Belanda (Di Ambang Keterbatasan Wilayah Daratan)

Di ambang keterbatasan wilayah daratan, yang dimiliki negara belanda membuat mereka mau tidak mau harus bisa bertahan hidup. Berbagai upaya dilakukan agar mereka tetap bisa tinggal di negara yang dicintai dengan sungguh-sungguh. “work hard play hard” tak heran hingga sekarang, itu menjadi salah satu karakter yang terbentuk selama ini. Pantang menyerah dengan keadaan yang ada bukan berarti menjadikan kekurangan sebagai halangan untuk maju. Terbukti meski negara ini bisa dikatakan negara kecil di Eropa, tapi cukup bisa membuktikan bahwa mereka benar-benar bisa menguasai dengan julukannya “Negara Kincir Angin”. Belum cukup puas dengan itu, mereka selalu membuat nama Belanda mencuat ke dunia Internasional dengan inovasinya. Tahun ini, Profesor Mark van Loosdrecht dari Universitas Teknologi Delft telah memenangkan bergengsi Lee Kuan Yew Water Prize. Kontribusi dari Profesor tersebut menginovasikan teknologi untuk pemurnian air limbah. Kebanyakan orang tidak menyadari apa yang menyebabkan Belanda begitu cukup berada di kancah Internasional. Tapi bagiku, keterbatasan yang mereka punyalah, yang menyebabkan banyaknya passion yang mereka curahkan untuk berinovasi dalam hal yang tidak mereka ingingkan, akan tetapi mereka harus melakukannya karena mereka membutuhkan.

Belanda. Belanda. Belanda. Belanda. Belanda. Belanda. Belanda
Kita tidak perlu mengucapkan “Belanda” tujuh kali berturut-turut untuk bisa sama seperti orang-orangnya tetapi kita bisa mengikuti jejaknya dengan berinovasi. Kreatiflah dan gunakan ide sederhana untuk bertindak mewujudkan apa yang ada di benak. Jika ingin berinovasi, haruslah lebih baik dari inovasi sebelumnya atau benar-benar berbeda dari inovasi sebelumnya. Dan begitulah mereka akan menilai bahwa kita benar-benar sedang berinovasi.
Kipas Angin Surabaya 24 Jam

Kipas Angin kini bersiaga selayaknya petugas keamanan. Nasib kipas-kipas yang menjadi instrumen bagi pemakainya, khususnya di surabaya.
Kenapa demikian?
Sudah tidak mengherankan lagi, akhir-akhir ini surabaya semakin panas saja. Bisa dibayangkan anda setiap harinya harus memeras baju yang anda pakai sehabis bangun tidur di pagi hari. Bayangkan, bagaimana panasnya. Inilah yang menyebabkan mereka, para kipas angin di berbagai wilayah Surabaya menjadi amukan massa sekaligus idola baru. Bukan suatu hal yang mengagetkan juga jika anda menemui di setiap kamar kost an mahasiswa terdapat kipas angin. Begitu juga dengan saya. Baru saja tadi membeli sebuah kipas angin baru (yang kedua) di Toko. Tak cukup satu, untuk memberikan sensasi sejuk di kamar. Belilah kipas angin yang siap bertempur 24 jam.
Tidak Ada Alasan Mengapa Kita Harus Berdoa

Saat ini, ketegaran hati yang saya miliki lebih rapuh dari apapun.
Rasa putus asa bercampur stres yang muncul bersamaan oleh karena persoalan hidup yang selalu datang. Entah kenapa, setiap saya berada dalam posisi demikian saya biasanya berdoa. Berdoa yang saya yakini akan lebih mudah membantu saya meningkatkan daya tahan jiwa terhadap segala permasalahan. Tapi saya rasa tidak demikian. Ya…. tidak ada alasan mengapa saya harus berdoa. itu bukan alasan, tapi keharusan. Terlepas dari apa pun keyakinan yang saya dan anda percaya saat ini. Berdoa bukanlah pelampiasan semata ketika anda berada dalam posisi yang terpuruk. Sudah seharusnya kita mengubah apa yang kita yakini sebagai alasan kita harus berdoa selama ini. Dengan berdoa, bukan berarti kita harus meminta, kita juga harus memberi. Memberi ucapan syukur atas kesempatan yang telah diberikan untuk semakin kuat. Dan bahkan karena demikian relasi yang baik dengan Tuhan juga akan semakin intens meningkat. Kelak kita tahu bahwa tidak ada alasan mengapa kita harus berdoa. Yang ada, kita memang harus berdoa untuk menjalankan hukum tarik-menarik, memberi dan meminta. Dari kesadaran yang bisa dikatakan datang dari opini saya ini, otomatis akan menarik hidup yang selaras dengan semesta kita. Semoga ini bisa membuat kita lebih bersikap terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan kita dalam menghadapi persoalan hidup yang ada sehinga kita bisa hidup berkembang dengan lebih berbuat baik maksimal.
Aroma Diskon

Tren Belanja

Kebiasaan berbelanja bagi setiap orang berbeda. Sebagian menganggap itu adalah gaya hidup, sebagiannya lagi menganggap itu adalah hobi, ataupun tidak keduanya. Aroma diskon saat berbelanja sering sekali mempengaruhi konsumen. Apalagi ketika semakin menyeruak, sebagai contoh “Diskon Up to 70%”.
Namun, mari kita berpikir bijak, apakah barang yang akan kita beli dengan segala diskon yang ada itu memang menjadi kebutuhan atau keinginan semata?
Di samping itu, kita sering terkecoh dengan penawaran diskon, akan tetapi cermati lagi apakah potongan harga yang diberikan memang benar-benar 70%?
Biasanya, para pelaku bisnis memberikan kegiuran potongan harga yang padahal dalam kenyataannya tidak lebih dari 40% produk yang ditawarkan mengalami potongan harga 70%.
Sedangkan konsumen bisa dikatakan selalu terkena iming-iming dari pelaku bisnis. Jadi, alangkah lebih baiknya anda dan juga saya lebih menelaah keinginan berbelanja serta memperhatikan apakah itu kebutuhan atau keinginan.
Eksistensi Kejujuran dalam Bangku Perkuliahan

Anda mahasiswa. saya Mahasiswa.
Kita adalah Mahasiswa.
Lantas apakah anda jujur? Begitu pulakah Saya? Sudahkah kita semua jujur?
Berkuliah bukan hanya sekedar menimba ilmu yang lebih spesifik dibandingkan bersekolah di tingkat SD, SMP, SMA. Mereka bilang kita “maha”siswa, sudah bukan siswa lagi. Jadi bagaimana tanggapan kita terhadap kejujuran yang kita lakukan di setiap proses menempuh pendidikan di kampus? Seberapa pentingkah nilai kejujuran itu sendiri saat kita mengerjakan tugas, ujian tengah semester hingga ujian akhir semester sekalipun? Hidup kita adalah proses pembelajaran yang mana salah satunya melewati bangku perkuliahan — Kita bisa menjadi lebih bijaksana hanya dengan belajar, belajar jujur khususnya. Meski sudah terlalu telat untuk memulai, namun setidaknya kita masih punya sedikit waktu. Mulailah jujur dalam bangku perkuliahan. Buktikan kita “maha”siswa yang bisa lebih memahami kejujuran. Dengan begitu kita akan mendatangkan kebijaksanaan itu sendiri pada diri kita.
Apa yang Membuat Pria Menyukai Seorang Wanita

Cantik pastinya yang terbenak sepintas ketika ditanya “apa yang membuat pria menyukai seorang wanita?”
Ya, wajar saja kalau jawaban seperti itu yang spontan terlontar.
Tapi perlu diketahui itu bagi kami kaum pria hanyalah sebatas kagum, bukan “suka”
Lantas apa sebenarnya?
Pria itu akan menyukai sosok wanita yang bisa lebih peduli akan keadaan nyata dari pria.
Rata-rata pria lebih suka berdandan sekedarnya. Namun karena ada beberapa hal kemauan dari wanita. Pria akan melakukannya meski pada akhirnya merasa kewalahan. Pria tau bahwa wanita ingin agar lebih sensitif, romantis dan bersikap lebih manis. Tapi pria akan lebih suka jika wanita bisa lebih mengerti betapa sulitnya kami bila setiap waktu terus mengikuti kemauannya. Dan wanita seperti itu yang disukai kebanyakan Pria. Yang mengerti kondisi pria dan menjadikannya apa adanya di hadapan wanita pujaannya. Pria itu menyukai wanita yang bisa membuatnya lebih baik setiap harinya sehingga merasa bersyukur memiliki wanita pujaannya. Itulah yang kami inginkan, setiap pria menyukai wanita yang memberikan arti cinta dengan baik sehingga merasa hidup bersyukur setiap detiknya. Kenyataan yang sebenarnya berbeda. Pria menuntut pasangannya lebih cantik sedangkan wanita menuntut pria lebih perhatian.
Tidak Ada Masalah, Tidak Bahagia

Berhenti berbicara, berkeluh kesah tentang semua masalah yang anda punya. Masalah adalah bagian dari kehidupan anda yang seharusnya menjadikan anda lebih bijak, bukan lebih Kacau. Tidak mustahil bagi kita untuk menemukan solusi bagi setiap masalah yang ada. Itulah mengapa dalam perkuliahan sebagai contoh, kita harus menghadapi ujian demi kesenangan. Anda dan saya hanya perlu waktu memikirkan, kemudian melihat permasalahan tadi untuk diselesaikan. Mungkin anda berkata bahwa ini hanyalah sebatas opini belaka tanpa ada fakta. Anda bebas berkata apa saja! tetapi anda harus memilih. Apakah harus tetap berkeluh kesah sebagai pecundang yang tidak bisa menyelesaikan masalah atau sebagai pejuang hingga masalah terselesaikan. Jadi selama ada masalah, seharusnya kita berbahagia. Karena Masalah menarik Masalah. Masalah menarik Kebahagiaan. Kebahagiaan menarik kebahagiaan. Berbahagialah, maka masalah anda akan semakin mudah terselesaikan.
Surabaya Time


Komentar Terbaru