberikan sambutan di depan para peserta. Betapa terkurasnya tenaga mereka. Tapi, sampai diakhir acara semua panitia tetap nampak sangat bergairah dan semangat.

Acara pertama dimulai dengan sambutan ketua panitia, Totok. Dia menguraikan latar belakang diadakannya kegiatan tersebut sekaligus ungkapan apresiasi terhadap semua partisipan yang telah ikut mensukseskan acara. Sambutan kedua, disampaikan oleh Yones, selaku ketua ikatan Beswan Djarum tahun ajaran 2010-2011 DSO Pekalongan. Selanjutnya, diikuti sambutan Rektor, yang diwakili oleh PR III Bidang kemahaiswaan Universitas Pekalogan. Sambutan pembatu Rektor menekankan pentingnya pengembangan kreativitas pada tiap diri individu mahasiswa, agar tidak hanya aktif di perkuliahan saja, karena proses perkuliahan dikampus hanya menambah 30% terhadap kemampuan mahasiswa dalam menghadapi dunia ‘nyata’ setelah lulus. Selebihnya didapat di luar perkuliahan.

2Setelah sambutan ketiga selesai. Acara pelatihan pun dimulai. Dengan menghadirkan dua trainer, pertama M. Sigit Taruna, diikuti trainer kedua, Andi Kustomo. Masing-masing mereka adalah trainer handal di wilayah Pekalongan dan sekitarnya. Satu dari kalangan akademisi, satunya lagi trainer ‘jalanan’. Kelihaian trainer kedua dalam menyampaikan materi diselingi joke, membuat suasana pelatihan sangat cair. Semua peserta seperti terbawa dalam suasana yang sangat mengasyikkan. Tidak ketiggalan, para peserta sangat antusias untuk bertanya, karena selain mendapatkan jawaban dari trainer, setiap peserta yang bertanya akan mendapatkan doorprice dari panitia.

Banyak kalimat bagus yang saya dapatkan dalam pelatihan ini. “Kita hanya memanfaatkan satu persen dari kemampuan yang kita miliki; Satu persen kesuksesan ditentukan oleh pikiran kita, selebihnya, 99 persen ditentukan oleh kerja keras; Orang pintar banyak tujuan, sedangkan orang sukses hanya punya satu tujuan; Untuk mencapai kesuksesan, kita harus FOKUS (Follow One Course Until Success), mengikuti satu tujuan sampai mencapai keberhasilan”. Itulah diantara ungkapan berkesan yang disapaikan oleh trainer kedua. Saat itulah, gairah semangat yang saya miliki semakin besar untuk mengejar kesuksesan.

Apresiatif

3Saya sebagai perwakilan dari Beswan Djarum DSO Yogyakarta bersama dengan satu teman, Astrid, sangat senang bisa menghadiri undangan panitia dan ikut berpartisipasi dalam pelatihan ini. Tidak hanya karena acaranya yang bagus. Tapi, saya bisa bersilaturrahmi dengan Beswan Djarum DSO Pekalongan angkatan 26 yang sangat ramah dan bersahabat, juga satu orang lagi angkatan 25, Arif Senior, yang luar biasa, dia rela menyambut kedatangan kami meski besok harinya harus melakukan wisuda. Selama beberapa jam saya menyempatkan diri berdiskusi metodologi penelitian, yang Arif gunakan dalam penyelesaian skripsi hingga akhirnya dia merampungkan skripsinya.

Pada acara itu, saya juga bertemu dengan sahabat Beswan Djarum angkatan 26, Suryo dan Indah, perwakilan dari DSO Solo, dan satu lagi Nina, perwakilan dari DSO Semarang. Bersama merekalah satu hari sebelum acara berlangsung, kami menginap di Hotel Indonesia Pekalongan. Tempat penginapan ini disediakan oleh panitia untuk menyambut kedatangan kami, Beswan Djarum dari RSO se-Semarang. Meski akhirnya, karena berbenturan dengan beberapa kegiatan di DSO lain. Maka yang bisa hadir adalah perwakilan dari RSO Yogyakarta, Solo dan Semarang.

4Bagi saya pribadi, kedatangan waktu itu, ke kota Pekalongan menjadi yang pertama kalinya. Sehingga kunjungan kali itu sungguh menjadi sejarah yang indah. Lima jam waktu tempuh dari Yogyakarta untuk sampai di kota Pekalongan. Awalnya saya sedikit terhambat dalam keberangkatan, karena sebenarnya saya ada tugas membimbim mahasiswa di kampus. Beruntung sekali, berkat ada lecturer assistace lain yang siap mewakili, akhirnya saya bisa berangkat. Dan saya bersyukur bisa berangkat. Berkat kegiatan inilah saya seperti memiliki keluarga baru di Pekalongan. Keluarga yang punya semangat juang tinggi.

Terakhir, saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada sahabat-sahabat Beswan Djarum DSO Pekalongan yang telah mengundang kami dengan jamuan yang luar biasa. Kalian semua hebat. Saya tidak akan melupakan kalian. Semoga persahabatan kita tetap terjalin dengan baik. Dan semua pelajaran yang saya dapatkan dari pelatihan terus memberi semangat untuk hidup saya kedepan, sehingga nantinya saya dapat berkontribusi untuk negara Indonesia tercinta. Amien.

[Mari Berbakti untuk Negeri!]

best-comment

, , , , ,

4 Comments