Wara Alfa Syukrilla

Djarum Beswan Blogs site

Hey there! Thanks for dropping by Theme Preview! Take a look around
and grab the RSS feed to stay updated. See you around!

Assalamualaikum teman-teman,
Saya hendak berbagi pengalaman saat saya mengurus visa studi Belgia.
Alhamdulillah saya mendapatkan karunia besar dari Allah berupa beasiswa full studi lanjut S2 di Belgia untuk program Master of Statistics selama dua tahun. Nama Beasiswanya adalah VLIR UOS.

Agustus 2017 lalu saya memulai proses pembuatan visa pelajar. Visa yang notabenenya mudah, apalagi untuk awardee beasiswa dari pemerintah negara tujuan, rupanya jika Allah belum berkehendak untuk terjadi maka mudah bagi Allah untuk menyulitkannya, dan mudah pula bagi Allah untuk memudahkannya jika Ia berkehendak.

Setelah memenuhi semua dokumen yang perlu dilegalisir kemenkumham, kemenlu, dan kedutaan, tinggal satu dokumen yang perlu saya lengkapi yaitu Medical Test Result dari doktr yang ada dalam list kedutaan Belgia.

Setelah selesai ngurus SKCK dari RT RW sampe polda jatim sampe mabes polri dan juga sambil legalisir di kementrian, saya medical checkup di salah 1 dkter di Jakarta.

Senin 7 Agustus saya yang sudah tiba di Jakarta (dari Malang) melakukan medical checkup di doktr-X Jakarta. Teman2 awardee juga hampir semua medcheck disana…
Tapi Rupanya dr.X bilang saya tidak sehat dari hasil pengecekan beliau.

Padahal saya tidak memiliki gejala penyakit yang didugakan ke saya oleh dkter tersebut.

Kemudian saya diminta melakukan serangkaian tes lab pada hari Selasa, Rabu, Kamis dan pada hari Sabtu hasil labnya dibaca oleh doktr spesialis penyakit dalam hasilnya negatif, saya normal, saya sehat, saya Oke.

Saya sudah girang! Tapi ternyata dkter X tetap tidak mau mengeluarkan surat sehat saya…   dr.X menyuruh saya tes darah khusus untuk memastikan saya benar-benar sehat.

Sampai disini saja saya sudah berkorban waktu seminggu di Jakarta (dari rencana awalnya medcheck sehari selesai), dan biaya besarr utk tambahan tes laboratorium dan dkter spesialis penyakit dalam, masih disuruh tes darah lagi senilai 1 juta lagi belum biaya hidup di Jakarta dan tentu pikiran yang sedih…

Senin 14 Agustus saya memutuskan ambil darah senilai 1 juta itu sekaligus hari itu juga saya medical checkup ulang di doktr yang lain (dr.Y, di Jakarta,  diakui kedutaan juga)

Jumat 18 Agustus hasilnya keluar keduanya: yang darah di dr.X positif katanya… tapi yang dr.Y menyatakan saya sehat dan negatif dari penyakit apapun.

Kemudian saya bawa semua berkas dari dr.X dan hasil dari dr.Y dikirim ke kedutaan.
Lalu saya pulang ke Malang sebentar karena amat capek hati dan pikiran. rencananya akan balik Jakarta untuk mengambil visa yang sudah jadi (diperkirakan sekitar 5 hari kemudian).

Tapi qadarullah , diluar dugaan ternyata doktr-X mencetak ulang semua hasil lab saya dan mengirim pernyataan bahwa saya tidak sehat ke kedutaan. Posisi saya di Malang. saya ditelpon kedutaan dan dibilangi bahwa mereka menerima dua medical certificate dari dua doktr yang berbeda. Astaghfirullaah… :(  …Dan kedutaan memutuskan mengirim berkas-berkas saya ke imigrasi Brussels.

Posisi di Malang, saya sedih  dan kalut menerima kabar itu. Lalu hari itu juga saya berangkat ke RSUD Saiful Anwar Malang, konsultasi ke doktr Spesialis , cerita tentang dua kali medical checkup yang saya jalani dan satu kali tes darah khusus, serta cerita bahwa saya tidak mengalami gejala penyakit yang dituduhkan dr.X…

Pernyataan dari doktr spesialis di RSSA:
“wah, kok tes darahnya yang jenis itu ya?
Bisa dibilang kalau semua orang di Indonesia dites itu hasilnya bakalan positif semua, karena udara Indonesia sudah penuh oleh bakteri jenis ini sebenarnya. Setiap orang bisa dibilang sudah punya bakteri ini dalam tubuhnya, hanya saja ada yg imunitasnya baik sehingga tidak berkembang jadi penyakit, dan ada juga yang imunitasnya buruk sehingga menderita penyakit. Mungkin Wara termasuk yg imunitasnya baik sehingga tidak mengalami penyakit dan harusnya tetep bisa ke Luar Negeri.

Penyakit ini akan  menular hanya jika bakterinya aktif, kalau pasif tidak menular, kalau bekas juga tidak menular. Nah tes darah yang kamu jalani itu justru tes untuk bakteri yang pasif. Semua orang yang punya bakteri pasif dan bahkan mantan penderita penyakit ini yang sudah sembuh total pun akan positif tes darahnya sampai bertahun-tahun kemudian.”

Oleh doktr RSSA akhirnya saya diberi rujukan ke laboratorium  RSUD Saiful Anwar untuk menjalani tes lab kilat.

jumat 25 Agustus hasilnya keluar: negatif. Bactery not detected.

dengan sisa semangat yang entah saya koret-koret darimana, langsung saya berangkat lagi ke Jakarta besoknya,

Senin 28 Agustus saya datang ke kedutaan, saya ceritakan kronologinya, dan saya memohon agar data dari RSSA ini diikutkan dalam pertimbangan keputusan visa.

Saya berkomunikasi dgn pemberi beasiswa utk membantu membela saya di imigrasi Brussels sana, saya minta bantuan kampus agar bantu mendesak utk segera terbitnya visa saya sebelum hangus flight tiketnya, saya datang ke rumah dinas pak dubes Belgia, saya terus berjuang apapun yang bisa saya lakukan demi terbitnyaa visa….

Semua keluarga besar sudah kepikiran sama saya, ayah juga keluar biaya banyak, dan tidak terhitung liter air mata yang tumpah dari saya dan keluarga.

dan hasilnya keluar setelah tiket hangus: visa saya ditolak… :( :( :(
dan tentang beasiswa, kampus memutuskan mengundur beasiswa saya ke tahun depan (2018), Syaratnya saya harus mengulang formalitas administrasi pendaftaran dan harus bisa dapat visa tepat waktu 2018 nanti.

Teman-teman, mohon doanya ya, semoga saya diberi kelancaran dan terkabul hajat berangkat studi S2 di Belgia segera. Amiiinnn.
Semoga teman-teman semua dimudahkan mencapai cita-citanya dan jangan lupa selalu berdoa, mohon kemudahan dan kelancaran pada Allah… Karena kita ini lemah, dan hanya Allah lah sebaik-baik pemberi pertolongan dan pelindung :)

*p.s.: Bagi teman-taman yang ingin bertanya/sharing tentang visa Belgia dan/atau tentang beasiswa studi Luar Negeri, bisa kontak saya di warasyukrilla@ymail.com :)

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 5 multiplied by 2?