Archive for February, 2016

Remake

// February 29th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

You, you dressed up so nice
But all I could see was your eyes
And the crowd, came, and pulled you away
And then you were gone

everywhere that I go
I see your face and it kills me to know
That you’ll never know what you did to me
And now you’re gone
Yeah, I can’t stop thinking ’bout you

And I don’t even know your name
All I remember is that smile on your face
And it’ll kill me everyday
Cause I don’t even know your name

In my dreams you’re with me
We’ll be everything I want us to be
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops

We don’t talk anymore
What was all of it for?
Oh, we don’t talk anymore
Like we used to do

Cause even after all this time I still wonder
Why I can’t move on
Just the way you did so easily
Now I can’t get you out of my brain
Oh, it’s such a shame

It’s obvious you’re meant for me
Every piece of you, it just fits perfectly
But we know this, we got a love that is homeless

And nobody knows I’m in love with someone’s baby
Why can’t I say that I’m in love?
I wanna shout it from the rooftops

All these precious moments
That we carved in stone
Are only memories after all

Why can’t you hold me in the street?
Why can’t I kiss you on the dance floor?
I wish that we could be like that
Why can’t we be like that? Cause I’m yours

So why don’t we just play pretend
Like we’re not scared of what is coming next
Or scared of having nothing left

All I ask is
If this is my last night with you
Hold me like I’m more than just a friend
Give me a memory I can use
Take me by the hand while we do what lovers do
It matters how this ends
Cause what if I never love again?

Together we can just let go
Pretending like there’s no one else here that we know
Slow dance fall in love
We don’t care what them people say

Let this be our lesson in love
Let this be the way we remember us

there will always come the time when our relationship gets tougher and I can get hurt anytime, but I will stick to him anyway because I love him and when I love, I love with all my heart.

Kadang Kesal tapi Saya Bersyukur

// February 28th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

Saya adalah anak kedua sekaligus putri satu-satunya dalam keluarga. Posisi tengah yang di apit oleh kakak dan adik laki-laki. Kami memang hanya 3 bersaudara. Menjadi satu-satunya saudari perempuan mereka membuat saya dijaga dan disayangi dengan baik.

“Dek dimana? Jemput dong disini…..”
“Nanti anterin ya kak kesini…”
“Laper, cari makan yuk…”
Tolong ini tolong itu, dan seterusnya… Memiliki saudara yang bisa diandalkan memang salah satu kebahagiaan. Maklum, karena Saya yang paling aktif dirumah praktis mereka juga mengandalkan Saya dalam beberapa hal.

“Dek cari ini dimana ya kira-kira?”
“Dek pulsa internet dong”
“Yuk (sapaan untuk saudari yang lebih tua) beliin ini ya”
Dan seterusnya… Mereka laki-laki juga mengandalkan Saya. Kami bertiga berbagi peran dirumah. Urusan keluar rumah dan apa yang membutuhkan tenaga ekstra menjadi tanggung jawab mereka, sedangkan Saya mengurus urusan rumah. Menyetrika, mencuci piring, menjemur pakaian, menyapu dan pel lantai itu semua bagian Saya.

Semua tidak bisa Saya tolak karena memang cuma Saya putri satu-satunya di keluarga ini. Bukan tidak mungkin dan terkadang Saya membagi tugas tersebut kepada mereka. Kakak memasak lalu adik yang mencuci piring. Saya memang suka marah kalau mereka terkadang tidak mau. Kenapa? Itu semua pekerjaan perempuan? Hanya boleh dilakukan oleh perempuan? Saya tidak sependapat. Laki-laki atau perempuan sama saja. Yang membedakan hanya porsi tenaga laki-laki jelas lebih dari perempuan.

Tidak disadari Saya menjadi satu-satunya yang membantu mengatur rumah. Yaah, setelah Ibu tentunya. Manajemen kecil ini contoh nyata dan pengalaman untuk kedepan. Kami memang tidak dimanjakan dirumah ini. Tapi tidak juga dididik seperti militer. Hanya Saja semua diajarkan bagaimana bertanggung jawab, bagaimana menjalankan peran masing-masing, bagaimana bekerjasama agar semua tetap berjalan tentunya.

Yah memang kadang Saya kesal saat apa yang saya katakan tidak didengar, tidak dilakukan, tapi lebih dari itu Saya bersyukur atas semuanya. Tuhan memang tahu yang terbaik. Dan mereka lah yang terbaik, yang tidak mungkin sama sekali ingin menyakiti saya atau bahkan melihat saya kesusahan. Dimasa depan keluarga ini lah yang akan membantu Saya menghadapi tantangan didepan. Lupakan mengeluh banyak-banyaklah bersyukur.

My little Hope

// February 25th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

It has been 37 days since we left Johor Bahru. It was the first time for me, away from my parents my home. I was so excited to leave my home town, no doubt. I packed all the stuffs to be brought. It was like I’m gonna leave my home forever haha. Yeahh I thought my luggage was the biggest one ever at that time, everyone was shocked.

As the time goes by, I enjoyed my life there. My friends were the only family I had. We take care each other. Kolej Tun Ghafar Baba was our dorm. It wasn’t so fancy but we did a lot there. We stayed on the 3rd floor. We eat, sleep, dance, clean up, laundry, groceries, do assignment, play, sing, shout, everything. It was the best moment for us.

We travelled a lot. We usually rented a car to go somewhere like maslee, mall, KL, beach, etc. The best part is we piled in the car haha in the night we went to a hill called Balai Carapan. Gita ali yasir bilal bela and I, We have been there until dawn just to play truth and dare lol our dark secrets were revealed. Even mine was the biggest one ever.

Every friday we had lunch together in Bang Hamid’s house. They cooked arabian foods and the boys never let us to help them I don’t know why?? They treated the girls as princess. What about zombie run and cultural night from ICMF? It was my amazing experience ever. It was my golden ticket, can I say like that? I met you. People from different countries. We tasted the foods, we saw the culture, all of them were good. The best part was Indonesia won the best performance for the dance.

We played card in the lobby of the dorm, rode bike, ate sate hmm I don’t know what’s the name it’s kinda creepy coz it was so dark until the light was on, sat on the stairs and talked so much. I just love it. It made me happy. I still remember everything we have done. I don’t know can we make it again? see you when I see you, insyaallah… I am waiting for April. Who’s excited for April as well? I wish everything is gonna be okay and we can run the plan we’ve made amin

Trip in Kuala Lumpur

// February 14th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

Sore-sore gini waktu yang tepat buat nulis emang. Di ruang tengah, sambil dengerin lagu yang biasa aku puterin buat nemenin kalo emang lagi sepi. Mungkin kalian juga sore-sore gini pada bingung mau ngapain, sambil stalking timeline social media, sambil mikir abis stalking mau ngapain ya…

Aku kali ini mau cerita soal perjalanan liburan kemarin di Kuala Lumpur. Udah gak asing lagi kan sama kota satu ini? Mungkin sebagian besar kalian juga udah pada pernah kesana. Destinasi luar negeri yang paling deket juga sih kayaknya ya. Dari kota ku sih cuma 1 jam an via pesawat udara. Tiket pesawatnya juga lebih murah daripada kalo mau pergi ke Bali apalagi Papua.

Tapi aku kebetulan berangkat dari Johor Bahru bukan dari Palembang. Kok bisa?? Kemarin masih jadi mahasiswa exchange soalnya di salah satu universitas Johor Bahru. Naik apa, pesawat juga? Enggak. Aku sama beberapa teman naik kendaraan pribadi yang kita setir sendiri. Mobil. Mikirnya sih simpel biar nanti kalo udah sampe gak bingung mau kemana-mana tinggal pake aplikasi waze. Memanfaatkan segala teknologi yang ada ya gitu haha

Berangkat dari JB (Johor Bahru) selesai makan siang. Perjalanan makan waktu 5 jam, karena kita emang santai dijalan, banyakan stop di rest area karena laper lah, yang nyetir capek lah, mau ke toilet lah, solat juga. Begitu kita dinyatakan memasuki kawasan ibu kota ya Kuala Lumpur, tujuan pertama kita hotel. Nginep dimana sih? Kita nginep di hotel hijau Pods. Banyak pohon nya? Bukaaan… Ini hotel full sm nuansa warna hijau. Dinding dan banyak properti nya mereka pake warna hijau aku gak paham juga kenapa haha pesan di tempat? Hotel nya udah lama di booking via booking.com itu referensi dari temen juga, cara cari dan pesen nya gampang sih tapi kalian bisa pake kayak traveloka dll kok. Terus hotelnya gimana? Kalian bisa cek deh di google kayak apa.

Malemnya kita ke Pavilion terus ngelewatin connection menuju Suria KLCC. Lumayan jauh loh ternyata, capek cuma adem dalemnya. Sampe di KLCC kita foto-foto didepan Petronas Tower sampe gabut terus balik ke hotel.

Kawasan nya ternyata dekat sama Nu Sentral mall KL sentral, dekat sama stasiun KL monorail. Asik banget kalo kalian traveller yang gak punya kendaraan pribadi selama disana. Mau ke Central Market juga cuma berapa menit pake mobil, lengkap deh kalo buat yang berburu oleh-oleh cuma harus pinter-pinter nawar. Karena bahasa Malaysia gak sulit jadi kalian pasti bisa cepat belajar cuma dengar gimana mereka bicara.

Besok nya kita ke Genting Highland. Tempatnya lumayan jauh ke arah keluar dari pusat kota. Sekitar 1 jam setengah pake mobil. Jalanan nya terus nanjak sampe rasanya gak ada ujungnya nih jalan. Hampir juga frustasi ini sesat gak sih sebenernya abis jalan gak abis dan cuma ada jurang aja kiri kanan. Akhirnya kita sampe juga. Pertama kita mau naik Genting skyway cable car, dan sama sekali gak keliatan petunjuk apapun. Yaudah kita tanyain ke Pakcik security kita harus kemana. What we got? Genting skyway cable car nya tutup sementara karena lagi ada perbaikan. Berasaaa kebakar panas garang emosional udah susab payah kesini dan malah gak dapet apa-apa. Alhasil disana kita cuma liat-liat, makan siang sama foto-foto. Eeh beneran ada loh tempat buat main casino nya haha dengan penjagaan ketat pasti. Bocah kayak kita mah mana boleh masuk.

Terus kita cari oleh-oleh ke Central Market buat oleh-oleh pulang ke kampung halaman setelah 5 bulan aku sama sekali gak pulang kerumah. Kangen rumah, cuma bakal lebih kangen JB, Malaysia dan semua kenangan nya. Tinggal jauh dari rumah gak seburuk itu ternyata. Banyak keluarga baru yang bakal kita dapet sebagai pengganti keluarga yang lagi jauh di kampung halaman. Tinggal jauh dari rumah bikin kita lebih mandiri karena harus bertahan ngurus semuanya sendirian. Berhijrah lah maka kalian bakal tahu kayak apa sifat orang-orang disekitar kalian, kalian akan tahu bagaimana hidup gak semudah dirumah sendiri yang serba ada. Jangan pernah takut, karena aku juga gak takut. Kita semua bisa kok karena hidup memang gak semudah itu dan jangan dibuat susah.