STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN ROKOK DI “RED OCEAN”

April 24th, 2010 by Reza Meifia Fitra Leave a reply »

Pasar rokok di Indonesia mungkin tak akan pernah ada habisnya. Pasar rokok memiliki customer yang begitu loyal. Tentu saja ini menguntungkan bagi pemasar rokok di Indonesia. Namun untuk menjadi market leader dan meraih keuntungan sebesar-besarnya di pasar ini, diperlukan perjuangan yang berdarah-darah. Mulai dari kontroversi rokok itu sendiri, ketatnya peraturan komunikasi rokok, hingga begitu banyaknya pelaku di bisnis ini mulai pelaku nasional hingga global.

Seorang marketer untuk produk rokok dituntut berpikir keras agar produknya mampu bersaing di pasar. Melihat banyaknya competitior dan inovasi yang dilakukan, marketer harus memiliki visi ke depan yang tepat. Mulai bagaimana mengembangkan pasar, mempertahankan pasar hingga menciptakan pasar baru itu sendiri.

Melihat jenuhnya pasar rokok di Indonesia saat ini, hingga berbagai hambatan mulai fatwa MUI dan Perda larangan merokok di lokasi tertentu, hanya ada dua opsi bagi pemasar rokok yaitu menjaga hubungan dengan pelanggan di dalam negeri atau mengembangkan pasarnya ke luar negeri. Kedua opsi meiliki keuntungan dan hambatan tersendiri. Tergantung bagaimana marketer mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun.

Opsi pertama adalah mempertahakan pasar yang telah ada. Opsi ini dilakukan untuk menjaga loyalitas pelanggan, menunjukkan bahwa perusahaan rokok memiliki komitmen dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Opsi ini bisa dilakukan dengan strategi:

1.      Membangun fasilitas untuk pecinta rokok maupun komunitas produk rokok tertentu, seperti kafe rokok.

Strategi ini untuk memfasilitasi para perokok setia yang mulai tersudut akan adanya perda larangan merokok di tempat-tempat tertentu. Kafe rokok akan mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik bagi pecinta rokok mulai dari inovasi produk terbaru, even-even tertentu hingga supporting untuk komunitas produk rokok tertentu. Kafe rokok ini bisa menjadi wadah komunikasi antar perokok produk tersebut. Ini akan menjadi gaya hidup baru di mana perokok memperoleh kenyamanan dalam merokok tanpa harus di larang oleh aturan tertentu.

2.      Komunikasi pemasaran dalam bentuk social marketing

Strategi pemasaran dalam bentuk social marketing ini dapat dilakukan dengan cara salah satunya adalah dalam bentuk beasiswa. Kini, pemberian beasiswa bukan sekedar tanggung jawab perusahaan rokok, melainkan dapat menjadi media komunikasi produk rokok pada penerima beasiswa tersebut dengan cara mengadakan even-even sosial yang diselenggarakan oleh penerima beasiswa dan didukung penuh oleh perusahaan rokok tersebut.

Opsi kedua bagi marketer rokok di Indonesia adalah melalui ekspansi pasar yaitu Akuisisi produk-produk yang memiliki pasar ceruk. Ini dilakukan oleh perusahaan-perusahaan rokok yang sudah maju dan memiliki skala pasar yang besar.

Perusahaan rokok tersebut untuk mempertahankan maupun mengembangkan pasar adalah dengan masuk ke dalam pasar ceruk yang selama ini tidak terlalu diperhatikan. Pasar ceruk ini biasanya diisi oleh perusahaan-perusahaan rokok skala kecil dan  memiliki pemasaran terbatas serta harga yang murah. Perusahaan rokok besar dapat mengakuisisi produk-produk dari perusahaan rokok kecil ini tanpa harus mengubah apapun karena produk-produk ini telah memiliki konsumen sendiri.

Selain itu, pemasaran yang dilakukan untuk masuk ke dalam pasar ceruk ini tergolong sederhana karena persepsi konsumen yang tergolong kecil. Pasar dari pabrik-pabrik rokok kecil ini umumnya berada di derah pedesaan yang tidak terkena dampak dikeluarkannya perda larangan rokok, sehingga pasar ceruk ini akan lebih terjaga keberlangsungannya.

Advertisement

4 comments

  1. berita terbaru says:

    kerennn… keep posting gan :)

  2. Reza Meifia Fitra says:

    makasih….
    jangan lupa like this blog q dong gan…. :)

  3. imronjagat says:

    boleh jg tuk nambah wawasan

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 9 times 5?

Switch to our mobile site