PEMILIHAN DUTA BAHASA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2015

Sumpah Pemuda 1928 menjadi bukti peran pemuda dalam membangun konsep kebangsaan Indonesia. Semangat dan ketokohan para pemuda tersebut harus dipertahankan dan diperkuat agar tonggak-tonggak kebangsaan tetap kokoh dan terjaga. Pemilihan Duta Bahasa adalah upaya melibatkan pemuda Indonesia dalam menjaga tonggak-tonggak kebangsaan tersebut. Para pemuda Indonesia diharapkan memiliki kemahiran berbahasa, sikap, dan perilaku yang dapat dijadikan teladan. Berkaitan dengan itu, sejak 2011, Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung telah melakukan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Provinsi. Pada tahun 2015 ini, Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung kembali menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Provinsi yang duta-duta terpilihnya menjadi mitra kerja Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung dalam memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dan mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional Tahun 2015 di Jakarta.

Continue reading …

Yang Tersisa dari Project Presentation LD Batch VI/2014

Holaaaaa, setelah sekian lama membiarkan blog ini penuh dengan sarang laba-laba yang menggantung di sudut-sudutnya, hari ini baru sempat lagi menulis di sini (udah lama sih nulisnya, disimpen dulu di draft dan baru sempet di publish sekarang, hihihi )   di sela-sela kesibukan mempersiapkan abstrak Writing Competition dan Kuliah Kerja Nyata.

Tak banyak yang bisa diceritakan disini, terlalu banyak cerita untuk diceritakan seputar LD Batch 6, tak ada habisnya bahkan kadang masih suka gagal move-on ketika mengingat kembali kebersamaan-kebersamaan di Menara Peninsula sana.

 

Project Presentation (Prepare)..

Ini adalah tantangan pertama kami terima untuk mengaplikasikan ilmu dan softskill yang diberikan mengenai Vision dan Communication, kami ditantang untuk membuat sebuah Visi yang akan kami sampaikan melalui sebuah simulasi presentasi. Persiapan untuk itu bukan hal yang mudah meeeen, kita ditantang untum merumuskan visi, membuatnya ke dalam slide hanya dalam waktu kurang dari 4 jam, bayangin, buat bikin konsepnya aja udah makan waktu 2 jam men!!!

 

Kelompok kami, Bengawan Solo akhirnya sepakat untuk mengangkat tema “Bangka Belitung Surga Wisata 2024″ sebagai solusi atas masalah pertambangan yang semakin merusak alam Bangka Belitung, kebetulan karena saya paham betul dengan permasalahan ini jadi sedikit mudah untuk mengarahkan pandangan teman-teman ke arah sana, kebetulan salah satu anggota kelompok Bengawan Solo, si Levi juga pernah ke Bangka.

Rumusin, debat, revisi, bikin slide, dan diskusi sama mas Sapto, bikin dlide lagi, revisi, perbaikin slide, begitulah aktivitas selama berjam-jam tersebut. Dan kita ngumpulin SLIDE tepat 5 menit sebelum Deadline!! Hebaaaaat!! Dan parahnya lagi slide yang kita masukin itu salah karena slide si Ribka kelupaan buat dimasukin -_-“. Dan kita gak pake latihan ngomong segala macem, cuss langsung tidur. Tapi, ada satu hal yang bikin saya belajar, si Ribka bilang “kita jangan berharap menang, yang penting kita melakukannya dengan ikhlas”. Jegerrrrrr kata-kata itu memberi pencarahan kepada saya yang selama ini agak ambisius untuk meraih target apapun.

Project Presentation (Show Time)

Yeaaaaaah it’s show time!! Kembali lagi ketemu sama  Mbak Rosi yang bakal menjadi juri dalam kesempatan kali ini.  Kelompok kami gak kebagian jatah pertama hingga pada akhirnya kebagian jatah terakhir untuk presentasi,  ya gimana gak dapet terakhir wong mbak rossi ngundinya pake nawar “siapa mau pertama?” “kedua?” “terus siapa lagi”,, kita yang duduk di pojokan punggung mbak rossi jelas paling terakhir lah ..

1742297_852548324772001_1697175622_n

Kelompok Bengawan Solo (Me- Dita – Ribka – Anin – Levi – Tika – Andre)

 

tampil terakhir deg-degannya full, tapi semangat jadi turun karena udah mulai ngantuk, tapi yakinin diri masing-masing aja bahwa pasti bisa memancing 30 detik pertama untuk membuat mata audience tertuju pada kelompok kami!!

Bk6jkynCUAAbZ9q.jpg large

Yeaaaah dan datanglah kesempatan itu, berperan sebagai First Speaker yang seolah-olah menjadi Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sedang memaparkan visi misi serta masterplannya ke hadapan para anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saya rasa saya berhasil untuk melepaskan ketegangan saya dan membuat presentasi tidak “ancur” di 30 detik pertama. Diteruskan ke pembicara berikutnya Anin, ke Ribka, ke Dita, Ke Levi, terus ke Andre, dan ditutup secara apik oleh Tika!! Yeaah it’s a great show guys!!

Syukurlah mbak Rossi memuji penampilan kelompok kami dengan mengatakan bahwa kelompok kami memiliki anggota yang punya kemampuan public speaking yang cukup bagus dan semuanya rata sehingga ritme presentasinya stabil dan tidak decreasing.

Di sela-sela komentarin, lagi-lagi mbak Rossi nyeletukin saya

“Fer, ini pasti ide dari kamu ya ?

“Iya mbak !”

“Kenapa sih pake ide ini?

“Karena masalah paling krusial ya ini mbak

“Terus teman teman yang lain setuju gitu? ” mbak Rossi nanya ke anggota lain.

yang lain ngangguk, dan mbak Rossi senyum sambil manggut-manggut rada rada nyengir kuda dan seneng banget liet ekpresi mbak Rosi yang itu.

 

Selesai memilah memilih, mbak Rossi memutuskan bahwa Best Presentation Project jatuh kepada tim Musi sedangkan Best Speaker jatuh ke Gusmau (lupa nama kelompoknya). Tidak apa kami nggak mendapatkan gaji ke 13 nya, tapi seperti kata Ribka, yang penting kita melakukannya dengan Ikhlas, dan saya sama sekali tidak kecewa, bangga malah bisa presentasi di depan seorang praktisi dan ahli komunikasi sekelas Mbak Rosiana Silalahi!

Oh ya, di akhir pertemuan mbak Rossi sempet bagiin bukunya Larry King yang jumlahnya terbatas, bukunya  tentang gimana cara bicara di depan umum, dan bersyukur banget bisa jadi salah satu yang dapetin buku tersebut . Keceee!!! Makasih juga buat mbak Rossi yang udah tandatanganin bukunya!!

10448937_835991906430373_549237136_n

LD Batch 6 Day 2 : Kamu Tuh Dari Kampus Mana sih?

Holaaaaa, setelah sekian minggu meninggalkan kelanjutan cerita seputar LD Batch 6 di blog ini, akhirnya kali ini bisa nulis lagi di sela-sela hari minggu sebelum ngajar anak tetangga nyepikin anak kepala desa ,,, Sebenernya minggu-minggu ini rada hectic sih buat nulis, masih kecium bau-bau menyengat sadisnya menyelesaikan paper Pemilihan Mahasiswa Berprestasi dalam waktu satu minggu , sadis banget kan kampus gue

Anyway balik lagi ke cerita yuk,,

***

10 April 2014

Hari kedua meeeen, setelah sebelumnya diberi ilmu baru tentang creative writing sama mbak Margareta Astaman yang cantik dan energik saya bener-bener siap menerima materi-materi baru yang kalo dilihat dari agendanya sangat menarik.

Ngomong-ngomong soal agenda, di hari kedua ini kita dibekali 3 materi yang dibagi menjadi 4 sesi. Sesi satu dan dua jatahnya mas Abraham Delta, jatah kedua jatahnya mas Sapto dan yang ketiga doooonk tentunya jatah praktisi komunikasi favorit saya : yuhuu Mbak Rosiana Silalahi!!

Dan seperti biasa, kebiasaan para Beswan Djarum kalo udah nginep di hotel adalah MAGER! males gerak, males bangun dari kasur empuk , males buat ngapa-ngapain, enaknya ngulet! 

Tapi apa daya, semalem udah diwanti-wanti sama LO kalo katanya harus kumpul jam 7.30 di ruangan, alhasil dari itung itungan saya kurang lebih kesana harus jam 6.30 kalo mau menikmati sarapan sesuap demi sesuap.

Naaah, sebenernya saya udah bangun pagi sih, cuma karena lagi males terpaksa deh itu Morning Call dari  receiptionist saya kacangin iya kalo yang nelpon mbak-mbak, lah kalo mas-mas? hancurlah pagi saya! Pas mau mandi, si Aziz masih tidur dengan lelapnya menikmati hembusan dingin AC di atas kasur, karena gak mau bangunin yowies lah saya tinggal mandi dulu sambil berendam di bathtub pake aer panas, wissssss uajib men  *yang ini gak usah diceritain lah ya kegiatan nya ngapain aja*.

Setelahnya, ya tentu bangunin si Aziz donk buat mandi, terus cus ke Cafe buat sarapan dengan setelan yang udah ditentuin sama panitia. Jam menunjukan pukul 7 dan ketika mau ke ruangan, si Aziz masih sempet balik ke kamar buat molor lagi.

“Susulin aku ya kalo aku telat Fer, mau tidur lagi”

buseeet Ziz!! 

Continue reading …

Jakarta Touchdown : Hore Ketemu Lagi!

Finally, setelah sekian lama menanti kegiatan ketiga pembekalan soft skill serta perbaikan gizi  yang diberikan oleh Djarum Foundation, akhirnya kemaren hari Rabu, bertepatan dengan Pemilu Legislatif akhirnya saya dan Julian kembali diterbangkan ke Jawa untuk menikmati fasilitas yang kami dapatkan selama masa jabatan. Jakarta,, here we goooooo for Leadership Development Batch VI!!

Omong-Omong soal Leadership Development, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang saya tunggu-tunggu karena di kegiatan inilah Djarum Foundation mengeluarkan jurus mautnya dengan mendatangkan pakar-pakar di bidangnya masing-masing untuk membentuk kami menjadi pemimpin masa depan. Viva Beswan Djarum!!! Tapi, ibarat dua sisi mata koin, kegiatan ini juga berat untuk diikuti karena ini adalah kegiatan terakhir untuk kami para Beswan Djarum ikuti dengan “tanpa perjuangan”. Setelah ini, kami harus melalui sebuah kompetisi untuk dapat berkumpul lagi di event-event Djarum berikutnya.

Continue reading …

Cumlaude : Pilihan atau Kewajiban?

cumlaude sash

Bagi mereka yang telah menyandang gelar mahasiswa, tentu tidak akan asing lagi dengan kata “Cumlaude”. Betul kan? Tapi banyak yang tidak tahu apa sesungguhnya makna dari kata yang diberikan untuk gelar kehormatan itu sendiri.

Bagi yang belum tau mengenai apa itu Cumlaude, cumlaude adalah sebuah gelar istimewa yang diberikan saat prosesi wisuda bagi para mahasiswa yang memiliki IPK diatas 3,50 dan menyelesaikan studi dengan waktu kurang dari 4 tahun.

Continue reading …