The Week

// April 11th, 2017 // Uncategorized

-Women tend to prefer men who make them laugh, whereas men tend to prefer women who laugh at their jokes.-

Udah baca kan tulisan diatas? Bukan! Saya bukan mau tanya itu tulisan terjamahnnya apaan. Jangan juga kalian minta Saya buat jelasin artinya apa. Coba jawab, itu pernah terjadi gak di diri kalian atau kalian setuju gak sama kalimat diatas? Lima detik hmm, yes or no!

Kalau Saya sih termasuk dibarisan kaum yang setuju sama pernyataan diatas. Cowok kalau ngelawak artinya dia lagi usaha buat cari perhatian dong ya. Mana ada yang ngelawak lelah cuma iseng. Ada tipe cowok yang ngelawak buat cari perhatian cewek nah yang bahaya, ada cowok yang ngelawak buat cari perhatian sesama cowok hahahahaha cuma kadang ada yang lawakannya garing ada juga yang beneran konyol dan lucu. Semua cewek pasti lebih pilih humor yang konyol dan lucu ya kan? Kalau cewek malah lari mungkin karena lawakan kalian garing ya mas, renyah kayak keripik. Then why is humor sexy? Funny people are smart, and smart is sexy. Sexy is Hamish Daud, setuju? Gimana gak baper coba. Kemarin Saya sama temen-temen nonton snapgram nya Raisa lagi jengukin Hamish di rumah sakit. Kyut parah sih bang, sakit juga tetap saja cakeppppp. Bikin cewek-cewek putus asa bermunculan hahaha kalian lihat juga? Yaudah kita emang sama-sama putus asa. Oke fokus lagi. So, kalau kalian garing, sorry your are not smart dude! That’s why you can’t make fun of it.

Tapi orang yang smart ini bisa melakukan apa yang biasanya gak dipkirin sama orang lain. Apaan? Ya kayak mecahin batu. Kepala batu. Gak kepikiran kan sama orang biasa saja Kebalikannya kadang orang smart juga cuma bisa mikir tapi kebanyakan mikir makanya action dilakukan sama yang gak lebih smart daripada dia. Intinya juga sama-sama gak sempurna. Rasis banget sih ya. Anyway, smart atau enggak, diantara mereka cuma ada dua jenis. Baik dan gak baik. Kalian yang mana? Udah jelas baik lah, bela diri ihh. Terus yang kalian lakukan apa? Saya kebanyakan tanya ayo sekarang kalian jawab….. Jawab….. Jawab….. Apapun tapi yang jelas setiap harinya berusaha lah jadi manusi yang lebih baik.

-The world will not be destroyed by those who hate. The world will be destroyed by those who stay silent with their gratefulness-

Benar? Orang hebat yang gak mau action. Orang hebat yang ngebiarin hal-hal buruk terjadi. Pernah dong ya kalian ngelihat orang yang mau nodong di bis atau angkot misalnya. Itu orang bawa pisau atau mungkin pistol yang jelas bikin kalian semua takut mau ngelakukan apa. Kebanyakan dari kita juga bakal banyak bengong, diem, mikir… Saya mesti ngapain nih, Saya mesti telfon polsisi atau teriak saja, Saya mesti kabur saja kali ya pura-pura gak lihat… smart? Yaelah… Jangan mendadak jadi si smart yang kebanyakan mikir deh, aksi nodongnya keburu kelar.

Ngomong-ngomong soal bersuara dan menyuarakan. Banyak dari kita yang masih gak berani buat speak up. Kenapa? Ada yang emang pribadinya introvert, ada yang gak berani karena banyak tekanan, ada juga yang cuma belum punya kesempatan read:Saya karena masih juga mikirin omongan orang yang bakal nganggep remeh. Biasa pasti ya diremehin dimana-mana. Wajar kalau yang ngeremehin lebih dari yang diremehin. Saya gak bilang baik ya atau membolehkan. Saya cuma bilang ini wajar. Ada juga yang sebenernya gak ada apa-apa malah ngeremehin orang lain, who do you think you are?

Pasti pernah lihat tulisan “Kami melayani sepenuh hati. Kami hadir untuk negeri. Kami ini dan kami itu dan ini itu…” pasti juga pernah denger cerita yang gak enak soal pelayanan mereka yang katanya melayani dengan hati dan ini dan itu. Apalagi pekerjaan atau bidang pekerjaan mereka adalah melayani masyarakat, tapi mereka melakukan hal sebaliknya. Apa mereka bodoh? Apa mereka terbelakang? Jelas tidak. Mereka adalah putra-putri terbaik negeri yang dipilih dengan ketat dan cermat yang diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. See? They are part of smart itself… Gak cuma masalah sama yang melayani bahkan yang dilayani juga kadang suka seenaknya, suka bikin ulah bikin masalah.

Masih inget dong sama kasus penumpang yang ketinggalan pesawat. Mereka pikir mereka siapa? Apa perlunya bawa-bawa jabatan atau status uang di rekening triliunan. Situ penumpang ya kan bukan Raja. kalau emang kaya kenapa gak sekalian punya penerbangan sendiri saja, pesawat pribadi. Kalau telat terus ditinggal pesawat lah emang yang sibuk situ doang. Ada juga yang harusnya ngantri, tapi berasa orang penting terus dikasih akses duluan. Sering banget nih. Dimana-mana juga budayakan antri bukan budayakan nyalip antrian. Lalu kenapa?

Kayak yang Saya bilang tadi. Orang hebat itu ketinggalan, kelamaan karena kebanyakan mikir. Mikir kalau-kalau gak dikasih antrian khusus nih orang bisa bikin sulit gak ya di kemudian hari kalau Saya ada perlu sama dia. Dia sih punya action tapi ya salah. Ya gitu saja terus orang-orang di negara kita. Smart people. Faktor S. Gak banyak yang sadar sih because we keep doing the same thing everyday. Tunjuk saja diri kita masing-masing toh kita juga semua masih melakukan hal yang sama. Sadar deh semua hal buruk kebanyakan dilakukan oleh si yang punya faktor S.

Arahkan faktor S ini supaya kita hanya melakukan hal baik, hal bermanfaat. Saya nulis ini buat nyadarin semua orang kalau kita semua punya faktor S, dan Saya pilih baik untuk faktor S Saya! Kalian?

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 8 in addition to 8?