Archive for April, 2017

Tiga Jawaban Tuhan

// April 27th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Setiap doa yang kita sampaikan sama Tuhan itu akan mendapat 3 jawaban. ‘Ya’, ‘Ya tapi tidak sekarang’, atau ‘Aku punya rencana yang lebih indah untukmu’. Tidak pernah ada jawaban ‘Tidak’ dari Tuhan. Oh ya? Ada. ‘Aku punya rencana yang lebih indah untukmu’ itu adalah penolakan atas keinginan kita tapi Tuhan kasih apa yang bener-bener kita butuh. Kebutuhan bukan keinginan. Tuhan cuma mau kita buat lebih sabar, kita harus selalu berusaha bukan menyerah. Karena kurang sabar kita seringnya nangis duluan, marah. Menangis saja, karena itu membuktikan jika kita memang manusia. Hanya manusia yang menangis, ya kan?

Iya Ahok-Djarot tidak menang. Semua impian beliau dan tim pendukungnya gagal terpenuhi. Kali ini jawaban Tuhan adalah ‘Aku punya rencana yang lebih indah untukmu’. Kemenangan sesungguhnya yang bahkan tidak dirasakan oleh pemenang terpilih, mungkin. Apa itu? Cinta para pendukungnya. Saya jelas bukan warga DKI Jakarta, tapi kekalahan beliau sampai membuat Saya dan mungkin banyak juga warga luar DKI Jakarta merasakan patah hati. “Gini ya rasanya ditinggal saat masih sayang-sayangnya” hahaha Susah rela… Coba deh kita belajar ngerti takdirnya Tuhan.

Ini bukan soal dia cina yang satunya muslim. Bukan juga yang satu ini keras dan tegas terus yang lainnya lemah lembut dan berkarisma yang membuat kota dan negara ini aman, nyaman. Ini lebih pada siapa yang mau bekerja lebih keras karena kepemimpinan sebelumnya sudah mencapai banyak. Harus lebih baik karena yang sebelumnya sudah menunjukkan hasilnya. Jujur, Saya dan mungkin kalian semua diluar sana lelah dengan drama para pejabat yang kerja sedikit dapat gaji lebih banyak suap&korupsi. Baru menjabat sebentar sudah mau naik lagi ikut pemilihan ini itu, meninggalkan kewajiban sebelumnya. Kalau boleh Saya tanya kenapa tidak ada pelarangan, tidak ada hukumannya untuk setiap pemimpin yang meninggalkan jabatannya sebelum masa jabatan berakhir? Kecuali diberhentikan. Atau sudah ada aturannya? Masih juga dilakukan. Bapak yang baru kepilih nanti bakalan gitu juga gak? Barangkali  mau jadi presiden selanjutnya ya…

Haloo Bapak yang sudah menang dan terpilih. Bapak yakin bisa kerja lebih keras lagi daripada pemimpin sebelumnya? Harus loh… Ngomong-ngomong bisnis nya udah ada yang bisa handle selagi Bapak bekerja lebih keras untuk DKI Jakarta? Jabatan barunya bukan part time job atau side job, ya kan? Gimana dong perasaan Bapak mengenai karangan bunga yang membanjiri balai kota? Biasa aja ya Pak… kalau Saya hitung sih seenggaknya rakyat ngeluarin dana Rp. 250.000.000 buat semua pesanan karangan bunga. Tidak ada yang meninggal atau lagi buka Toko baru kok, tapi ini duka cita mereka karena ditinggal saat masih sayang-sayangnya. Kalau boleh tahu Bapak yang menang dapat berapa banyak karangan bunga ya Pak? Saya jadi penasaran pengen banding-bandingin soal karangan bunga doang. Eh, yang milih Bapak emang udah pada ngirim karangan bunga juga? Saya yakin sih Bapak mampu pesen sendiri karangan bunga nya lebih banyak tanpa perlu nunggu kiriman dari masyarakat…..

Sekali lagi selamat yah buat Bapak yang menang dan terpilih. Semangat bekerja lebih keras. Semoga nanti tidak dikirimi karangan bunga dengan pesan ‘Penyesalan selalu datang belakangan’ dari para pendukung Bapak. Kita semua senang dengan hasil kerjanya, siapa pun Anda! Bapak yang belum terpilih, kita juga harus kerja lebih keras ya Pak. Mereka yang tidak memilih kita tetaplah manusia. Kita (Saya, Bapak, dan yang pernah senasib) dari persatuan kandidat gagal terpilih, siap buat rencana Tuhan yang jauh lebih indah.

 

The Week

// April 11th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

-Women tend to prefer men who make them laugh, whereas men tend to prefer women who laugh at their jokes.-

Udah baca kan tulisan diatas? Bukan! Saya bukan mau tanya itu tulisan terjamahnnya apaan. Jangan juga kalian minta Saya buat jelasin artinya apa. Coba jawab, itu pernah terjadi gak di diri kalian atau kalian setuju gak sama kalimat diatas? Lima detik hmm, yes or no!

Kalau Saya sih termasuk dibarisan kaum yang setuju sama pernyataan diatas. Cowok kalau ngelawak artinya dia lagi usaha buat cari perhatian dong ya. Mana ada yang ngelawak lelah cuma iseng. Ada tipe cowok yang ngelawak buat cari perhatian cewek nah yang bahaya, ada cowok yang ngelawak buat cari perhatian sesama cowok hahahahaha cuma kadang ada yang lawakannya garing ada juga yang beneran konyol dan lucu. Semua cewek pasti lebih pilih humor yang konyol dan lucu ya kan? Kalau cewek malah lari mungkin karena lawakan kalian garing ya mas, renyah kayak keripik. Then why is humor sexy? Funny people are smart, and smart is sexy. Sexy is Hamish Daud, setuju? Gimana gak baper coba. Kemarin Saya sama temen-temen nonton snapgram nya Raisa lagi jengukin Hamish di rumah sakit. Kyut parah sih bang, sakit juga tetap saja cakeppppp. Bikin cewek-cewek putus asa bermunculan hahaha kalian lihat juga? Yaudah kita emang sama-sama putus asa. Oke fokus lagi. So, kalau kalian garing, sorry your are not smart dude! That’s why you can’t make fun of it.

Tapi orang yang smart ini bisa melakukan apa yang biasanya gak dipkirin sama orang lain. Apaan? Ya kayak mecahin batu. Kepala batu. Gak kepikiran kan sama orang biasa saja Kebalikannya kadang orang smart juga cuma bisa mikir tapi kebanyakan mikir makanya action dilakukan sama yang gak lebih smart daripada dia. Intinya juga sama-sama gak sempurna. Rasis banget sih ya. Anyway, smart atau enggak, diantara mereka cuma ada dua jenis. Baik dan gak baik. Kalian yang mana? Udah jelas baik lah, bela diri ihh. Terus yang kalian lakukan apa? Saya kebanyakan tanya ayo sekarang kalian jawab….. Jawab….. Jawab….. Apapun tapi yang jelas setiap harinya berusaha lah jadi manusi yang lebih baik.

-The world will not be destroyed by those who hate. The world will be destroyed by those who stay silent with their gratefulness-

Benar? Orang hebat yang gak mau action. Orang hebat yang ngebiarin hal-hal buruk terjadi. Pernah dong ya kalian ngelihat orang yang mau nodong di bis atau angkot misalnya. Itu orang bawa pisau atau mungkin pistol yang jelas bikin kalian semua takut mau ngelakukan apa. Kebanyakan dari kita juga bakal banyak bengong, diem, mikir… Saya mesti ngapain nih, Saya mesti telfon polsisi atau teriak saja, Saya mesti kabur saja kali ya pura-pura gak lihat… smart? Yaelah… Jangan mendadak jadi si smart yang kebanyakan mikir deh, aksi nodongnya keburu kelar.

Ngomong-ngomong soal bersuara dan menyuarakan. Banyak dari kita yang masih gak berani buat speak up. Kenapa? Ada yang emang pribadinya introvert, ada yang gak berani karena banyak tekanan, ada juga yang cuma belum punya kesempatan read:Saya karena masih juga mikirin omongan orang yang bakal nganggep remeh. Biasa pasti ya diremehin dimana-mana. Wajar kalau yang ngeremehin lebih dari yang diremehin. Saya gak bilang baik ya atau membolehkan. Saya cuma bilang ini wajar. Ada juga yang sebenernya gak ada apa-apa malah ngeremehin orang lain, who do you think you are?

Pasti pernah lihat tulisan “Kami melayani sepenuh hati. Kami hadir untuk negeri. Kami ini dan kami itu dan ini itu…” pasti juga pernah denger cerita yang gak enak soal pelayanan mereka yang katanya melayani dengan hati dan ini dan itu. Apalagi pekerjaan atau bidang pekerjaan mereka adalah melayani masyarakat, tapi mereka melakukan hal sebaliknya. Apa mereka bodoh? Apa mereka terbelakang? Jelas tidak. Mereka adalah putra-putri terbaik negeri yang dipilih dengan ketat dan cermat yang diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. See? They are part of smart itself… Gak cuma masalah sama yang melayani bahkan yang dilayani juga kadang suka seenaknya, suka bikin ulah bikin masalah.

Masih inget dong sama kasus penumpang yang ketinggalan pesawat. Mereka pikir mereka siapa? Apa perlunya bawa-bawa jabatan atau status uang di rekening triliunan. Situ penumpang ya kan bukan Raja. kalau emang kaya kenapa gak sekalian punya penerbangan sendiri saja, pesawat pribadi. Kalau telat terus ditinggal pesawat lah emang yang sibuk situ doang. Ada juga yang harusnya ngantri, tapi berasa orang penting terus dikasih akses duluan. Sering banget nih. Dimana-mana juga budayakan antri bukan budayakan nyalip antrian. Lalu kenapa?

Kayak yang Saya bilang tadi. Orang hebat itu ketinggalan, kelamaan karena kebanyakan mikir. Mikir kalau-kalau gak dikasih antrian khusus nih orang bisa bikin sulit gak ya di kemudian hari kalau Saya ada perlu sama dia. Dia sih punya action tapi ya salah. Ya gitu saja terus orang-orang di negara kita. Smart people. Faktor S. Gak banyak yang sadar sih because we keep doing the same thing everyday. Tunjuk saja diri kita masing-masing toh kita juga semua masih melakukan hal yang sama. Sadar deh semua hal buruk kebanyakan dilakukan oleh si yang punya faktor S.

Arahkan faktor S ini supaya kita hanya melakukan hal baik, hal bermanfaat. Saya nulis ini buat nyadarin semua orang kalau kita semua punya faktor S, dan Saya pilih baik untuk faktor S Saya! Kalian?

Dear Zindagi

// April 4th, 2017 // No Comments » // Uncategorized

Untuk Hidup

 

Bayi kecil yang lahir dengan cinta, senyuman dan begitu banyak kebahagiaan harus dibesarkan terpisah dari kedua orangtua. Ya, Saya memang tidak terlalu dekat dengan mereka yang disebut orangtua oleh kebanyakan orang, bahkan malas untuk itu. Kekecewaan dimasa kecil yang harus dibawa sampai saat ini, ntah bagaimana cara menghilangkannya. Orangtua yang baginya hanya formalitas. Masa kecil yang dihabiskan bersama nenek dan kakek karena alasan mereka ingin membangun bisnis dan tidak ingin sampai Saya terlantar. Saya jelas ditelantarkan, hanya bedanya ada kakek dan nenek yang mau merawat Saya.

Tumbuh besar, menentukan setiap pilihan hidup sendiri sudah biasa bagi Saya. Tidak menyedihkan jika orang tidak tahu, mereka harus mengalaminya sendiri. Karir yang Saya bangun dengan susah payah mempertemukan Saya dengan teman, keluarga baru yang bertahun-tahun tidak Saya rasakan dari keluarga sendiri. Dari sini juga kisah ini akan Saya mulai. Sinematografi adalah hidup dan segalanya bagi Saya. Mungkin tidak banyak yang familiar dengan kata dan profesi sebagai sinematografer. Menciptakan dan menghasilkan gambar serta visual yang indah adalah keahlian Saya, tapi tidak dengan hidup ini, tidak seindah hasil kerja Saya.

Lalu ada Drew di hidup Saya, seorang pengusaha sukses dengan banyak relasi dan yaaa….. wanita mana yang tidak ingin bersama Drew? Masuk akal. Drew muda, tampan dan sukses, seperti tanpa celah hingga tidak ada alasan untuk meninggalkan Drew. Semua yang orang lihat pada Drew terasa biasa saja bagi Saya. Ini jelas bukan dongeng putri dan pangerannya yang sempurna. Tidak bersyukur kah Saya? Hingga Saya sadar bahwa bersama Drew juga tidak mengurangi kemalangan atau menambah kebahagiaan dalam hidup Saya. Hanya perasaan tenang bahwa Saya memiliki seseorang yang begitu peduli.

Seperti memiliki banyak dunia yang berbeda yang berjalan sekaligus, ada Raf. Orang asing bagi Saya yang selalu memperhatikan dan berusaha menarik perhatian tapi tidak pernah Saya gubris. Hanya sebatas hubungan profesional sebagai rekan kerja di lokasi. Banyak juga yang bertanya kenapa Saya masih saja bersama Drew, ada Raf! Tapi apa yang bisa Saya lakukan? Saya malas jika harus membagi dunia Saya dengan dua pria sekaligus. Bukan! Bukan berarti Saya tidak melirik Raf. Saya juga memperhatikan setiap gerakan dan caranya berbicara pada Saya. Memang berbeda. Saya tahu setiap isyarat yang Raf coba sampaikan tapi Saya hanya berlalu, belum saatnya. Sampai akhirnya Saya memutuskan untuk tidak lagi membebani diri Saya dengan status yang orang lain lekatkan sebagai seseorang yang istimewa bagi Drew. Oh ayolah, Saya bukan gadis yang dengan ringan nya melempar senyum pada semua orang yang dikenal Drew saat kami diluar berdua saja. Membosankan! Saya bahkan tidak kenal mereka dan tidak juga ingin kenal.

Then I let him in. Raf! This is your turn, your time. Jelas Raf bukan alasan Saya menyudahi hubungan dengan Drew. Saya tidak pernah merencanakan ini, hanya saja Saya benar-benar lega tidak lagi dilekatkan bersama Drew, dan sepertinya Raf masih menunggu jawaban. Saya akui, Raf berusaha keras mengenalkan Saya pada apa yang disebut hubungan, menawarkan hal yang tidak Saya miliki bersama Drew dulu. Belum pernah seperti ini. Mungkin karena kami sering bertemu dan mempunyai dunia yang sama, profesi yang sejalan… Raf mampu membuat Saya tidak ingiin pergi. Sempurna sekali apa yang kami miliki dan bagi berdua. Sampai suatu hari sahabat Saya mengatakan bahwa dia kembali bersama gadis nya yang dulu, sebelum Saya. Tanpa mengatakan apa dan bagaimana semuanya mungkin terjadi.

Tidak pernah Saya bayangkan harus mengubah cerita indah itu secara drastis, menghapus dan melupakannya. Saya memilih pergi sejenak, menenangkan diri. Kembali kerumah masa kecil Saya. Mengunjungi kembali orantua seperti anak yang merindukan dukungan orangtua saat harus melalui ini semua. Jelas Saya tidak menceritakan apa yang terjadi dan kenapa Saya memutuskan kembali ke tempat yang mengajarkan kekecewaan sama seperti dulu. Tempat ini seperti penampungan segala rasa sakit yang Saya alami dan berharap akan kembali setelah sembuh.

Takdir baru dimulai lagi, ntah sudah berapa banyak takdir yang menimpa Saya. Baik, buruk, segalanya tidak pernah baik jika menyangkut tempat Saya lahir. Disini. Di kota ini. Saya tidak sengaja bertemu dengan seorang dokter spesialis kejiwaan. Pertama kali mendengar seminar beliau Saya begitu tertarik. Mungkin kondisi jiwa Saya memang tidak baik, hingga Saya harus bertemu lagi dengan beliau? Hasur kah? Awalnya Saya ragu. Tapi, akan jauh lebih baik daripada Saya hanya dirumah dan bertemu kedua orangtua yang selalu Saya hindari. Ini adalah upaya Saya sekali lagi untuk menghindar.

Sesi pertama Saya dengan beliau, dokter Iz, Saya sebut saja Iz… tidak tahu apa yang harus Saya ceritakan. Saya menceritakan semua yang Saya rasakan dengan memakai nama orang lain, tapi tetap Saja dia tahu yang mengalami itu semua adalah Saya. Terlihat bodoh. Saya tidak seharusnya mengikuti kelas Iz, karena Iz akan jadi orang pertama yang mengetahui segala hal buruk yang Saya alami. Tidak pernah Saya bagi ke siapa pun sebelumnya. Kenapa Saya mempercayakan semua rahasia Saya dengan seorang dokter jiwa seperti Iz?

“Terkadang kita manusia hanya butuh didengarkan.”
Iz? Iz mendengarkan semua tanpa bersikap memihak atau menghakimi apa yang Saya lakukan. Saya nyaman dengan itu semua.

Iz berusaha membuat Saya mengerti. Membantu Saya memperbaiki hubungan dengan orangtua yang selama ini Saya abaikan. Berdamai dengan masa lalu. Memberikan kesempatan kedua memulai hubungan anak dan orangtua sebagaimana mestinya. Semua berhak untuk kesempatan kedua kan? Iz memberikan pandangan bahwa semua yang Saya alami adalah hal yang wajar, sangat wajar. Dan juga soal Raf yang berkhianat, tidak ada yang salah dengan itu semua. Ada kalanya kita sebagai manusia membutuhkan orang yang seperti Drew, Raf… hidup akan mengalami fase naik-turun. Orang datang dan juga pergi sesuai waktunya. Orang yang masih tinggal hanya karena kita mempertahankannya untuk tetap ada. Bisa saja waktunya masih ada, tapi kita tidak menginginkannya lagi atau sebaliknya. Drew.

Tapi yang terjadi dengan Raf berbeda, Saya berikan banyak waktu dan kesempatan, ada banyak mimpi dan harapan, tapi tidak bisa lagi dipertahankan. Itu semua pilihan. Iz mencoba menunjukkan semua pilihan yang selama ini Saya buat dan apa hasilnya, tapi Saya juga mengutuknya sendiri. Ntah sudah berapa banyak sesi yang dihabiskan sampai Saya mengerti semua ini pada akhirnya. Kejiwaan Saya membaik? Tidak juga. Saat berlibur di pantai Saya bertemu Dave, laki-laki yang mampu memikat semua gadis dengan nyanyian dan petikan gitarnya. Dikota yang penuh dengan kenangan buruk rasanya bertemu dengan Dave sangat ajaib. Suara merdu, gagah dan tampan, terlalu mudah rasanya.

Iz tahu ada yang berubah dari senyum dan perilaku Saya. Ya, Dave! Laki-laki yang Saya temui di pantai itu adalah alasan perubahan drastis ini. Iz senang melihat Saya kembali seperti dulu, ceria. Dave, dengan semua pesona yang dimiliki membuat Saya sadar semua itu bukan Saya. Musik, kata-kata romantis, bagi Saya semua terlalu dramatis. Membosankan. Kali ini Dave bukan orang yang mampu membuat Saya ingin bertahan lebih lama. Ada masalah baru yang datang kemudian. Ntah bagaimana terjadi tapi Saya nyaman ada bersama Iz. Menghabiskan waktu, membicarakan banyak hal, hingga Saya dihampiri rasa takut jika sesi ini akan berakhir karena Saya seperti tidak ingin mengakhirinya.

Tidak. Iz tidak memberikan sesi lebih meski Saya meminta. Iz juga tidak mampu menjelaskan apa yang dia rasakan, apa sama dengan yang Saya rasakan? Seperti sesuatu yang tidak adil jika hanya Saya yang merasakannya. Apa ini? Iz seperti biasa berusaha mengendalikan suasana menjelaskan bahwa semua ini wajar. Dokter dan pasien nya banyak menghabiskan waktu, mengobrol dan berbagi mengenai hal pribadi. Bagi Saya ini lebih dari sekedar obrolan dokter dan pasien. Lebih dari itu Saya ingin Iz tidak lagi menjadi dokter Saya, bukan dokter yang merawat pasiennya. Hal yang tidak bisa dilakukan karena alasan akan melanggar aturan, antara dokter dan pasien. Iz juga merasakan hal yang berbeda, bagi Iz Saya bukan pasien biasa. Saya istimewa. Orang yang mengerti semua masalah yang Saya hadapi dan menyembuhkan semua luka, tapi tidak bisa dipertahankan meski Saya ingin. Kenapa?

Dari semua yang Saya alami, hidup memang tidak mampu ditebak. Sekeras apa pun kita berusaha hidup sudah punya aturannya sendiri. Terkadang hidup itu sendiri tidak ingin diatur, hanya perlu diikuti. Keluarga, Drew, Raf, Dave, dan Iz. Mereka semua mengajarkan bahwa hidup tidak mungkin selalu baik, hal baik pun membuat kita tidak tahan dan memilih hal lain. Kemudian yang kita rasa sudah tepat, berbalik berkhianat tanpa ada persiapan. Apa yang indah orang lain lihat tapi mengapa kita tidak merasakan indah itu, lalu untuk apa? Sesuatu yang coba kita pertahankan malah pergi dengan kondisi yang tidak tepat. Itu juga tidak baik? Bukan. Memang akan ada hal baik yang ternyata kita pun tidak sanggup menerima dan mempertahankannya. Maka ia pergi. Tanpa penjelasan. Seperti apa yang tepat itu? Tidak akan pergi dan akan tetap bertahan untuk mempertahankan. Hidup tidak akan berhenti sampai yang hidup tidak lagi hidup.

note: ini kisah dari film loh ya! Jangan Baper. Pernah ngerasain gitu juga gak?