Yusran Adhitya Kurniawan’s Blog

Tag: Djarum Beasiswa Plus

Penutup Blog Competition Beswan Djarum 2011

by on Oct.18, 2011, under Beswan Djarum, Budaya Indonesia, Djarum Beasiswa Plus, Kesenian, Softskill

  1. STRATEGI PENGGUNAAN “SUNDAY EXPO IS CIREBON’S DAY” DI ALUN-ALUN KEJAKSAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN, KESENIAN, DAN KULINER KOTA CIREBON.
  2. YUSRAN DAN MAZAAYATUL MENJADI DUTA BUDAYA DAN PARIWISATA KOTA CIREBON 2011.
  3. PERAN GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA INDONESIA.
    4 Comments :, , , , more...

    PERAN GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA BANGSA INDONESIA

    by on Oct.18, 2011, under Beswan Djarum, Budaya Indonesia, Djarum Beasiswa Plus, Kesenian, Softskill

    307631_2088490296153_1362074177_32004533_751161490_n

    Kita Sebagai generasi muda, sudah seharusnya berpartisipasi aktif pada pembangunan kota, khususnya dalam bidang budaya. Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui para generasi muda yang mempunyai kemauan, kemampuan, dan harapan yang besar untuk membangun suatu daerah lebih baik lagi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan potensi yang ada di suatu daerah. Potensi yang dimiliki setiap daerah di Indonesia sangatlah besar karena begitu banyak budaya, kesenian, suku, ras, bahasa, agama, dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut tentu bukanlah menjadi penghambat untuk kita karena begitu banyaknya perbedaan, namun sebaliknya perbedaan tersebut tentu akan menjadi kekuatan dan kelebihan yang dimiliki Indonesia seperti pada semboyan Bhineka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap sebagai satu kesatuan.

    Generasi muda sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Saya sebagai salah satu mahasiswa dari Purwokerto menyadari ketika mendapatkan Djarum Beasiswa Plus dan menjadi Beswan Djarum bertemu dengan berbagai teman-teman Beswan dari berbagai penjuru negeri yang memiliki budaya, agama, ras, dan bahasa yang berbeda-beda membuat diri saya menjadi lebih mengetahui akan makna perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan dan nilai hidup yang berharga. Perbedaan tersebut membuat saya mendapatkan informasi, pelajaran, dan pengalaman baru ketika bertemu dengan teman-teman Beswan dari daerah lain yang memiliki budaya yang berbeda. Perbedaan itulah yang membuat kami lebih mengetahui, memahami, dan menghormati satu sama lain.

    edit1

    Permasalahan terhadap masyarakat saat ini yang belum mengetahui, memahami, menguasai, dan mengkomunikasikan budaya lokal perlu suatu cara untuk dapat mengarahkan itu semua. Disinilah peran generasi muda di lingkungan tempat mereka tinggal untuk bersama-sama mengarahkan itu semua melalui pelestarian kebudayaan, salah satunya dengan ikut serta langsung dalam acara festival budaya di daerah masing-masing agar dapat mengenal dan mencintai kebudayaan yang ada di Indonesia sejak dini. Hal inilah yang membuktikan bahwa di pundak pemudalah masa depan pembangunan bangsa dan negara Indonesia, karena pada diri generasi muda tersimpan potensi yang besar dan memiliki daya kreatifitas yang tidak terbatas untuk kesuksesan suatu pembangunan. Begitu juga dalam pelestarian budaya di suatu Negara. Kontribusi dan apresiasi yang besar dari generasi muda sangat diperlukan karena generasi muda sebagai tenaga-tenaga professional yang energik, kreatif, dan inovatif.

    Pemberdayaan generasi muda sebagai frontliner untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia ini sangat dibutuhkan sebagai upaya mempercepat kemajuan untuk dunia industri budaya dan pariwisata Indonesia di masa yang akan datang.

    12 Comments :, , , , more...

    STRATEGI PENGGUNAAN “SUNDAY EXPO IS CIREBON’S DAY” DI ALUN-ALUN KEJAKSAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN, KESENIAN, DAN KULINER KOTA CIREBON

    by on Oct.18, 2011, under Beswan Djarum, Budaya Indonesia, Djarum Beasiswa Plus, Kesenian, Softskill

    alun-alun-kejaksan-kota-cirebon

    Kota Cirebon memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan secara maksimal, termasuk di dalamnya yaitu sektor budaya dan pariwisata. Pengembangan kepariwisataan berkaitan erat dengan pelestarian nilai-nilai kepribadian dan pengembangan budaya yang ada di kota Cirebon yaitu melalui pemanfaatan seluruh potensi budaya lokal dan potensi lainnya yang ada di kota Cirebon. Pemanfaatan disini bukan berarti merubah secara total, tetapi lebih kearah untuk mengelola, memanfaatkan, dan melestarikan setiap potensi yang ada dengan dirangkaikan menjadi satu daya tarik wisata.

    Pembangunan bidang pariwisata melalui suatu pameran (expo) diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, karena sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan di bidang ekonomi yang dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian Negara, seperti ada pada UU No.10 Tahun 2009 yang menyebutkan bahwa keberadaan objek wisata pada suatu daerah akan sangat menguntungkan, yaitu meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatnya taraf hidup masyarakat, dan memperluas kesempatan kerja mengingat semakin banyaknya pengangguran saat ini, meningkatkan rasa cinta terhadap budaya, dan pariwisata pada masyarakat.

    logo-pemda-kota-cirebon-150x1501Kota Cirebon merupakan salah satu wilayah tujuan wisata di Indonesia, khususnya di provinsi Jawa Barat karena dapat menawarkan berbagai macam obyek wisata, baik objek wisata sejarah maupun wisata budaya yang tidak dimiliki kota lain di provinsi Jawa Barat atau kota lain di Indonesia. Salah satunya yaitu tari Topeng. Pengembangan kepariwisataan dan kebudayaan di kota Cirebon memiliki arti yang sangat penting dan strategis, karena sektor expo pada hari Minggu (libur) ini sebagai harinya kota Cirebon dimana setiap orang dapat mengunjungi alun-alun Kejaksan yang kaya akan budaya, kesenian, dan wisata kuliner khas kota Cirebon. Sunday expo ini merupakan sektor andalan yang nantinya diharapkan mampu mendukung perkembangan pembangunan daerah dengan cara usaha ekonomi daerah multi sektor, serta pemberdayaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


    (continue reading…)

    2 Comments :, , , , more...

    YUSRAN DAN MAZAAYATUL MENJADI DUTA BUDAYA DAN PARIWISATA KOTA CIREBON 2011

    by on Oct.18, 2011, under Beswan Djarum, Budaya Indonesia, Djarum Beasiswa Plus, Kesenian, Softskill

    yusranmazaayatul

    Aku adalah Yusran Adhitya Kurniawan dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) sebagai Beswan Djarum DSO Purwokerto (RSO Semarang) Angkatan 25 dan Mazaayatul Fajrin dari Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI) sebagai Beswan Djarum DSO Cirebon (RSO Bandung) Angkatan 26. Kami adalah mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus yang terpilih menjadi Juara.1 dalam pemilihan Pasanggiri Duta Budaya dan Pariwisata (Jaka Rara) kota Cirebon 2011 pada hari Jum’at, 23 September 2011 di Hotel Bentani kota Cirebon. Pemilihan Pasanggiri Jaka Rara kota Cirebon 2011 ini benar-benar memberikan begitu banyak arti untuk hidup saya, karena begitu banyak proses yang aku tempuh untuk sampai di acara puncak pemilihan Duta Budaya dan Pariwisata kota Cirebon. Aku adalah salah satu dari 14 finalis yang telah menjalani berbagai macam penjurian. Mulai dari penjurian kemampuan bahasa asing, bahasa daerah (Sunda dan Cirebon), pengetahuan umum, pengetahuan budaya dan pariwisata kota Cirebon, unjuk kabisa, kecantikan (kerapihan), presentasi publik, pemotretan, karantina (14 finalis), dan akhirnya malam puncak acara dengan penjurian terbuka untuk 14 finalis dan 6 besar finalis. Pada akhirnya diumumkan pemenangnya, sebagai berikut:

    (continue reading…)

    15 Comments :, , , , more...

    Artikel Penutup Lomba Blog Beswan Djarum 2010

    by on Oct.20, 2010, under Beswan Djarum

    1. Perjuangan Menggapai Beasiswa Djarum

    2. Curhatan Sang Pemimpin

    3. Kontribusi Beswan Djarum 2009-2010 DSO Puerto Rico Terhadap Masyarakat, Lingkungan Sosial & Mahasiswa

    4 Comments :, , , , , more...

    Harga Sebuah Kebersamaan Bagi Beswan Djarum DSO Purwokerto 2009-2010

    by on Oct.19, 2010, under Beswan Djarum

    phto0252Suasana malam itu sangat mencekam, teman-teman Beswan DSO Purwokerto yang senantiasa ku dampingi sedang menekan-nekankan jemarinya di atas tubuh ruang rapat. Wajah mereka terlihat sangat serius. Keningnya berkerut. Alis matanya hampir bertaut. Kacamata yang bertengger di wajah Mufti, Candra, dan Ferry semakin mempertegas keseriusannya atas apa yang sedang mereka kerjakan. Sesekali mereka menghentikan gerakan jemarinya dan menatap langit-langit di ruang Rapat kantor Djarum Purwokerto yang dingin sembari menggigit ujung jempol kanan mereka masing-masing. Aku tahu mereka sedang mencari kata-kata untuk menuangkan idenya supaya “Malam Evaluasi dan Keakraban di Baturaden” nanti dapat berjalan dengan baik, menyenangkan dan manfaatnya bisa kami rasakan.

    Majikan-majikanku ini adalah para mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi di Purwokerto, seperti UNSOED, UMP, dan STAIN. Mereka juga berprofesi sebagai aktifis organisasi di kampus mereka masing-masing. Aku selalu bercerita kepada mereka mengenai banyak hal, dari kegiatan-kegiatan di kampus sampai masalah pacar. Selain itu juga mereka sering menceritakan keluh kesahnya, hal-hal yang mereka alami dalam kesehariannya, dan apapun yang ingin mereka cerita pada diriku ini. Yah, bisa dibilang aku juga tempat curhat mereka.

    Hampir semua apa yang dialami mereka kuketahui. Seperti berita baru apa saja yang mereka baru ketahui, kegiatan mereka saat kuliah, sampai siapa wanita yang mereka sukai semua mereka ceritakan padaku. Inilah bukti kebersamaan kami sebagai Beswan Djarum Purwokerto.

    Dalam menentukan hasil diskusi, kami selalu menarik angle yang berbeda. kami termasuk orang yang terbuka dalam menentukan pendapat apalagi kalau kami sudah mengkritik orang.

    Beberapa waktu yang lalu saya dan teman-teman Beswan Djarum terlibat pembicaraan yang cukup panas. Tampaknya ada beberapa teman Beswan yang ingin meluapkan keluh kesahnya selama di menjadi Beswan Djarum DSO Purwokerto, tapi salah satu dari kami tidak menyetujui tema pembicaraan itu dikarenakan salah satu dari kami tidak hadir pada saat itu.

    Selain menyantap hidangan yang membuat lidah kami berkomat-kamit, kami jugta terus melanjutkan pembicaraan lain mengenai acara “Malam Evaluasi dan Keakraban di Baturaden”. Acara ini merupakan suatu konsep yang kami susun khusus untuk kami sebagai Beswan Djarum DSO Purwokerto 2009-2010. Dimana Acara ini selain sebagai acara terakhir kami sebagai penerima Beasiswa Djarum, tetapi juga untuk sharing dengan para alumni Beswan Djarum agar kita dapat mengetahui masa depan seperti apa yang dapat kami gapai setelah menjadi Beswan Djarum ini.

    Partisipasi dan Kontribusi yang awalnya kami hanya sebagai mahasiswa biasa namun setelah kami mendapatkan Djarum Beasiswa Plus semua itu tidaklah menjadi biasa karena kami dihadapkan dengan berbagai kegiatan soft skill dan masalah. Dimana semua itu menjadi cambuk bagi kami untuk tetap survive dalam hidup. Karena itu semua adalah tanggung jawab yang selalu kami bawa sebagai Beswan Djarum agar kami dapat membuktikan kepada mata dunia bahwa generasi muda Indonesia memiliki kualitas yang berkompeten, “That’s it our job!”.

    Pengalaman itu menjadi pendidikan yang belum pernah kami terima sebelumnya, baik itu dari lingkungan masyarakat sekitar, universitas, maupun dirumah. Sungguh kepentingan pribadi dan sosial benar-benar harus ditempatkan pada proposinya.

    Dua bulan sudah berlalu sejak rapat itu. Malam ini aku menuliskan sesuatu dalam lepiku.

    (continue reading…)

    2 Comments :, , , , , more...

    Curhatan Sang Pemimpin

    by on Sep.07, 2010, under Beswan Djarum

    f0be05578e86826f417f1f007b6aed2e1Malam kian larut, Aku masih terjaga dan ternyata ada banyak hand out yang belum kubaca. Entah apa saja yang kulakukan selama enam bulan ini, sampai-sampai tak sedikit pun materi kuliah mampir di otakku. Apa aku terlalu sibuk dengan kegiatan sebagai Beswan Djarum? kurasa tidak. Karya tulis ilmiah? Ide lagi kering. Demo? Lagi sepi, lagi malas nampang di media masa. Cewek? Baru dapat target. Belum sempat penetrasi, baru menyusun relationship consept, menyusun jadwal caper dan adaptasi kanan kiri. Huh…aku harus ngebut malam ini. Lagi-lagi sistem pendidikan kebut semalam kutelusuri.

    “Dor…dor…dor!!! Sron ada temen lu tuh!” belum satu lembar ku baca, Ibnu menggedor-gedor pintu kamar ku keras-keras. Kebiasaan buruk laki-laki.

    “Siapa Nu? Cowok atau cewek?”

    “Cewek!!”

    “Cewek? Siapa sih malam-malam begini, orang lagi musim ujian juga!”

    Ku buka pintu hijau muda itu. Spontan hingar bingar menusuk gendang telinga. Ada obrolan, bunyi mangkuknya penjual mie ayam, radio kamar sebelah, gitar rombeng dan nyanyian anak kos-kosan depan, dan yang paling jelas adalah suara TV 14 inchi yang sedang dipelototi Opik dengan seksama.

    Di depan pintu ku lihat wajah yang tak asing berdiri tegang dengan mimik pilu dan agak pucat. Ia tampak bigung dan panik.

    ”Eh Windy, ada ap…” belum selesai aku bicara Wi sudah memotong.

    ”Gawat Sron, gawat!!! Lu dalam keadaan bahaya!!”

    ”Emang kenapa? Ada apa sih? Kok panik gitu?”

    ”Aduh gimana ya jelasinnya? Jangan di sini ngobrolnya dong, bisa gak? Di dalam aja yuk!”

    Kami meneruskan perbincangan di ruang tamu belakang, meski privacy-nya kurang terjamin karena teman kosku sering bolak-balik ke kamar mandi, mungkin sambil menguping.

    “Ada masalah apa sih Wi? Ceritanya jangan panik, tenang aja!”

    ”Sron sebelumnya sorry gue udah melibatkan lu. Lu inget gak kemaren waktu kita ngobrol di depan kantor Djarum berdua?”

    ”Iya gue inget, terus?”

    ”Nah habis itu cowok gue ngejemput gue kan? Itu loh yang pake motor warna biru, pake sweater abu-abu?”

    “Oh itu cowok lu? Iya, iya terus apa masalahnya?”

    “Kemarin dia langsung marah-marah ke gue, gue ditampar., terus dimaki-maki abis-abisan”, ucapanya jadi terpotong-potong, lalu matanya basah dan tangisnya pun tak bisa tertahankan lagi.

    ”Wah…wah…wah, parah tuh!!”

    “cek…cek…cek parah banget sih cowok lu. Udah lah, yang kayak gitu sih jangan diharepin. Apalagi dia udah lu putusin aja! Lagian masih banyak yang mau sama lu”.

    (continue reading…)

    8 Comments :, , , , more...

    Perjuangan Menggapai Beasiswa Djarum

    by on Sep.07, 2010, under Beswan Djarum


    beswan1Rabu pagi yang damai, ketika embun masih mengecup bumi, ketika burung bersautan. Semua orang bergegas mencari hidup, melawan dinginnya pagi. Begitu pula aku yang tampak tergesa-gesa hendak berangkat ke kampus. aku terlambat lagi pagi ini. Maklum semalaman aku bergadang mengerjakan  tugas yang dead line-nya tinggal dua hari lagi.

    Tas cangklok warna hitam sudah kenyang dijejali buku-buku teks book yang hanya aku bawa ke sana kemari tanpa sekali pun aku membacanya, kecuali ketika ada tugas, itu pun hanya halaman depannya saja yang aku baca. Lebih kreatif lagi, mencatat dapus-nya saja.

    “Wah sudah jam tujuh lewat lima menit. Gawat nih, sudah dua kali aku tidak ikut kuliahnya pak Aris. Bisa-bisa aku tidak diperbolehkan ikut ujian akhir. Kacau…”

    Buru-buru aku memakai kemeja dan jeans Lea yang sudah satu minggu tidak dicuci. Tunggangan besinya tak sempat aku panaskan. Padahal biasanya aku panaskan dahulu sekitar 5 sampai 10 menit. Agar mesinnya awet katanya. Maklum motor jalu kesayanganku itu satu-satunya identitas dan simbol harga diri yang aku miliki. Lumayan, hasil merengek pada orang tua. Dalihnya  aku tak mau kuliah kalau tak dibelikan motor. Itu baru mahasiswa.

    Di antara adrenalin yang membuncuh, mata pedih, wajah penuh debu, asap hitam beracun yang keluar dari kentut sapi-sapi besi dan kuda-kuda rongsokan yang terus menerus menghalangi lajunya. Sekecil apapun celah aku terobos, waktu manjadi sangat berharga saat itu. Karena pada saat itu juga waktu sangat menghimpitku untuk bertemu seorang Dosen yang dimana tetesan tinta dari tangannya sangat berharga bagiku sebagai bukti IPK ku semester 5 lalu berada di atas 3,00. Wilayah banyumas ku terusuri demi bertemu sang Dosen tersebut karena waktu untuk pengiriman semua berkas pengajuan Beasiswa Djarum sangatlah mendesak. Libur semester yang membutakan mata membuat diri ini terkekang dalam ruang kosong yang tidak mengetahui Update News di kampus sana sebagai pusat pendidikan di mana langkah kakiku setiap hari selalu tertuju padanya dan kehidupan sosialku teruji disana. Di mana para mahasiswa se-Indonesia saling bersaing untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Plus ini.

    Para generasi muda yang membutuhkan motivasi, baik dari keluarga, masyarakat, dan lingkungannya sangat berarti demi mencerdaskan bangsa Indonesia ini. Adanya partisipasi dan kontribusi dari PT. Djarum yang memberikan beasiswa ini memberikan semangat picu yang tinggi seperti kuda yang berlari kencang. Tanggung jawabku sebagai mahasiswa untuk mencerdaskan bangsa, hal tersebut bisa terwujud berkat jerih payah orang tuaku yang terus membanting tulang sehingga membuat aku ingin meringankan beban orang tuaku yang selama 3 tahun ini mereka pikul di usianya yang sudah senja. Beasiswa Djarum adalah kunci dari teka-teki selama ini yang aku butuhkan untuk meringankan beban orang tuaku dan dapat menjadi bekal serta motivasi belajar yang lebih giat lagi kedepannya, karena pada saat itu akupun tau bahwa suatu hari ketika aku mendapatkan Beasiswa Djarum ini akan banyak sekali pelajaran, pengalaman, dan  softskill yang akan ku pegang. Tak terasa diujung usahaku yang penuh terjalan gelombang untuk mengajukan beasiswa Djarum ini akhirnya selesai pada pukul 14.04 WIB.

    Jarum jam yang selalu berputar selalu ku pandangi hingga pengumuman yang lolos dan berhak menerima beasiswa Djarum pun aku tunggu tiap nadi nafas ini. Akupun tertidur setelah seharian berpetualang demi mengumpulkan semua persyaratan pengajuan beasiswa Djarum ini.

    (continue reading…)

    Leave a Comment :, , , , , more...

    Kontribusi Beswan Djarum 2009-2010 DSO Puerto Rico Terhadap Masyarakat, Lingkungan Sosial & Mahasiswa

    by on Jul.27, 2010, under Beswan Djarum

    dsc01019Hampir Setahun, saya bersama teman-teman Beswan Djarum DSO Purwokerto yang biasa kita menyebut nama kota kami dengan suatu negara yaitu Puerto Rico yang manjadi simbol kota Purwokerto ini. Begitu banyak hal, pelajaran, pengalaman, dan kesan yang sangat mendalam bagi diri saya dari Beasiswa Djarum Plus (Sebutan baru tahun 2010 ini bagi penerima beasiswa Djarum), karena Beasiswa Djarum Plus tidak hanya memberikan Beasiswa berupa uang, tetapi juga memberikan Pelatihan Soft Skill bagi penerimanya. Hal itulah yang manjadi Nilai Plus dari Beasiswa Djarum. Persaudaraan, itulah yang membuat kami menjai satu. Di setiap kegiatan kami: Rapat, SILATNAS, OUTBOUND, DTL (Dare to Be a Leader) dan Kegiatan Program Kerja kami di Purwokerto membuat kami menemukan apa arti teamwork.

    Besi, Mufti(Opi), Adi, Andri, Ela, Ratih, Muammar(Hari/Pak Rektor), Dimas, Dewi, Diemas, Ferry, Candra, Tari, dan Linggar adalah Beswan Djarum 2009/2010 DSO Purwokerto yang membuat saya mendapat banyak sekali pelajaran dan pendidikan yang diperoleh dari penglaman hidup mereka. Mereka adalah orang-orang yang memiliki Kemampuan yang luar biasa, dimana  itu semua menjadikan diri saya menjadi lebih baik lagi karena dapat mempelajari hal-hal positif yang biasa mereka kerjakan.

    Rapat di rumah makan selalu menjadi hal yang paling kami sukai, bukan hanya karena kami dapat makan gratis,HEHEHE.. :)   tetapi disitu pula kami dapat saling mengobrol, bercanda, narsis dengan foto-foto sampai kami tidak mempedulikan orang-orang sekitar yang menatap kami semua, tapi biarkanlah karena hal tersebut merupakan bentuk persaudaraan kami sebagai BESWAN DJARUM, serta pendidikan di bangku kuliah tetap kami jalani seperti biasa, walaupun begitu banyak kegiatan yang membuat kami sempat kewalahan untuk mengatur itu semua, namun dengan begitu banyak pelatihan dari PT.Djarum untuk Beswan Djarum, seperti Outbound dan DTL (Dare To Be Leader), itu semua tidak menjadi masalah untuk kami. Berbagai hal yang kami peroleh dari berbagai pihak, seperti dari para mahasiswa dalam acara yang kami bentuk di Maha-Star 2010 (Kompetisi Adu Bakat Mahasiswa) yaitu kita harus percaya diri akan bakat yang kita miliki karena kami sebagai mahasiwa harus bisa membuktikan bahwa para generasi penerus bangsa ini memiliki kemampuan, tujuan, dan tekad yang sama untuk membangun bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik lagi, selain itu juga pengalaman dari masyarakat di desa Datar Banyumas dimana kami memberikan kontribusi untuk memberikan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, seperti pemberian beras, minyak, mie instant, gula, hingga dana untuk membantu para warga desa Datar disana yang membutuhkan sebagai bukti Beswan Djarum atas nama PT.Djarum peduli kepada sesama dan lingkungan sosial,. Selain itu juga kontribusi bagi Universitas kami juga melalui pelatihan Entrepreneurship dimana para motivator adalah para Dosen yang juga memiliki pengalaman yang luas dalam dunia Entrepreneurship. Para motivator didatangkan dari beberapa Universitas di Purwokerto yang memiliki pe ngaruh yang besar bagi perkembangan jiwa usaha para mahasiswa saat ini.

    dsc01330

    Perjalanan yang bisa dikatakan cukup panjang ini membuat hari-hari hidup saya semakin berwarna, foto-foto disaat kami sedang bersama menjadi kenangan yang tak terlupakan. Para generasi Muda tentunya akan memiliki bekal yang cukup untuk bersaing di Era Globalisasi ini, dengan adanya partisipasi dari PT.Djarum dalam memberikan kontribusi kepada para mahasiswa dalam program Beasiswa Djarum Plus sebagai tanggung jawab karena merupakan bagian dari komponeen negara Indonesi dalam mencerdaskan para generasi muda Indonesia untuk lebih berprestasi di mata dunia.

    Kantor PT.Djarum Purwokerto menjadi saksi akan keberadaan dan kebersamaan kami sebagai Beswan Djarum DSO Purwokerto, karena kami selalu berada di tempat tersebut untuk rapat, dan berkumpul ceria, hahaha… Unforgetable Moments

    (continue reading…)

    4 Comments :, , , , , more...

    Looking for something?

    Use the form below to search the site:

    Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!