Promosi dan Itikad Baik


Menanggapi postingan blog di wordpress (29/3) “Dibalik Layar Beswan Saung Angklung Udjo” yang disampaikan Saudara Ismail Agung, dengan ini disampaikan bahwa :

1. Kami Beswan Djarum mengikuti seleksi yang ketat untuk menjadi Beswan Djarum, berkomitmen dengan aturan – aturan yang berlaku dan sudah sangat jelas sekali disosialisasikan bahwa program Beswan merupakan salah satu dari program CSR PT. Djarum, yaitu Djarum Bakti Pendidikan

2. Program CSR Djarum jelas sekali merupakan itikad baik PT. Djarum dengan tujuan yang mulia tanpa memasukan program promosi atau aktivitas marketing yang bersangkutan dengan produk. Sangat tidak ada kaitannya.

3. Kami sebagai Beswan Djarum memprakarsai kegiatan ini, mengajukan proposal ke PT. Djarum dan dengan niatan baik PT. Djarum merealisasikan kegiatan ini untuk berbagi bersama anak jalanan, anak panti asuhan dan anak yatim piatu, sehingga apa yang telah PT. Djarum berikan kepada kami sebagai Beswan Djarum dapat dirasakan pula oleh mereka yaitu dalam bentuk pelatihan entrepreneurship yang kami adakan kemarin.

Banyak manfaat yang dapat mereka rasakan, tentunya dapat menjadi motivasi tersendiri bagi mereka secara tim maupun secara perseorangan untuk menjadi agen perubahan yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar mereka.

4. Menyangkut masalah rokok.
Kami sangat mengerti sekali aturan yang berlaku (mengenai usia 18+, kesepakatan waktu merokok, tempat yang bebas rokok, dll ). Kami tidak membagikan rokok kepada anak – anak. Sekali lagi, tujuan kami mengadakan acara ini adalah untuk memberikan wawasan serta motivasi, bukan untuk promosi produk.

Ketika kami menawarkan rokok kepada anda, itu karena anda sudah bukan dibawah usia 18. jadi wajar kalau kami mempunyai itikad baik untuk menawarkan, dan tanpa pemaksaan, tergantung pilihan ya atau tidak, anda yang memutuskan.

Bila ada yang kurang jelas mengenai Beswan Djarum, dapat diakses melalui website Beswan Djarum

Terima kasih atas perhatiannya.

PUTU AGNIA

Ketua Pelaksana ( Beswan Djarum)

, , , , ,

  1. #1 by sucilestari on April 12, 2010 - 12:18 pm

    hmm…gue dah lihat postingannya agung put, hehehe… bener kata lo, kita emang gak nawarin rokok ke anak2 panti dan anak jalanan yang dibawah umur,,,, ini juga bukan acara marketing…tapi gue juga ngerti knp org mikir kayak gitu, ini bukan hal baru, semoga bisa dijadikan pelajaran buat kedepannya, jangan sampai acara yang niat nya baik menjadi dicurigai sebagai kampanye merokok..

  2. #2 by Ung on April 12, 2010 - 1:36 pm

    Menanggapi tulisan saudari suci lestari dan juga putu.

    Tulisan saya sepertinya tidak memberikan pernyataan bahwa anda dan rekan-rekan memberikan rokok kepada anak-anak di bawah 18 tahun.

    Tapi pantaskah bila ada yang memberikan rokok di depan anak-anak?

    Dan lagi, tulisan pendek saya tidak menyangkut-pautkan dengan marketing atau promosi. Mohon dicermati.

    Terima kasih atas respon dan segala klarifikasinya. Semoga menjadi pelajaran bagi kita semua.

  3. #3 by hendra on April 13, 2010 - 9:33 am

    Sebenarnya kalau disimak, teman2 baru berkutat dlm tataran praksis menyikapinya. Saya rasanya blm melihat sisi dasarnya yg cukup fundamental utk ditelisik utk didiskusikan bersama.

    Kata kuncinya adalah CSR (tanggung jawab sosial perusahaan). Mungkin ini terasa kaku tapi demi fleksibilitasnya coba kita lihat konsepnya dulu scr akademis. Untuk apa setiap perusahaan memberikan CSR? Banyak asumsi ragam mengenai ini. Sekarang, tampaknya perusahaan berlomba2 untuk meningkatkan corporate image-nya dan branding market melalui CSR. Intinya, CSR berhubungan erat dengan “pembangunan sustainable”, di mana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan faktor keuangan (bisnis), misalnya keuntungan atau deviden melainkan juga harus berdasarkan konsekuensi sosial dan lingkungan untuk saat ini maupun untuk jangka panjang. Pertanyaannya :
    (1)Nah, mari kita lihat apa motivasi dan niat perusahaan dlm menjalankan CSR?
    (2)Nah (kalau bisa ditanyakan kpd pihak Djarum), apakah CSR merupakan program dari salah satu divisi marketing perusahaan tersebut atau malah dibuat terpisah???
    Saya pribadi lebih memilih kalau ini dibuat terpisah (lain divisinya)sehingga program2 CSR yg dijalankan setiap perusahaan menjadi lebih fokus dan tepat sasaran (bukan hanya sarana utk promosi dan lain sebagainya)
    (3) Bagaimana side effectnya dlm menciptakan CSR bagi stiap perusahaan?

    Saya pernah mendengar asumsi negatif/apalah (saya tdk bs menilai krn saya bukan pakar bisnis…hehe). Contohnya begini, kwn saya (dia kerja di slh satu perusahaan industri kayu terbesar di kota saya). Kebetulan dia menangani divisi marketing (dan juga menangani CSR). Dia berkali selalu mengatakan CSR itu memang betul seperti promosi terselubung. Di setiap project CSR yg di berikan ke masyarakat bisanya juga ada program “terselubung” entah itu iklan atau promosi bisnis tentang perusahaannya.

    Menurut saya, kalau sesuai dan tepat sasaran (misal:kegiatan2 sosial beswan) sih gak masalah. Tapi kalau mengedepankan sisi bisnisnya, tanya mengapa???

    Sekali lagi untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan program CSR, diperlukannya komitmen yang kuat, partisipasi aktif, serta ketulusan dari semua pihak yang peduli terhadap program-program CSR. Program CSR menjadi begitu penting karena kewajiban manusia untuk bertanggung jawab atas keutuhan kondisi-kondisi kehidupan umat manusia di masa datang.
    Perusahaaan perlu bertanggung jawab bahwa di masa mendatang tetap ada manusia di muka bumi ini, sehingga dunia tetap harus menjadi manusiawi, untuk menjamin keberlangsungan kehidupan kini dan di hari esok.

    Salam blogger

  4. #4 by P. Agnia Sri Juliandri on April 13, 2010 - 5:40 pm

    Terima kasih Mas Hendra :)

  5. #5 by P. Agnia Sri Juliandri on April 13, 2010 - 6:39 pm

    terima kasih suci :)

  6. #6 by P. Agnia Sri Juliandri on April 13, 2010 - 6:39 pm

    terima kasih Mas Agung :)

  7. #7 by suhandi on April 13, 2010 - 11:02 pm

    @all: bagi sy menilai, dari djarum sendiri benar2 pure CSR untuk bakti pendidikan. Krn kita bisa melihat dan merasakan langsung. Bagi Djarum bukan sarana untuk meningkatkan brand,dll karena bagian promosi ada bagiannya lagi di marketing dan klo sy melihat berbeda antara divisi marketing nya dgn CSRnya.
    Untuk masalah diatas, mgkn memang sebagai masukan dan dapat memberikan inspiratif bagi beswan serta pelajaran. Memang bagi sy pun, perlu dipisahkan antara kegiatan beswan dgn bagi rokok sekecil apapun. Krn masalah ini kompleks.
    Seperti yg pernah sy posting di forum jg, bahwa DJarum adalah nama perusahaan (group) dgn berbagai jenis sektor usaha didalamnya. Jadi bukan identikdgn rokok walau salah satu dari sektor bisnis yg besarnya rokok.
    info lebih lengkap bisa dilihat di forum beswan:

    Terima kasih. :D

  8. #8 by Putri Eka Pratiwi on April 14, 2010 - 8:30 am

    Putu sayang dan teman2 Beswan Djarum,

    Dari awal mengikuti perdebatan masalah “dibalik layar” ini seru juga….
    banyak hal yang bisa kita jadikan pelajaran dari masalah ini.
    taman2 semua mengeluarkan pendapat dan pandangan kalian sebagai individu masing2 dengan baik dan bijak.
    Satu hal yang penting dari case ini adalah teman2 semakin dewasa dalam menghadapi case seperti ini. Berbeda latar belakang dan semakin tinggi pengalaman yang kalian dapatkan akan semakin membuat kalian lebih dewasa dalam menghadapi case yang sifatnya pro dan kontra.(tidak terbatas masalah rokok saja).
    Oleh karena itu, kita harus bisa lebih hati2 dalam bersikap dan bertingkah laku. sehingga kedepannya kita bisa lebih baik dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

  9. #9 by P. Agnia Sri Juliandri on April 15, 2010 - 12:24 am

    @Mas Suhandi : Benar sekali Mas, kita sudah melihat dan merasakannya sebagai Beswan Djarum. menambahkan tulisan Mas Suhandi, Sebagai informasi untuk semuanya, Beswan Djarum berada dibawah bendera Djarum Bakti Pendidikan yg merupakan salah satu program CSR PT. Djarum dan dibina oleh Corporate Affairs PT. Djarum. Dimana Corporate affairs dan Marketing merupakan departemen yang berbeda di PT. Djarum.

    @Mbak Putri : amin. terima kasih banyak Mbak Putri, semoga kedepannya bisa lebih baik dan bisa memberikan dampak positif lebih besar lagi kepada orang lain. :)

  10. #10 by riski arista on April 15, 2010 - 10:51 am

    aslmualaikum wr.wb..
    Maaf, saya ingin menanggapi tentang opini teman-teman disini, pertama-tama saya ingin menganggapi;
    @mas Agung:
    halo, mas salam kenal :) , mas sblmnya saya ingin menanggapi tulisan tentang opini mas di blog pribadi anda..
    disini saya hanya ingin melihat suatu hal dari perspektif hukum saja, dan saya menilai berdasarkan kenyataan yang ada pada postingan tulisan di blog mas agung terkait dengan acara beswan, sekali lagi mengenai apa yang telah dijelaskan oleh Mas Agung, Mba Putu, Mas Hendra, dan penulis lainnya yang saya tidak sempat di blog anda mas agung, kiranya saya tidak perlu lagi mengulang apa yang telah dijelaskan/disebutkan opininya,namun saya akan mengambil beberapa saja opini yang saya anggap menjadi episentrum perdebatan opini disini.

    mas-mas dan mba-mba tahu mana yang benar secara faktuil dan mana yang tidak seharusnya dibenarkan karena tanpa dasar fakta yang kuat..terkait ke dua hal tersebut yaitu cara pengapresiasinya melalui media elektronik, yaitu blog.

    Yang terhormat mas Agung, pertama-tama saya ingin mengekspresikan rasa kekaguman akan tulisan mas yang bisa dibilang melihat suatu sisi hal/keadaan dari perspektif pribadi dengan gaya bahasa yang anda kuasai, saya paham tujuan mas adalah positif mengenai tanggapan tentang acara beswan, namun disini saya melihat cara mas menggunakan media yang sekarang ini sedang menjadi koridor yang sangat sensitif, mas agung..ada yang perlu mas ketahui.

    perkembangan dunia maya sudah pesat mas, bahkan bisa dikatakan borderless atau tanpa batas, segala macam informasi yang tertuang dalam lingkup yang ada dalam dunia maya dapat berlangsung signifikan secara cepat dan meluas ke tiap orang, baik itu yang punya akses secara langsung ke dunia maya itu sendiri maupun yang tidak.

    Mas Agung, perlu dipahami disini, bayangkan saja jika seseorang atau badan atau korporasi ataupun komunitas tertentu (saya sebut subjek hukum) diinformasikan kejelekannya atau dalam bentuk lain berupa sindiran atau bentuk lain berupa teguran atau bentuk lain berupa penilaian tanpa didukung barang bukti yang kuat dan bahkan dapat dikatakan tidak bisa dibuktikan, beberapa opini/penilaian,dll yang bisa merubah pencitraan, persepsi masyarakat dalam melihat subjek hukum tersebut melalui web forum, blog, atau e-mail, kemudian orang (masyarakat) yang mengakses informasi tersebut menjadikan sebagai bahan pembicaraan kepada rekannya ataupun masyarakat sekitarnya yang sebenarnya tidak pernah mengakses informasi tersebut melalui internet dapat dipastikan subjek hukum tsb yang telah diinformasikan melalui bentuk-bentuk yang telah saya sebut diatas itu akan Dirugikan mas..baik itu didunia maya maupun kehidupan nyatanya.

    Beranjak dari kenyataan di Negara Indonesia ini mas, adalah negara yang berdasar hukum mas.. tidak serta merta kebebasan mengeluarkan pendapat ataupun opini dalam kapasitas tanpa batas, kebebasan berpendapat memang dilindungi dan diatur dalam Pasal 28 E ayat (2), Pasal 28 E ayat (3), Pasal 28 F, dan Pasal 28 I UUD 1945. namun apakah kebebasan berpendapat ini boleh digunakan tanpa memperhatikan situasi dan kondisi yang sebenar-benarnya? jika mas agung telah paham apa yang saya tulis diatas mengenai perkembangan dunia maya tentunya jika saya menjadi mas agung akan berpikir terlebih dahulu sebelum menuliskan ke dalam media blog ini, mengenai dampak atau akibat yang bisa timbul, kecanggihan jaringan elektronik dan perkembangannya telah membuat dapat diaksesnya media ini ke lingkup yang lebih luas. dalam blog ini, mas.. saya langsung saja sampaikan apakah benar dan dapat dibuktikan dalam penyampaian mas yang tertulis diatas,
    saya ambil bagian inti dari yang mas permasalahkan sehingga berinisiatif membuat tulisan ini.
    saya ambilkan opini mas yaitu pada inti tulisan mas “…Ada satu hal yang sebenarnya aku nggak suka dari Beswan ini. Saya melihat dengan kepala mata ini bahwa si pihak panitia menawarkan rokok pada Peserta. Dan sebelum itu pun si ketua pelaksananya malah terlebih dahulu bertanya kepada saya apakah saya merokok atau tidak….” nah disini dari saya sendiri bingung mengenai apa siapa yang mas maksud apakah itu peserta usia tertentu ataukah peserta yang memang sebenarnya tidak termasuk kualifikasi peserta namun hanya mendampingi atau bahkan bisa saja tanpanya para peserta tertentu tidak akan turut serta pada acara tersebut (bisa dikategorikan pembina/dll), saya disini menggunakan perspektif masyarakat umum dalam melihat suatu hal yang sama dengan lainnya yang sama-sama tidak tahu bagaimana kondisi sebenarnya (nyata nya) seperti yang mas maksud itu, atau bahkan bisa saja masyarakat dapat langsung men judge pernyataan mas di blog ini sebagai dukungan atau kontra dan semua itu tergantung penilaian masing-masing karena itu adalah hak..tapi disini berarti mas telah menimbulkan WACANA PUBLIK YANG BELUM BISA DIYAKINI KEBENARANNYA…apakah mas masih bersikukuh bahwa pernyataan opini mas diatas yang banyaaak sekali (termasuk tanggapan opini-opini nya itu adalah benar 100%????) dalam hal ini yang paling tahu mengenai hal tersebut tentu saja panitia, menurut saya apa yang disampaikan ketua pelaksana terkait dengan kegiatan CSR sudah tidak bisa terbantahkan lagi, mas agung boleh saja berpendapat seperti itu jika sebelumnya mas memberikan konfirmasi mengenai postingan opini terkait kegiatan acara tsb, tentu saja tidak akan terjadi hal-hal perdebatan opini disini, bahkan tidak akan meluas kepada publik di negeri ini.

    Namun jika anda mas agung, tidak dapat mempertanggungjawabkan dalam hal ini membuktikan tentang apa yang mas tulis disini ya tentu saja ada unsur menuduh, bukan begitu??
    bahkan postingan ini yang dapat diakses publik sudah masuk ke dalam unsur maksud tuduhan itu bisa tersiar (diketahui orang banyak)dengan tulisan secara melawan hukum,
    dengan sepihak mas agung memposting tulisan opini acara tsb secara sepihak dan tanpa sepengetahuan panitia dan kondisi fakta realnya bagaimana, anda seakan-akan yakin bahwa apa yang mas lihat seluruhnya adalah benar 100% bahkan mempostingnya namun kenyataannya adalah tidak seperti yang mas lihat… mas agung dapat saja menuduhkan suatu hal yang berbeda dengan kenyataan terjerat pasal tentang Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik, baik itu dalam KUHP dan Undang Undang yang mengatur langsung pada tindak pidana menggunakan media elektronik, ancaman hukumannya adalah penjara..

    jadi mas,tolonglah saya tidak ingin memihak pada siapapun namun disini saya memberikan perspektif atas dasar Fakta DAn Opini Yang ada pada blog ini.., jika mas merasa yakin atas perpektif mas, alangkah bijak dilaksanakan Negosiasi atau sekedar sharing saja dengan para panitia untuk meluruskan hal yang menimbulkan perbedaan pandangan, karena saya yakin hal tersebut terjadi karena tindakan sepihak.

    satu hal lagi mas, saya sangat menghargai kebebasan berpendapat, berpandangan, menilai sesuatu,dll namun disisi lain adalah adanya koridor yang sangat sensitif untuk dapat dipertimbangkan lagi dalam melakukan hal-hal tersebut, bukannya dilarang, namun masih perlunya suatu pembuktian yang nyata yang tidak hanya dilakukan sepihak, sehingga tindakan mas tidak merugikan orang lain.

    kita disini adalah bersaudara, kita tak kenal permusuhan, beda pendapat adalah wajar, namun jika menimbulkan kerugian salah satu pihak, hal tsb bukanlah suatu keadilan, hukum harus ditegakkan.

    sekian, mohon maaf yang sebesarnya jika ada salah kata dari saya pribadi.
    trimakasih

  11. #11 by riski arista on April 15, 2010 - 1:33 pm

    aslmualaikun, teman-teman
    maaf saya juga ingin menanggapi opini mas HEndra terkait dengan CSR,
    @mas Hendra: halo mas hendra, salam kenal…salam beswan.

    mas hendra, pada awal tulisan mas di blog ini, anda menuliskan pandangan anda yaitu mengenai “….Sebenarnya kalau disimak, teman2 baru berkutat dlm tataran praksis menyikapinya. Saya rasanya blm melihat sisi dasarnya yg cukup fundamental utk ditelisik utk didiskusikan bersama…” tapi disini mas, saya ingin menyampaikan bahwasannya hal yang mas tanggapi tsb sebenarnya sudah masuk substansi permasalahan yaitu mengenai media elektronik yang digunakan untuk mengapresiasikan pandangan.

    Selanjutnya saya melihat di blog Mas Agung terkait pandangannya pada acara kegiatan beswan, memang mempertanyakan mengenai pantaskah bila ada yang memberikan rokok didepan anak-anak..? namun di blog mas agung juga memasukkan foto yang menggambarkan Brand perusahaan tertentu, selain itu juga menyinggung tentang komunitas para peraih beasiswa dari perusahaan tersebut dengan tulisan “…Ada satu hal yang sebenarnya aku nggak suka dari Beswan ini. Saya melihat dengan kepala mata ini bahwa si pihak panitia menawarkan rokok pada Peserta. Dan sebelum itu pun si ketua pelaksananya malah terlebih dahulu bertanya kepada saya apakah saya merokok atau tidak..”
    nah, mengenai ketiga substansi permasalahan tersebut mas hendra, jika tidak didiskusikan, diklarifikasi dan tanpa adanya reaksi dari yang bersangkutan (yang menulis di blog terkait tanggapan tentang acara kegiatannya) untuk meluruskan hal apa sih yang sebenarnya terjadi, dan tentunya sudah ada tukar pandang dari kedua pihak yang bersangkutan. Hal ini sudah menjadi sisi dasar yang fundamental untuk ditelisik, karena ranahnya sudah menuju ranah Hukum, yaitu bisa saja ada unsur ‘menuduh’ dan ‘mempublikasikan kepada publik’ karena mas agung mempergunakan media blog untuk menyalurkan pandangannya.

    mas Hendra, mengenai tanggapan mas mengenai CSR, mas sudah merujuk pada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, yaitu diatur dalam Undang Undang (UU) no 40 th 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) pasal 74 menyebutkan bahwa pada ayat-ayatnya:
    (1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber
    daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
    (2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
    kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang
    pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
    (3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenai
    sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan
    peraturan pemerintah.

    CSR disini berdasarkan UU tsb, saya menafsirkan bahwa berbicara tenang CSR berarti berbicara tentang Kewajiban, jika tidak melaksanakan kewajiban tersebut akan dikenai sanksi, istilah CSR memang tidak disebut dalam UU, namun istilah tersebut populer diluar dari UU namun substansi hal yang diatur adalah sama dengan pasal yang saya tulis diatas.

    mas hendra, anda mengatakan mengenai motivasi, side effect CSR, mengenai system kebijakan dalam perusahaan yg bergerak dibidang rokok, dan cerita pengalaman yang teman anda alami terkait dengan CSR .
    sebenarnya menurut saya tidak ada yang dipermasalahkan selama belum ada Peraturan yang mengatur dibawah UU 40 th 2007 tsb dalam hal ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur secara teknis mengenai pelaksanaan CSR yang ideal, nah sehingga disini tidak ada suatu pihak pun yang dapat menjudge tentang terdapatnya sisi negatif atau pun sisi yang bisa menyudutkan pencitraan pelaksanaan karena tidak ada pihak yang dirugikan dalam pelaksanaan program CSR itu sendiri, apakah terdapat promosi terselubung atau segala bentuk hal yang dirasa membelot ke hal diluar esensi dari CSR itu sendiri, kecuali jika sebelumnya telah di sertai fakta hukum yang kuat untuk mendasari penyampaian pandangan pribadi dan kegiatan, dan hal tsb jangan dijadikan untuk men generalisir terhadap eksistensi perusahaan-perusahaan terkait dengan proram CSRnya di negeri ini. Namun jika kenyataan adanya ‘promosi terselubung’ atau apapun bentuknya, hal itu bisa saja dilakukan oleh ‘oknum yang tidak bertanggungjawab’ atau bentuk lain yang terkait dengan itu.

    Satu hal lagi mas, suatu brand memang sulit sekali dipisahkan dan selalu melekat pada program CSR suatu perusahaan, namun hal itu tidak bisa menjadi suatu alasan untuk menentukan sikap bahwa setiap program CSR pasti terdapat sarana untuk promosi, dll. Jd intinya jangan negative thinking dulu.

    Mohon maaf klo ada kesalahan kata dari saya, terimakasih atas perhatiannya ya..
    Salam hangat

  12. #12 by P. Agnia Sri Juliandri on April 16, 2010 - 8:23 pm

    bravo riski,
    terima kasih atas penjelasannya.
    sukses selalu yaa! :)

  13. #13 by pujiprabowo on April 20, 2010 - 3:58 pm

    syukuri aja put,
    pembelajaran besar buat ke depannya..
    ini sudah masalah opini dan prinsip..jadi tetap semangat aja ya :)

  14. #14 by Izul on April 29, 2010 - 8:36 am

    Maaf baru ikutan..
    Keren n rame kesan pertama setelah baca seluruh isi komentar.
    Buat Mbak/Mas riski arista, tulisan anda benar-benar hebat..hebat bisa menjelaskan pengertian hukum, dasar-dasar hukum. Saya sebagai orang yang sangat awam justru baru mengetahui hukum itu (makasi).
    Hebat juga memperkeruh suasana ketika semua sudah cooling down.

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is 4 times 8?


  1. in Memoriam, Beswan Djarum.. « Pojok Singgah Si Putu