gak nonton tv selama 24 jam? gak takut tuh..


Saya mendapat tugas yang cukup aneh dari dosen mata kuliah ‘riset publik dan analisis media’, berupa analisis dampak, yaitu “bagaimana perasaan anda apabila tidak menonton televisis selama 24 jam?”

Media televisi memang sudah menjadi candu dalam kehidupan masyarakat sehari – hari. bagi kebanyakan orang, mungkin rasanya belum lengkap apabila belum menyalakan dan mengkonsumsi siaran yang disuguhkan oleh stasiun – stasiun televisi. media televisi begitu banyak memberikan suguhan yang dapat membuat perubahan perilaku masyarakat, baik dari segi kognitif, afektif maupun konatif.

siaran televisi yang paling ditunggu – tunggu mungkin saja membuat banyak masyarakat yang (apabila sudah terbiasa) mengkonsumsinya, akan merasa ‘ada yang kurang’ apabila tidak menontonnya sekali saja. seperti sinetron berseri, atau acara situasi komedi yang sedang marak. Bagi golongan masyarakat yang memiliki pendidikan menengah keatas, mungkin akan merasa kurang apabila tidak menonton saran berita mengenai politik atau isu ekonomi.

Bagi perempuan dan ibu – ibu rumah tangga, siaran yang paling ditunggu – tunggu ialah infotainment, kuis – kuis, atau acara kuliner. Bagi orang – orang yang tidak memiliki pekerjaan atau ibu – ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, tidak menonton siaran televisi mungkin saja akan membuat mereka merasa ada yang kurang, bosan, sepi, bahkan merasa stress.

Tidak dapat dipungkiri bahwa televisi sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari – hari. informasi yang terkandung didalamnya membuat kita semakin up to date dan dapat menambah wawasan. kisah sinetron mampu menguras emosi dan merasa empati dengan tokoh – tokohnya. kita bisa mengetahui kehidupan selebritis yang kita suka baik dalam maupun luar negeri dan bisa menikmati hiburan musik.

Saya pribadi merupakan orang yang sudah terbiasa tidak menonton televisi. semenjak SD saya tipe orang yang mobile, dan banyak melakukan kegiatan diluar rumah. Semenjak kecil orang tua saya (terutama ayah saya) memberi doktrin bahwa menonton televisi dapat membawa dampak yang negatif bagi saya dan adik – adik saya. Ayah saya sendiri mengkonsumsi siaran televisi hanya untuk siaran berita dan olah raga. saya terbiasa melakukan banyak aktivitas di luar ruangan sehingga sangat jarang dapat menonton televisi.

Pengalaman tidak menonton televisi seharian penuh bukan hanya saya alami dalam rangka mengerjakan tugas analisis ini, tetapi sudah sering saya lakukan. terus terang saya tidak merasakan ada yang berbeda dengan diri saya apabila saya tidak menonton siaran televisi. mungkin hanya kandang – kadang saya merasa kurang up to date apabila ada teman saya yang membahas siaran televisi dalam salah satu obrolan kami.

Untuk masalah up date informasi dalam kehidupan sehari – hari, saya terbiasa mengaksesnya melalui internet, via komputer atau mobile phone. media – media seperti facebook, twitter, maupun situ – situs media online sangat membantu saya untuk mengupdate informasi dan wawasan saya.

kesimpulannya, saya tidak merasakan ada perubahan sikap dan perilaku apapun dalam diri saya apabila saya tidak menonton televisi, karena saya bisa mengakses informasi melalui media elektronik lainnya selain televisi.

mungkin saya akan stress apabila tidak mengkonsumsi internet seharian. (please jangan!) :D

  1. #1 by GSX-R750 guy on July 8, 2010 - 3:21 am

    My friend and I were arguing about this! Now I know that I was right. lol! Thanks for making me sure!

    Sent from my Android phone

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is that thing with fingers at the end of your arm (one word)?