Wara Alfa Syukrilla

Djarum Beswan Blogs site

Goes to Japan dari Tukar Hadiah Djarum

Akhirnya, mimpi untuk bisa ke luar negeri sebelum lulus kuliah tercapai sudah! Alhamdulillaaah :D
Saya baru saja pulang dari Jepang setelah mengikuti summer science course di Tohoku University selama 2 minggu dengan beasiswa JASSO.

Semua berawal dari benda biru ini:
Passport Softcase dari Tukar Hadiah Welcoming Party Beswan 30 Malang

Itu adalah passport softcase yang saya peroleh gratis dari Djarum. Benda inilah yang membawa saya pada mimpi go abroad. Kok bisa? Iya, jadi ceritanya, dulu ada pertemuan pertama beswan 30 Malang namanya “Welcoming Party Beswan 30″. Acaranya di kantor DSO Djarum Malang. Salah satu rangkaian acara welcoming party adalah “tukar hadiah”. Yap! Sebelum hari-H, kakak-kakak beswan 29 udah ngasih instruksi bahwa tiap anak harus bawa satu hadiah senilai Rp 5.000-20.000 dan dibungkus kertas koran. Setelah diacak sedemikian rupa, singkat cerita saya memegang hadiah tipis berbentuk persegi yang ternyata adalah passport softcase! :D Senang bukan main karena saya ngga punya benda ini, tapi juga bingung karena saya belum punya paspor.

Semenjak itu, saya jadi termotivasi untuk segera membuat paspor, walaupun belum ada planning ke luar negeri dalam waktu dekat. Yang jelas, saya ingin ke luar negeri, dan saya ingin benda ini bisa digunakan ^_^
Tidak menunggu lama, saya langsung mendaftar online pembuatan paspor dan menyiapkan berkas-berkasnya. Ternyata membuat paspor itu mudah dan cepat! Saya hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk mulai mendaftar online, membayar, hingga menerima paspor saya. Terimakasih Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia :D

Saya sendiri terkagum-kagum dengan paspor ini. Setiap melihat paspor, kepala saya langsung terbayang-bayang “bisakah saya pergi ke luar negeri?” “Dalam rangka apa?” “Bagaimana dengan ini, itu, ini?” dan banyak lagi pikiran lainnya.

Beberapa bulan kemudian, saya melihat sahabat SD saya pergi student exchange ke Jepang selama satu tahun. Sungguh semangat saya terpantik dan terbakar demi melihat dia nampak bahagia di Jepang. Saya pun bergegas chat dia dan mencari info di internet. Ada cukup banyak persyaratan seperti membuat essay, menyerahkan skor toefl, surat keterangan sehat yang disertai info rontgen, cardio, dan lain sebagainya.

Setelah semua syarat terpenuhi, saya pun mendaftar student exchange di kampus yang sama dengan teman SD saya tapi dengan durasi yang berbeda, yaitu satu semester. Sebenarnya ada banyak kerikil kecil dalam proses pendaftaran ini, tapi mungkin tidak saya ceritakan sekarang. hehehe.

Qadarullah, sehari setelah saya meletakkan berkas pendaftaran saya di International Office (IO) Universitas Brawijaya, saya dipanggil oleh petugas IO UB dan diberitahu bahwa proposal kampus tujuan saya ditolak oleh pemerintah Jepang. Artinya, jika saya mengirim berkas pendaftaran student exchange ke kampus ini, maka dipastikan saya tidak akan mendapat beasiswa JASSO.

Deg! Hampa rasanya… tiba-tiba jantung kayak kosong… Saat itu sepengetahuan saya, UB hanya punya kerjasama student exchange dengan Kanazawa Univeristy saja. Artinya, saya sudah tidak bisa daftar exchange ke mana-mana lagi. Tapi senior biologi yang sedang student exchange di Kanazawa University terus memotivasi saya untuk tetap semangat mendaftar student exchange di kampus lain di Jepang. Banyak kampus sudah closed registration, tapi beberapa masih buka. Singkat cerita saya mendaftar tiga program: student exchange 1 semester di Tohoku University, student exchange 1 semester di Kumamoto University, summer science course 2 minggu di Tohoku University.

Berhubung pelaksanaan summer science course di Tohoku University lebih awal (bulan Juli) maka program ini diumumkan lebih dulu. Saya diumumkan diterima program TSSP 2016 dengan beasiswa JASSO. Saat itu, saya galau harus mengambilnya atau tidak, karena sebenarnya tujuan utama saya adalah student exchange 1 semester. Sayangnya student exchange baru akan diumumkan 2 bulan kemudian.

Setelah melalui “drama dan tragedi” dengan banyak pihak, singkat cerita akhirnya saya berangkat summer science program ini. Dan ternyata, pengalaman dan pelajaran yang saya dapat selama sekitar 19 hari di luar negeri sungguh melebihi ekspektasi… Lebih seruu, lebih menyenangkan, lebih bermanfaat, dan lebih lebih lainnya… :D Saya malah menjadi sangat bersyukur bisa mengikuti program ini. Saya bisa merasakan puasa Ramadhan di Jepang saat summer, menjadi minoritas, Lebaran Idul Fitri di Jepang, mengikuti perkuliahan di kampus terbaik nomor 3 di Jepang (dalam bidang physics and technology), merasakan field trip ke tempat-tempat bersejarah di Sendai didampingi profesor yang ahli di bidangnya, makan makanan khas Jepang seperti udon+big oyster dan sashimi dengan gratis, dan masih banyak lagi yang lainnya. Yang jelas, keseruan dan kebahagiaan di realitanya lebih WOW daripada yang bisa dituliskan! :D

Sebelum berangkat program summer science course ini, saya mendapat pengumuman bahwa saya juga diterima student exchange 1 semester di Tohoku University dan Kumamoto University. *kesimpulannya, saya ketrima di semua program yang saya daftar hehehe*. Cerita tentang student exhange mungkin di sesi lain.
Intinya, terakhir saya mau bilang, setinggi apapun mimpi kita, teruslah percaya bahwa kita pasti bisa menggapainya. Kalau kita bisa memimpikannya, berarti kita bisa meraihnya. Tidak ada yang tidak mungkin. Selalu ada jalan bagi mereka yang percaya pada mimpinya dan mau melebihkan usaha serta doa ^_^

*postingan selanjutnya insyaAllah cerita tentang kegiatan TSSP 2016 dan keajaiban-keajaiban yang saya alami selama di Jepang. Doakan semoga saya sehat selalu dan semangat menulis ya teman-temaan. :D
Saya juga mendoakan semoga yang membaca ini segera dimudahkan jalannya untuk menggapai mimpi go abroad. amiiiin ^_^

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What do bees make?