Kadang Kesal tapi Saya Bersyukur

// February 28th, 2016 // Uncategorized

Saya adalah anak kedua sekaligus putri satu-satunya dalam keluarga. Posisi tengah yang di apit oleh kakak dan adik laki-laki. Kami memang hanya 3 bersaudara. Menjadi satu-satunya saudari perempuan mereka membuat saya dijaga dan disayangi dengan baik.

“Dek dimana? Jemput dong disini…..”
“Nanti anterin ya kak kesini…”
“Laper, cari makan yuk…”
Tolong ini tolong itu, dan seterusnya… Memiliki saudara yang bisa diandalkan memang salah satu kebahagiaan. Maklum, karena Saya yang paling aktif dirumah praktis mereka juga mengandalkan Saya dalam beberapa hal.

“Dek cari ini dimana ya kira-kira?”
“Dek pulsa internet dong”
“Yuk (sapaan untuk saudari yang lebih tua) beliin ini ya”
Dan seterusnya… Mereka laki-laki juga mengandalkan Saya. Kami bertiga berbagi peran dirumah. Urusan keluar rumah dan apa yang membutuhkan tenaga ekstra menjadi tanggung jawab mereka, sedangkan Saya mengurus urusan rumah. Menyetrika, mencuci piring, menjemur pakaian, menyapu dan pel lantai itu semua bagian Saya.

Semua tidak bisa Saya tolak karena memang cuma Saya putri satu-satunya di keluarga ini. Bukan tidak mungkin dan terkadang Saya membagi tugas tersebut kepada mereka. Kakak memasak lalu adik yang mencuci piring. Saya memang suka marah kalau mereka terkadang tidak mau. Kenapa? Itu semua pekerjaan perempuan? Hanya boleh dilakukan oleh perempuan? Saya tidak sependapat. Laki-laki atau perempuan sama saja. Yang membedakan hanya porsi tenaga laki-laki jelas lebih dari perempuan.

Tidak disadari Saya menjadi satu-satunya yang membantu mengatur rumah. Yaah, setelah Ibu tentunya. Manajemen kecil ini contoh nyata dan pengalaman untuk kedepan. Kami memang tidak dimanjakan dirumah ini. Tapi tidak juga dididik seperti militer. Hanya Saja semua diajarkan bagaimana bertanggung jawab, bagaimana menjalankan peran masing-masing, bagaimana bekerjasama agar semua tetap berjalan tentunya.

Yah memang kadang Saya kesal saat apa yang saya katakan tidak didengar, tidak dilakukan, tapi lebih dari itu Saya bersyukur atas semuanya. Tuhan memang tahu yang terbaik. Dan mereka lah yang terbaik, yang tidak mungkin sama sekali ingin menyakiti saya atau bahkan melihat saya kesusahan. Dimasa depan keluarga ini lah yang akan membantu Saya menghadapi tantangan didepan. Lupakan mengeluh banyak-banyaklah bersyukur.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 multiplied by 5?