Wara Alfa Syukrilla

Djarum Beswan Blogs site

Category : Beasiswa Belgia

Beasiswa Full VLIR UOS – Belgia

Beasiswa VLIR-UOS ini mungkin masih jarang didengar oleh para scholarship hunters, padahal ini adalah beasiswa penuh (full scholarship) dari Belgia sejenis StuNed Belanda, AAS Australia, MEXT Jepang. Nominalnya pun besar dan proses pendaftarannya terbilang sederhana. Istimewanya, tidak semua negara bisa mendaftar beasiswa ini tetapi Indonesia masuk dalam list  negara yang bisa mendapat beasiswa penuh VLIR-UOS ini. So dear hunters, this scholarship is worth to try!

Apa itu VLIR UOS?

Kepanjangannya adalah Vlaamse Interuniversitaire Raad Secretariaat Voor Universitaire Ontwikkelingssamenwerking (VLIR-UOS). Merupakan lembaga penyedia beasiswa penuh ditujukan untuk negara berkembang  di Asia, Amerika Latin, dan Afrika. VLIR UOS menyediakan beasiwa untuk universitas di Belgia daerah utara (Flanders), yaitu Belgia yang penduduknya mayoritas berbahasa Belanda. Sedangkan Belgia bagian selatan mayoritas penduduknya berbahasa Perancis. Tersedia beasiswa training, S2 (Master 1 tahun dan 2 tahun) , dan baru sejak 2018 VLIR UOS menyediakan beasiswa S3 (PhD).

Negara apa saja yang masuk dalam list VLIR UOS?

  • Afrika: Benin, Burkina Faso, Burundi, Dr Congo, Ethiopia, Guinea, Cameroon, Kenya, Madagascar, Mali, Morocco, Mozambique, Rwanda, Senegal, Tanzania, Uganda, Zimbabwe, outh Africa, Niger
  • Asia: Cambodia, Indonesia, Philipines, Palestinian Territories, Vietnam
  • Latin America: Bolivia, Cuba, Ecuador, Guatemala, Haiti, Nicaragua, Peru

Saat mendaftar program master, usia maksimum adalah 35 tahun.

Beasiswa mencakup apa saja?

  1. Tuition Fee
  2. Biaya hidup bulanan (1150 Euro/bulan)
  3. Biaya perjalanan persiapan dokumen visa (150 Euro, satu kali saat pertama tiba di Belgia)
  4. Tunjangan Logistik (850 Euro, satu kali saat pertama tiba di Belgia)
  5. Biaya Visa
  6. Tiket Pesawat PP
  7. Asuransi

Dulu, VLIR-UOS juga memberi tunjangan keluarga, tiket pesawat PP libur musim panas (buat mudik setelah tahun pertama), dan mailing cost allowance (untuk masa pengerjaan tesis). Tetapi pada tahun 2018 ini tiga tunjangan tersebut ditiadakan. Tersisa 7 poin yang saya sebut di atas.

Tahapan seleksi ada berapa?

Untuk Master of Statistics di UHasselt, hanya seleksi dokumen. Tidak ada wawancara.

Timeline pendaftaran:

Open application                    : 1 October – 31 January setiap tahun

Hardcopy tiba di Uhasselt      : Max 1 February

Pengumuman hasil                 : akhir Mei

Keberangkatan                        : bulan September di tahun yang sama dengan saat pengumuman.

Target Jurusan

Untuk Training Program bisa lihat di link ini 

Untuk Master Program 1 tahun: klik di sini

Untuk Master Program 2 tahun:

Jurusan Kampus Studi
Water Resources Engineering, Sustainable Development, Food Technology KU Leuven
Epidemiology Universiteit Antwerpen
Aquaculture; Rural Development, Agro-and Environmental Nematology Universiteit Gent
Statistics; Transportation Science Universiteit Hasselt
Ocean and Lakes kombinasi Vrije Universiteit Brussel, Universiteit Gent, Universiteit Antwerpen

Bagaimana proses pendaftarannya?

Cukup mendaftar via universitas. Saya diterima 2 years Master Programme VLIR UOS jurusan Biostatistics, maka saya ceritakan proses pendaftaran di UHasselt. Bagi teman-teman yang mencari jurusan lain bisa buka website univ tujuan masing-masing yaaa.

  1. Buat akun pendaftaran di website Uhasselt
  2. Isi semua tab dan upload dokumen wajib.
  3. Centang “request VLIR UOS form”.
  4. Unduh Form Pendaftaran VLIR UOS dan penuhi semua pertanyaan
  5. Perlu mengirim hardcopy ke Belgia yaitu:
    • FC Ijazah dan transkrip kuliah yang berbahasa inggris dan legalisir stempel basah
    • 2 surat rekomendasi yang kertasnya ada kop univ asal dan ada stempel basah.
      • (Ingat! wajib ada minimal salah satu antara kop atau stempel. Karena pengalaman saya dan teman-teman awardee Statistics Uhasselt, kami disuruh kirim ulang surat rekomendasi yang polosan tanpa kop atau stempel)
    • FC ijazah SMA (translate ke bahasa inggris)
    • Formulir VLIR UOS
    • IELTS (6.0) atau TOEFL iBT(79)
    • Surat rekomendasi dari atasan (jika sudah bekerja)
    • Motivation Letter
    • Copy Passport
    • 2 lembar pasfoto 3×4

Pendaftaran dibuka pada Oktober. Deadline pengiriman: 1 Februari harus sudah tiba di Uhasselt. Tidak ada application fee. Hanya biaya kirim paket pos saja. Saya sarankan pakai POS INDONESIA karena cepat dan terjangkau. 4 hari saja barang sudah tiba dari Malang ke Hasselt.

Pengumuman: Mei

Setelah itu penerima beasiswa akan menerima flight tickets, room address, dan wajib menyelesaikan visa student. Siap angkat kopeerr! :D

Mohon doanya yaa teman-teman, semoga Wara diberi kemampuan menyelesaikan studi S2 di Hasselt University dengan cemerlang dan tepat waktu. Aamiin…

 

Jika ada yang ingin berbagi pengalaman atau pertanyaan sila kirim ke warasyukrilla@ymail.com :))

Apa yang menjadi rezekimu akan tiba padamu

Assalamualaikum teman-teman…

Menyambung post saya sebelumnya yang bercerita tentang tertundanya studi saya ke Belgia dengan beasiswa VLIR-UOS, alhamdulillah pada 18 Mei 2018 saya diumumkan resmi menjadi penerima beasiswa VLIR-UOS kembali untuk tahun akademik 2018. Saat ini saya sudah submit visa ke kedutaan. Mohon doanya teman-teman mudah-mudahan kali ini visa saya lulus dan saya bisa menimba ilmu di benua biru sebagai ikhtiar untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama manusia.

Apa yang terjadi kepada saya selama setahun ini sungguh mengajarkan banyak hal:

Bahwa apa yang menjadi rezekimu akan tiba padamu

dan

Allah akan selalu memberi yang terbaik untuk kita di waktu yang paling tepat menurutNa, maka bersabarlah

Dua kata mutiara itu benar-benar bermakna bagi saya. Saya mengalami langsung betapa bahwa Allah berkehendak menunda keberangkatan saya, maka seberapapun saya ngotot mengupayakan berangkat maka tetap tertunda juga. Tapi jika Allah sudah memberi takdir rezeki beasiswa pada kita, maka rezeki itu akan tetap tiba pada kita tanpa seorangpun bisa menghalanginya. MasyaAllah, Subhanallah… Saya makin merasakan betapa lemahnya manusia dan betapa besar kuasa dan karunia Allah.

Bagi teman-teman pejuang beasiswa atau pejuang apapun itu, tetap semangat yaah.. Jangan menyerah. Terus berjuang. Ujian akan terus ada tapi semoga  kita bisa selalu bersabar dan bersyukur menjalaninya.

 

*Update 10 Februari 2019:

Alhamdulillah visa saya terbit dan sekarang saya sudah selesau menjalani 1 semester kuliah di Belgia. Senin besok (11 Februari 2019) saya akan memulai hari pertama semester 2 Master of Biostatistics di UHasselt. Terimakasih doanya teman-teman :)

 

 

Assalamualaikum teman-teman,
Saya hendak berbagi pengalaman saat saya mengurus visa studi Belgia.
Alhamdulillah saya mendapatkan karunia besar dari Allah berupa beasiswa full studi lanjut S2 di Belgia untuk program Master of Statistics selama dua tahun. Nama Beasiswanya adalah VLIR UOS.

Agustus 2017 lalu saya memulai proses pembuatan visa pelajar. Visa yang notabenenya mudah, apalagi untuk awardee beasiswa dari pemerintah negara tujuan, rupanya jika Allah belum berkehendak untuk terjadi maka mudah bagi Allah untuk menyulitkannya, dan mudah pula bagi Allah untuk memudahkannya jika Ia berkehendak.

Setelah memenuhi semua dokumen yang perlu dilegalisir kemenkumham, kemenlu, dan kedutaan, tinggal satu dokumen yang perlu saya lengkapi yaitu Medical Test Result dari dokter yang ada dalam list kedutaan Belgia.

Setelah selesai ngurus SKCK dari RT RW sampe polda jatim sampe mabes polri dan juga sambil legalisir di kementrian, saya medical checkup di salah 1 dkter di Jakarta.

Senin 7 Agustus saya yang sudah tiba di Jakarta (dari Malang) melakukan medical checkup di doktr-X Jakarta. Teman2 awardee juga hampir semua medcheck disana…
Tapi Rupanya dr.X bilang saya tidak sehat dari hasil pengecekan beliau.

Padahal saya tidak memiliki gejala penyakit yang didugakan ke saya oleh dokter tersebut.

Kemudian saya diminta melakukan serangkaian tes lab pada hari Selasa, Rabu, Kamis dan pada hari Sabtu hasil labnya dibaca oleh dokter spesialis penyakit dalam hasilnya negatif, saya normal, saya sehat, saya Oke.

Saya sudah girang! Tapi ternyata dkter X tetap tidak mau mengeluarkan surat sehat saya…   dr.X menyuruh saya tes darah khusus untuk memastikan saya benar-benar sehat.

Sampai disini saja saya sudah berkorban waktu seminggu di Jakarta (dari rencana awalnya medcheck sehari selesai), dan biaya besarr utk tambahan tes laboratorium dan dkter spesialis penyakit dalam, masih disuruh tes darah lagi senilai 1 juta lagi belum biaya hidup di Jakarta dan tentu pikiran yang sedih…

Senin 14 Agustus saya memutuskan ambil darah senilai 1 juta itu sekaligus hari itu juga saya medical checkup ulang di dokter yang lain (dr.Y, di Jakarta,  diakui kedutaan juga)

Jumat 18 Agustus hasilnya keluar keduanya: yang darah di dr.X positif katanya… tapi yang dr.Y menyatakan saya sehat dan negatif dari penyakit apapun.

Kemudian saya bawa semua berkas dari dr.X dan hasil dari dr.Y dikirim ke kedutaan.
Lalu saya pulang ke Malang sebentar karena amat capek hati dan pikiran. rencananya akan balik Jakarta untuk mengambil visa yang sudah jadi (diperkirakan sekitar 5 hari kemudian).

Tapi qadarullah , diluar dugaan ternyata dokter-X mencetak ulang semua hasil lab saya dan mengirim pernyataan bahwa saya tidak sehat ke kedutaan. Posisi saya di Malang. saya ditelpon kedutaan dan dibilangi bahwa mereka menerima dua medical certificate dari dua doktr yang berbeda. Astaghfirullaah… :(  …Dan kedutaan memutuskan mengirim berkas-berkas saya ke imigrasi Brussels.

Posisi di Malang, saya sedih  dan kalut menerima kabar itu. Lalu hari itu juga saya berangkat ke RSUD Saiful Anwar Malang, konsultasi ke dokter Spesialis , cerita tentang dua kali medical checkup yang saya jalani dan satu kali tes darah khusus, serta cerita bahwa saya tidak mengalami gejala penyakit yang dituduhkan dr.X…

Pernyataan dari dokter spesialis di RSSA:
“wah, kok tes darahnya yang jenis itu ya?
Bisa dibilang kalau semua orang di Indonesia dites itu hasilnya bakalan positif semua, karena lingkungan Indonesia sudah penuh oleh bakteri jenis ini sebenarnya. Setiap orang bisa dibilang sudah punya bakteri ini dalam tubuhnya, hanya saja ada yg imunitasnya baik sehingga tidak berkembang jadi penyakit, dan ada juga yang imunitasnya buruk sehingga menderita penyakit. Mungkin Wara termasuk yg imunitasnya baik sehingga tidak mengalami penyakit dan harusnya tetep bisa ke Luar Negeri.

Penyakit ini akan  menular hanya jika bakterinya aktif, kalau pasif tidak menular, kalau bekas juga tidak menular. Nah tes darah yang kamu jalani itu justru tes untuk bakteri yang pasif. Semua orang yang punya bakteri pasif dan bahkan mantan penderita penyakit ini yang sudah sembuh total pun akan positif tes darahnya sampai bertahun-tahun kemudian.”

Oleh dokter RSSA akhirnya saya diberi rujukan ke laboratorium  RSUD Saiful Anwar untuk menjalani tes lab kilat.

jumat 25 Agustus hasilnya keluar: negatif. Bactery not detected.

dengan sisa semangat yang entah saya koret-koret darimana, langsung saya berangkat lagi ke Jakarta besoknya,

Senin 28 Agustus saya datang ke kedutaan, saya ceritakan kronologinya, dan saya memohon agar data dari RSSA ini diikutkan dalam pertimbangan keputusan visa.

Saya berkomunikasi dgn pemberi beasiswa utk membantu membela saya di imigrasi Brussels sana, saya minta bantuan kampus agar bantu mendesak utk segera terbitnya visa saya sebelum hangus flight tiketnya, saya datang ke rumah dinas pak dubes Belgia, saya terus berjuang apapun yang bisa saya lakukan demi terbitnyaa visa….

Semua keluarga besar sudah kepikiran sama saya, ayah juga keluar biaya banyak, dan tidak terhitung liter air mata yang tumpah dari saya dan keluarga.

dan hasilnya keluar setelah tiket hangus: visa saya ditolak… :( :( :(
dan tentang beasiswa, kampus memutuskan mengundur beasiswa saya ke tahun depan (2018), Syaratnya saya harus mengulang formalitas administrasi pendaftaran dan harus bisa dapat visa tepat waktu 2018 nanti.

Teman-teman, mohon doanya ya, semoga saya diberi kelancaran dan terkabul hajat berangkat studi S2 di Belgia segera. Amiiinnn.
Semoga teman-teman semua dimudahkan mencapai cita-citanya dan jangan lupa selalu berdoa, mohon kemudahan dan kelancaran pada Allah… Karena kita ini lemah, dan hanya Allah lah sebaik-baik pemberi pertolongan dan pelindung :)

*p.s.: Bagi teman-taman yang ingin bertanya/sharing tentang visa Belgia dan/atau tentang beasiswa studi Luar Negeri, bisa kontak saya di warasyukrilla@ymail.com :)