Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

STRATEGI PENGGUNAAN “SUNDAY EXPO IS CIREBON’S DAY” DI ALUN-ALUN KEJAKSAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN, KESENIAN, DAN KULINER KOTA CIREBON

by on Oct.18, 2011, under Beswan Djarum, Budaya Indonesia, Djarum Beasiswa Plus, Kesenian, Softskill

alun-alun-kejaksan-kota-cirebon

Kota Cirebon memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan secara maksimal, termasuk di dalamnya yaitu sektor budaya dan pariwisata. Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadian dan pengembangan budaya yang ada di kota Cirebon yaitu melalui pemanfaatan seluruh potensi budaya lokal dan potensi lainnya yang ada di kota Cirebon. Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total, tetapi lebih kearah untuk mengelola, memanfaatkan, dan melestarikan setiap potensi yang ada dengan dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata.

Pembangunan bidang pariwisata melalui suatu pameran (expo) diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, karena sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan di bidang ekonomi yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Negara, seperti ada pada UU No.10 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa keberadaan objek wisata pada suatu daerah akan sangat menguntungkan, yaitu meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatnya taraf hidup masyarakat, dan memperluas kesempatan kerja mengingat semakin banyaknya pengangguran saat ini, meningkatkan rasa cinta terhadap budaya, dan pariwisata pada masyarakat.

logo-pemda-kota-cirebon-150x1501Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Barat karena dapat menawarkan berbagai macam obyek wisata, baik objek wisata sejarah maupun wisata budaya yang tidak dimiliki kota lain di provinsi Jawa Barat atau kota lain di Indonesia. Salah satunya yaitu tari Topeng. Pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan di kota Cirebon memiliki arti yang sangat penting dan strategis, karena sektor expo pada hari Minggu (libur) ini sebagai harinya kota Cirebon dimana setiap orang dapat mengunjungi alun-alun Kejaksan yang kaya akan budaya, kesenian, dan wisata kuliner khas kota Cirebon. Sunday expo ini merupakan sektor andalan yang nantinya diharapkan mampu mendukung perkembangan pembangunan daerah dengan cara usaha ekonomi daerah multi sektor, serta pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Saya yakin pada suatu saat sektor Sunday expo ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperluas lapangan pekerjaan, dan memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan daerah. Usaha menciptakan kondisi objek dan daya tarik wisata ideal yang mampu melayani berbagai kepentingan, antara lain untuk masyarakat, perusahaan swasta, dan pemerintah. Dalam hal ini diperlukan usaha penataan dan pengembangan secara optimal sesuai dengan daya dukung, daya tampung, dan daya tarik wisatawan. Hal ini diharapkan sekaligus dapat merubah dan meningkatkan citra daerah kota Cirebon menjadi tujuan wisata yang “Handayani”, yaitu daerah tujuan wisata yang berdaya guna, berhasil guna, dan handal.

28082011235

Suatu pemikiran kreatif muncul ketika saya sebagai salah satu penerima Djarum Beasiswa Plus yang sudah mendapatkan motivation trainning melalui outbound agar terus berolahraga karena penting untuk kesehatan, karena hal tersebut saya membiasakan untuk berolaharga di alun-alun Kejaksan kota Cirebon setiap hari Minggu untuk jogging karena jarak yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya. Pada kondisi ini muncul suatu pertanyaan, mengapa alun-alun Kejaksan hanya digunakan sebagai tempat berolahraga dan berkumpul saja, padahal jumlah masyarakat yang datang ke alun-alun Kejaksan cukup banyak. Pada kenyataannya memang seperti itulah fungsi alun-alun Kejaksan pada hari Minggu sebagai tempat berolahraga dan berkumpul saja bagi masyarakat yang ada disekitarnya, oleh karena itu timbul suatu gagasan kreatif dari saya untuk menjadikan alun-alun Kejaksan sebagai salah satu pusat promosi dan sosialisasi budaya, kesenian, dan kuliner kota Cirebon. Pada hari inilah siapapun, baik masyarakat lokal atau berasal dari luar daerah Cirebon dapat mengetahui akan kekayaan yang dimiliki kota Cirebon dalam hal kepariwisataan. Sektor ini akan memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi produsen secara finansial, tetapi juga dapat memberikan manfaat untuk memperkenalkan khasanah budaya kota Cirebon lebih mendalam kepada masyarakat kota Cirebon agar dapat mengapresiasi budaya lokal sebagai kebanggaan mereka karena menjadi bagian dari kota Cirebon.

Fungsi Sunday expo sebagai suatu acara dengan menggunakan hari Minggu (libur) sebagai hari miliknya kota Cirebon, karena pada hari inilah alun-alun Kejaksan akan dijadikan sebagai pusat promosi dan sosialisasi berbagai macam kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon. Pada hari Minggu ini setiap orang yang berkunjung akan serasa berada di kota kecil Cirebon, karena di alun-alun Kejaksan sebagai tempat realisasi program ini akan menggambarkan kebudayaan kota Cirebon, seperti penjelasan berikut ini:

1. Syawalan Gunung Jati, yaitu pada setiap awal bulan Syawal masyarakat wilayah Cirebon umumnya melakukan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati dan melakukan tahlilan.

2. Muludan, yaitu upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di makam Sunan Gunung Jati yaitu kegiatan membersihkan atau mencuci pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 sampai dengan 12 Mulud, sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.

3. Nadran, yaitu pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberi rezeki dan dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan yang bervariasi.

4. Makam Sunan Gunung Jati, yaitu makam yang dihiasi keramik buatan China jaman dinasti Ming. Di komplek makam ini selain sebagai tempat pemakaman Sunan Gunung Jati, juga sebagai tempat pemakaman Fatahillah seorang panglima perang pembebasan Batavia. Budaya-budaya tersebut dapat diinformasikan kepada pengunjung, baik dalam bentuk teater, kunjungan langsung dengan “Bus Tingkat” yang berpusat di alun-alun Kejaksan untuk pemberangkatannya, yaitu Bus yang memiliki tingkat dua untuk mengantarkan para pengunjung Sunday expo yang ingin berwisata ke tempat-tempat tersebut, maupun gambar bergerak (film) dan foto-foto yang menggambarkan budaya kota Cirebon ini.

makam-sunan-gunung-jati-di-cirebon

makam-sunan-gunung-jati


batik-cirebon-motif-mega1

Pada kesenian kota Cirebon, seperti topeng, batik Cirebon, lukisan kaca, dan kerajinan bunga rotan akan ikut menghiasi Sunday expo ini, selain itu yang tidak kalah pentingnya kuliner khas kota Cirebon akan turut memeriahkan suasana di alun-alun Kejaksan setelah para pengunjung merasa lelah berjalan melihat kebudayaan dan kesenian kota Cirebon, maka pengunjung dapat menikmati hidangan makanan terlebih dahulu pada lokasi yang sama dengan aneka kuliner khas Cirebon, seperti nasi jamblang, empal gentong, dan nasi lengko.

Penggunaan Sunday expo sebagai salah satu cara untuk mengangkat kembali dan melestarikan kebudayaan kota Cirebon perlu dilakukan, karena zaman yang terus berkembang membuat kebudayaan Cirebon semakin terpinggirkan, oleh karena itu diperlukan adanya suatu lokasi yang dapat mendukung pelestarian budaya tersebut agar lebih dikenal, diketahui, dan dikomunikasikan secara langsung oleh masyarakat kota Cirebon. Hari Minggu sebagai hari libur yang banyak digunakan oleh sebagian masyarakat untuk berlibur merupakan suatu peluang untuk dapat memanfaatkan hari Minggu sebagai pusat promosi dan sosialisasi budaya, kesenian, dan kuliner kota Cirebon di alun-alun Kejaksan sebagai tempat yang sangat strategis berada di jantung kota Cirebon dan berada di perempatan jalan Siliwangi, R.A Kartini, dan Veteran

makanan-khas-kota-cirebon1

Hari libur yang biasa digunakan sebagian orang untuk berwisata merupakan waktu yang baik untuk menarik perhatian masyarakat kota Cirebon, khususnya agar lebih mengenal akan kebudayaan yang mereka miliki. Alun-alun Kejaksan sebagai pusat kota Cirebon sangat strategis untuk dijadikan sebagai tempat sosialisasi dan promosi kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon yang akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat kota Cirebon. Eksistensi budaya dan seni kota Cirebon yang semakin ditinggalkan generasi muda saat ini, karena perkembangan zaman dan teknologi membuat generasi muda kurang memperhatikan kebudayaan yang mereka miliki. Kebudayaan, kesenian, dan kuliner khas kota Cirebon yang menjadi ciri khas dan identitas kota Cirebon perlu mendapat dukungan dan pelestarian secara berkelanjutan, karena identitas tersebut yang membuat kota Cirebon berbeda dengan kota lain, sehingga itu dapat dijadikan sebagai modal yang besar untuk membangun kota Cirebon agar lebih dikenal, tidak hanya bagi masyarakat lokal, melainkan bagi masyarakat mancanegara.

cirebon-masked-dance

Melihat pelestarian kebudayaan, kesenian, dan kuliner khas kota Cirebon sampai saat ini belum memberikan kontribusi yang maksimal, khususnya kepada masyarakat kota Cirebon. Pelestarian tersebut akan lebih kontributif apabila dilaksanakan secara menyeluruh dan diketahui oleh setiap lapisan masyarakat. Dalam hal ini yaitu menyatukan seluruh kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon dalam satu tempat (di alun-alun Kejaksan)

Agar pelestarian tersebut dapat diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat diperlukan suatu strategi melalui upaya sosialisasi yang wajib dilakukan. Kurangnya sosialisasi pelestarian tersebut menyebabkan masyarakat kota Cirebon lebih memilih untuk berkunjung ke Supermarket dan Mall, daripada harus berkunjung ke tempat-tempat wisata yang menyimpan begitu banyak sejarah dan nilai luhur. Dalam kondisi seperti ini tentunya diperlukan pemahaman yang cukup terhadap pelestarian kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon.

Sosialisasi pelestarian kebudayaan, kesenian, dan kuliner khas kota Cirebon dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sosialisasi kepada masyarakat umum, akademisi, dan pemerintah kota Cirebon itu sendiri.

1. Sosialisasi kepada masyarakat umum dapat dilakukan melalui iklan layanan masyarakat melalui media televisi, situs resmi pemerintah kota Cirebon dan melalui penyuluhan. Televisi merupakan media yang cukup efektif mengingat hampir seluruh masyarakat di kota Cirebon dan di Indonesia mempunyai televisi, sedangkan situs resmi pemerintah kota Cirebon dapat digunakan sebagai forum tanya jawab bagi masyarakat yang ingin mengetahui akan kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon lebih jelasnya. Penyuluhan juga sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang lebih dan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan, saran, dan aspirasinya langsung kepada tim sosialisasi dalam hal ini pemerintah.

2. Sosialisasi kepada akademisi dapat dilakukan dengan mencantumkan kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon ini dalam mata pelajaran atau mata kuliah tertentu yang relevan dengan kesenian dan kebudayaan itu sendiri, serta dapat dilakukan pula dengan mengadakan seminar maupun forum diskusi. Dengan mencantumkan kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon sebagai bahan ajar dalam suatu mata pelajaran tertentu di setiap sekolah atau perguruan tinggi yang berada di wilayah III Cirebon, misalnya dalam mata pelajaran kesenian di sekolah dasar dan menengah, hal ini akan memberikan pemahaman sejak dini kepada pelajar. Begitu pula dengan pencantuman kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon dalam mata kuliah tertentu secara menyeluruh yaitu tidak hanya pada jurusan atau program studi di bidang perhotelan, kesenian, dan sosial saja, tetapi seluruh jurusan atau program studi di universitas-universitas yang ada di wilayah III Cirebon. Hal ini akan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada bidang akademisi sebagai bagian dari masyarakat Cirebon.

3. Sosialisasi kepada pemerintah kota Cirebon dapat dilakukan dengan mengadakan penyuluhan khusus untuk aparat pemerintah kota Cirebon sampai terjadinya kesepahaman antara aparat pemerintah Cirebon yang lainnya. Hal ini dirasa perlu, karena pelestarian merupakan sesuatu yang abstrak dan tidak semua aparat pemerintah mempunyai pemahaman yang cukup tentang kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon itu sendiri.

Sosialisasi tersebut sangat efektif untuk memberikan suatu informasi kepada masyarakat, seperti ketika saya menjadi Beswan Djarum mengadakan suatu acara perlombaan. Acara perlombaan dapat terlaksana dengan sukses, salah satunya jika mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat melalui partisipasi mereka menjadi peserta perlombaan. Peserta lomba dalam acara MAHA-STAR 2010 yang saya dan teman-teman Beswan Djarum DSO Purwokerto 2009-2010 adakan, yaitu khusus untuk mahasiswa. Lingkungan di kampus yang sangat mendukung acara ini, karena para mahasiswa dapat menunjukkan potensi mereka memberikan manfaat yang baik untuk mahasiswa. Tidak semua mahasiswa tentu mau mengikuti acara ini karena beberapa faktor, seperti mulai dari kurang persiapan mereka, tidak percaya diri, masalah finansial, dan masih banyak lagi masalah pribadi yang ada. Saya dan teman-teman Beswan Djarum DSO Purwokerto tidak berhenti untuk terus melakukan sosialisasi dan promosi setiap harinya untuk mengajak para mahasiswa mengikuti acara ini. Pada akhirnya usaha kami ternyata membuahkan hasil dengan banyaknya peserta yang berpartisipasi dan acara berjalan dengan lancar hingga akhir acara. Terbukti bahwa sosialisasi dan promosi yang kami lakukan secara langsung door to door, melalui media jejaring sosial (Facebook, Twitter, dan Kaskus), pamflet, dan baliho cukup memberikan pengaruh yang besar terhadap masyarakat di lingkungan yang kami targetkan.

Hal ini berlaku dalam melakukan sosialisasi dan promosi kebudayaan, kesenian, dan kuliner khas kota Cirebon melalui program Sunday expo is Cirebon’s day. Kerja sama antara pemerintah dan instansi terkait dan dengan sumber daya manusia di Cirebon bidang kepariwisataan yang memadai, serta peranan media untuk “mengekspos” setiap kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon akan sangat membantu meningkatkan potensi kota Cirebon.

Sunday expo sebagai basis untuk mempertemukan masyarakat dengan kebudayaan, kesenian, dan kuliner yang ada pada suatu kota sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut untuk melestarikan kebudayaan dan kepariwisataan yang ada. Era globalisasi yang terus berkembang akan sangat mempengaruhi pola perilaku dan kebiasaan masyarakat. Upaya yang perlu dilakukan adalah dengan tetap memberikan pengenalan dan pengetahuan akan suatu kebudayaan, kesenian, dan wisata kuliner yang ada akan membuat masyarakat memiliki ikatan batin yang kuat untuk bersama-sama melestarikan kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon sebagai bagian dari tanggung jawab. Peran inilah yang diharapkan sebagai peluang untuk menumbuhkan kebiasan masyarakat agar dapat terus memperhatikan dan melestarikan kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon di setiap hari Minggu sebagai hari tempat bertemunya masyarakat dengan kebudayaan yang mereka miliki.

Pemanfaatan alun-alun Kejaksan di kota Cirebon sebagai tempat yang strategis dan potensial untuk mengadakannya dan nantinya mengembangkan Sunday expo is Cirebon’s day, yaitu pada hari minggu sebagai harinya kota Cirebon dapat dijadikan sebagai salah satu bagian dari promosi kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon itu sendiri. Peluang diselenggarakannya Sunday expo dapat berjalan dengan baik dengan melihat antusiasme masyarakat kota Cirebon yang begitu tertarik untuk datang ke alun-alun Kejaksan jika ditempat tersebut terdapat acara tertentu, seperti halnya bazar Ramadhan yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk berbuka puasa, seperti tajil, makanan, dan minuman yang tersedia di alun-alun Kejaksan kota Cirebon beberapa hari yang lalu pada saat bulan puasa tahun 2011.

Alun-alun Kejaksan sebagai tempat yang sangat strategis, ramai, diketahui banyak orang, sebagai ciri khas kota Cirebon, tempatnya luas, dan yang terpenting untuk memajukan kota Cirebon melalui Sunday expo is Cirebon’s day ini sebagai upaya pelestarian kebudayaan, kesenian, dan kuliner kota Cirebon. Faktor-faktor tersebut memberikan keyakinan, motivasi, dan semangat yang lebih besar lagi bagi saya agar strategi penggunaan Sunday expo is Cirebon’s day di alun-alun Kejaksan dapat terealisasi secepatnya. Hal ini tentu perlu dukungan dari pemerintah kota Cirebon dan tentu dari masyarakat kota Cirebon secara keseluruhan, sehingga nantinya potensi alun-alun Kejaksan dapat lebih berkontribusi dan bermanfaat untuk orang banyak.

:, , , ,

2 Comments for this entry

  • fitrianindyasari

    ayo ayo Cirebon majuu!! ehehehe

  • yusranadhityakurniawan

    Siap, Cirebon akan lebih maju dalam Budaya dan pariwisata dan sektor lainnya dengan bantuan semua pihak, terutama semua masyarakat kota Cirebon sebagai penggerak utama maju tidaknya kota Cirebon, ayo bersama-sama memajukan kota Cirebon :) Terima kasih banyak sebelumnya.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 multiplied by 7?

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!