My Writings. My Thoughts.

Sudah Waktunya. Sadar.

// August 10th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Malam ini Saya keluar rumah minta ijinnya mau ke PI buat beli kado ada teman yang weekend ini nikahan. Sampe PI malah bingung. Semakin banyak pilihan, orang malah semakin bingung ya kan? Alhasil, tidak bisa memutuskan sendiri apa yang harus dibeli. Malah sibuk membayangkan andai LRT pintunya bisa masuk langsung ke PI. Dari PI bisa pindah langsung ke PS. PS dan PI memang harusnya punya akses sky walk! Okeh fokus lagi.

“Dan gue malu kalau gue sehambur-hambur itu tetapi untuk bersedekah malah nggak seberapa.”

Kalimat yang Saya ambil dari blog nya Gitasav. Kami memang tidak saling kenal, belum pernah juga bertemu langsung. Untuk berpikiran yang sama boleh kan? Seringnya Saya merasa sama, dalam hal berpikir dengan beliau. Sederhana. Masuk akal. Sepertinya hidupnya tidak neko-neko? Disamping dia yang sudah mulai menyandang sebutan ‘Social Media Influencer’. I want to be like you one day, yes like you but not you!

Kita bertanggung jawab untuk hidup kita masing-masing memang. Bagaimana saat baru saja kenyang, melangkah keluar dari tempat makan menuju parkiran, langsung diperlihatkan sama Bapak, Ibu yang berjalan mendorong gerobaknya. Gerobak yang mungkin dijadikan rumah? Dengan anak-anaknya berada didalam gerobak. Terlalu mudah memang bertanggung jawab untuk perut sendiri yang lapar tadi. Sementara Bapak, Ibu tadi masih lapar kah? Kalau Saya sendiri masih kesulitan untuk menanggung semua perut mereka yang kelaparan. Memang, memang hidup ini adalah tanggung jawab masing-masing individu yang menjalaninya.

Setidaknya Saya sudah diberikan pemikiran bahwa hidup itu bukan tidak adil. Mereka memang mendapat bagian cerita kehidupan yang bagi kebanyakan orang, mungkin terdengar ‘begitu amat ya hidupnya?’ Mereka bukan tidak berusaha. Sudah. Lalu? Apakah salah jika kita berpikir saja bahwa Tuhan memang menginginkan ini. Sadarkah kalau itu juga fungsi nya Tuhan menganjurkan kita untuk bersedekah kan? Jika semua individu berkemampuan yang sama bagaimana lagi caranya berbagi?

Jujur dulu Saya berpikir orang miskin itu pasti malas, dulu sekolahnya bolos, dst… Tapi bukan kah sekejap saja jika Tuhan mau makhluknya kaya mendadak? Saya sadar. Pola pikir Saya yang seharusnya Saya ubah. Sebagian besar hidup kita memang sudah maunya Tuhan, ya sudah kita menjalani saja.

Hidup itu bukan tidak adil. Hanya karena segelintir individu yang berpikir, ‘Ya kalau kalian makan sehari sekali, tidak punya rumah layak dan serba kekurangan lantas jadi tanggung jawab Saya?’ atau ‘duit-duit gue ya suka-suka gue lah mau ngapain!’ coba dibalik, ‘Ya kalau kalian kaya raya, mampu membeli semua isi dunia, punya rumah yang nyaman dan bisa makan sekenyangnya lantas kalian merasa dunia ini jadi milik kalian?’ Apa gunanya kita terus membandingkan antara kemampuan dan ketidak mampuan kita ini. Dimata Tuhan kita semua tidak mampu kok, sederhana sekali sebenarnya. Memangnya menyenangkan melihat saudara kita menjalani cerita hidupnya yang menurut kita sendiri menyedihkan? Memangnya menyenangkan melihat saudara kita menjalani hidupnya yang menurut kita sendiri mewah?

Bukankah sama saja? Semua makhluk toh harus beribadah. Menyembah dan mengingat Tuhannya. Hanya saja jika kita mau sedikit menghilangkan rasa egois dan melihat bahwa hidup dan kehidupan kita ini sangat luas. Apakah kalian sudah sampai di tahap hidup dimana setiap detik perubahannya membuat kalian berpikir sejenak mengapa Tuhan mau kita melalui hari ini, kejadian ini.  Terpikirkan bahwa hidup itu bukan tidak adil. Bukan lagi soal tidak menyukai satu sama lain hanya karena perbedaan. Kita memang tidak bisa menyenangkan semua orang. Tapi kita sudah pasti bisa untuk baik pada semua orang.

Bukan soal, ‘Mereka juga tidak mengenal Saya. Mereka juga bukan tanggung jawab Saya’ Jangan lupa bahwa kita itu baik. Tidak akan jadi masalah jika orang lain belum menjadi baik. Menghargai setiap individu itu harus. Jika mereka miskin, suatu saat mereka bisa saja lebih kaya. Jika mereka bodoh, suatu saat bisa saja mereka lebih pintar. Jangan fokus kesana. Jika kita baik sampai kapan kita bisa mempertahankannya? Karena menjadi kaya, miskin, jahat sangatlah mudah. Tapi baik? Silahkan untuk mulai dipikirkan.

Ingin sekali rasanya meluruskan segala hal yang mengganggu dimata Saya. Seperti kata Gitasav idealis boleh, tapi kita harus realistis juga. Tidak mungkin memusuhi semua yang tidak sejalan dengan kita. Apa yang kita tentang. Saya juga masih sering berpikir orang lain lebih buruk daripada Saya. Saya juga masih bagian dari buruk itu sendiri. Apa di usia sekarang (usia muda) kalian sudah aware dengan keadaan orang disekitar yang timpang dengan kondisi kita? I hope so. Karena Saya sudah menjadi bagian dari yang tidak bisa langsung menutup mata dan telinga Saya jika mata dan telinga Saya sudah menangkap sesuatu. Saya sudah.

Tapi Saya sadar hidup tidak bisa selalu idealis harus juga realistis. Saya terus berusaha menyeimbangkan ini. Saya juga belum mampu berbuat banyak. I’m working on it. What about you? Semoga kita bukan bagian dari individu yang memandang segala sesuatunya buruk. Bukan bagian dari individu yang memperlebar celah perbedaan. Tapi individu yang mencari jalan keluar, menyatukan.

Manis di Akhir

// July 9th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Hai good people! Sapaan nya sengaja Saya ganti juga ya. Bosen, tahun baru kan? Loooohh… Arrrrrrrggghh sudah lama lama lamaaaaaaaaaaa sekali tidak menulis. Gilak! Terakhir itu bulan Mei dan ini sudah bulan Juli hahaha….. Sedikit merasa berdosa juga karena kesibukan kemalasan kemarin. Anyway, selamat Hari Raya Idul Fitri yah buat semua umat muslim seluruh dunia. Semoga ibadah kita kemarin maksimal dan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan. Ohya jangan jadikan bulan Ramadhan kemarin sebagai bulan penundaan kebiasaan-kebiasaan buruk kalian yah. Setelah Ramadhan seharusnya semua kebiasaan buruk itu hilang! Self reminder.

Cerita ini soal kemarin keluarga Saya yang lebaran di Kota Jakarta. Tidak. Tidak istimewa buat kalian tapi special buat Saya dan keluarga Saya. Memang ada rencana berangkat kesana tapi lebaran ke-3. Hari lebaran ke-2 Saya bangun tidur dengan santai dan masih gitu2 saja, memang belum banyak yang di packing… Setelah bangun ngulet-ngulet sebentar, sarapan terus Saya lanjut menyetrika baju yang yah sudah menggunung seperti biasa. Selesai nyetrika, rencana Saya mau ketemu sama para wanita yang sudah lama tercecer di perantauan. Kangeeeeeenn, sudah yaaaaaah… ribuan jam lah gak ketemu hahaha

Tiba-tiba saja Ibu manggil dari lantai bawah. Ternyata Ayah mau berangkatnya hari ini bukan besok. Wtf… bete bete bete! To be honest, Saya gak suka sama rencana yang mendadak berubah karena sudah pasti akan membuat rencana lain berantakan, ya benar saja. I said to him we shouldn’t change the plan suddenly, belum packing, dan di hari yang sama Saya kan sudah janji harus bertemu klien, lol But, he is one of stone head ever lol apalah bahasanya Terjadilah akhirnya buru-buru in action. Mandi, packing, dan lainnya dalam waktu kurang dari 3 jam Woww… terdengar mustahil memang.

Disini ceritanya baru dimulai. Jujur, Saya berangkat dengan hati kesal, yeaaaaaahh… oh ayolah ini kan liburan. Harusnya membahagiakan? Nanti kalau jadi orangtua jangan begini ya Wen! Iya Wen Benar. Tidak ada gunanya memperbesar masalah dan mengobarkan amarah. Diam saja dulu kalau tidak bisa sabar, tidak bisa mengatakan yang baik-baik apalagi menjadi anak baik saat sedang marah. Berjalan lah! Maka kau akan mengenal sifat orang-orang yang ikut bersama kamu. Sifat asli. Bahkan sifat asli kita sendiri, hmm maksudnya Saya.

Tidak suka dengan perubahan rencana mendadak, tanpa kompromi!

Harus ada yang dikorbankan demi keluarga? Pertemuan dengan para sahabat lama, kelamaan tidak bertemu lebih tepatnya. Harus menjadi korban. Sampai di Jakarta, tidak jauh dari pelabuhan Merak yah kalau yang di Jakarta. Kita mampir ke rest area buat mandi hahaha….. Kocak banget kan ini pertama kali Saya mandi di rest area. Tapi tempatnya bagus, bersih. Bodo amat pokoknya rambut handukan berasa dirumah sendiri keluar dari tempat mandi mau balik ke mobil. Selesai mandi sarapan juga super aneh. Saya kira di mobil ada bawa pop mie. Ternyata malah mie bungkusan biasa rasa mie celor. kalian pasti tahu. terus dipandu Ayah beli air panas satu gelas, mie nya direndam terus dimakan. Antara gue amaze sama mikir ini makan pagi aja ngirit banget, tapi doi kepikiran.

Selesai semua kita lanjut jalan ke beberapa tempat, banyakan ngunjungin keluarga sih. To be honest, liburan ini tidak sesuai ekspektasi Saya. Riweh banget pokoknya. Drama-drama kesasar. Nelfon sana-sini minta dijelasin arah. Nyalahin google maps juga. Tidur di pom bensin, alfamart, tempat makan lah. Gantian jadi navigator yang bentrok terus sama supirnya. Navigator suka salah vs driver yang suka ngotot! Iya sih tidak terlupakan. Tidak lupa rasa kesalnya. Tapi in the end of the day, kita semua satu keluarga. Apalagi yang lebih penting dari itu semua ya kan?

Sampai akhirnya Jumat, 30 Juni 2017. Waktunya Saya pulang dan mereka harusnya masih melanjutkan perjalanan antah berantah tidak ada tujuan aka gak jelas, asal sampai. Saya harus pulang duluan karena ada nikahan teman besoknya terimakasih Tuhan Saya tidak harus terjebak lebih lama lol Saya gak mau terlewat karena sudah bela-belain bikin seragamnya. Paginya Saya minta di antar ke Richeese Factory cempaka putih. Unfortunately, tempat ini punya kenangan pahit hahaha Tapi tetap saja mupeng ya kan. Kenapa kesana? Karena ini outletnya langsung, gedung sendiri. Bukan yang didalam mall. Akhirnya mereka makan langsung dari tempatnya karena selama ini Saya cuma take away doang sebelum pulang ke Palembang. Terimakasih ya Allah terkabul salah satu keinginan bawa mereka kesana semoga nanti bisa bawa samapi tanah suci aamiiiiin

Selesai makan mereka mau antar Saya ke bandara langsung, baru juga jam 10 pagi. Flight nya jam 6 sore. Ya kali Saya sendirian di bandara bengong, ngapain! Saya minta ditinggal. Ada kan yah anak yang minta ditinggal, biasanya kebalik orangtua yang ninggalin anaknya. Mereka lanjut jalan dan Saya tertinggal di Richeese Factory. Bingung. Tujuan Saya selanjutnya adalah mau makan The Halal Guys! Ini lah sebenarnya inti perjalanan yang Saya sebut liburan. Kulineran. Tapi yang terjadi selama 5 hari di Jakarta hanya lah mengunjungi sana-sini orang yang yah tidak terlalu familiar buat Saya. Ntah lah, Saya termasuk anak yang kurang bersosialisasi kah? Can we say like that? Nope!! But again, this is not my plan. quality time nya kurang. That’s why I hate it. Dad, pls don’t blame me for it. I hate your tak jelas plan, moreover Dad kau telah mengacak-acak my plan!

Bingung sama koper yang Saya bawa. Awalnya adik Saya tanya kenapa bawa koper ditinggal aja di mobil. Hmm jadi pulangnya ringan. Gitu kali ya dia mikirnya. Ooh boy, tidak mungkinlah Saya tinggalkan semua alat perang itu di mobil, besok kondangan Saya mau pakai apa?? Akhirnya Saya browsing. “titip koper di Sency” itu lah kira-kira keyword nya. Allah emang maha baik, jaman sudah mudah akses internet. Bermodalkan pulsa Saya telfon ke kontak Sency nya langsung.

“Pagi Mas. Kontak biro jodoh bukan yah?”
hmmm….. bukan.
“Pagi Mas. Saya baca di internet di Sency bisa titip koper ya? Caranya gimana?”
“Selamat pagi Ibu. Iya saya ibu-ibu bawa anak banyak bawa koper pula makanya mau nitip. Bisa. Langsung saja nanti ke bagian informasi. Harus meninggalkan KTP nya ya bu!”
“Oke Mas. Gak mau no hp Saya sekalian Mas? Ada biaya nya gak ya?”
“tidak ada Ibu.”
“Oke Mas terimakasih ya.”
“Ada lagi yang bisa Saya bantu ibu?”
bisa tidak jemput saya sekarang di Richeese Cempaka? sendirian nih Mas!”
hahahahahahahhahahaha

Rasanya lompat girang banget. Kan Woww kalau harus keliling mall bawa koper. Alhamdulillah lagi karena diberikan kemudahan. Apa-apa tanya dulu, cari tahu dulu jangan panik. FYI, ini pertama kalinya Saya sendirian di Kota orang. Apa yang Saya takutkan ternyata semua hanya negative thinking Saya saja selama ini. Jalan sendirian gak seburuk itu kok ternyata, tapi aku lebih suka jalan berdua sama kamu kok you guys have to try! Pesan Gojek! Ditanya sama bapak drivernya.

“Baru sampai Mbak? “
“Malah hari ini mau pulang Pak!”
“Loh emang darimana?”
“Saya Palembang Pak.”
“Jauh juga mbak.” Enggak sih pak kalau naik pesawat 3 jam doang prosesnya. Kalau jalan kaki sih iya Lol
“Nah ke Sency ngapain? Kumpul disana yah sebelum pulang?” dikira Saya rombongan sama Bapaknya.
“Hehe iya Pak.” Iya saja biar Bapak tidak makin heran kalau Saya sendirian dan nanti malah tanya lagi kenapa tidak langsung bandara saja malah nge-mall. Yah panjaaaaaaaaannnggg.

Baru juga turun dari Gojek Mas-mas nya ngeliatin aneh. Bodo amat lah Saya mah pede saja langsung ke informasi mau nitip koper. Kemudian sepagi itu Saya menghantui setiap lantai nya tetap saja sendirian. Nungguin THG siap. Akhirnya Saya merasakan apa yang Gitasav rasakan selama ini. Jangan lupa terimakasih Allah telah memenuhi impian Saya. Nah, review dari Saya secara jujur sudah Saya sampaikan lewat Snapgram dulu-dulu, kalau rasanya berbumbu banget. Pahit. Yah gimana di lidah kalian rasanya kalau harus makan makanan yang bumbunya kebanyakan. Mungkin hanya di lidah Saya, lidah orang beda-beda. Eitssss… Tapi semuanya tertutupi karena ada white sauce nya saudara-saudara. Lain kali mungkin Saya beli daging, sayur, sama white sauce nya aja lah ya. Jujur, yang mengganggu itu nasi nya. Tapi kalau laper banget, kalau tidak makan nasi nya pasti tidak akan kenyang! Dah ribet silahkan tentukan pilihan kalian. Pakai nasi atau tidak pakai nasi tetap harus bayar!

Awalnya Saya kira perjalanan ini sepenuhnya gagal, Saya salah. Tergantung bagaimana kita menghadapinya. Seperti perjalanan Saya kali ini tetap ada manis di akhirnya.

Selebihnya hanya membuang waktu muterin Sency yang luwwas mampus. Hmmm yah lumayan luas. Btw, mesjid Sency nya bagus, nyaman. Alhamdulillah manajemen mall masih memikirkan kenyamanan beribadah buat pengunjung seperti Saya. Memutuskan untuk pulang untuk mencegah drama macet khas Jakarta dan jangan sampai ditinggal pesawat. Setelah ambil koper pesan lagi Gojek! It’s time to say goodbye Jkt, a while… Satu hal lagi yang Saya takut kalau travel sendiri itu adalah kemoloran. Terjadi juga sepanjang jalan dari Sency ke bandara yang mayan jauh, Saya tidur. Mungkin drivernya mikir ini orang tidur enak banget dirampok dibawa kemana gitu kan. Cuma mungkin drivernya sadar kalau tidak ada juga yang bisa dirampok dari Saya akhirnya diurungkan saja niatnya. Lagian orang tidur itu ibadah. Mengganggu orang sedang ibadah dosanya besar, lah?? Sekian dan Saya menunggu perjalanan-perjalanan selanjutnya kalau bisa jangan sendirian lagi ya Allah.  KODE Karena bahaya molor lebih dahsyat daripada bahaya orang jahat. Kalau molor bisa dimanfaatkan orang jahat untuk merampok dll…

Belajar dari si Bapak

// May 15th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Saya harus pergi. Seperti biasa Saya menggunakan jasa Go-Jek dan menunggu sedikit jauh dari rumah karena Go-Jek sudah tidak bisa masuk ke komplek karena dilarang oleh ojek pangkalan. Ada yang mengalami ini juga? Ojek pangkalan semakin merasa terzolimi. Merepotkan memang karena harus bertindak dua kali. Segelintir orang yang masih saja berpikir bahwa rezekinya diserobot oleh para driver Go-Jek. Susah memang mengubah mindset orang untuk menerima perubahan, untuk lebih maju.

Sudah terpesan dan Saya menunggu. Tidak seperti biasa saat itu Saya menunggu dengan penuh gelisah. Saya terus melihat jam dan aplikasi Go-Jek untuk melihat sudah dimana kira-kira driver Go-Jek yang akan mengantar Saya. Map menunjukkan driver tidak terlalu jauh. Panggilan masuk yang Saya yakin adalah si driver. Benar saja si Bapak menelpon untuk menanyakan posisi Saya kemudian Saya jelaskan Saya ada dimana. Lega sesaat Saya yakin si Bapak sudah mengerti dan tidak salah. Kembali Saya melihat jam dan aplikasi Go-Jek. Mulai tidak nyaman Saya bingung kenapa si Bapak tidak berputar arah malah terus lurus dijalan Kol. H. Burlian. Tidak lama kemudian ada lagi panggilan masuk dari nomor yang sama. Saya akui memang dengan nada yang sedikit ketus Saya menjawab panggilan si Bapak.

“Bapak sudah dimana?”
“Mbak dimana ya? Saya sudah disni…”
“Bapak salah jalan Pak. Bapak tahu rumah sakit mata kan? Ada lorong disebelahnya. Nah harusnya Bapak lewat sana.”
“Oh iya mbak Saya kesana sekarang yah.”

Saya kemudian mematikan telpon dan kembali menunggu. Menunggu si Bapak datang Saya masih saja kesal. Sifat manusia Saya yang satu ini sangat dominan. Saya termasuk orang yang sangat mudah marah. Sangat mudah. Sudah berulang kali mengingatkan diri sendiri tapi masih saja susah mengubahnya. Selalu saja ingin orang lain cepat, tidak sabar menunggu lebih lama. Setelah si Bapak datang Saya menyadari banyak hal.

Apalah arti memarahi orang lain atas kesalahan diri sendiri. Saya yang terlambat. Saya yang harusnya menyadari kalau tidak ingin terlambat maka Saya harus berangkat lebih awal lagi. Saya masih saja menyimpan sifat buruk ini. Saya tidak tahu bahwa si Bapak driver lelah sudah bekerja seharian dari pagi sekali saat semua orang juga masih dirumah. Saya tidak tahu bahwa si Bapak driver juga mungkin punya masalahnya sendiri yang harus dikesampingkan karena tanggung jawabnya harus mengantar jemput banyak pelanggan. Saya tidak tahu seberapa banyak tanggungan keluarga nya. Saya tidak tahu apakah siang itu si Bapak sudah makan siang atau apa si Bapak sudah sekedar menghilangkan hausnya.

Satu hal baik yang Saya syukuri masih sempat Saya lakukan saat si Bapak tiba, Saya menyapa dan menerima helm yang beliau berikan dengan senyum. Tidak ingat seberapa lebar dan tulus senyum waktu itu karena masih sedikit kesal. Terimakasih Bapak sudah tetap menjemput Saya meski jauh ya Pak. Terimakasih Bapak sudah mengantarkan Saya sampai di tujuan dengan selamat. Terimakasih sudah melakukan pekerjaan Bapak dengan baik, sepenuh hati dan bertanggung jawab. Satu hal kurang baik yang Saya sesali karena tidak berani Saya lakukan saat akhirnya sampai di tujuan. Saya hanya mengembalikan helm dan mengucapkan terimakasih. Saya tidak mengucapkan kata maaf karena sudah ketus menjawab panggilan telpon si Bapak. Sudah dongkol didalam hati karena keterlambatan Bapak yang menyebabkan Saya terlambat juga. Harusnya Saya berangkat lebih awal lain kali.

Apapun profesi seseorang kita tidak punya hak begitu saja marah dan menyalahkan. Kita juga butuh kan? Mereka juga manusia kan? Bisa kapan saja salah. Bisa kapan saja lelah. Saya masih butuh Bapak dan driver-driver lain. Jangan berhenti yah, meski banyak sekali pelanggan menyebalkan seperti Saya kemarin.

Tiga Jawaban Tuhan

// April 27th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Setiap doa yang kita sampaikan sama Tuhan itu akan mendapat 3 jawaban. ‘Ya’, ‘Ya tapi tidak sekarang’, atau ‘Aku punya rencana yang lebih indah untukmu’. Tidak pernah ada jawaban ‘Tidak’ dari Tuhan. Oh ya? Ada. ‘Aku punya rencana yang lebih indah untukmu’ itu adalah penolakan atas keinginan kita tapi Tuhan kasih apa yang bener-bener kita butuh. Kebutuhan bukan keinginan. Tuhan cuma mau kita buat lebih sabar, kita harus selalu berusaha bukan menyerah. Karena kurang sabar kita seringnya nangis duluan, marah. Menangis saja, karena itu membuktikan jika kita memang manusia. Hanya manusia yang menangis, ya kan?

Iya Ahok-Djarot tidak menang. Semua impian beliau dan tim pendukungnya gagal terpenuhi. Kali ini jawaban Tuhan adalah ‘Aku punya rencana yang lebih indah untukmu’. Kemenangan sesungguhnya yang bahkan tidak dirasakan oleh pemenang terpilih, mungkin. Apa itu? Cinta para pendukungnya. Saya jelas bukan warga DKI Jakarta, tapi kekalahan beliau sampai membuat Saya dan mungkin banyak juga warga luar DKI Jakarta merasakan patah hati. “Gini ya rasanya ditinggal saat masih sayang-sayangnya” hahaha Susah rela… Coba deh kita belajar ngerti takdirnya Tuhan.

Ini bukan soal dia cina yang satunya muslim. Bukan juga yang satu ini keras dan tegas terus yang lainnya lemah lembut dan berkarisma yang membuat kota dan negara ini aman, nyaman. Ini lebih pada siapa yang mau bekerja lebih keras karena kepemimpinan sebelumnya sudah mencapai banyak. Harus lebih baik karena yang sebelumnya sudah menunjukkan hasilnya. Jujur, Saya dan mungkin kalian semua diluar sana lelah dengan drama para pejabat yang kerja sedikit dapat gaji lebih banyak suap&korupsi. Baru menjabat sebentar sudah mau naik lagi ikut pemilihan ini itu, meninggalkan kewajiban sebelumnya. Kalau boleh Saya tanya kenapa tidak ada pelarangan, tidak ada hukumannya untuk setiap pemimpin yang meninggalkan jabatannya sebelum masa jabatan berakhir? Kecuali diberhentikan. Atau sudah ada aturannya? Masih juga dilakukan. Bapak yang baru kepilih nanti bakalan gitu juga gak? Barangkali  mau jadi presiden selanjutnya ya…

Haloo Bapak yang sudah menang dan terpilih. Bapak yakin bisa kerja lebih keras lagi daripada pemimpin sebelumnya? Harus loh… Ngomong-ngomong bisnis nya udah ada yang bisa handle selagi Bapak bekerja lebih keras untuk DKI Jakarta? Jabatan barunya bukan part time job atau side job, ya kan? Gimana dong perasaan Bapak mengenai karangan bunga yang membanjiri balai kota? Biasa aja ya Pak… kalau Saya hitung sih seenggaknya rakyat ngeluarin dana Rp. 250.000.000 buat semua pesanan karangan bunga. Tidak ada yang meninggal atau lagi buka Toko baru kok, tapi ini duka cita mereka karena ditinggal saat masih sayang-sayangnya. Kalau boleh tahu Bapak yang menang dapat berapa banyak karangan bunga ya Pak? Saya jadi penasaran pengen banding-bandingin soal karangan bunga doang. Eh, yang milih Bapak emang udah pada ngirim karangan bunga juga? Saya yakin sih Bapak mampu pesen sendiri karangan bunga nya lebih banyak tanpa perlu nunggu kiriman dari masyarakat…..

Sekali lagi selamat yah buat Bapak yang menang dan terpilih. Semangat bekerja lebih keras. Semoga nanti tidak dikirimi karangan bunga dengan pesan ‘Penyesalan selalu datang belakangan’ dari para pendukung Bapak. Kita semua senang dengan hasil kerjanya, siapa pun Anda! Bapak yang belum terpilih, kita juga harus kerja lebih keras ya Pak. Mereka yang tidak memilih kita tetaplah manusia. Kita (Saya, Bapak, dan yang pernah senasib) dari persatuan kandidat gagal terpilih, siap buat rencana Tuhan yang jauh lebih indah.

 

The Week

// April 11th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

-Women tend to prefer men who make them laugh, whereas men tend to prefer women who laugh at their jokes.-

Udah baca kan tulisan diatas? Bukan! Saya bukan mau tanya itu tulisan terjamahnnya apaan. Jangan juga kalian minta Saya buat jelasin artinya apa. Coba jawab, itu pernah terjadi gak di diri kalian atau kalian setuju gak sama kalimat diatas? Lima detik hmm, yes or no!

Kalau Saya sih termasuk dibarisan kaum yang setuju sama pernyataan diatas. Cowok kalau ngelawak artinya dia lagi usaha buat cari perhatian dong ya. Mana ada yang ngelawak lelah cuma iseng. Ada tipe cowok yang ngelawak buat cari perhatian cewek nah yang bahaya, ada cowok yang ngelawak buat cari perhatian sesama cowok hahahahaha cuma kadang ada yang lawakannya garing ada juga yang beneran konyol dan lucu. Semua cewek pasti lebih pilih humor yang konyol dan lucu ya kan? Kalau cewek malah lari mungkin karena lawakan kalian garing ya mas, renyah kayak keripik. Then why is humor sexy? Funny people are smart, and smart is sexy. Sexy is Hamish Daud, setuju? Gimana gak baper coba. Kemarin Saya sama temen-temen nonton snapgram nya Raisa lagi jengukin Hamish di rumah sakit. Kyut parah sih bang, sakit juga tetap saja cakeppppp. Bikin cewek-cewek putus asa bermunculan hahaha kalian lihat juga? Yaudah kita emang sama-sama putus asa. Oke fokus lagi. So, kalau kalian garing, sorry your are not smart dude! That’s why you can’t make fun of it.

Tapi orang yang smart ini bisa melakukan apa yang biasanya gak dipkirin sama orang lain. Apaan? Ya kayak mecahin batu. Kepala batu. Gak kepikiran kan sama orang biasa saja Kebalikannya kadang orang smart juga cuma bisa mikir tapi kebanyakan mikir makanya action dilakukan sama yang gak lebih smart daripada dia. Intinya juga sama-sama gak sempurna. Rasis banget sih ya. Anyway, smart atau enggak, diantara mereka cuma ada dua jenis. Baik dan gak baik. Kalian yang mana? Udah jelas baik lah, bela diri ihh. Terus yang kalian lakukan apa? Saya kebanyakan tanya ayo sekarang kalian jawab….. Jawab….. Jawab….. Apapun tapi yang jelas setiap harinya berusaha lah jadi manusi yang lebih baik.

-The world will not be destroyed by those who hate. The world will be destroyed by those who stay silent with their gratefulness-

Benar? Orang hebat yang gak mau action. Orang hebat yang ngebiarin hal-hal buruk terjadi. Pernah dong ya kalian ngelihat orang yang mau nodong di bis atau angkot misalnya. Itu orang bawa pisau atau mungkin pistol yang jelas bikin kalian semua takut mau ngelakukan apa. Kebanyakan dari kita juga bakal banyak bengong, diem, mikir… Saya mesti ngapain nih, Saya mesti telfon polsisi atau teriak saja, Saya mesti kabur saja kali ya pura-pura gak lihat… smart? Yaelah… Jangan mendadak jadi si smart yang kebanyakan mikir deh, aksi nodongnya keburu kelar.

Ngomong-ngomong soal bersuara dan menyuarakan. Banyak dari kita yang masih gak berani buat speak up. Kenapa? Ada yang emang pribadinya introvert, ada yang gak berani karena banyak tekanan, ada juga yang cuma belum punya kesempatan read:Saya karena masih juga mikirin omongan orang yang bakal nganggep remeh. Biasa pasti ya diremehin dimana-mana. Wajar kalau yang ngeremehin lebih dari yang diremehin. Saya gak bilang baik ya atau membolehkan. Saya cuma bilang ini wajar. Ada juga yang sebenernya gak ada apa-apa malah ngeremehin orang lain, who do you think you are?

Pasti pernah lihat tulisan “Kami melayani sepenuh hati. Kami hadir untuk negeri. Kami ini dan kami itu dan ini itu…” pasti juga pernah denger cerita yang gak enak soal pelayanan mereka yang katanya melayani dengan hati dan ini dan itu. Apalagi pekerjaan atau bidang pekerjaan mereka adalah melayani masyarakat, tapi mereka melakukan hal sebaliknya. Apa mereka bodoh? Apa mereka terbelakang? Jelas tidak. Mereka adalah putra-putri terbaik negeri yang dipilih dengan ketat dan cermat yang diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. See? They are part of smart itself… Gak cuma masalah sama yang melayani bahkan yang dilayani juga kadang suka seenaknya, suka bikin ulah bikin masalah.

Masih inget dong sama kasus penumpang yang ketinggalan pesawat. Mereka pikir mereka siapa? Apa perlunya bawa-bawa jabatan atau status uang di rekening triliunan. Situ penumpang ya kan bukan Raja. kalau emang kaya kenapa gak sekalian punya penerbangan sendiri saja, pesawat pribadi. Kalau telat terus ditinggal pesawat lah emang yang sibuk situ doang. Ada juga yang harusnya ngantri, tapi berasa orang penting terus dikasih akses duluan. Sering banget nih. Dimana-mana juga budayakan antri bukan budayakan nyalip antrian. Lalu kenapa?

Kayak yang Saya bilang tadi. Orang hebat itu ketinggalan, kelamaan karena kebanyakan mikir. Mikir kalau-kalau gak dikasih antrian khusus nih orang bisa bikin sulit gak ya di kemudian hari kalau Saya ada perlu sama dia. Dia sih punya action tapi ya salah. Ya gitu saja terus orang-orang di negara kita. Smart people. Faktor S. Gak banyak yang sadar sih because we keep doing the same thing everyday. Tunjuk saja diri kita masing-masing toh kita juga semua masih melakukan hal yang sama. Sadar deh semua hal buruk kebanyakan dilakukan oleh si yang punya faktor S.

Arahkan faktor S ini supaya kita hanya melakukan hal baik, hal bermanfaat. Saya nulis ini buat nyadarin semua orang kalau kita semua punya faktor S, dan Saya pilih baik untuk faktor S Saya! Kalian?

Dear Zindagi

// April 4th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Untuk Hidup

 

Bayi kecil yang lahir dengan cinta, senyuman dan begitu banyak kebahagiaan harus dibesarkan terpisah dari kedua orangtua. Ya, Saya memang tidak terlalu dekat dengan mereka yang disebut orangtua oleh kebanyakan orang, bahkan malas untuk itu. Kekecewaan dimasa kecil yang harus dibawa sampai saat ini, ntah bagaimana cara menghilangkannya. Orangtua yang baginya hanya formalitas. Masa kecil yang dihabiskan bersama nenek dan kakek karena alasan mereka ingin membangun bisnis dan tidak ingin sampai Saya terlantar. Saya jelas ditelantarkan, hanya bedanya ada kakek dan nenek yang mau merawat Saya.

Tumbuh besar, menentukan setiap pilihan hidup sendiri sudah biasa bagi Saya. Tidak menyedihkan jika orang tidak tahu, mereka harus mengalaminya sendiri. Karir yang Saya bangun dengan susah payah mempertemukan Saya dengan teman, keluarga baru yang bertahun-tahun tidak Saya rasakan dari keluarga sendiri. Dari sini juga kisah ini akan Saya mulai. Sinematografi adalah hidup dan segalanya bagi Saya. Mungkin tidak banyak yang familiar dengan kata dan profesi sebagai sinematografer. Menciptakan dan menghasilkan gambar serta visual yang indah adalah keahlian Saya, tapi tidak dengan hidup ini, tidak seindah hasil kerja Saya.

Lalu ada Drew di hidup Saya, seorang pengusaha sukses dengan banyak relasi dan yaaa….. wanita mana yang tidak ingin bersama Drew? Masuk akal. Drew muda, tampan dan sukses, seperti tanpa celah hingga tidak ada alasan untuk meninggalkan Drew. Semua yang orang lihat pada Drew terasa biasa saja bagi Saya. Ini jelas bukan dongeng putri dan pangerannya yang sempurna. Tidak bersyukur kah Saya? Hingga Saya sadar bahwa bersama Drew juga tidak mengurangi kemalangan atau menambah kebahagiaan dalam hidup Saya. Hanya perasaan tenang bahwa Saya memiliki seseorang yang begitu peduli.

Seperti memiliki banyak dunia yang berbeda yang berjalan sekaligus, ada Raf. Orang asing bagi Saya yang selalu memperhatikan dan berusaha menarik perhatian tapi tidak pernah Saya gubris. Hanya sebatas hubungan profesional sebagai rekan kerja di lokasi. Banyak juga yang bertanya kenapa Saya masih saja bersama Drew, ada Raf! Tapi apa yang bisa Saya lakukan? Saya malas jika harus membagi dunia Saya dengan dua pria sekaligus. Bukan! Bukan berarti Saya tidak melirik Raf. Saya juga memperhatikan setiap gerakan dan caranya berbicara pada Saya. Memang berbeda. Saya tahu setiap isyarat yang Raf coba sampaikan tapi Saya hanya berlalu, belum saatnya. Sampai akhirnya Saya memutuskan untuk tidak lagi membebani diri Saya dengan status yang orang lain lekatkan sebagai seseorang yang istimewa bagi Drew. Oh ayolah, Saya bukan gadis yang dengan ringan nya melempar senyum pada semua orang yang dikenal Drew saat kami diluar berdua saja. Membosankan! Saya bahkan tidak kenal mereka dan tidak juga ingin kenal.

Then I let him in. Raf! This is your turn, your time. Jelas Raf bukan alasan Saya menyudahi hubungan dengan Drew. Saya tidak pernah merencanakan ini, hanya saja Saya benar-benar lega tidak lagi dilekatkan bersama Drew, dan sepertinya Raf masih menunggu jawaban. Saya akui, Raf berusaha keras mengenalkan Saya pada apa yang disebut hubungan, menawarkan hal yang tidak Saya miliki bersama Drew dulu. Belum pernah seperti ini. Mungkin karena kami sering bertemu dan mempunyai dunia yang sama, profesi yang sejalan… Raf mampu membuat Saya tidak ingiin pergi. Sempurna sekali apa yang kami miliki dan bagi berdua. Sampai suatu hari sahabat Saya mengatakan bahwa dia kembali bersama gadis nya yang dulu, sebelum Saya. Tanpa mengatakan apa dan bagaimana semuanya mungkin terjadi.

Tidak pernah Saya bayangkan harus mengubah cerita indah itu secara drastis, menghapus dan melupakannya. Saya memilih pergi sejenak, menenangkan diri. Kembali kerumah masa kecil Saya. Mengunjungi kembali orantua seperti anak yang merindukan dukungan orangtua saat harus melalui ini semua. Jelas Saya tidak menceritakan apa yang terjadi dan kenapa Saya memutuskan kembali ke tempat yang mengajarkan kekecewaan sama seperti dulu. Tempat ini seperti penampungan segala rasa sakit yang Saya alami dan berharap akan kembali setelah sembuh.

Takdir baru dimulai lagi, ntah sudah berapa banyak takdir yang menimpa Saya. Baik, buruk, segalanya tidak pernah baik jika menyangkut tempat Saya lahir. Disini. Di kota ini. Saya tidak sengaja bertemu dengan seorang dokter spesialis kejiwaan. Pertama kali mendengar seminar beliau Saya begitu tertarik. Mungkin kondisi jiwa Saya memang tidak baik, hingga Saya harus bertemu lagi dengan beliau? Hasur kah? Awalnya Saya ragu. Tapi, akan jauh lebih baik daripada Saya hanya dirumah dan bertemu kedua orangtua yang selalu Saya hindari. Ini adalah upaya Saya sekali lagi untuk menghindar.

Sesi pertama Saya dengan beliau, dokter Iz, Saya sebut saja Iz… tidak tahu apa yang harus Saya ceritakan. Saya menceritakan semua yang Saya rasakan dengan memakai nama orang lain, tapi tetap Saja dia tahu yang mengalami itu semua adalah Saya. Terlihat bodoh. Saya tidak seharusnya mengikuti kelas Iz, karena Iz akan jadi orang pertama yang mengetahui segala hal buruk yang Saya alami. Tidak pernah Saya bagi ke siapa pun sebelumnya. Kenapa Saya mempercayakan semua rahasia Saya dengan seorang dokter jiwa seperti Iz?

“Terkadang kita manusia hanya butuh didengarkan.”
Iz? Iz mendengarkan semua tanpa bersikap memihak atau menghakimi apa yang Saya lakukan. Saya nyaman dengan itu semua.

Iz berusaha membuat Saya mengerti. Membantu Saya memperbaiki hubungan dengan orangtua yang selama ini Saya abaikan. Berdamai dengan masa lalu. Memberikan kesempatan kedua memulai hubungan anak dan orangtua sebagaimana mestinya. Semua berhak untuk kesempatan kedua kan? Iz memberikan pandangan bahwa semua yang Saya alami adalah hal yang wajar, sangat wajar. Dan juga soal Raf yang berkhianat, tidak ada yang salah dengan itu semua. Ada kalanya kita sebagai manusia membutuhkan orang yang seperti Drew, Raf… hidup akan mengalami fase naik-turun. Orang datang dan juga pergi sesuai waktunya. Orang yang masih tinggal hanya karena kita mempertahankannya untuk tetap ada. Bisa saja waktunya masih ada, tapi kita tidak menginginkannya lagi atau sebaliknya. Drew.

Tapi yang terjadi dengan Raf berbeda, Saya berikan banyak waktu dan kesempatan, ada banyak mimpi dan harapan, tapi tidak bisa lagi dipertahankan. Itu semua pilihan. Iz mencoba menunjukkan semua pilihan yang selama ini Saya buat dan apa hasilnya, tapi Saya juga mengutuknya sendiri. Ntah sudah berapa banyak sesi yang dihabiskan sampai Saya mengerti semua ini pada akhirnya. Kejiwaan Saya membaik? Tidak juga. Saat berlibur di pantai Saya bertemu Dave, laki-laki yang mampu memikat semua gadis dengan nyanyian dan petikan gitarnya. Dikota yang penuh dengan kenangan buruk rasanya bertemu dengan Dave sangat ajaib. Suara merdu, gagah dan tampan, terlalu mudah rasanya.

Iz tahu ada yang berubah dari senyum dan perilaku Saya. Ya, Dave! Laki-laki yang Saya temui di pantai itu adalah alasan perubahan drastis ini. Iz senang melihat Saya kembali seperti dulu, ceria. Dave, dengan semua pesona yang dimiliki membuat Saya sadar semua itu bukan Saya. Musik, kata-kata romantis, bagi Saya semua terlalu dramatis. Membosankan. Kali ini Dave bukan orang yang mampu membuat Saya ingin bertahan lebih lama. Ada masalah baru yang datang kemudian. Ntah bagaimana terjadi tapi Saya nyaman ada bersama Iz. Menghabiskan waktu, membicarakan banyak hal, hingga Saya dihampiri rasa takut jika sesi ini akan berakhir karena Saya seperti tidak ingin mengakhirinya.

Tidak. Iz tidak memberikan sesi lebih meski Saya meminta. Iz juga tidak mampu menjelaskan apa yang dia rasakan, apa sama dengan yang Saya rasakan? Seperti sesuatu yang tidak adil jika hanya Saya yang merasakannya. Apa ini? Iz seperti biasa berusaha mengendalikan suasana menjelaskan bahwa semua ini wajar. Dokter dan pasien nya banyak menghabiskan waktu, mengobrol dan berbagi mengenai hal pribadi. Bagi Saya ini lebih dari sekedar obrolan dokter dan pasien. Lebih dari itu Saya ingin Iz tidak lagi menjadi dokter Saya, bukan dokter yang merawat pasiennya. Hal yang tidak bisa dilakukan karena alasan akan melanggar aturan, antara dokter dan pasien. Iz juga merasakan hal yang berbeda, bagi Iz Saya bukan pasien biasa. Saya istimewa. Orang yang mengerti semua masalah yang Saya hadapi dan menyembuhkan semua luka, tapi tidak bisa dipertahankan meski Saya ingin. Kenapa?

Dari semua yang Saya alami, hidup memang tidak mampu ditebak. Sekeras apa pun kita berusaha hidup sudah punya aturannya sendiri. Terkadang hidup itu sendiri tidak ingin diatur, hanya perlu diikuti. Keluarga, Drew, Raf, Dave, dan Iz. Mereka semua mengajarkan bahwa hidup tidak mungkin selalu baik, hal baik pun membuat kita tidak tahan dan memilih hal lain. Kemudian yang kita rasa sudah tepat, berbalik berkhianat tanpa ada persiapan. Apa yang indah orang lain lihat tapi mengapa kita tidak merasakan indah itu, lalu untuk apa? Sesuatu yang coba kita pertahankan malah pergi dengan kondisi yang tidak tepat. Itu juga tidak baik? Bukan. Memang akan ada hal baik yang ternyata kita pun tidak sanggup menerima dan mempertahankannya. Maka ia pergi. Tanpa penjelasan. Seperti apa yang tepat itu? Tidak akan pergi dan akan tetap bertahan untuk mempertahankan. Hidup tidak akan berhenti sampai yang hidup tidak lagi hidup.

note: ini kisah dari film loh ya! Jangan Baper. Pernah ngerasain gitu juga gak?

Nginep Bareng Airy, WHAT???

// March 24th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Selamat hari jumat semuanya. Saya doakan keinginan yang belum tercapai bisa kesampaian, termasuk Saya yang pingin jalan-jalan lagi amiin… Temen ada yang bilang kalo traveling itu gratisan kemungkinan kalian gak bakal bisa ketemu dia lagi. Ya kan udah ntah terbang kemana-mana kayak laler, kalau mau ketemu sih bisa, susulin dong kan ceritanya gratis hahaha

Jadi hari ini Saya mau nulis soal review. Jarang sih ya Saya nge-review karena males bla bla bla, tapi I need something new so, yeaaaahh… Apaan yang mau di review? Nginep bareng. What? Iya jadi awal bulan ini Saya sama temen-temen ke luar kota lagi 3 harian. Terus karena lumayan rame jadi mutusin mau sewa lagi apartemen yang bulan kemarin kita sewa biar nginepnya gak misah-misah, read:biar kalau ngeghibah bisa sekalian gak pindah-pindah. Udah di kontak orangnya ternyata yang kemarin penuh, ada yang sebelahnya gitu cuma gak ada wifi nya. Ya siapa yang mau yak kan, nginep ghibah gak pakai wifi tuh kayak kalian mandi tapi gak sabunan. Mending mandi tapi gak sampoan ya kan? apaansi Nah makanya kita putusin gak jadi.

Alternatif lain apa? Yaudah kita numpang masjid aja kali ya wkwkwk Gak deh… Ide buat nginep nya misah aja apa yah? Ada yang gak mau, ada yang mau, ada yang mau gak mau pasrah karena gak tahu mau kemana… JREEEENNGG, gitu aja kan ya Saya kayak dapet ilham bukankerjaan Coba aja kali ya cek ke airy. Apa sih? Nah….. jadi Saya kenalin dulu ini namanya Airy Rooms, dengan tag line tidur nyaman harga aman. Kalian bisa cek airy disini AIRYROOMS atau download apps nya di smartphone kalian masing-masing. Airyrooms ini membantu kalian mencari tempat-tempat menginap yang sudah mereka jamin keamanan dan kenyamanan nya, gak kalah sama hotel berbintang. Beneran aman terus nyaman?

Pertama, ini fiturnya emang memudahkan sekali, kalo kata anak teknologi mah user friendly, semua apps wajib sama syarat yang satu ini. Coba deh iseng cari kamar, terus reservasi, terus bayar, tapi gak usah nginep hahahahaha ya kan begok! Udah bayar mahal cuma buat ngetes beneran user friendly apa enggak. Iya udah gak usah dicoba emang udah gampang banget lah cara nya, so no worry. Minimal kalo kalian suka pesen-pesen online lain udah bisa lah.

airy

Kedua, data yang dibutuhin gak bikin ribet sih ya. Cukup masukin nama, email, nomor Hp. Terus kamu akan diarahkan ke halaman pembayaran, bisa pilih cara bayar yang kalian anggap mudah. Panduan bayar juga di sediain untuk memudahkan. Konfirmasi paling lama 60 menit untuk transaksi nya. Setelah semua beres kamu bisa cek email kamu untuk voucher menginap yang nantinya digunain waktu check in. Gak lama kan? Yang lama tuh kalian bingung milih-milih tempat nginep nya dimana disesuain sama fasilitas, lokasi, dan harga.

Ketiga, perlu kalian tahu kalau kamar-kamar yang tersedia di apps ini terbatas ya. Tempat menginapnya pun bervariasi fasilitas nya, jadi perlu hati-hati dan pintar dalam memilih. Nah sekarang review  soal tempat-tempat menginapnya. Kalau pengalaman Saya kemarin nginep di dua tempat yang beda. Kenapa pindah? Sengaja biar dapet pengalamannya doang. Hotel pertama Saya adalah Airy Sawah Besar Kartini Jakarta. Disana kita nginep ber 6 di 3 kamar terpisah. Ini kan gak enaknya, ghibahnya gak leluasa hahaha Untuk fasilitas semua oke aja, meski hotel nya cukup tua sih kalau manurut Saya. Makanan nya gak enak, tapi untungnya kalau malem ada yang jual nasi goreng didepan hotel. Kalau siang makan diseputaran hotel juga bisa cuma perlu jalan kaki sedikit sih, gak masalah lah ya.Dari hotel waktu itu kita mau makan ke daerah Pecenongan yang lumayan terkenal sama martabak nya dan banyak Chinese food. Didepan hotel juga ada bajaj sama angkot lewat kalau mau ngerasain gimana jadi local people. Tapi semua pasti udah punya layanan ojek dan mobil online  kan? Enak lah daerahnya, gampang dijangkau!

Hotel kedua Saya adalah Airy Kemayoran Gunung Sahari 12 Jakarta. Bangunannya sih lebih baru dari pada hotel pertama. Cuma sayang pas kita nginep disana wifi dikamarnya lagi gak bisa di akses. Sementara internet Hp juga gak menjangkau, mau nelfon atau sms juga mesti turun dulu ke bawah, keluar gedung bahkan. Mau internetan juga cuma bisa dari lobby, tapi kalau untuk sarapan nya enak dan lumayan lengkap lah di hotel ini. Oh ya untuk setiap kamar nya Airy Rooms memberikan fasilitas minuman dan snack ringan loh, di toilet juga ada sikat gigi, pasta gigi, sisir, shampoo dan sabun juga. Asik kan?

Kekurangan apps nya kalau menurut Saya sih cuma kita gak bisa lihat langsung review dari orang-orang sebelumnya di tempat itu. Kalau ada mungkin Saya gak perlu ngalamin kejadian di hotel kedua ya kan… Atau ada ya, cuma Saya yang gak lihat? Ntah lah…

Nah segitu aja sih yang bisa Saya tulis. Semoga pelayanan Airy Rooms semakin baik ya. Kepuasan pelanggan nomor satu kan? Oh ya buat kalian yang sering bepergian dan butuh tempat nginep, Airy Rooms salah satu solusi nya kok. Rajin-rajin juga pantengin sosial media nya airyrooms karena mereka sering kasih promo-promo menarik tiap bulan. Selamat mencoba!!

Next, Saya pengen ngerasain pakai apps dari AIRBNB. Saya udah liat-liat tempat nginep nya dan nemu yang supeeeeeeeeerrr lucu berlokasi di bandung. Gak sabar pengen ngerasain nginep disana, let’s see ntah kapan Saya akan ke Bandung lagi.

Are you shining just for me?

// March 13th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

this post is written  last month so, imagine it has been posted long time ago…
Siang ini menu masakan saya bertambah lagi. Sudah dapat saya pastikan bahwa beberapa hari kemudian saya akan lupa step, dan bumbunya, tidak semua… Saya suka jika diajak memasak bersama. Bersama dengan orang yang lebih handal tentunya. Ntah kenapa untuk urusan memasak memang ingatan saya akan hilang sebagian saja. That’s why I need google. Google ada, yeaaahh inilah shortcut paling ampuh untuk mengamankan, dan meyakinkan diri bahwa saya bisa masak hahaha Tapi yang perlu saya jelaskan bahwa google itu panduan, so sesuaikan saja hasil akhirnya dengan selera kita. Ya, ini soal selera kan.

Let’s change the topic! Berapa hari lewat (sudah agak lama soalnya ini tulisannya ketunda-tunda terus) saya, dan teman-teman saya nonton film Lal La Land. Siapa yang tidak tahu La La land? Iya ada, mesti ada saja yang tidak  menonton, yang tidak suka. Coba saja kalau kalian naik gojek terus tanya, “Mas sudah nonton La La Land belum?” jawaban nya saya yakin cuma dua, tidak tahu sama belum. Kalau si Mas jawab tidak tahu, sudah jangan diperpanjang! Jangan sampai si Mas minta penjelasan apa itu La La Land karena yang butuh penjelasan itu cuma cewek bukan buat Mas-Mas. Nah kalau si Mas jawab belum, itu artinya beliau ngode pengen diajak movie date ieeeeewwww canda…

Adegan awal film ini adalah orang kena macet diatas jembatan layang, terus tiba-tiba nyanyi sama joget, kesannya film India gitu ya. Saya tidak sukanya karena yang nyanyi sama joget semuanya pemeran pembantu di film ini, aktor utamanya tidak ada. Ntahlah mungkin kalian suka-suka saja, tapi suaranya oke juga. Ya kali ya kan, orang lagi macet parah, pasti tuh kaki sama bokong pegel terus jadi bad mood, jadi boro-boro mau nyanyi pake joget! Ya cuma namanya film ya kan, drama-drama dikit lah biar seru… Singkatnya di film ini ada cowok main piano di restoran, terus si cewek terpesona sama permainan piano nya. Biasa banget sih ya adegan nya. Sudah pasti mereka berdua bakal ketemu lagi, pdkt, jalan bareng terus hidup bahagia selama-lamanya… Itu isi otak kita semua ya kan? Selalu pengen liat drama yang happy ending.

Terus apa? Memang akhirnya tidak bahagia? Bukan. Kalau bisa saya bilang, La La Land bukan sad ending. It’s still a happy ending. Their relationship has been lost, of course it is the sad part but, they’ve achieved everything in life they’ve ever wanted. Happy kan? Tapi kenapa mereka tidak hidup bersama? Bukannya mereka sebelumnya sama-sama? Kenapa mereka malah pisah? Bukannya mereka saling mengisi, dan mengerti satu sama lain?

Life has different seasons, and you have different people in your life that accompany you for those seasons. Pursuing your dreams requires sacrifice. You can and may lose friends, loved ones, relationships, and other things that you hold (Seperti yang terjadi sama Mia, dan Seb di film ini). Setuju tidak? Karena saya rasa memang itu yang sering terjadi. Hal biasa yang terjadi dalam hidup tapi kita yang tidak terbiasa karena mungkin baru pertama kali mengalami, atau belum pernah. Terima, nikmati, dan beradaptasi lah supaya kalian bisa tetap menghidupi hidup.

Jadi kalau menurut saya pelajaran dari film ini tuh kalau kita punya mimpi, yah diperjuangin. Mungkin ditengah jalan kita gagal, kita ngeluh, kita kehilangan sesuatu yang berharga sebagai pengorbanan, bahkan kita sampai berpikir mungkin mimpi ini tidak cocok dengan kita. Tidak masalah kalau sejenak kita beralih, mencari cara baru yang bahkan bisa membuat kita lebih dekat lagi dengan mimpi awal kita. Kalau awalnya kita selalu gagal mungkin cuma masalah cara kita sekarang belum tepat, dan cepat-cepat sadar ayo sadar. Ada yang bilang, hanya karena kamu lambat, kamu menghabiskan waktu lebih lama bukan berarti kamu gagal. Kalau pun kamu perlu gagal berkali-kali really… It doesn’t even matter. Asalkan kita tetap terus berusaha.

Hebatnya… kisah di La La Land ini mengaburkan makna sebenarnya, atau cuma saya yang tenggelam, dan fokus sama drama percintaan mereka? Hahaha begok. Kemudian waktu mereka berdua pisah kalian pada patah hati… Yak ternyata kita sama-sama masih berpikiran cetek tek tek. Dan kita semua secara tidak sadar selalu saja menyetir urusan orang lain, iyaaaaa kan? Ngaku deh! Kita sendiri lupa dengan drama kehidupan kita.

MIA KEPADA SEB,
Hai Seb, apa kabarmu?
Maaf kali ini aku datang tidak sesuai harapanmu.
Permainan pianomu selalu saja menggetarkan hatiku.
Kau mungkin tidak ingat, pertama kali aku melihatmu di restoran?
Aku kali ini datang, tapi aku tidak sendirian.
Ada seseorang sekarang di sebelahku.
Aku harap dia tidak menyadari aku yang sedang terpukau.
Aku berhasil dengan impianku Seb, dan kamu dengan tempat ini.
Lama sekali kamu tidak pernah mencari kabar dan keberadaanku.
Teruslah bermain Seb, permainanmu mengiringi tarian kenangan kita.
Sebenarnya aku tidak harus kesini.
Aku tidak punya jawaban untuk semua penantianmu.

BALASAN SEB,
Hai Mia, kabarku?
Ntah lah tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Aku tidak yakin apakah aku bermimpi melihatmu.
Setelah sekian lama.
Terimakasih sudah datang.
Kamu masih ingat usulan untuk nama tempat ini?
Aku mewujudkannya Mia.
Ya, aku melihatnya dengan jelas dari sini.
Laki-laki yang bersamanya akan kamu habiskan hidupmu.
Selamat untuk keberhasilanmu Mia.
Tapi permainan piano ini tidak akan bisa mengembalikan La La Land itu.
Cuma satu yang aku ingin tahu.
Mia, are you shining just for me?

 

 

7 Rindu Khas Anak Rantau

// January 11th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Emang ada yang udah bisa move on? Hayooo di absen sini….. Gak perlu sok tegar deh. Jangan takut ngucap, iya gih ngucap… Dalem hati juga gak apah, kalau kalian juga ternyata belum bisa move on sepenuhnya (selamanya) kayak saya. Move on gak melulu soal mantan ya kan? Meskipun kita pernah (atau masih) jatuh cinta beramai-ramai, tapi patah hati tetep ditanggung sendiri. Iya, patah hati untuk yang satu ini mahal banget obatnya karena (gak bisa) move on saya kali ini di sponsori oleh kisah-kisah semasa di negeri tetangga. Sebut saja tiket pesawat bolak balik, penginapan, dan akomodasi yang gak bisa dibilang murah. Kalau “rasa rindu dan baper” ini tidak dihalangi oleh duit, mungkin kita semua bisa ditangkep imigrasi Malaysia karena bolak balik sehari 3 kali udah kayak minum obat ya kan, plus ngabisin tinta cap doang hahahahaha

Timingnya pas sama segerombolan jemaah yang sebentar lagi balik dari sana. Rasain loh gimana rasanya di posisi kami semua sekarang. Baper-baper deh sampe sini bakal pada ngerjain final project hahaha Nggak ya! Gak bakal ada penyambutan apa-apa. Jangan pernah mikir bakal ada terompet sama red carpet plus abang-abang nawarin gratisan tea ais di bandara, yaelah hayalan doang itu semua. Anyway guys, kalau kalian baca post ini, coba hitung deh berapa dari berapa, yang ternyata sama-sama bikin kita gagal move on dari sana hahahahaha Bersiaplah!!!

 1. makanan khas negeri tetangga sampai makanan khas Indonesia yang ada di negeri tetangga.
Siapa yang gak jatuh cinta sama Ncik Is? Hahahahaha Maksud saya tea ais? Tomyam? Nasi beriyani? Lekor? Ayam bakar madu meranti? Chicken chop? Maggie? Kari pap? Ais batu campur? McD? Burger King? Nasi lemak? Roti tisu? Nasi goreng Chili padi? Sosej FC? Ice cream? Sate dan bakso kuburan? Martabak keju banafee? Nasi padang pavilion? Alfredo? Segala jenis coklat dan snack? Marshmallow bakar? Steamboat? Domino? Ayam penyet? Sambel ati? Jajanan tasik sore-sore? Sampe makanan-makanan Arab yang plain pun pernah kemakan…

Segitu banyaknya sampai mungkin saya juga lupa apa lagi yang pernah dimakan disana. Masih banyak, iya pokoknya banyak banget lah cuma udah lupa apa lagi, sampai berat badan kita semua naik selama disana karena kebanyakan makan. Kalian juga kan? Kalau orang nih ya, tiada hari tanpa belajar dan nugas yah kita mah selowww, pokoknya tiada hari tanpa makan dan nyemil hahaha Makanya gagal jadi VSA karena kelebihan berat badan. Kebalik coba, dimana-mana anak rantau itu makan ngirit, prihatin, mana jauh dari orang tua. Lah saya malah doyan banget makan. Andai masih disana mungkin badan udah 55 kg, ooh body goals yang tak kesampaian. Bagian terbaiknya adalah itu semua GAK DIJUAL DISINI! Hampir setahun sudah tidak merasakan itu semua mampir di lidah. Tahu kan kenapa rindu ini mahal? Cuma bisa liat jemaah post sosial media lagi pada makan, peddiiiiihhh. Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

 2. mata uang ringgit dan sen nya.
Pertama kali sampai dan mau belanja beneran kayak orang kampung yang dulunya pake sistem barter terus keluar dari hutan dan kenal yang namanya duit hahaha culture shock lah. Di Indonesia biasa sama angka nol yang banyak, tiba-tiba disana pecahan uang juga gak lebih dari 100RM. Biasa beli air mineral lima ribuan ya kan, lah disana Cuma seringgit lima puluh sen gitu. Begok aja ya kan saya bayangin duit lima ribu kalo beli air mineral seharga seringgit lima puluh sen bisa dapet tiga ribu botol hahaha Bisa dipake isi bak rumah. Terus Pertama kali ke money changer juga untung mbak-mbak nya gak saya cela, “mbak yakin ini duit nya asli? Duit monopoli bukan nih? Mbak nya gak lagi coba nipu saya kan?” hahahahaha Ngaku deh siapa yang di dompetnya masih nyimpen ringgit dengan harapan bakal bisa balik lagi kesana ntah kapan lol Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

3. bahasa melayu sampai yang udah di campur aduk sama bahasa inggris sama mereka.
I love the way Ncik Is cakap dekat class tu. Nak attend class sebab boleh Nampak Ncik Is bagi smile and the way he speaks, tak sihat pon sekejap ok juga sebab tengok face Ncik Is.

Yeaaaahhh… I don’t know why is this happen to me? Hahaha saya gak pernah nyangka bakal join kelas dengan lecturer segitu perfect? Cara ngomong, itu salah satu sex appeal yang tak diragukan, oh come on… Kelas paling badai lah pokoknya yang sama sekali gak boleh absen satu kelas pun. Anyway, Ntah bener atau salah yang saya tulis di atas itu, tapi kurang lebih gitu lah bahasa Melayu campur aduk bahasa Inggris yang terjadi disana. Ntah saya jatuh cinta dengan cara mereka ngomong. You’ll get used to it! Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

4. chat wassap ala anak muda disana.
Ini terjadi sama saya… Punya teman orang asli sana tuh bikin pusing. Pusing disaat mau kirim chat dan perlu pakai bahasa apa enaknya? Suka bingung gak sih sama mereka. Awal-awal baru sampai mereka seenaknya aja gitu balesin chat saya pakai bahasa melayu. Ya kaliii ah bisa paham. Ditambah lagi ada singatan-singkatan kayak X, kot, tau, yer dan sederet istilah lainnya yang mereka pake, wth is wong with them? Mungkin karena dari negeri tetangga jadi mereka gak berasa kalau saya ini warga asing, iya orang dari negeri luar yang sama sekali gak paham kalian ngomong apa dulu ya Allah. Seharusnya ya kan, orang sana yang ngertiin kita pada ngomong apaan, lah ini kebalik. Tapi sekarang malah rindu percakapan campur aduk ala mereka. Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

5. bas.
Guys, ini bukan Om Telolet Om yang super viral dan sekarang udah gak kedenger lagi itu yah pleaseeee….. Ini bas kampus yang ada di UTM. Fasilitas gratis yang disediain sama kampus buat semua pelajar bolak balik penginapan – fakulti. Sudah selayaknya sih, untuk universitas segede UTM, adanya bas ini berguna banget buat pelajar, dan ini GRATIS! Gak bayar se peser pun. Bas nya bersih adem dan nyaman, ya cuma kalau kebetulan naik bareng sama nigga mesti tahan-tahan aromanya hahahahaha

Uppsss….. sorry ini beneran gak maksud apa-apa loh ya, curhat doang. Saking isengnya saya bahkan pernah waktu gak ada kelas cuma naik itu bas buat keliling UTM nyobain semua rute perdana, cluster, tamadun, FKKKSA (kalo gak salah), TGBR, sampai akhirnya kejebak di kolej perdana dan dipaksa turun sama pakcik nya. Saya kaget ya kan orang saya gak mau turun disana, kok dia maksa? Kalau saya gak mau terus pakcik bisa apa? terus dia bilang ini rute terakhir doi mau istirahat dulu dan baru ada bas lagi sekitar 2 jam kedepan hahahahaha Mau gak mau ya kan, beruntung saya gak punya sim nyetir bas, kalau enggak itu bas udah saya bawa buat balik ke TGBR lol

Kena kan, akibat gabut akhirnya pertolongan pertama pada taksi kampus nya abang Hafiz. Minta dijemput di kolej perdana dan untung juga dia bisa jemput, bayangin kan kalau harus balik jalan kaki dari perdana ke center? Lumayaaaaaaaaaaaaannnnnn, jauhh. Konyol sih ya, cuma ngangenin. Ada yang punya pengalaman sama? Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

6. Wifi 4G
Ngaku deh. Mana muka-muka yang hobi nge game rame-rame di bilik? Cowok nih biasanya. Yang rela gak tidur karena streaming film begitu gak ada tugas atau exam, ini kebiasaan cewek. Gak bisa liat waktu kosong dikit terus bisa dari pagi sampe pagi lagi semua orang gak tidur hahahahaha Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

7. Hal yang tentunya gak bisa kita dapet disini tapi ada disana
Gak bisa banyak deskripsi sih, karena setiap orang pasti definisinya beda. Cuma saya bakal mention yang saya rasain dan yang menurut saya juga umum. Let say, jalanan luas yang anti macet. Gak ada pedagang asongan di lampu merah. Gak lihat anak-anak pengamen atau putus sekolah di jalanan, gak ada. Ntah mereka dimana, pasti ada ya kan? Bersih banget kayak gak ada sampah dimana-mana hmmm iya kan? Gak ada berisik bunyi-bunyi klakson sama om telolet om. Mesin sukida sama vending dikampus. Isi bensin dengan self service, abis makan di meranti juga piring sama gelasnya diberesin sendiri juga. Dobi aka tempat laundry yang self service juga. Semua café, resto dan makanan enak disana. Semua tempat belanja yang nyediain apa aja lebih lengkap dengan banyak brand daripada disini, kecuali sambel botol indo yang pedes ya haha bayar parkiran di mall juga yang self service. Apa lagi ya? Jadi yang ini udah jadi alesan kalian gagal move on kah? Toss!

 

Blog Rewind 2016

// January 1st, 2017 // No Comments » // Uncategorized

You Only Live Once, berarti mencintai, menjaga, dan merawat hidup kita karena hidup cuma sekali dan hanya sekali.
It’s not the years in your life that count, it’s your life in your years.
Sekali lagi, BERKARYA…
(dikutip dari beberapa sumber : MA, KH, RYK. Saya suka sih kata-katanya)

Malam ini malam H – 2 pergantian tahun dari 2016 ke 2017. Woohooooo….. (tidak) semua makhluk bumi bakal merayakan malam pergantian tahun. Tidak sedikit juga yang sudah disana sini dengan agenda nya. Salah satunya Saya, malam pergantian tahun nanti sudah diingatkan untuk menjaga rumah karena yang lain punya agenda masing-masing. Oh shit, I don’t have anything to do! Tapi, gak buruk. Dirumah sendirian itu berarti menguasai TV dan makanan, maka mari menyiapkan stok makanan yang banyak.

Itu ketikan diatas emang beneran H-2 yang baru Saya selesaikan hari ini 1/365 wkwkwk Jadi better gak usah dihapus lah ya. Beneran sudah 2017 loh, woohooooooo….. Selamat Datang di Tahun dengan angka 7. Ada yang suka sama angka 7 juga? Semacam angka favorit, kalau sama kita Tos!! Semoga lebih banyak lagi pencapaian untuk tahun ini. Untungnya semalem Saya gak jadi gabut dirumah sendirian karena Saya punya acara YESHH! Tapi tadi pagi Saya buka SC terus liat salah satu temen Arab Saya post tulisan yang intinya
“Selamat Tahun Baru untuk Mereka. Saya Muslim”
Shittt!! Saya Muslim juga haha dan Saya yang termasuk merayakan tahun baruan semalem. Terus Saya berasa ketampar. Yasudah lah ya, lagi-lagi YOLO. Tuhan tahu kok kita semalem gak mabok, gak free sex, gak narkobaan dll. Cuma bakar-bakaran doang. Cuma tradisi, Enjoy your life dude, take your time. Eh tapi emang pas di Johor kemarin sama sekali gak ada perayaan apa-apa sih ya, hmm lebih ke gak tradisi mereka juga, mungkin juga karena rada Islami, sama mungkin Gak boleh sama sultan Johor, ntah lah…

Ngomongin soal pergantian tahun, apa salahnya kalau kita flashback lagi apa saja yang sudah terjadi selama 1 tahun, 12 bulan, 365 hari, 8760 jam, 525600 menit, 31536000 detik ini hahaha gak ya, Saya lihat langsung ini di google bukan hasil itung sendiri. Kalau youtube punya youtube rewind 2016, kenapa enggak Saya juga punya blog rewind 2016. Here we go…

ω Tahun dimana Liburan ke KL jadi liburan perpisahan, aah awal tahun ini emang serba perpisahan, emang yang namanya perpisahan gak ada yang indah. Sudah terima saja, Saya tidak ingin sedih.

ω Tahun dimana Saya pernah dapet “silly jokes” sebagai ucapan balasan pertanyaan Saya. Jangan pernah bayangin kalo ini kocak yah… Ini lebih ke, “anj*ng nih orang sengaja banget gak bales chat gue malah main-mainan silly jokes”, gimana rasanya kalian kalau nge chat terus di bales enggak, tapi dia malah post foto? Yaudah namanya juga ngomong sama anjing…

ω Tahun dimana Saya nangis untuk pertama kalinya karena kehilangan. KENAPA??? HP lu ilang keganti sama pocky? hahaha Pocky bodoh. Setelah 5 bulan gak balik kerumah, bukan nya nangis karena kangen sama ornag rumah, Saya malah nangisin perpisahan sama orang-orang sana, tomyam, bas om toilet om, dan setiap sisi kehidupan Saya disana, semua ya, tidak terkecuali. Saya memang durhaka saat itu, tapi sudah tidak lagi.

ω Tahun dimana Saya untuk pertama kali memutuskan menggunakan hijab secara permanen. Kan tadi sudah Saya bilang, dulunya Saya emang durhaka tapi sekarang tidak. Yah semoga saja tidak lagi hahaha.

ω Tahun dimana Saya melakukan tindakan kriminal. Percobaan pemotongan rambut sendiri secara ilegal dan sotoy, yang hasilnya KEPENDEKAN!!! Saya waktu itu mikirnya apa sih? Saya mikirnya, aah ya kalau gak bagus juga kan gak bakal ada yang lihat juga, bodo amat. potong. Alhasil sudah hampir satu tahun bahkan Saya tidak pernah potong lagi, hemat biaya Salon? Bukaaaaaaannn… Lah ya apa yang mau dipotong, ini rambutnya ngambek numbuhnya lamaaaaaakk banget setelah ditutup hijab. Giman kalau dulu Saya ngide buat botak? Waaaaahh lebaran monyet juga mungkin baru numbuh. Aneh. Dulu saja dalam 5 bulan Saya bisa potong rambut sampai 2 kali. Ini hampir setahun gak potong malah. Saya kapok gak mau lagi potong kependekan, mending potong kepanjangan, laaaaaaaahh??? Biar rambutnya kalau ngambek gak selama ini.

ω Tahun dimana Saya akhirnya bersama 2 pengikut Saya bisa kembali lagi ke tempat dimana bermaksiat itu menyenangkan hahahahaha Tempat dimana ayam bakar madu tercipta, tempat dimana tea ais ditemukan, tempat dimana air listrik dan wifi gratis itu bukan halusinasi, tempat dimana om telolet om tidak mengeluarkan teloletnya, tempat dimana Saya berani nyetir mobil, tempat dimana berat badan bisa naik. Menyenangkan rasanya bisa kembali lagi kesana, tapi tetap saja tidak lengkap, tidak bersama semua pemuja kerang ajaib yang bikin penuh lorong KTGB. Wallah I miss US. I miss Ice cream sevel, pulai and buai so much hikss.

ω Tahun dimana kami ber-6 lulus, walau salah satunya di wisuda lebih awal wkwkwkwk Emang nih orang suka alay sendirian, biar saja sudah sering gitu hahaha… Jadi sarjana tuh gak gampang. Sudah sarjana malah lebih gak gampang. Emang nih semua gegara gampang emang nih. Dasar gampang awas kalau ketemu gue hajar nih gampang!!!

ω Tahun dimana Saya juga berkali-kali gagal. I won’t mention it huhuhu Pedih ini mah pedih sekali lah pokoknya. Habiskan jatah gagal mu sekarang, karena nanti yang datang hanya ada keberhasilan. Amiiiiiiiiiiiiiinnnn……….

ω Tahun dimana Saya baru sadar ternyata makhluk kayak Kev*n Hendraw*n yang chinese gitu tapi enak saja dilihat. Cowok chinese tapi Saya gak ngeluh sama muka orientalnya, ntah apa. Saya suka cara dia ngomong sih. Kebapakan hahaha tetep…..

ω Tahun dimana ada cewek absurd yang ketiba jadi rapper gak jelas -,- Tahu lah ya males mo mention namanya.

ω Tahun dimana penggunaan kuota internet amat sangat boros dari sebelumnya. Terbiasa dulu browsing apa saja, streaming apa saja tanpa ada limit kuota. Kurang sadar sekarang posisi dimana dan fasilitas yang dipunya apa. Ini baru yang namanya nyenyak fasilitas wkwkwk

ω Tahun dimana banyak menyaksikan turun naik nya hidup orang lain. Termasuk Saya juga yang mengalami. Gak selamanya seneng, gak selamanya susah. Itu pasti dan gak akan pernah hilang. Kalau lagi di atas jangan lupa yang bawah, Kalau lagi dibawah jangan putus asa, suatu saat akan naik lagi. Banyak melupakan dan memaafkan. Berdamai dengan masa lalu adalah obatnya.

ω Tahun dimana banyak hal viral dan akhirnya booming kayak yang dibahas sm channel youtube skinnyindonesian24, go check em out!

ω Tahun dimana Saya juga menemukan kekecewaan terhadap segelintir orang. Dikecewakan juga. Kecewa boleh tapi tidak membenci, sedaaaaaaapp.

ω Tahun dimana Saya lagi-lagi gagal menjadi VSA, ujungnya hanya mampu nonton streamingnya dari jauuuuuuuuuuuuuhhh… Tidak masalah masih ada tahun depan kan ya. Mau apa? Ya sama… Tetep nonton streamingnya dari jauh hahahahahahahahahaha

ω Tahun dimana Saya jadi penonton setia serial-serial India di tv, WTF!!!

ω Tahun dimana Saya bisa kulineran ena-ena. Pengen banget sih Richeese Factory, kalau seblak sama tahu bulat seketemunya saja. Sedih kan ya tinggal di Palembang karena gak ada yang jual. Ada juga rasanya standar saja. November kemarin Saya berangkat ke Bandung, nyobain itu semua daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannn sudah dari tempat nya pun seblak sama tahu bulat ternyata tetep gak enak. Tapi buat Richeese Factory ooh my… Level 2 terbaik pokoknya. Itu makan nya di RF PVJ, plus gak sengaja ketemu papah muda ganteng gendong anak hahaha Kecintaan Saya terhadap Bapak-bapak dari dulu emang gak berubah. Eh tapi masih banyak list yang pengen banget dicicipin, hope I can make it soon!!!

ω Tahun dimana Saya selalu mendengarkan curhatan emak Saya sendiri sambil Saya juga ikut curhat, I am a proud daughter… Asli ini mah setahun full curhatnya gak abis-abis. Ada disaat Ibu butuh Saya dan Ibu ada disaat Saya butuh duit?????? Laaaaaaahh….. Maksudnya Ibu ada saat dibutuhkan anaknya. take and give lah ya wkwkwk Doakan anaknya nih biar cepet kerja sama nikah hahaha Jangan sedih kalau nanti anaknya nikah, nanti kita curhat-curhat teruslah sambil nongki di Dubai. Anak punya mimpi Ibu yang mendoakan hahahahahaha

ω Tahun dimana Saya kebeli juga eskrim hitsss Aice yang murah meriah mencret. Ternyata Ayah sama Ibu juga doyan, emang dasar tukang makan. Ada yang jual dideket rumah Saya, yuklah om tante main-main kerumah bawa anak cowoknya sambil nyicipin eskrim mana tahu anaknya sama Saya jodoh hahaha

ω Tahun dimana BAPER. Baper sama adek-adek yang lagi di UTM. Tiap hari mesti tahan kalau-kalau mereka nge post tea ais, ayam bakar madu, kampus, giant, eaon, dan SEMUANYA!!!

Selebihnya gak ada yang beda kok hari tetep sama, masih senin sampe minggu, gak ada penambahan bulan gak ada penambahan hari jd 8 hari seminggu, mana ada… Ohya semalem langit penuh banget sama kembang api, cantik lah pokoknya kalo diliat dari satelit ntah mungkin lebih cantik lagi. Ada juga lewat di timeline Saya orang ngepost tahun baru nya pas ciuman didepan eiffel, lol… Ada yang pada di pantai, mall, resto, depan rumah, balkon, dsb. Satu yang pasti yah pokoknya semua orang semalem bahagia ya kan? Itu yang paling penting. Kita sama-sama bahagia meski mungkin diwaktu dan tempat yang beda.

Harapan buat tahun baru yah keluarga sehat, Saya sehat, Saya dapet kerja dimana saja yang terbaik, jodoh? Ah ya jodoh dong ya Tuhan jangan pacar lagi haha maksa. Liburan jelas masih pengen banget, kulineran, lebih banyak orang bahagia karena Saya, amin… Dijauhkan dari orang-orang kerdil berpemikiran sempit yang mandang dirinya paling bagus paling hebat segalanya, dan kayak gak butuh sama orang lain. Mbak, Mas, Ibadahnya dulu aja udah bener apa belum, udah berbakti sama orangtua belum, udah berguna bagi orang banyak belum? Ya kalau Saya sih belum. Narik perhatian Tuhan lebih penting daripada narik perhatian berharap pujian cuma dari sekedar manusia biasa.