sumber: republika.co.id;
bendera duo korea di atas korea

Peran Amerika Serikat dalam Konflik Semenanjung Korea abad-21

  • Latar Belakang

Pasca Perang Dunia kedua blok sekutu terbelah menjadi dua blok, yaitu blok barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan blok timur yang dipimpin oleh Uni Soviet. Dalam politik internasional kemudian situasi ini dikenal dengan istilah Perang Dingin, perang yang tidak menciptakan perang besar namun hanya benturan-benturan kecil bersenjata dan persaingan ideologi, teknologi, dan perlombaan persenjataan (Arms Race). Saat Perang Dingin inilah terciptanta situasi yang dikenal dengan oleh orang-orang realis sebagai “Power of Balance”, yang dianggap sebagai situasi yang ideal dalam politik internasional. Karena ada dua kekuatan besar yang menjadi penyeimbang dalam konstelasi di dalam politik internasional.

Perang Dingin khususnya yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Soviet berawal ketika Amerika Serikat di bawah pimpinan President Harry Truman dalam pidatonya yang kemudian didukung oleh Kongres pada tanggal 12 Maret 1947, pidato tersebut berisi dukungan Amerika Serikat terhadap pemerintah Yunani dalam memerangi Partai Komunis Yunani. Tindakan tersebut diambil oleh Presiden Truman setelah Inggris memutuskan untuk menghentikan dukungannya. Dari sini kemudian lahirlah atau dikenalah istilah Doktrin Truman, yakni doktrin yang pada umumnya berbicara tentang pembendungan komunis di seluruh dunia (Contaiment Policy) .

Ada berbagai versi tentang dimulainya Perang Dingin, yang saya tau setidaknya ada dua versi yang menyatakan awal mula Perang Dingin dimulai. Sebagian mengatakan Perang Dingin dimulai sebelum Perang Dingin yaitu pada tahun 1943-an, dimulai dari pertemuan ketiga pemimpin negara F.D. Roosevelt sebagai Presiden Amerika Serikat, W. Churcill sebagai Perdana Menteri Inggris, dan J. Stalin sebagai Marshal Uni Soviet yang bertemu dalam konfrensi di Tehran, Iran 1943. Saat Amerika Serikat dan Inggris mengajak Uni Soviet untuk ikut terlibat membendung Hittler dan Nazi Jerman, muncul kecurigaan dari Stalin kepada kedua teman Saxon barunya tersebut.

Namun dalam tulisan saya ini, saya bukan mau membicarakan permasalahan Perang Dinginnya, melainkan dampak dari Perang Dingin yang membawa perubahan dalam peta politik dunia. Khusus di kawasan Asia terjadi konflik bersaudara di beberapa kawasan seperti di Tiongkok, Afganistan, Indonchina (Vietnam), dan Semenanjug Korea. Konflik di dasari oleh perbedaan ideologi, dan dalang dari konflik diberbagai wilayah tersebut ialah kedua seteru abadi dalam Perang Dingin yaitu Uni Soviet dan Amerika Serikat.

Dalam buku “The World Since 1945 A History of International Relations” yang disusun oleh Wayne C. McWilliams dan Harry Pitrowski menuliskan dalam bab tiga menuliskan tentang Perang Dingin di Asia sebagai sebuah perpindahan tempat konflik yang terjadi di Eropa kemudian mengalami perluasan hingga berdampak ke Asia (McWilliams & Piotrowski, 1990). Diawali dari konflik ideologi, yang melahirkan konflik-konflik kecil bersenjata di wilayah-wilayah Asia yang telah saya sebutkan di atas.

Untuk memenuhi tugas Peran Internasional Amerika Serikat saya mengambil salah satu konflik masa lalau yang hingga sekarang masih terjadi, dan menjadi warisan Perang Dingin yaitu konflik di Semenanjung Korea (Korea Peninsula). Hingga saat ini upaya untuk mendamaikan kedua Korea sedring mendapatkan jalan buntu, dan sering dipolitisasi untuk kepentingan aktor besar dibalik konflik kedua negara sebangsa itu.

Saya tertarik mengambil topik dan menurut saya sesuai dengan mata kuliah Peran Internasional Amerika Serikat, Amerika Serikat memiliki peran yang besar di dalam konflik kedua Korea dan secara umum di kawasan Asia Timur. Sering kerjasama ekonomi di kawasan ini kurang maksimal atau bahkan sulit tercapai dikarenakan konflik yang masih terjadi di antara sebangsa berbeda negara ini.

  • Sejarah Perang Korea

Seperti yang saya telah jelasakan pada latar belakang, Perang Dingin yang mengalaim perluasan atau melebar ke wilayah Asia dan menghasilkan perpecahan di beberapa wilayah, salah satunya di semenanjung Korea. Perang Korea berlangsung selama tiga tahun, dimulai dari 25 Juni 1950 sampai dengan 27 Juli 1953, perang yang berlangsung di ear perang dingin juga disebut sebagai perang saudara seperti yang telah saya tuliskan  di bagian latar belakang (Astrid & Nadif, 2011).

Berawal dari keterlibatan Uni Soviet dalam mendeklarasikan perang pembebasan Korea pada 9 Agustus 1945 dari cengkraman Jepang pasca Bom Atom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki yang mengakhiri Perang Dunia kedua. Dalam sekejap Tentara Merah Soviet berhasil menduduki Korea Utara dan sehari setelahnya berhasil mengusir Jepang dari wilayah tersebut. Uni Soviet membaca ketidakberdayaan pasukan Jepang pasca di Bom Atomnya kedua kota utama di wilayah negar Jepang, Hiroshima dan Nagasaki.

Tiga miinggu setelah itu tepatnya pada tanggal 8 September 1945 pasca penyerahan wilayah Korea Selatan dari Jepang, Amerika Serikat mendaratkan ribuan pasukannya di pantai timur Korea bagian selatan. Ini mengakibatakn wilayah semenanjung Korea yang sebelumnya dibawah kekuasaan Jepang terpecah menjadi dua, dan dibawah kekuasaan dua negara yaitu Uni Soviet yang terlebih dahulu berhasil menguasai baguan utara Korea dan Amerika Serikat yang kemudian menguasai Korea bagian selatan.

Konflik semakin memanas dengan dideklarasikannya pendirian negara Republik Korea oleh Korea Selatan pada tanggal 15 Agustus 1948 dan beribu kota di Seoul dibawah pimpinan Tokoh Nasionalis Syangman Rhee. Tidak mau kalah pada bulan September 1948 Korea Utara mendeklarasikan berdirinya negara Republik Demokrasi Rakyat Korea yang beribu kota di Pyong Yang dibawah pimpinan Perdana Menteri Kim Il Sung. Inilah yang kemudian menjadi akar dari konflik yang terjadi di Semenanjung Korea hingga saat ini, meski keduanya memiliki ambisi untuk menyatukan Korea dibawah satu kepemimpinan namun nampaknya hal itu sulit terjadi. Ini dikarenakan ambisi dari pimpinan masing-masing negara diantara kedua Korea.

Isi

  • Perang Dingin

Perang Dingin seperti yang telah saya tuliskan pada latar belakang membawa dampak ke seluruh wilayah di belahan dunia, termasuk di Asia. Asia menjadi perpindahan dari konflik Perang Dingin di Eropa yang mengalami perluasan. Amerika Serikat memegang peran kunci di dalam Perang Dingin bersama dengan seteru ideologinya Uni Soviet, hampir semua konflik yang terjadi di muka bumi tak lepas dari keterlebitan mereka. Termasuk di dalam konflik Korea.

Awalmula keterlibatan Amerika Serikat di dalam tiap konflik dimulai dari berubahnya politik luar negeri Amerika Serikat di era Presiden Harry Truman, di-era Truman politik luar negeri Amerika Serikat lebih bersifat intervensi. Ditambah lagi diberlakukannya politik pembendungan pengaruh Komunis yang dikeluarkan di-era Presiden Truman, yang mengakibatkan Amerika Serikat selalu terlibat di dalam konflik yang juga melibatkan Uni Soviet sebagai negara utama dalam dunia Komunis yang tergabung di dalam Komitern (Komunis Internasional/ Internasional II).

Termasuk di dalam konflik bersaudara di Korea, Amerika Serikat secara aktif membantu dan memberikan pelatihan militer kepada pasukan Korea Selatan. Ini dilakukan untuk membendung pengaruh Komunis yang coba disebarkan oleh Uni Soviet melalui negara satelitnya Korea Utara. Di era-perang dingin keterlibatan kedua negara masih sangat terlihat dan terkesan fulgar, dan konflik keduanya terkadang irasional dan tidak menggunakan perhitungan untung rugi. Dalam konflik tersebut faktor ideologi menjadi sangat substansial bagi Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Bagi Amerika Serikat membendung pengaruh Komunis adalah sebuah keharusan, dan menyebarkan ajaran demokrasi, kebebasan, dan kesetaraan atau yang kita kenal dengan istilah American Value (Western Value). Ini dilakukan untuk mencegah perkembangan Komunis yang mereka anggap sebagai bahaya laten, dan mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah Komunis mendekati daratan utama Amerika Serikat dengan berbagai cara.

Seperti yang ditulis dalam pidato Presiden Truman pada tanggal 28 Juni 1950,  yang diberi judul “Invasion of Republic Korea” (Elsey, 1950), Truman menunduh Komunis Korea utara telah melewati batas dalam percobaan untuk menaklukan negara merdeka Korea Selatan. Presiden Truman juga menyatakan Amerika Serikat siap memberikan bantuan pasukan dari udara dan laut dalam membendung serangan yang dilakukan oleh Korea Utara terhadap Korea Selatan yang notabennya dianggap oleh Amerika Serikat sebagai negara merdeka (padahal Uni Soviet dan Korea Utara disaat yang sama menuduh Korea Selatan sebagai negara boneka Amerika Serikat).

Saat perang dingin Amerika Serikat secara terbuka mencoba mempertahankan keberadaan negara Korea Selatan, dengan bantuan militer dan memfokuskan kebijakannya di Asia Timur (Far East) untuk melindungi Korea Selatan dari invasi Korea Utara dan Amerika Serikat bersama sekutunya Perancis tidak mempercayai tindakan yang telah dilakukan oleh USSR (Uni Soviet).

Diawal perang dingin dan hampir selama perang dingin peran Amerika Serikat di dalam konflik Semenanjung Korea sangat dominan dan terlihat, ini dikarenakan Amerika Serikat merasa perlu membendung pengaruh Komunis yang diperkuat oleh negara major power seperti Uni Soviet. Amerika Serikat juga mengerahkan kekuatan armada militer laut dan udara untuk membantu Korea Selatan dalam menghadapi Korea Utara. Juga mengirimkan penasihat militer serta peralatan dan teknologi tempur yang canggih untuk membantu Korea Selatan yang dianggap sebagai negara merdeka yang harus dilindingi kedaulatannya (sovereignty).

  • Pasca Perang Dingin (abad 21)

Runtuhnya Uni Soviet dan reunifikasi duo Jerman menjadi pertanda berakhirnya Perang Dingin, era baru melahirkan hegemony Amerika Serikat yang dianggap sebagai pemenang dari perang urat syaraf yang berlansung hampir setengah abad. Perang Dingin memang telah usai, namun tetap menyisakan dampak dari perang tersebut dalam politik internasional. Termasuk konflik di semenanjung Korea seperti yang telah saya tuliskan pada bagian latar belakang.

Keterlibatan Amerika Serikat pasca perang dingin mengalami perubahan, tidak seagresif ketika masa perang dingin. Ini karena musuh ideologi mereka tidak lagi sekuat ketika masa perang dingin. Amerika Serikat lebih sering mengunakan tangan ketiga dalam mengahadapi Korea Utara dalam konflik Korea, yang mereka anggap sebagai “orang gila” (Madman). Tngan ketiga yang sering kali digunakan Amerika Serikat ialah organisasi-organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Dilibatkannya IAEA dalam konflik Korea karena pasa Perang Dingin yang digunakan Amerika Serikat untuk melindingi sekutunya Korea Selatan ialah permasalahan pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara. Amerika Serikat merasa perlu melakukan pengawasan terhadap pengembangan teknologi nuklir Korea Utara yang dianggap akan mengancam dunia, khususnya negara-negara di kawasan Asia Timur.

Namun apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat, dengan melibatkan IAEA dalam kasus nuklir Korea Utara dianggap Korea Utara hanya memperburuk permasalahan nuklir tersebut (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/09/06/m9wong-korut-tuding-iaea-perburuk-masalah-nuklir). Dalam laporan resmi kantor berita KCNA (Korea Central News Agency), mengatakan Pyongyang menegaskan IAEA hanya memperburuk masalah nuklir di semenanjung Korea. Juga mereka mengatakan situasi ini hanya mendukung permusuhan antara Pyongyang dengan Washington.

Selain menggunakan badan internasional dan permasalahan nuklir Korea Utara, Amerika Serikat juga sering melakukan propaganda dengan melakukan latihan militer bersama dengan Korea Selatan. Kore Utara sering mengecam tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini (http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/09/06/m9wong-korut-tuding-iaea-perburuk-masalah-nuklir), dan menurut saya hal tersebut hanya akan memperburuk terciptanya perdamaian di semenanjung Korea. Sebagai polisi dunia seharusnya Amerika Serikat bisa menjadi penengah diantara duo Korea yang sedang mencoba untuk mendiskusikan perdamaian.

Setelah perang dingin usai, bahkan saat masih di-era perang dingin kedua negara mencoba untuk mempersatukan negara Korea dibawah satu pemerintahan yang merdeka. Namun intervensi dari Amerika Serikat sepertinya memperburuk usaha perdamaian yang coba diciptakan di semenanjung Korea. Pasca Perang Dingin Amerika Serikat menggunakan tangan ketiga untuk terlibat dalam konflik duo Korea, dan permasalahan nuklir Korea Utara digunakan sebagai jalan untuk melemahkan pemerintahan Korea Utara. Amerika Serikat juga mengunakan sekutu-sekutunya di Asia Timur seperti Jepang dan Korsel untuk  mengawasi Korea Utara.

Sebagai polisi dunia seharusnya Amerika Serikat bisa bersikap netral dalam konflik Korea, dan menghargai kedaulatan kedua negara. Namun di abad 21 Amerika Serikat justru ingin terlibat lagi di dalam konflik antara dua negara ini. Amerika Serikat juga sering mengeritik permasalahan demokrasi di Korea Utara. Dalam lawatannya ke Seoul Korea Selatan ketika masih menjadi Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton membandingkan antara Korea Utara dengan Korea Selatan.

Ia memuji Korea Selatan dan mengeluarkan kata yang propaganda “… South Korea, a wealthy, advance democracy and key ally living in the shadow of repressive and bellicose neighbor to the north. (tambahan: North Korea)” (Clinton, 2014). Kalimat tersebut berpotensi memperkeruh konflik antara kedua negara, dan kata kemajuan demokrasi (advance democracy) menjadi kata kunci bagaimana Amerika Serikat menginginkan Korea Utara mengikuti sistem demokrasi serupa dengan Korea Selatan, yang notabennya menganut sistem demokrasi serupa dengan Amerika Serikat (American Democracy Concept).

Hillary juga sedikit menyidir pemimpin Korea Utara yang totaliter yang membawa 25 juta rakyatnya mendekati kemiskinan. Seharusnya Hillary tidak mengeluarkan kata-kata seperti itu, entah dimuka umum atau hanya di dalam sebuah buku. Mengingat seharusnya Amerika Serikat menggunakan statusnya sebagai negara major power untuk berusaha meredakan konflik dan ketegangan kedua negara. Seperti halnya Rusisa yang merupakan pewaris dari Uni Soviet.

Rusia sering menyindir Amerika Serikat yang sering membawa isu-isu demokrasi dan mencoba terlibat dan memperkeruh resolusi konflik di Semenanjung Korea. Rusia yang sekarang memiliki politik luar negeri yang pragmatis dan berorientasi kepada kerjasama ekonomi mengajak Amerika Serikat dan negara-negara Major Power untuk membicarakan solusi yang mungkin diambil untuk mendamaikan kedua negara. Enam negara yang terlibat dalam pembicaraan solusi Korea ialah Amerika Serikat, Federasi Rusia, Repbublik Rakyat Tiongkok, Jepang, Korea Utara, dan Korea Selatan, dan dikenal dengan six party tallk (Joo, 2012).

Amerika Serikat diharapkan bisa bersikap netral dan tidak mengunakan standard ganda (duble standard) seperti yang biasa mereka jalankan. Amerika Serikat memiliki peran kunci di dalam perdamaian Korea, karena sering kali Amerika Serika menjalankan propaganda dan mengeluarkan pendapat-pendapat yang membuat geram Korea Utara dan mengeluarkan ancaman untuk negara tetangga sebangsanya Korea Selatan.

  • Kesimpulan

Perang Korea berawal ketika masa perang dingin, dan merupakan bagian dari perang dingin yang mengalami perpindahan tempat ke Asia. Amerika Serikat terlibat aktiv memberikan bantuan kepada Korea Selatan selama perang Korea berlangsung, dan Uni Soviet juga memberikan dukungan kepada tentara Korea Utara. Konflik ini didasari oleh perbedaan ideologi dan menjadi legacy dari konflik inti perang dingin antara Amerika Serikat.

Terlibatnya Amerika Serikat dalma konflik Korea dimungkinkan karena politik luar negeri Amerika Serikat di era- Presiden Truman bersifat intervensi, dan terlibat dalam konflik ideologi di Korea merupakan sebuah keharusan bagi Amerika Serikat. Karena sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat untuk membendung pengaruh komunis di dunia, yang dikenal dengan nama containment policy. Kebijakan ini pertama dikenal di dalam pidato Presiden Truman tahun 1947, tentang membantu pemerintah Yunani dalam memerangi Partai Komunis.

Perang Dingin berakhir di awal 1990-an, namun konflik Korea hingga saat ini belum menemui titik terang. Meski kedua negara memiliki satu keinginan, yaitu menyatukan Korea dibawah satu pemerintahan. Akantetapi perbedaan ideologi dan rasa ingin mempertahankan deologi di antara kedua negara menambah sulit untuk terciptanya perdamaian abadai di antara kedua Korea.

Amerika Serikat memiliki peran kunci dalam usaha menciptakan perdamaian di antara kedua negara sebangsa ini, namun negara besar lain seperti Federasi Rusia menginginkan Amerika Serikat tidak bermain dibalik layar yang mengakibatkan proses perdamaian di semenanjung Korea. Mengingat sering kali dalam peran internasionalnya membuat Korea Utara semakin sulit untuk diajak berdiplomasi.

Amerika Serikat sebagai negara yang memiliki kepentingan juga diharapkan dapat menahan diri, dan menghentika propaganda yang dapat berpotensi memperkeruh diplomasi untuk terciptanya perdamaian. Untuk menciptakan perdamaian Amerika Serikat juga terlibat dalam forum dialoge  yang dikenal dengan istilah six party tallk. Forum ini diharapkan dapat menciptakan perdamaian abadi di smenanjung Korea, dan dengan perdamaian tersebut dapat menciptakan kerjasam ekonomi yang baik di kawasan Asia Timur. Juga dimungkinkan untuk terciptanya integrasi perdagangan di Asia Timur.

 

Penulis: Amos Sury’el Tauruy (Tugas Peran Internasional Amerika Serikat)

Daftar Pustaka

Astrid, & Nadif, F. A. (2011). Sejarah Perang-perang Besar di Dunia. Seleman: Familia Pustaka Keluarga.

Clinton, H. R. (2014). Hard Choices. New York: Simon & Scuster`.

Elsey, G. M. (1950, June 28). Invasion of Republic of Korea. Far East .

Joo, S.-H. (2012). Russia and the Korean Peace Process. In T.-H. Kwak, The Korean Peace Proces and Four Powers (pp. Chapter 8; 141-168). Asghate: Asghate Pub. Ltd.

McWilliams, W. C., & Piotrowski, H. (1990). The World Since 1945. Colorado: Lynne Reinner Publishers, Inc.

Halaman Web:

http://www.trumanlibrary.org/whistlestop/study_collections/koreanwar/index.php

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What is 5 multiplied by 8?