Manis di Akhir

// July 9th, 2017 // Uncategorized

Hai good people! Sapaan nya sengaja Saya ganti juga ya. Bosen, tahun baru kan? Loooohh… Arrrrrrrggghh sudah lama lama lamaaaaaaaaaaa sekali tidak menulis. Gilak! Terakhir itu bulan Mei dan ini sudah bulan Juli hahaha….. Sedikit merasa berdosa juga karena kesibukan kemalasan kemarin. Anyway, selamat Hari Raya Idul Fitri yah buat semua umat muslim seluruh dunia. Semoga ibadah kita kemarin maksimal dan bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun depan. Ohya jangan jadikan bulan Ramadhan kemarin sebagai bulan penundaan kebiasaan-kebiasaan buruk kalian yah. Setelah Ramadhan seharusnya semua kebiasaan buruk itu hilang! Self reminder.

Cerita ini soal kemarin keluarga Saya yang lebaran di Kota Jakarta. Tidak. Tidak istimewa buat kalian tapi special buat Saya dan keluarga Saya. Memang ada rencana berangkat kesana tapi lebaran ke-3. Hari lebaran ke-2 Saya bangun tidur dengan santai dan masih gitu2 saja, memang belum banyak yang di packing… Setelah bangun ngulet-ngulet sebentar, sarapan terus Saya lanjut menyetrika baju yang yah sudah menggunung seperti biasa. Selesai nyetrika, rencana Saya mau ketemu sama para wanita yang sudah lama tercecer di perantauan. Kangeeeeeenn, sudah yaaaaaah… ribuan jam lah gak ketemu hahaha

Tiba-tiba saja Ibu manggil dari lantai bawah. Ternyata Ayah mau berangkatnya hari ini bukan besok. Wtf… bete bete bete! To be honest, Saya gak suka sama rencana yang mendadak berubah karena sudah pasti akan membuat rencana lain berantakan, ya benar saja. I said to him we shouldn’t change the plan suddenly, belum packing, dan di hari yang sama Saya kan sudah janji harus bertemu klien, lol But, he is one of stone head ever lol apalah bahasanya Terjadilah akhirnya buru-buru in action. Mandi, packing, dan lainnya dalam waktu kurang dari 3 jam Woww… terdengar mustahil memang.

Disini ceritanya baru dimulai. Jujur, Saya berangkat dengan hati kesal, yeaaaaaahh… oh ayolah ini kan liburan. Harusnya membahagiakan? Nanti kalau jadi orangtua jangan begini ya Wen! Iya Wen Benar. Tidak ada gunanya memperbesar masalah dan mengobarkan amarah. Diam saja dulu kalau tidak bisa sabar, tidak bisa mengatakan yang baik-baik apalagi menjadi anak baik saat sedang marah. Berjalan lah! Maka kau akan mengenal sifat orang-orang yang ikut bersama kamu. Sifat asli. Bahkan sifat asli kita sendiri, hmm maksudnya Saya.

Tidak suka dengan perubahan rencana mendadak, tanpa kompromi!

Harus ada yang dikorbankan demi keluarga? Pertemuan dengan para sahabat lama, kelamaan tidak bertemu lebih tepatnya. Harus menjadi korban. Sampai di Jakarta, tidak jauh dari pelabuhan Merak yah kalau yang di Jakarta. Kita mampir ke rest area buat mandi hahaha….. Kocak banget kan ini pertama kali Saya mandi di rest area. Tapi tempatnya bagus, bersih. Bodo amat pokoknya rambut handukan berasa dirumah sendiri keluar dari tempat mandi mau balik ke mobil. Selesai mandi sarapan juga super aneh. Saya kira di mobil ada bawa pop mie. Ternyata malah mie bungkusan biasa rasa mie celor. kalian pasti tahu. terus dipandu Ayah beli air panas satu gelas, mie nya direndam terus dimakan. Antara gue amaze sama mikir ini makan pagi aja ngirit banget, tapi doi kepikiran.

Selesai semua kita lanjut jalan ke beberapa tempat, banyakan ngunjungin keluarga sih. To be honest, liburan ini tidak sesuai ekspektasi Saya. Riweh banget pokoknya. Drama-drama kesasar. Nelfon sana-sini minta dijelasin arah. Nyalahin google maps juga. Tidur di pom bensin, alfamart, tempat makan lah. Gantian jadi navigator yang bentrok terus sama supirnya. Navigator suka salah vs driver yang suka ngotot! Iya sih tidak terlupakan. Tidak lupa rasa kesalnya. Tapi in the end of the day, kita semua satu keluarga. Apalagi yang lebih penting dari itu semua ya kan?

Sampai akhirnya Jumat, 30 Juni 2017. Waktunya Saya pulang dan mereka harusnya masih melanjutkan perjalanan antah berantah tidak ada tujuan aka gak jelas, asal sampai. Saya harus pulang duluan karena ada nikahan teman besoknya terimakasih Tuhan Saya tidak harus terjebak lebih lama lol Saya gak mau terlewat karena sudah bela-belain bikin seragamnya. Paginya Saya minta di antar ke Richeese Factory cempaka putih. Unfortunately, tempat ini punya kenangan pahit hahaha Tapi tetap saja mupeng ya kan. Kenapa kesana? Karena ini outletnya langsung, gedung sendiri. Bukan yang didalam mall. Akhirnya mereka makan langsung dari tempatnya karena selama ini Saya cuma take away doang sebelum pulang ke Palembang. Terimakasih ya Allah terkabul salah satu keinginan bawa mereka kesana semoga nanti bisa bawa samapi tanah suci aamiiiiin

Selesai makan mereka mau antar Saya ke bandara langsung, baru juga jam 10 pagi. Flight nya jam 6 sore. Ya kali Saya sendirian di bandara bengong, ngapain! Saya minta ditinggal. Ada kan yah anak yang minta ditinggal, biasanya kebalik orangtua yang ninggalin anaknya. Mereka lanjut jalan dan Saya tertinggal di Richeese Factory. Bingung. Tujuan Saya selanjutnya adalah mau makan The Halal Guys! Ini lah sebenarnya inti perjalanan yang Saya sebut liburan. Kulineran. Tapi yang terjadi selama 5 hari di Jakarta hanya lah mengunjungi sana-sini orang yang yah tidak terlalu familiar buat Saya. Ntah lah, Saya termasuk anak yang kurang bersosialisasi kah? Can we say like that? Nope!! But again, this is not my plan. quality time nya kurang. That’s why I hate it. Dad, pls don’t blame me for it. I hate your tak jelas plan, moreover Dad kau telah mengacak-acak my plan!

Bingung sama koper yang Saya bawa. Awalnya adik Saya tanya kenapa bawa koper ditinggal aja di mobil. Hmm jadi pulangnya ringan. Gitu kali ya dia mikirnya. Ooh boy, tidak mungkinlah Saya tinggalkan semua alat perang itu di mobil, besok kondangan Saya mau pakai apa?? Akhirnya Saya browsing. “titip koper di Sency” itu lah kira-kira keyword nya. Allah emang maha baik, jaman sudah mudah akses internet. Bermodalkan pulsa Saya telfon ke kontak Sency nya langsung.

“Pagi Mas. Kontak biro jodoh bukan yah?”
hmmm….. bukan.
“Pagi Mas. Saya baca di internet di Sency bisa titip koper ya? Caranya gimana?”
“Selamat pagi Ibu. Iya saya ibu-ibu bawa anak banyak bawa koper pula makanya mau nitip. Bisa. Langsung saja nanti ke bagian informasi. Harus meninggalkan KTP nya ya bu!”
“Oke Mas. Gak mau no hp Saya sekalian Mas? Ada biaya nya gak ya?”
“tidak ada Ibu.”
“Oke Mas terimakasih ya.”
“Ada lagi yang bisa Saya bantu ibu?”
bisa tidak jemput saya sekarang di Richeese Cempaka? sendirian nih Mas!”
hahahahahahahhahahaha

Rasanya lompat girang banget. Kan Woww kalau harus keliling mall bawa koper. Alhamdulillah lagi karena diberikan kemudahan. Apa-apa tanya dulu, cari tahu dulu jangan panik. FYI, ini pertama kalinya Saya sendirian di Kota orang. Apa yang Saya takutkan ternyata semua hanya negative thinking Saya saja selama ini. Jalan sendirian gak seburuk itu kok ternyata, tapi aku lebih suka jalan berdua sama kamu kok you guys have to try! Pesan Gojek! Ditanya sama bapak drivernya.

“Baru sampai Mbak? “
“Malah hari ini mau pulang Pak!”
“Loh emang darimana?”
“Saya Palembang Pak.”
“Jauh juga mbak.” Enggak sih pak kalau naik pesawat 3 jam doang prosesnya. Kalau jalan kaki sih iya Lol
“Nah ke Sency ngapain? Kumpul disana yah sebelum pulang?” dikira Saya rombongan sama Bapaknya.
“Hehe iya Pak.” Iya saja biar Bapak tidak makin heran kalau Saya sendirian dan nanti malah tanya lagi kenapa tidak langsung bandara saja malah nge-mall. Yah panjaaaaaaaaannnggg.

Baru juga turun dari Gojek Mas-mas nya ngeliatin aneh. Bodo amat lah Saya mah pede saja langsung ke informasi mau nitip koper. Kemudian sepagi itu Saya menghantui setiap lantai nya tetap saja sendirian. Nungguin THG siap. Akhirnya Saya merasakan apa yang Gitasav rasakan selama ini. Jangan lupa terimakasih Allah telah memenuhi impian Saya. Nah, review dari Saya secara jujur sudah Saya sampaikan lewat Snapgram dulu-dulu, kalau rasanya berbumbu banget. Pahit. Yah gimana di lidah kalian rasanya kalau harus makan makanan yang bumbunya kebanyakan. Mungkin hanya di lidah Saya, lidah orang beda-beda. Eitssss… Tapi semuanya tertutupi karena ada white sauce nya saudara-saudara. Lain kali mungkin Saya beli daging, sayur, sama white sauce nya aja lah ya. Jujur, yang mengganggu itu nasi nya. Tapi kalau laper banget, kalau tidak makan nasi nya pasti tidak akan kenyang! Dah ribet silahkan tentukan pilihan kalian. Pakai nasi atau tidak pakai nasi tetap harus bayar!

Awalnya Saya kira perjalanan ini sepenuhnya gagal, Saya salah. Tergantung bagaimana kita menghadapinya. Seperti perjalanan Saya kali ini tetap ada manis di akhirnya.

Selebihnya hanya membuang waktu muterin Sency yang luwwas mampus. Hmmm yah lumayan luas. Btw, mesjid Sency nya bagus, nyaman. Alhamdulillah manajemen mall masih memikirkan kenyamanan beribadah buat pengunjung seperti Saya. Memutuskan untuk pulang untuk mencegah drama macet khas Jakarta dan jangan sampai ditinggal pesawat. Setelah ambil koper pesan lagi Gojek! It’s time to say goodbye Jkt, a while… Satu hal lagi yang Saya takut kalau travel sendiri itu adalah kemoloran. Terjadi juga sepanjang jalan dari Sency ke bandara yang mayan jauh, Saya tidur. Mungkin drivernya mikir ini orang tidur enak banget dirampok dibawa kemana gitu kan. Cuma mungkin drivernya sadar kalau tidak ada juga yang bisa dirampok dari Saya akhirnya diurungkan saja niatnya. Lagian orang tidur itu ibadah. Mengganggu orang sedang ibadah dosanya besar, lah?? Sekian dan Saya menunggu perjalanan-perjalanan selanjutnya kalau bisa jangan sendirian lagi ya Allah.  KODE Karena bahaya molor lebih dahsyat daripada bahaya orang jahat. Kalau molor bisa dimanfaatkan orang jahat untuk merampok dll…

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is frozen water?