Skip to content

November 19, 2011

1

FUNGSI OJK MELINDUNGI KONSUMEN BELUM JELAS

1447468620X310 FUNGSI OJK MELINDUNGI KONSUMEN BELUM JELAS
Disetujuinya Rancangan Undang-undang tentang Otoritas Jasa Keuangan (RUU JK) oleh DPR, Kamis lalu (27/10), diharapkan menjadi pintu keluar bagi permasalahan di industri keuangan, baik bank maupun non bank yang selama ini ada. Tapi, Ekonom dan Dosen Economics of Crime, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), Rimawan Pradiptyo, mencatat beberapa kelebihan dan kekurangan OJK.
Dalam sebuah diskusi di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Rabu (2/11), Rimawan menjelaskan adanya pasal yang mengatur mengenai perlindungan konsumen menjadi salah satu keunggulan OJK. Menurutnya, perlindungan terhadap konsumen selama ini kurang diperhatikan oleh Bank Indonesia dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
Hanya saja, kata Rimawan, perlindungan konsumen atau nasabah belum diatur secara jelas dalam UU OJK. Hal ini baru diatur dalam masa peralihan. “Menurut saya semua perlu berpikir seksama ketika masa transisi,” ujarnya.
Pasal mengenai perlindungan konsumen diatur dalam Pasal 28 sampai 31. Dalam beleid itu dinyatakan, untuk perlindungan konsumen dan masyarakat, OJK berwenang melakukan tindakan pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat yang meliputi; memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat atas karakteristik sektor jasa keuangan, layanan, dan produknya.
OJK berwenang meminta lembaga jasa keuangan untuk menghentikan kegiatannya apabila kegiatan tersebut berpotensi merugikan masyarakat, dan tindakan lain yang dianggap perlu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
Kemudian, OJK melakukan pelayanan pengaduan konsumen yang meliputi; menyiapkan perangkat yang memadai untuk pelayanan pengaduan konsumen dirugikan oleh pelaku di lembaga jasa keuangan, membuat mekanisme pengaduan konsumen yang dirugikan oleh pelaku di lembaga jasa keuangan, dan memfasilitasi penyelesaian pengaduan konsumen yang dirugikan oleh pelaku di lembaga jasa keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
Untuk perlindungan konsumen dan masyarakat, OJK juga berwenang melakukan pembelaan hukum yang meliputi; memerintahkan atau melakukan tindakan tertentu kepada lembaga jasa keuangan untuk menyelesaikan pengaduan konsumen yang dirugikan lembaga jasa keuangan dimaksud.
OJK dapat mengajukan gugatan. Dalam hal ini untuk memperoleh kembali harta kekayaan milik pihak yang dirugikan dari pihak yang menyebabkan kerugian, baik yanng berada di bawah penguasaan pihak yang menyebabkan kerugian dimaksud maupun di bawah penguasaan pihak lain dengan iktikad tidak baik.
“Untuk memperoleh ganti kerugian dari pihak yang menyebabkan kerugian pada konsumen dan/atau lembaga jasa keuangan sebagai akibat dari pelanggaran atas peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan,” tulis beleid tersebut.

Kemudian, ketentuan lebih lanjut mengenai perlindungan konsumen dan masyarakat diatur dengan peraturan OJK.
FKSSK perlu
Rimawan melanjutkan, keunggulan OJK lainnya adalah memiliki koordinasi untuk antisipasi krisis global yang terjadi sekarang. Dia meyakini, dampak krisis di Eropa akan terasa tiga sampai empat bulan lagi di Indonesia. “Kelebihan lainnyanya, adanya sistem koordinasi saat kriris yang telah dibentuk,” terangnya.
Seperti diketahui, dalam UU OJK diatur mengenai protokol koordinasi. Dalam hal ini, untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dibentuk Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK). Dalam operasionalnya, FKSSK dibantu oleh kesekretariatan yang dipimpin oleh seorang pejabat eselon I di Kementerian Keuangan. Pengambilan keputusan dalam rapat didasarkan pada musyawarah untuk mufakat. Jika musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak.
Ketua Perbanas, Sigit Pramono, juga mendukung pembentukan FKSSK. Menurutnya, pembentukan FKSSK ini tepat untuk mengatasi persoalan krisis, karena tidak dapat diselesaikan oleh satu lembaga saja. “Saya mendukung pembentukan FKSSK ini. Otoritas di Indonesia ini banyak, makanya kita butuh forum koordinasi antar lembaga otoritas tersebut,” ungkapnya.
Dijelaskan Sigit, pembentukan FKSSK ini pada dasarnya sama dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdapat dalam Perppu Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK). Persamaan ini bisa dilihat dari tugasnya yang melakukan pemantauan, tukar menukar informasi dan saling memberikan saran atas kebijakan. Jika ekonomi mengalami krisis, maka FKSSK berfungsi untuk melakukan langkah penyelamatan atau tidak.
Nada yang sama juga diungkapkan oleh ekonom Ichsanuddin Noorsy. Dia mengatakan, pembentukan FKSSK perlu dilakukan karena kebijakan berasal dari koordinasi antara berbagai pengawas dan regulator di bidang keuangan.
Mengenai kekurangan OJK, Rimawan menyangkan cakupan lembaga itu terbatas pada bank, bank perkreditan rakyat (BPR), dan lembaga keuangan non-bank (LKNB). Dia berpendapat, sebagai LKNB, koperasi seharusnya turut dalam pengawasan OJK. Saat ini, yang mengawasi koperasi adalah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Sedangkan BMT tidak ada yang mengawasi. Padahal, omzet koperasi mencapai Rp55 triliun per tahun.
“Jika koperasi nggak masuk pengawasan OJK, implikasinya BMT nggak masuk, dan lembaga keuangan mikro lainnya yang jumlahnya ribuan tidak terawasi,” ujarnya.
Kekurangan lainnya adalah penarikan pungutan (fee) terhadap industri keuangan. Dia khawatir, lembaga keuangan yang diawasi OJK akan membebani iuran tersebut ke nasabah. Hal ini, katanya, dapat menurunkan efektivitas OJK dalam pengawasan. Dia menekankan, berapapun iuran yang dikenakan ke lembaga keuangan pasti dialihkan ke konsumen.

Read more from LEGAL OPINION
1 Comment Post a comment
  1. yogi
    Nov 19 2011

    Hai Sigit. tulisan yang bagus nih. Meskipun dari jurusan bahasa Inggris, aku pernah baca2 ttg OJK, ngerti dikit2. By the way i like your words “dampak krisis di Eropa akan terasa tiga sampai empat bulan lagi di Indonesia. “aku ketinggalan berita nih, tentang Krisis Eropa. denger sih kalo Eropa lagi krisis, tapi awal mulanya Sigit tau? share donk ya. Kira2 efek krisisnya akan sama nggak ya sama krisis US yg lalu?

    oya, mari mampir

Share your thoughts, post a comment.

Note: HTML is allowed. Your email address will never be published.

Subscribe to comments

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?

Switch to our mobile site