Are you shining just for me?

// March 13th, 2017 // Uncategorized

this post is written  last month so, imagine it has been posted long time ago…
Siang ini menu masakan saya bertambah lagi. Sudah dapat saya pastikan bahwa beberapa hari kemudian saya akan lupa step, dan bumbunya, tidak semua… Saya suka jika diajak memasak bersama. Bersama dengan orang yang lebih handal tentunya. Ntah kenapa untuk urusan memasak memang ingatan saya akan hilang sebagian saja. That’s why I need google. Google ada, yeaaahh inilah shortcut paling ampuh untuk mengamankan, dan meyakinkan diri bahwa saya bisa masak hahaha Tapi yang perlu saya jelaskan bahwa google itu panduan, so sesuaikan saja hasil akhirnya dengan selera kita. Ya, ini soal selera kan.

Let’s change the topic! Berapa hari lewat (sudah agak lama soalnya ini tulisannya ketunda-tunda terus) saya, dan teman-teman saya nonton film Lal La Land. Siapa yang tidak tahu La La land? Iya ada, mesti ada saja yang tidak  menonton, yang tidak suka. Coba saja kalau kalian naik gojek terus tanya, “Mas sudah nonton La La Land belum?” jawaban nya saya yakin cuma dua, tidak tahu sama belum. Kalau si Mas jawab tidak tahu, sudah jangan diperpanjang! Jangan sampai si Mas minta penjelasan apa itu La La Land karena yang butuh penjelasan itu cuma cewek bukan buat Mas-Mas. Nah kalau si Mas jawab belum, itu artinya beliau ngode pengen diajak movie date ieeeeewwww canda…

Adegan awal film ini adalah orang kena macet diatas jembatan layang, terus tiba-tiba nyanyi sama joget, kesannya film India gitu ya. Saya tidak sukanya karena yang nyanyi sama joget semuanya pemeran pembantu di film ini, aktor utamanya tidak ada. Ntahlah mungkin kalian suka-suka saja, tapi suaranya oke juga. Ya kali ya kan, orang lagi macet parah, pasti tuh kaki sama bokong pegel terus jadi bad mood, jadi boro-boro mau nyanyi pake joget! Ya cuma namanya film ya kan, drama-drama dikit lah biar seru… Singkatnya di film ini ada cowok main piano di restoran, terus si cewek terpesona sama permainan piano nya. Biasa banget sih ya adegan nya. Sudah pasti mereka berdua bakal ketemu lagi, pdkt, jalan bareng terus hidup bahagia selama-lamanya… Itu isi otak kita semua ya kan? Selalu pengen liat drama yang happy ending.

Terus apa? Memang akhirnya tidak bahagia? Bukan. Kalau bisa saya bilang, La La Land bukan sad ending. It’s still a happy ending. Their relationship has been lost, of course it is the sad part but, they’ve achieved everything in life they’ve ever wanted. Happy kan? Tapi kenapa mereka tidak hidup bersama? Bukannya mereka sebelumnya sama-sama? Kenapa mereka malah pisah? Bukannya mereka saling mengisi, dan mengerti satu sama lain?

Life has different seasons, and you have different people in your life that accompany you for those seasons. Pursuing your dreams requires sacrifice. You can and may lose friends, loved ones, relationships, and other things that you hold (Seperti yang terjadi sama Mia, dan Seb di film ini). Setuju tidak? Karena saya rasa memang itu yang sering terjadi. Hal biasa yang terjadi dalam hidup tapi kita yang tidak terbiasa karena mungkin baru pertama kali mengalami, atau belum pernah. Terima, nikmati, dan beradaptasi lah supaya kalian bisa tetap menghidupi hidup.

Jadi kalau menurut saya pelajaran dari film ini tuh kalau kita punya mimpi, yah diperjuangin. Mungkin ditengah jalan kita gagal, kita ngeluh, kita kehilangan sesuatu yang berharga sebagai pengorbanan, bahkan kita sampai berpikir mungkin mimpi ini tidak cocok dengan kita. Tidak masalah kalau sejenak kita beralih, mencari cara baru yang bahkan bisa membuat kita lebih dekat lagi dengan mimpi awal kita. Kalau awalnya kita selalu gagal mungkin cuma masalah cara kita sekarang belum tepat, dan cepat-cepat sadar ayo sadar. Ada yang bilang, hanya karena kamu lambat, kamu menghabiskan waktu lebih lama bukan berarti kamu gagal. Kalau pun kamu perlu gagal berkali-kali really… It doesn’t even matter. Asalkan kita tetap terus berusaha.

Hebatnya… kisah di La La Land ini mengaburkan makna sebenarnya, atau cuma saya yang tenggelam, dan fokus sama drama percintaan mereka? Hahaha begok. Kemudian waktu mereka berdua pisah kalian pada patah hati… Yak ternyata kita sama-sama masih berpikiran cetek tek tek. Dan kita semua secara tidak sadar selalu saja menyetir urusan orang lain, iyaaaaa kan? Ngaku deh! Kita sendiri lupa dengan drama kehidupan kita.

MIA KEPADA SEB,
Hai Seb, apa kabarmu?
Maaf kali ini aku datang tidak sesuai harapanmu.
Permainan pianomu selalu saja menggetarkan hatiku.
Kau mungkin tidak ingat, pertama kali aku melihatmu di restoran?
Aku kali ini datang, tapi aku tidak sendirian.
Ada seseorang sekarang di sebelahku.
Aku harap dia tidak menyadari aku yang sedang terpukau.
Aku berhasil dengan impianku Seb, dan kamu dengan tempat ini.
Lama sekali kamu tidak pernah mencari kabar dan keberadaanku.
Teruslah bermain Seb, permainanmu mengiringi tarian kenangan kita.
Sebenarnya aku tidak harus kesini.
Aku tidak punya jawaban untuk semua penantianmu.

BALASAN SEB,
Hai Mia, kabarku?
Ntah lah tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Aku tidak yakin apakah aku bermimpi melihatmu.
Setelah sekian lama.
Terimakasih sudah datang.
Kamu masih ingat usulan untuk nama tempat ini?
Aku mewujudkannya Mia.
Ya, aku melihatnya dengan jelas dari sini.
Laki-laki yang bersamanya akan kamu habiskan hidupmu.
Selamat untuk keberhasilanmu Mia.
Tapi permainan piano ini tidak akan bisa mengembalikan La La Land itu.
Cuma satu yang aku ingin tahu.
Mia, are you shining just for me?

 

 

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 3 multiplied by 3?