Archive for August, 2016

Haji Filipina?

// August 28th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

TV lagi heboh banget bahas berita Haji Filipina. Ya kalo orang berangkat haji salahnya dimana? Salah! Haji Filipina ini ternyata orang Indonesia yang berangkatnya pakai passport palsu sebagai warga negara Filipina. Ini kan akibat orang sok pinter, bikin keberangkatan sama ijin palsu buat orang Indonesia yang gak paham soal keberangkatan haji. Ngambil keuntungan, dengan membodohi saudara/i sendiri loh sesama warga Indonesia juga. Emang gak ada cara cari uang lain? Gak ada cara buat kaya yang lebih baik? Eh tapi belum tahu juga sih orang dibalik ini semua orang Indonesia atau bukan. Pasti bukan! Ahh ya Saya percaya nya bukan, mana tega sesama warga Indonesia tipu-menipu. Lebih-lebih ini yang ditipu Bapak sama Ibu yang mayoritas udah tua. Pengen banget berangkat haji, mungkin juga udah impian sejak lama. Nunggu nya lama, dengan harapan besar bakal bisa berangkat buat naik haji ke tanah suci, Mekah.

Bukan naik haji seperti impian yang mereka dapat. Malah masalah baru merepotkan pemerintah Indonesia lagi untuk dibawa pulang ke Indonesia. Kebayang banget gak? Nabung udah lama, rupiah demi rupiah dikumpulin dengan harapan suatu saat akan menginjakkan kaki dan berhaji disana. Tentu aja uangnya gak sedikit. Kok bisa ya, setega itu penipuan berkedok ibadah ini? Makin penasaran ini pelaku pasti deh bukan orang Indonesia. Terus orang mana? Ya orang yang abis ini bakal gak tenang hidupnya abis ngecewain ratusan jamaah terus mungkin juga udah dihujat disumpah serapah sama mereka yang kecewa berat. Kata orang dulu sih kualat loh mai-main sama orangtua!

Terus Saya dengar Ayah juga ikutan ngomel. Salah siapa nih? Salah pemerintahnya. Pemerintah mana? Ya pemerintah Indonesia lah.
1. Kok bisa-bisa nya orang semudah itu bikin apa yah, ntah KBIH atau sarana keberangkatan atau agen haji palsu? Kenapa dikasih ijin gampang banget bikin ginian.
2. Kenapa naik haji di Indonesia susah banget sih? Udah mahal, nunggu nya lama lagi. Sampai Saya sering dengar orang suka bilang “udah keburu wafat duluan deh” Bapak/Ibu yang udah tua cuma nungguin antrian haji.
3. Beli kursi? Beli nomor antrian atau apalah istilahnya. Emang Saya gak gitu ngerti juga soal ini, ya cuma uang yang duluan dikumpulin buat pesen kursi ini yang toh berangkat juga belum dikemanain? diputerin jadi apa? numpuk banyak terus dikelola gimana? Aah mungkin karena Saya gak gitu paham ekonomi, uang dan perbankan yah mikirnya cuma uang banyak itu bisa dijadikan apa aja atau digunakan siapa saja, ya kan?
4. Indonesia kan emang mayoritas Muslim, udah pasti yang mau berangkat haji banyak banget. Sampai antri berangkat aja lama. Lama banget! Terus kenapa gak ada solusi? atau udah ada cuma Saya aja yang gak tahu? Ahh suka-suka pemerintah aja deh mau ngatur keberangkatan haji gimana toh yang tiap tahun Saya lihat juga masalah keberangkatan haji gak berubah-ubah.
5. Kenapa sih gak dibatesin buat berangkat haji itu diatur, per orang nya tuh satu kali aja per 5 tahun kek, per 10 tahun kek cukup. Meski mereka punya uang banyak gak boleh egois sama yang sekali pun belum pernah. Andai seluruh warga Indonesia ini udah berangkat haji semua boleh deh yang punya uang lebih banyak buat berangkat berpuluh kali. Bahkan tiap bulan kalo bisa. Bisa kan diatur tahun ini Jawa dulu yang berangkat, tahun depan Sumatera dst… atau yang usia diatas 50 di dahulukan, lagi-lagi alasan umur. Takutnya yang diatas 50 udah gak punya cukup waktu untuk ngantri lebih lama.

Sebenernya apa aja sih bisa dilakuin. Pemerintah yang bikin kebijakan kan yang selama ini suka-suka gimana enaknya. Warga kayak Saya juga nurut aja apa kata pemerintah. Gak mau kan akhirnya ada lagi kasus Haji Filipina jilid 2, atau Haji Thailand, atau haji-haji lainnya. Temen Saya aja dengar kalau berangkat haji dari Indonesia tuh sulit mereka kaget. Ibadah udah lama, jauh, butuh biaya banyak, fisik harus kuat, terkesan malah dipersulit. Pemerintah yang dari oleh dan untuk rakyat ini seharusnya kan mempermudah, ya kan? Pemerintahan profesional, diisi orang hebat, dibayar mahal harusnya kan gak boleh jawab “sudah diatasi kok”, “sedang dikaji” gak kelar2 mengkaji nya, “…dst…” tapi ada-ada terus masalahnya.

Buat yang udah pernah naik haji, masih mau naik haji lagi? Gak mikirin saudara/i kita yang belum pernah sama sekali naik haji Pak, Bu? Makanya kalau naik haji yang bener biar mabrur, jangan gengsi doang! Pulangnya pengen dipanggil Pak, Bu haji. Namanya jadi nambah gelar H. didepannya. Di Arab sana orang naik haji 50 kali juga gak ada gelar H. biasa aja. Jadi sekali seumur hidup aja sudah sangat bagus daripada yang belum pernah sama sekali seumur hidup, eeh udah gak hidup lagi pun. Kan punya uang, gak ada masalah dong? Ya terus aja mikir kalau uang tuh bisa berbuat dan menyelesaikan semuanya. Kalau emang punya uang banyak bisa dong pindahin aja Ka’bah nya ke Indonesia. Emang kita Tuhan? Kan bukan, kan uang nya gak bisa buat mindahin ka’bah kesini biar saudara/i kita mau haji jadi lebih gampang. Passport, dana, usia, kesehatan mungkin bukan lagi penghalang, tinggal niat! Saya nih belum pernah berangkat haji loh Pak, Bu. Ahh kebayang mesti diumur berapa baru bisa naik haji.

 

 

dari Saya yang status hajinya masih belum jelas hmmm.

Semua ada Jaman-nya

// August 20th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

Semua tidak akan pernah tahu apa akhirnya… Kami memulai semua perjalanan ini sendiri-sendiri. Selepas dinyatakan lulus dari bangku SMA, Saya berpisah dengan teman-teman terbaik dijamannya. Sekarang sudah tidak? Bukan! Kebaikannya tidak pernah berkurang dan masih terus Saya ingat. Kami memutuskan mengambil jalan masing-masing. Melanjutkan rencana belajar di tempat pilihan masing-masing. Berpisah? Ya! Kami tidak memiliki waktu sebanyak dulu, sejak pagi sampai siang, bahkan sore tetap bersama. Saya memutuskan untuk belajar di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya. Universitas terbesar di Kota ini, dengan pelamar yang tidak bisa dibilang sedikit.

Sendirian? Ya! Saya tidak pernah berfikir apakah Saya akan betah, apakah Saya akan mendapat teman baru seperti teman di bangku SMA, apakah jurusan yang Saya ambil akan membuat Saya menyesal nantinya. Semua keraguan itu tidak ada. Hanya keyakinan besar bahwa dimana pun Saya akan tetap sukses dan berhasil. Membanggakan Ayah dan Ibu bahwa Saya berhasil menjadi salah satu mahasiswi yang diterima sangat awal melalui jalur Undangan. Sebenarnya bukan itu. Itu semua hanya permulaan dari lebih banyak lagi tantangan, keraguan, masalah, yang harus Saya hadapi. Menyelesaikan pendidikan sarjana tepat waktu.

Empat tahun bukan waktu yang sebentar. Tentunya dengan biaya yang tidak sedikit. Ada begitu banyak rintangan dan kesulitan yang Saya temui. Semua itu terasa bukan apa-apa karena Saya memiliki mereka. Saya yang punya masalah dengan jadwal pagi, lebih suka menunda pekerjaan, tidur dimana saja jika bosan, berisik, seringnya melakukan hal tidak jelas yang membuat mereka semua keheranan mungkin jengkel, lupa dengan kontrol volume suara, lebih senang diluar rumah, urakan tidak memperhatikan penampilan, semua itu diterima dengan rasa jengkel mungkin namun tetap saja Saya diterima dengan baik. Hal yang belum tentu orang lain miliki selama ini. Penerimaan seluas-luasnya. 

People come and go, but they choose to stay. Jadi apa alasan Saya dulu memilih Fakultas dan jurusan ini? Saya digiring kesini. Bisa saja dengan mudah Tuhan membalik hati dan pikiran Saya untuk tidak memilih jalan ini. Tuhan mau Saya menikmati semua bentuk penerimaan seluas-luasnya ini. Pertaruhan empat tahun Saya harus jatuh bangun menjalaninya, karena Tuhan mau kasih Saya hasil terbaik di akhirnya. JANGAN LUPA BAHAGIA. Rasanya tidak satu hari pun Saya lewati selama empat tahun ini dengan tidak bahagia. Gelar, Ilmu, Kekayaan dan semuanya tidak lebih penting tanpa bahagia itu sendiri. Bahagia saja dulu, hal paling mudah dilakukan sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Tidak mungkin semuanya semenyenangkan ini, sepuas dan senikmat ini jika tanpa bahagia.

Seperti dulu lulus dari SMA, sekarang Saya lulus dari Universitas ini. Saya harus meninggalkan dan ditinggalkan lagi oleh teman-teman terbaik dijamannya. Menemukan, melanjutkan hal baru yang belum pernah Saya coba (lagi). Saya gak akan pernah bisa bilang selamat tinggal, karena Saya toh masih belum meninggal(kan), masih juga disini. Saya cuma bisa bilang, mungkin nantinya waktu Saya yang tidak banyak lagi untuk kalian. Prioritas yang berganti. Ntah apa nantinya. Kalian semua harus tahu. Saya tidak pernah meninggalkan kalian.

Awalnya tidak saling mengenal. Awalnya sudah kenal tapi tidak begitu dekat. Menjadi mengenal satu sama lain dan mendekat. Menjadi tidak mau dipisahkan bahkan hanya sekedar untuk tugas kelompok. Saling meninggalkan memang bukan tradisi kita yah, aah untunglah… Tapi lihatlah waktu yang banyak itu sebentar lagi akan menjadi waktu yang sedikit. Akan jarang sekali bertemu, jarang mengobrol. Tapi tidak apa-apa, kita sudah melakukan yang terbaik, yang terhebat di jamannya! Itu yang paling penting kan? Siapkan saja cerita ini untuk generasi selanjutnya bahwa kita pernah ada dan bersama-sama untuk waktu yang lama. Semoga saja kelak anak-anak kita mendapatkan cerita sebagus kita yah, atau lebih baik. Mendapatkan bahagia dengan orang-orang terbaik dijamannya. Lalu kita akan siap mendengarkan cerita mereka.

14060361_10208537162165266_539402737_o

14074427_10208537239647203_2016279380_o

14087184_10208537162085264_34530721_o

 

Selamat Datang SI Unsri 2016

// August 15th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

Ini semester dan tahun pertama kalian di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya. Hallo angkatan 2016. Saya angkatan 2012. Sayang, kita gak bakal banyak ketemu. Ya, Saya sudah tidak lagi belajar dikampus, karena sudah diluluskan pada sidang TA 2 yang lalu, walau memang belum sah haha Tenang, kalian tetap akan melihat yudisium kami akhir bulan ini. Maaf yah kalian kelewatan satu senior langka seperti Saya haha

Anyway… Saya cuma mau menuliskan apa yang harus kalian lakukan, dan apa yang tidak perlu kalian lakukan untuk 4 tahun kedepan, lebih boleh. Ini hanya berdasarkan pengalaman Saya dan beberapa teman ya, mungkin akan terjadi di kalian? Atau kalian hanya akan menyaksikan. Ohya untuk SI reguler I’m so sorry… Karena Saya sendiri SI bilingual jadi gak bisa banyak bahas tentang kalian…

Baca dengan seksama:
1. Kebiasaan anak baru adalah mencari tahu. Apa yang harus dicari tahu kak? Apa saja dong. Semua yang akan mempermudan dan berguna untuk kamu selama belajar di kampus. Dimana ruang kelas, dimana parkiran, dimana ruang dosen, dimana admin, dimana kantin, dimana colokan dan wifi kencang, dimana tempat ngadem enak, dimana dimana dimana. Gak butuh waktu lama kalau kalian cerdas.
2. Kenali angkatan mu, kenali kakak tingkat mu. Kenapa? Jangan pernah memandang senior sebagai orang yang seram, kejam, dan akan menyulitkan mu. Ubah mind set kalian karena sesungguhnya senior adalah network untuk kedepannya. Belajar lah yang baik-baik dari mereka.
3. Kenali dosen mu dan karakternya. Dosen gak semua sama. Gak bisa dipukul rata jadi sama. Mereka udah punya rule masing-masing bahkan sebelum kamu diterima disini. Jangan pernah berpikir dosen bakal ngikutin mau nya kalian! Keselamatan nilai kalian adalah hal utama haha canda… Menangin hatinya mereka.
4. Segera bentuk grup kelas untuk berkomunikasi dengan bertukar kontak telfon/line/wa atau apapun.
5. Join semua grup nya SI Unsri. Setahu Saya 3 grup utama nya sih ini.

Screenshot_2016-08-15-18-22-31_com.facebook.katana

Screenshot_2016-08-15-18-22-39_com.facebook.katana

Screenshot_2016-08-15-18-22-46_com.facebook.katana

Jangan sampe gak update info ya!

6. Ini kampus bukan sekolah. Yang sedari dulu guru datang ke kelas sesuai jadwal. Sewaktu-waktu bisa berubah. Malah dosen nya lupa sudah waktunya masuk dan sesekali kalian ingatkan.
7. Cari teman sebanyak-banyaknya. Jangan keras kepala, jangan merasa gak butuh sama orang lain. Kita gak tahu masa depan itu akan seperti apa. Dosen SI kadang di gedung D3 atau di ruang admin KPA. Ikuti semua kegiatan kampus. Organisasi nih yang wajib jangan males-males deh kalau gak kalian bakal nyesel, gak punya banyak teman, koneksi, pengalaman dan cerita seru semasa kuliah, yakk nyesel!
8. Jangan rusak tahun pertama dan kedua kalian dengan males kuliah, karena akibatnya bakal panjang. Emang mau sering-sering SP? Ketemu sama dosen itu lagi yang inget kalau kalian punya citra buruk? Think twice!
9. Sibilian kalian nantinya akan berangkat bersama-sama untuk belajar 1 semester ke Universiti Teknologi Malaysia, Johor Bahru. Harus kompak sesama angkatan. Hidupa diluar keras kalau kalian gak punya temen sekaligus gak terlupakan bisa hidup bareng-bareng di negeri orang. Kalau kalian gak berangkat gak bakal tahu apa ceritanya. Berangkat ya dek berangkat haha
10. Meskipun kita anak kampus Palembang, main dong ke Indralaya. Itu juga kampus kalian yah cuma dibedakan oleh lokasi. Awalnya anak Palembang bakal pusing sama luasnya. Berasa Unsri kok luas banget! Dan ntah kenapa. Ntah ya. Orang bakal bisa lihat kalau anak Palembang main ke Indralaya, just like we are different but actually we are not.

Okeh jadi warga yang baik ya. Warga kampus. Buatlah kampus ini bangga karena tidak sia-sia sudah menerima kalian. Goodluck.

Good Luck

// August 10th, 2016 // No Comments » // Uncategorized

 

Just because that video… Perfectly made me broke inside… The same month almost a year ago… It was so much fun, all of us can not forget it. Thankyou so much for all the sweetest memories UTM and all people are involved.

Karena tinggal jauh dari orang tua itu menyedihkan tapi karena sama-sama mereka, mereka ini. manusia gila ini. Sedihnya jadi gak berasa yang sedih-sedih banget. Betah, betah banget sampe sebenernya gak mau pulang. Bukan, bukan karena UTM nya, bukan karena Johor, bukan karena semua fasilitasnya. Mereka, yang hadir setiap hari. Pagi siang malem sampe pagi lagi. Mungkin gak sama rasanya kalo ini bukan mereka?

Buat adek-adek yang akhir bulan ini bakal berangkat cuma mau bilang, I WISH I COULD REPLACE YOUR TIME, PLACE. A bit shit, but I really want it. I know, yeahh, I know it will never be the same… I know I should not wish this. Just being honest. I miss my 27 August 2015 – 19 January 2016… I’m happy because not a single day I missed. I didn’t, but still like I missed all the moment, never enough.

Just do whatever you wanna do. Just do what make you happy. but you know the limitation, you know what’s good and what’s bad. If you are lucky enough maybe you’ll get your jackpot like me. Good luck.

1. Sering-sering bikin kita semua baper ya dek. Akan sangat menyenangkan.
2. Snap semua apa pun yang bisa di snap, kuota wifi kalian tumpeh-tumpeh kok. kuota gue aja disini yang sekarat, hell…
3. Be smart! Ada barang yang kalian gak bisa temuin disana. meskipun kalian udah cari barang penggantinya. Ada yang gak selalu sama, baby!  apa aja? PM me!
4. Jangan ansos! gue bakal neriakin lu norak dari sini. Gue udah siap lahir batin buat ngegantiin tempat lu.
5. Bahasa malay itu gak beda jauh dari kita disini. Bahasa Inggris? mereka juga gak akan sehina itu ngehujat lu cuma karena grammar lu berantakan. gak ada yang begituan! latihan bahasa malay tuh lucu banget sumpah, bikin kangen.
6. Join semua aktifitas kampus disana. Disini Jackpot kalian bertebaran LOL
7. kalo masih gak ada mesin cuci, cuci baju ke taman teratai aja, gak jauh dari Maslee Express, disana cuci langsung kering. naik bas bisa, kalo gak ya sewa kereta.
8. Sering-sering ke Perpus. Disini juga banyak Jackpot.
9. Kelilingin semua sudut UTM sampe kalian rasa UTM KECIL BANGET!
10. Jangan sering bolak-balik Indonesia meski ini deket.
11. Jangan lupa capture semua momen. Foto video semua deh pokoknya. pas disana sih emang gak ada apa-apa. Pas disini? Shit…
12. Jangan pernah ngira bakalan sama lu ngekos dari daerah ke Palembang. Dari Palembang ke Johor? Jauh.
13. Jangan ngerusak nama baik almamater, hmm penting juga. Jangan sampe angkatan bawah lu bakal gak bisa ngerasain apa yang gue sm lu bakal rasain!
14. Girl, ti ati ma Internasionale.
15. Better you watch your step and be the best you!