S A N T O L O, Indahnya hamparan samudera yang belum tereksplorasi


38058_420139433710_648793710_4538581_8307981_n

Ingin ngerasain damainya suasana pantai dengan suara deburan ombak tanpa banyak orang lain yang ganggu? Santolo jawabnya. itu pantai yang cukup terkenal di wilayah Selatan Jawa, tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk, Garut. Pantai Santolo sendiri letaknya kurang lebih 2 Km dari Kecamatan Pameungpeuk atau 150 Km dari kota Garut.

Untuk bisa nyampe ke kecamatan Pameungpeuk Garut, kita harus menempuh jalan yang panjang, kurang lebih 150 km dari Kota Bandung dan memerlukan sekitar 3 – 4 jam perjalanan. dari Garut kota, kita perlu melewati Gunung Gelap yg sekarang udah engga gelap lagi karena udah dipenuhin sama warung di pinggir jalan dan terdapat kebun teh yang membentang kereeeen banget. Dibelakang Pantai Santolo ada tempat meluncuran roket punya pemerintah negara (LAPAN) yang dibatesin sama jalan beraspal dan hutan bakau yang indah.

Eksotisnya pantai ini bisa kita rasain dengan hamparan pasir plus pemandangannya indah macem deretan pegunungan disekitar pantai. Ombak-ombak besar yang asalnya dari Laut Selatan atau Samudra Hindia dan kapal – kapal nelayan ngehiasin pantai dan menarik perhatian para wisatawan.

Selain bisa nikmatin indahnya bibir pantai dengan pasir putih yang dilatarbelakangi pegunungan, ternyata masih ada satu spot yang wajib dikunjungin. kalo kata Penduduk setempat, “inilah santolo sebenarnya”

Penasaran? Pastinya. Karena pada awalnya gue pun penasaran. Ternyata ada pantai yang keliatan seperti pantai milik pribadi (private beach) karena bener – bener sepi pengunjung. Pantai ini bisa dibilang pantai perawan karena belum dieksplore sama wisatawan. Untuk nyampe pantai ini, kita perlu naik perahu milik penduduk setempat untuk nyeberang. Biaya naik perahunya murah banget, cuma Rp 2.000,- dan ga makan waktu yang lama.

abis nyeberang, kita harus nyusurin jalan setapak lagi buat ketemu pantai itu. Di ujung jalan setapak kita bakal ngelihat pos yang gunanya untuk meriksa keadaan pasang surut air laut. nah di deket pos ada jembatan yang menuju pantai itu. Yang nandain kalo kita sudah sampai adalah karang yang besar di pinggir pantai. Pantai private ini pasir pasirnya putih. Tapi beda sama pasirnya Santolo di garis pantai, pasir ini bentuknya butiran dan nyampur sama kerang – kerang. Di pantai Santolo ini, masih bisa nemuin binatang – binatang laut macemnya umang, kepiting, ikan karang, gurita kecil, dan bulu babi.

Kalo kalian cukup banyak waktu, coba deh untuk tracking nyusurin pantai Santolo trus menuju pantai Sayangheulang. Ada banyak pemandangan indah yang bisa dilihat sepanjang jalan. Tracking pantai Sayangheulang punya dua rute yaitu rute hutan sama rute pantai. Gue memilih rute pantai karena kalo kata penduduk setempat, rute hutan harus ngelewatin tanah becek plus banyak nyamuk yang berterbangan. Secara kita semua pake sendal jepit sm celana pendek doang..

Kalo lewatin rute pantai pemandangannya karang – karang.  Tapi mesti hati – hati juga soalnya banyak karang yang tajem

Fenomena matahari tenggelam pasti bukan hal baru kan buat dinikmatin, tapi bisa jadi pengalaman tersendiri kalo kita bisa nikmatinya di pinggir pantai sambil minum kelapa muda yang langsung bisa diminum dari buahnya (tanpa gelas). Buah kelapa muda gampang banget didapet dari warung – warung dan restoran yang ada di pinggir pantai. Di restoran – restoran itu kita juga bisa nikmatin berbagai jenis seafood dengan olahan khas sunda dengan harga yang ga mahal. yaa cukuplah buat kantong gue yang saat itu masih jadi anak kuliah. dan FYI, nikmatin sunset di pinggir Pantai Santolo itu KEREN BANGET!

Kebetulan yang engga disengaja, gue sempet tinggal di Desa Mancagahar Kabupaten Pameungpeuk selama satu bulan untuk program pengabdian masyarakat. gue cuma butuh naik angdes (angkutan desa) sampe ujung untuk nyampe Pantai Santolo. Gue ke pantai ga cuma sekali dua kali. sebegitu seringnya sampe gue ngerasa ini pantai punya gue! haha, lagian sepi banget. Nah, pas banget malam itu lagisedang Bulan Purnama. jadi setelah puas nikmatin sunset dan kelapa muda, gue sama temen – temen ngebuat api unggun di pinggir pantai :D

Beda sama pantai umum lainnya, pantai Santolo belum resmi dijadiin objek wisata yang dapet pengembangan sendiri dari pemerintah setempat. Jadi belum ada permainan laut (water sport) yang bermacam-macam seperti Banana Boat, parasailing, flyingfish maupun penyewaan papan untuk para surfer. anyway, gue jg ga yakin disini bisa diving atau snorkeling, karena langsung nembus ke samudera. Eh tapi ga perlu bingung soal penginapan, kalo kalian pengen dateng ke Pantai Santolo, disekitar pantai itu warga juga udah ngemanfaatin wisatawan sebagai sumber perekonomian mereka dengan cara buka lahan untuk penginapan. tapi yaa penginapan sederhana gitu yaaa, jangan berekspektasi tinggi. oh, kalau mau yang agak bagus, bisa ke desa gue. tapi jaraknya lumayan berkilo-kilo meter.

anyway, maaf ya foto2nya banyak, gue ga tahan untuk ga mamer keindahan ke kalian, hehe. supaya ga bosen juga bacanya.. Oke, karena di momen ini gue sedang melakukan pengabdian masyarakat dari kampus gue, maka mari kita coba ngebahas ini lebih serius.

Mengenai PARIWISATA

Seperti yang gue kemukain diatas, Pantai Santolo ini punya potensi yang sangat besar untuk dijadikan tempat pariwisata. Seperti yang kita ketahui bahwa pariwisata merupakan suatu aset yang sangat menguntungkan bagi suatu daerah. Pariwisata adalah suatu industri yang tidak menimbulkan polusi namun memiliki pemasukan berupa devisa yang dapat memajukan perekonomian serta pendapatan bagi masyarakat pada suatu daerah. Pantai Santolo telah memiliki unsur pokok yang harus dimiliki oleh sebuah daerah wisata yaitu obyek wisata dan daya tarik wisata.

Laut yang indah dengan hamparan pasir yang lembut dan bersih serta angin semilir pantai yang segar tentu merupakan suatu aset tersendiri bagi daerah Pamengpeuk untuk dapat dikembangkan sehingga menjadi tempat tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Dan jika diolah dengan baik, Pantai Santolo akan menjadi aset yang sangat menguntungkan bagi Pemda dan masyarakat setempat.

Pariwisata merupakan suatu aset yang sangat menguntungkan bagi suatu daerah ataupun negara. Pariwisata adalah suatu industri yang tidak menimbulkan polusi namun memiliki pemasukan berupa devisa yang dapat memajukan perekonomian serta pendapatan bagi masyarakat pada suatu daerah. Namun sayangnya pemerintah daerah setempat belum terlalu berminat mengelolanya.

Pantai Santolo benar – benar berpotensi, hanya saja kurang eksplorasi. beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :

  • Pantai Santolo merupakan pantai yang indah, namun hanya masyarakat setempat dan beberapa wisatawan lokal yang berkunjung kesana. Pemerintah perlu mengadakan fasilitas ataupun tindakan yang dapat mendorong peningkatan jumlah pengunjung, publikasi dan pembenahan infrastruktur objek wisata sangat perlu dilakukan. pada umumnya (dan gue pun ngerasa demikian) para wisatawan akan tertarik dengan suatu objek wisata jika fasisitas, keindahan, kebersihan dan kenyamanan obyek wisata. Pemerintah juga harus mampu mempublikasikan kelebihan potensi wisata yang dimiliki daerahnya. itulah beberapa hal yang menurut saya perlu adanya perhatian yang lebih dari pemerintah daerah yang sekarang pada kenyataanya sangat sedikit sekali pengunjung yang datang ke Pantai Santolo.
  • Seperti yang gue amatin, pengunjung Pantai Santolo merupakan kelas menengah dan menengah kebawah. kenapa bisa demikian? Kalo gue lihat (bukan sombong atau nyombong2in kampung halaman,hihi ;p) Pulau Bali yang juga memiliki daerah wisata bahari sudah dapat menggaet wisatawan dari kelas AAA+ sampai kelas bawah. Hal ini bisa kita tinjau dari poin pertama tadi mengenai infrastruktur yang kurang memadai. hendaknya hal itu bisa menjadi perhatian pemerintah setempat. Kita tahu potensi wisata yang kita miliki sebenarnya memiliki banyak sekali keistimewaan dan keunggulan. Sayang sekali jika tidak dimanfaatkan.
  • Kecamatan Pameungpeuk memiliki banyak sekali industri kecil pengolah agar – agar kertas, Nugget Ikan, Pengolahan Rumput Laut, Cinderamata, dan lain sebagainya. Apabila pemerintah dapat melihat adanya peluang dari fenomena tersebut, dimana setiap wisatawan pasti membutuhkan souvenir, cinderamata atau oleh – oleh khas daerah setempat, maka jika pemerintah setempat dapat membantu pergerakan usaha kecil menengah yang dapat menaikan roda perekonomian masyarakat dan dapat membantu tersedianya lahan pekerjaan sehingga mengurangi tingkat pengangguran.

  • Menurut Bambang Sunaryo (2000 : 27) di lihat dari makna ekonomi, pembangunan kepariwisataan lokal diharapkan mampu menggalakkan kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan sektor-sektor lain yang terkait, sehingga lapangan kerja, pendapatan daerah, pendapatan negara serta devisa dapat ditingkatkan melalui pengembangan dan pendayagunaan berbagai potensi kepariwisataan lokal.

Bukan tidak mungkin nantinya Pantai Santolo akan menjadi daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bukan tidak mungkin pula bisa menjadi seperti Pantai pangandaran, Green Canyon, bahkan pantai – pantai di Pulau Bali. Pantai Santolo hanya memerlukan perhatian oleh pemerintah setempah sehingga dapat dikelola dengan baik agar potensi – potensi yang dimilikinya dapat tereksplorasi dan bermanfaat bagi penduduk sekitar.

Semoga dengan adanya tulisan ini, temen – temen mau dateng untuk liburan ke Pantai Santolo, kemudian pemerintah jadi tergugah dan mau mempromosikan potensi wilayahnya sehingga banyak investor yang menanamkan modalnya untuk membangun sebuah industri pariwisata di Garut, khususnya daerah Pameungpeuk. Amiiinnn…

, , , , ,

  1. #1 by Wana Darma on September 2, 2010 - 4:11 am

    sial! Tulisan anda berhasil membuat saia ingin k santolo.

  2. #2 by P. Agnia Sri Juliandri on September 2, 2010 - 10:12 am

    hahahahaha keren lhooooo ;)

  3. #3 by slamat agung on September 2, 2010 - 10:48 am

    waw……….pemandangan dan lautnya indah banget yah,,,hemm kalah ni pantai yang di Bengkulu,,
    muanteb banget foto2nya apa lagi sambil jalan rame2,,wuih,,,,makin asyik tuh

  4. #4 by P. Agnia Sri Juliandri on September 2, 2010 - 11:23 am

    hahaha yuuukkk kapan2 kita jalan2 beswan kesini yah ;)

  5. #5 by Puspita on September 2, 2010 - 1:47 pm

    Kebetulan keluargaku asli garut, tp skr dah pada pindah tegal.. tar kapan2 kalo balik sana main2 ah..

  6. #6 by devina on September 10, 2010 - 4:25 pm

    ini pantai yanga waktu itu kita samperin kak nia KKN? kok jadi bagus sihh???

  7. #7 by amy on September 18, 2010 - 9:40 am

    huahhh bagus banget pantainyaa
    ini sih seharian gak bosen
    bookmark! for the next destination. hoho

    jadi guide dong pu,
    makanan sama tempat nginepnya ada?

  8. #8 by Qohar on September 18, 2010 - 12:17 pm

    weeeww, ini yg bikin jesrol iri?? hahaa, ternyata gw pun kena jg..
    ayok kita kemariii!! =D

  9. #9 by P. Agnia Sri Juliandri on September 20, 2010 - 10:26 pm

    @puspita : iya doong,, lestarikan pantaimu ;)

  10. #10 by P. Agnia Sri Juliandri on September 20, 2010 - 10:27 pm

    @devina : iya duuttt..kamu sih gamau main dulu..

  11. #11 by P. Agnia Sri Juliandri on September 20, 2010 - 10:28 pm

    @amy : banyak my, itu diatas udah gw ceritain.. cocok buat para backpacker sih, buat keluarga blm ada yg bagus bgt, ada sih, tapi jaraknya agak jauh dr pantai..

  12. #12 by P. Agnia Sri Juliandri on September 20, 2010 - 10:32 pm

    @qohar : hahahaha jesrol irinya sm postingan bali gw har.. ;)

(will not be published)

Before you post, please prove you are sentient.

What is the outer covering of a tree?


  1. Travel Writing for “Perjalanan Nusantara” « Pojok Singgah Si Putu