Treat and be treated

// January 6th, 2018 // Uncategorized

Selamat pagi dari kamar No. 19 yang nyaman meski terbatas… Loh kok dirumah ada nomor kamarnya? Yah Saya ngekos loh mbak! Loh sudah tidak di Palembang lagi? Menurut mbak saja bagaimana? Hahaha….. Hari ini Saya bangun cukup pagi, memberi penghargaan pada tempat bernaung yang sudah tiga bulan Saya tempati. Apalagi kalau bukan dibersihkan, hanya Sabtu atau Minggu Saya masih punya waktu dan cukup tenaga untuk mengerjakannya. Kemudian tetap, konsisten olahraga. Tentu yang simpel saja, bisa dicari tutorialnya di youtube dan bisa dilakukan di kamar saja. Salah satu alasan yah karena Saya sering kali mengingatkan orang lain untuk olahraga, salah dong kalau Saya sendiri tidak melakukannya, ya kan? Saya konsisten ya kan, tidak cuma depan belakang yang rata, tapi sekalian saja semua Saya bikin rata, dalam hal ini perut!

Honestly, Saya sangat merindukan orang dirumah. Tapi Saya sangat malas pulang, tradisi pulang kampung yang selama ini orang bilang selalu ditunggu-tunggu kok tidak terjadi juga sama Saya? Saya menganggap perpindahan Saya ke Kota ini adalah liburan yang tidak tahu kapan berakhirnya. Bergantung kuasa SK bukan kuasa Tuhan hahahahaha Saya yang memang terlahir dengan level kegemaran untuk bepergian cukup tinggi ini merasa malah orang rumah Saya yang harus ikut Saya kesini, ayok kita liburan sama-sama… MIMPIH kalau kata anak NEO. Ada yang merasa seperti Saya kah? Apapun, Saya yang seperti ini tidak salah, kalian juga, so take it easy!

Ngapain sih kamu disana? Saya disini liburan, am I? Sekalian kerja sih. Lima hari seminggu. Sisanya cuti. Perubahan dunia yang bener-bener drastis. Setahun sebelumnya Saya sibuk apply sana-sini, ikut tes ini-itu, ternyata Tuhan cuma kasih Saya waktu setahun buat menunggu (read: nganggur) Is this the life I wanted? Yah ini. Kehidupan yang setahun sebelumnya Saya minta ke Tuhan, yang Saya doakan selalu, yang Saya mintakan juga doanya ke orangtua, teman, kerabat agar lebih cepat dikabulkan. Now, I have to pay the price. Jauh dari yang Saya sayangi dan tidak ada kepastian kapan Saya bisa kembali. Namanya juga liburan kan…

Tidak tahu kebaikan apa sebelumnya yang Saya atau orangtua Saya pernah lakukan sehingga Saya ditempatkan berlibur disini. I’m blessed. I found them, my new family here… Makanya jadi orang baik dan lakukan kebikan. Orang-orang yang membuat Saya betah dan nyaman menjalani sisa liburan yang kapan saja bisa berakhir. Banyak ketakutan yang sekarang sih sudah tersingkir perlahan satu per satu. Bukan takut bos nya galak, kenyataannya enggak sama sekali! Bos galak udah biasa banget ya kan? ketakutan Saya adalah Saya takut tidak bisa bangun pagi hahaha Yah mbak pikir saja setahun jadi pengangguran yah bangunnya siang terus tiba-tiba harus bangun pagi dan teratur, gak bisa lagi begadang semaunya. Tapi Saya berhasil mengatasi diri Saya sendiri. Challenge yourself! Takut jika orang baru tidak bisa menerima kehadiran Saya atau Saya yang tidak bisa menerima mereka (Maybe yes Maybe No) Tapi semua terkendali sampai sekarang. Atasan Saya pernah bilang, kita baik orang belum tentu baik sama kita apalagi kalau kita tidak baik… Kuncinya hanya Kita harus banyak mengerti mereka ya kan? Mereka orang baik hanya saja kurang mampu mengerti orang lain, mungkin.

Tempat berlibur sejatinya tidak ada yang seratus persen nyaman, meski kadang menyulitkan keadaan kita toh kita sendiri bisa mengubah keadaan itu. Sudah banyak kekonyolan, kesalahan, keteledoran yang pernah Saya lakukan yah sudah everyone’s keep learning ya kan?

You are not alone darl,

Saya pernah di kelas belajar malah tidur terus kepalanya nunduk-nunduk makanya dipanggil ayam. That’s fine. Saya pernah gak sadar juga bosen di kelas mencet-mencet balon sambil ngantuk yang berakhir awkward  banget videonya. That’s fine. Saya pernah ke kantor tidak mandi karena bangun jam 07:12 sementara jam 7:30 sudah harus berangkat. That’s fine. Saya pernah Salah email yang harusnya ke A malah sampai nya ke B dan jadi bahan ketawaan mereka. That’s fine. Dari semua hal siapa yang tidak pernah mengalami ya kan? Be happy, everyone does mistake. Malu iya lah. Cuma yah sudah sih ya, lewatin saja jangan baperan.

Dulu waktu di Malaysia Saya pernah dapat pelajaran bahwa perubahan itu pasti dan kita harus siap merespon perubahan tersebut seperti apa. Sekarang sangat berguna karena itu semua nyata dan Saya hadapi hampir setiap hari. Percaya sama diri sendiri kalau kita bisa. Ingat, this is the life we have ever wanted. Tuhan tidak akan pernah berhenti membuat kita kagum dan bersyukur. Selain berlbur, Saya juga dibuat menunggu… Menunggu kira-kira orang seperti apa yang akan menikah dan melewati hidup ini dengan Saya. Orang seperti apa yang sebenarnya Saya butuhkan untuk mendukung ketidak mudahan hidup ini. I didn’t choose anyone because God has chosen one of the best for me.

Ohya sekedar mengingatkan, untuk diri Saya juga, meski susah tapi setidaknya berusaha lah:

– Untuk terus membahagiakan orang disekitar kita meski hanya dengan, kita ada untuk mereka,

– Untuk terus membantu karena sebenarnya kita mampu hanya saja tidak mau, bantuan sekecil apapun,

– Untuk terus menjaga ucapanmu yang sebenarnya tidak perlu atau malah menyakiti, jangan menganggap kamu lucu dan kelucuanmu adalah kesenangan yang mudah kamu bagi,

Ini nih, satu ini yang terus Saya lihat di banyak kesempatan. Kalau mulut dan kelakuan kalian belum bisa bikin orang lain happy, well just stop it! Jangan berpikir ini selalu lucu dan yang penting kamu bisa ketawa puas, kamu ngetawain apa? Orang lain? Mau diketawain juga?

– Untuk terus menganggap semua orang itu sama-sama mulia dan berharga,

Bahkan dengan anak magang sekalipun, mungkin kamu tidak tahu harus kasih mereka tanggung jawab apa… At least, mereka berpendidikan loh bukan pembantu kamu yang bisa disuruh beli sarapan didepan kantor. Beli sendiri susah? Iya susah, Saya juga kadang titip ke Kak Una… Sedihnya kadang ini semua ada didekat Saya, didepan mata Saya, Saya berusaha tidak lakukan.

Semua orang bebas memilih peran, Saya memilih agar semua orang bisa merasa hidup nya sangat berharga dan semua orang bisa menjalani hidup mereka dengan bahagia.

Tolong mudahkan semua urusan Saya ya Tuhan. Semua urusan setiap orang juga lah. Bahagia itu tidak boleh sendiri bagi-bagi lah. Umur boleh tua tapi jiwa tetap muda yah! Meski sudah berumur jangan lupa semua orang ingin juga apa yang kita juga inginkan. sekali lagi, Treat yourself the way you want to be treated.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?