Presiden ke-7 Republik Indonesia

sumber: google

4 Prioritas Politik Luar Negeri Joko Widodo

Dalam debat yang dilaksanakan untuk ketiga kalinya (22/06/2014) antara kedua pasang capres (calon president) yang akan bersaing memperubutkan suara unutuk menjadi President Republik Indonesia periode 2014-2019 di tanggal 9 Juli mendatang. Debat capres ketiga ini dipandu oleh guru besar Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana dilangsungkan di Hotel Holloday Inn Kemayoran, bertemakan Politik Internasional dan Ketahanan Nasional.

Setidaknya ada empat point utama dalam hal politik luar negeri yang di utarakan oleh capres no urut 2 Joko Widodo, yakni:

  1. Perlindungan TKI/WNI di luar negeri
  2. Perlindungan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki Indonesia
  3. Produktivitas –Daya Saing
  4. Keamanan Regional-Perdamaian Dunia.

Untuk point pertama, Joko Wi menjelaskan perlunya mempersiapkan Tenaga Kerja Indonesia dengan menyeleksi, mempersiapkan, serta mengawasi Tenaga Kerja Indonesia sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Peran kedutaan besar Indonesia di luar negeri juga harus dimaksimalkan dalam megawasi TKI di luar negeri.

Dalam point yang ketiga, melihat perlunya dibangun produktivitas dan daya saing  khusunya dalam memanfaatkan WTO (World Trade Organization) yang mempunyai manfaat dan resiko. Bisa bermanfaat jika kita bisa memaksimalkan daya saing kita dalam organisasi perdangan internasional tersebut.

Terkait masalah keamanan mantan walikota Solo dan Gubernur DKI Jakarta non-aktiv ini menjanjikan akan meningkatkan kesejatraan TNI (Tentara Nasional Indonesia) dan keluarganya karena sebagai garda terdepan yang menjaga keamanan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) juga ia menjanjikan akan melakukan moderenisasi dalam bidang alusista persenjataan.

Sebagai contoh beliau akan menggunakan teknologi drone untuk melindungi wilayah NKRI. Penggunaan drone tersebut nantinya dapat melindungi laut indonesia dari illegal fishing (penangkapan ikan illegal) dan Illegal loging (pembalakn legal). Nantinya drone ini dapat menjaga ketahanan ekonomi nasional, dan menyelamatkan uang negara sebesar 300 triliun yang hilang akibat kedua hal yang dilakukan di wilayah NKRI.

Dalam permasalahan manusia pelintas batas dan masalah tapal batas Joko Wi menekankan pentingnya dialog antara negara-negara yang terlibat dalam hal tersebut secara intensive. Namun Joko Wi menekankan, bahwa dirinya bisa tegas jika menyangkut masalah yang menyangkut perbatasan wilayah NKRI.

 

Reporter: Amos Sury’el Tauruy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Before you post, please prove you are sentient.

What is that thing with fingers at the end of your arm (one word)?