Archive for September, 2010

indahnya berbagi, indahnya peduli

Akhir – akhir ini saya amati, masyarakat mulai reaktif bgt sama gejala yang terjadi di sekitarnya.. bagus sih aware sama lingkungan sekitar, peduli sama orang lain.. tapi ketika semua itu udah mulai berlebihan yang jatuhnya ganggu atau ikut campur urusan orang lain, apa iya hal – hal seperti itu masih patut dilakukan? saya tau, penting sekali untuk aware terhadap lingkungan, untuk peduli terhadap sesama. tapi apa salahnya kalo kita melakukan aktualisasi diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, sehingga pada akhirnya kita bisa berkontribusi terhadap lingkungan sekitar, dari yang paling dekat ke yang jauh, dari yang paling kecil ke paling besar. in the right way for sure.
saya teringat kata Uskup Anglikan yang pernah saya baca di salah satu buku, ini quotes favorit saya..

ketika aku masih kecil dan bebas,
dan imajinasiku tidak ada batasnya, aku
mengimpikan untuk merubah dunia;

ketika aku semakin besar dan semakin bijaksana,
aku sadar bahwa
dunia tak mungkin diubah.

dan aku putuskan untuk mengurangi impianku sedikit dan hanya mengubah negaraku.
tapi itu pun tampaknya tidak mungkin.

ketika aku memasuki usia senja,
dalam suatu upaya terakhir, aku berusaha mengubah keluargaku sendiri,
mereka yang paling dekat denganku, tetapi sayang,
mereka tidak menggubrisku.

dan sekarang menjelang ajal, aku sadar ( mungkin untuk pertama kalinya ) bahwa kalau saja aku mengubah diriku dulu, lalu dengan teladan mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku, dan dengan dorongan serta dukungan mereka mungkin aku bisa membuat negaraku menjadi lebih baik, dan siapa tahu, mungkin aku bisa mengubah dunia.
Sebagai mahasiswa penerima Beswan Djarum, kami diseleksi ketat melalui berbagai tahapan seleksi, berkomitmen kuat, dan jelas sekali disosialisasikan bahwa program ini merupakan salah satu program CSR PT Djarum yaitu Djarum Beasiswa Plus. melalui komitmennya untuk memajukan pendidikan di Indonesia, PT Djarum mengadakan pelatihan – pelatihan softskill sebagai bentuk aktualisasi diri mahasiswa penerima beasiswa Djarum dan bekal untuk menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki mental yang baik serta akhlak yang mulia. dan tentu saja, terlepas dari itu semua, kita sebagai mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk membangun bangsa dari berbagai aspek. Berbekal dari inisiatif tersebut, kami sebagai Beswan Djarum RSO Bandung memprakarsai kegiatan “Beswan Djarum in The Spirit of Entrepreneurship- Share to be Care, Light to be Bright” pada tanggal 28 Maret 2010 di Saung Angklung Udjo, mengajukan proposal ke PT. Djarum dan dengan niatan baik PT. Djarum merealisasikan kegiatan ini untuk berbagi bersama anak jalanan, anak panti asuhan dan anak yatim piatu yang terdapat di lingkungan sekitar Bandung, sehingga apa yang telah PT. Djarum berikan kepada kami sebagai Beswan Djarum dapat dirasakan pula oleh mereka yaitu dalam bentuk pelatihan entrepreneurship yang kami adakan kemarin.

Acara ini merupakan acara pertama yang dibuat oleh Beswan Djarum Bandung yang didedikasikan kepada masyarakat terutama anak jalanan dalam mengembangkan kesadaran kewirausahaan. Banyak manfaat yang dapat mereka rasakan, tentunya dapat menjadi motivasi tersendiri bagi mereka secara tim maupun secara perseorangan untuk menjadi agen perubahan yang dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar mereka.

Pada intinya acara ini dibuat untuk mengubah paradigma masyarakat, terutama anak panti asuhan dan anak jalanan untuk menjadi wirausahawan dan pembaharu muda. Diharapkan dengan terlaksananya acara ini dapat membuka mata para peserta akan pentingnya memulai usaha di usia muda. Kami berusaha mengajak dan membantu merubah paradigma anak jalanan untuk dapat menjadi wirausahawan yang memiliki jiwa kepemimpinan, kreativitas dan nilai – nilai sosial yang tinggi sehingga mampu mengembangkan komunitas dan lingkungannya.

share to be care, light to be bright

setelah kita sendiri melakukan aktualisasi diri dengan cara mengikuti pelatihan – pelatihan yang telah diberikan oleh Djarum, saya percaya teman – teman Beswan memiliki kemampuan yang sangat baik dalam berbagai bidang. untuk itu tidak ada salahnya kita berbagi pengalaman, berbagi kepintaran, berbagai kebahagiaan dengan orang di sekitar kita secara bertahap. sekecil apapun manfaat yang bisa kita berikan terhadap orang lain tentunya berguna dan dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. indahnya berbagi, indahnya peduli..

Semoga acara ini dapat memotivasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya dan termotivasi untuk menjadi wirausahawan sosial sehingga mampu membuka lahan pekerjaan untuk mengurangi tingkat pengganguran serta dapat membantu pembangunan negara. saya sangat berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan juga oleh teman – teman Beswan generasi selanjutnya, di berbagai daerah di Indonesia.

, , , , ,

19 Comments

I Thank God for what i have had..

BE THANKFUL

Be thankful that you don’t already have everything you desire. If you did, what would there be to look forward to?

Be thankful when you don’t know something, for it gives you the opportunity to learn.

Be thankful for the difficult times. During those times you grow.

Be thankful for your limitations, because they give you opportunities for improvement.

Be thankful for your mistakes. They will teach you valuable lessons.

Be thankful when you’re tired and weary, because it means you’ve made a difference.

It’s easy to be thankful for the good things.

A life of rich fulfillment comes to those who are also thankful for the setbacks.

Find a way to be thankful for your troubles, and they can become your blessings.

7 Comments

Day 11 : Last day

Hoaaahh ga kerasa udah hari terakhir di Bali. Besok gue dapet pesawat dgn flight pertama, jadi ga mungkin bsk subuh2 cabut dari Singaraja. Bokap gue memutuskan balik lagi ke daerah2 selatan hari ini. kita nginep di harris hotel di tuban, letaknya cm 5 menit dari bandara.

kita berangkat jam 10 wita dari Singaraja. Di perjalanan, kita mampir di toko Pia Baturiti untuk beli oleh2. Pia ini udah terkenal dari dulu. Sekarang udah banyak pesaingnya. Pia Baturiti punya org tionghoa yang udah lama hidup di Bali. Tapi sekarang orang – orang pasti taunya Pia Legong ya? Soalnya letaknya deket kuta gitu. Pia Legong katanya punyanya orang Medan yang buka toko di Bali. Katanya sih enak juga, boleh dicoba lain kali.

Abis itu kita sempet mampir di rumah sakit Sanglah buat jenguk sodara yang kena kanker rahim. Huhuhu, ngeri deh jadi cewe. Cepet sembuh ya bu..

Akhirnya kita sampe di hotel jam 3 wita. Gue janjian ketemu sama Ami buat puas2in main. Si ami dateng jam stengah 5 trus kita cabs ke McD Jimbaran buat ketemu sm Kak Arya. abis ketemu kak arya, Ami ngebawa gue ke Pantai Geger.

Pantai Geger merupakan pantai yang terletak di Desa Peminge, Nusa Dua, Bali. Beda dari Kuta atau Tanjung Benoa yang penuh hiruk pikuk, Pantai Geger begitu tenang. Tempatnya memang agak tersembunyi dan sulit ditemuin. Pasirnya putih. Pemandangannya bagus dan di ujung kanannya ada Pura Uluwatu.

di Pantai Geger banyak yang membudidayakan rumput laut. Hoaahhhh rasanya pengen langsung gue makan hap hap hap. Gue suka bgt rumput laut. Yg dijadin es buah atau yg udah jd kertas (yg buat sushi itu)


Ini rumput lautnya. kalo dikeringin bisa jadi warnawarni jd merah dan ungu (apa krn beda jenis ya?lupa nanya. hehe)

Petani rumput laut (bisa disebut petani ga sih?atau nelayan?)

Dicandid ami (haha, oke, gue boong)


Ga bisa berlama – lama di satu tempat (memaksimalkan sisa waktu) kita pindah ke Waterblow. Waterblow juga terletak di Nusa Dua. Tapi untuk menuju kesana kita mesti lewat Bali collection dulu. Abis parkir gabisa langsung kesana, harus lewat jalan setapak dulu dipinggir pantai, trus lewat lapangan, sampe ketemu gapura Waterblow. Waterblow bukan pantai. itu tempat pemecah ombak gitu. Isinya karang – karang. Pemandangannya baguuuusss banget, bayak orang yang foto pre-wedding disana.

ini dia gapuranya..


Saran gue kalau mau ke Waterblow, dateng disaat air laut pasang. Pasti gede banget ombaknya danbisa ngedenger buyi ombak pas kepecah sama karang. Asyik kali kalo kesana pas hari bulan purnama, kan air laut bakal pasang tuh..

Kalau lg pasang bisa HOT gini ombaknya..

ato ky gini..

kalo udah surut, segini aja ombaknya..


Hati – hati sama karangnya tajem bgt. Kalau anginnya lagi kenceng pasti asyik bgt, bakal lebih gede hembusan ombaknya. Nyam nyam.. Sunset disini biasa aja, soalnya mataharinya ngumpet dari balik pohon2..Tapi tetep sinar oren2nya keren kalo buat foto2.. Maklum, saya narsis. heehehe.

naaah ini si cantik dan si ganteng yang nemenin gue jalan2 dengan sabarnya. cantik sm ganteng emg pas nih. hihihi

Okeee sampai disini cerita pulang kampung saya. feel free to comment, feel free to ask, even give some suggestion are very welcome.
sampai berjumpa di jakarta- dan bandung. :)

, , ,

9 Comments

Day 10 : Dolphinism and tobacooism

Tadi subuh2 gue udah dibangunin sm adek gue. jam 4 wita, which means jam 3 jakarta. lu kira gua mau saur!! Yah tp gimana lagi, gue sm adek2 gue emg udah ngidam ini bertahun2. kampung gue bersebelahan sm pantai lovina yang mana menjadi pusat wisatawan mancanegara selain pantai2 di selatan bali.

Lovina terletak di Bali Utara di pesisir utara Pulau Bali tepatnya sekitar 10 km arah barat Singaraja (pantainya 15menit dari rumah gue,tapi 2 stengah jam dari kuta). Pantai Lovina berada di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali. Karena itu, kadang orang menyebutnya sebagai kawasan wisata Kalibukbuk. Pasir di Pantai Lovina berwarna hitam, tapi pemandangan perbukitan sepanjang pantai merupakan nilai plus dari pantai ini.


perahu2 yang dipake ke tengah laut, dgn view perbukitan yg yahud. keren ye ye ye?


Selain bisa snorkeling dan permainan ringan lainnya, kawasan Lovina ini terkenal sangat tenang dan nyaman, sehingga wisatawan mancanegara ingin ke kawasan ini untuk bersantai. selain itu kawasan ini sangat murah.

Yang paling menarik dari kawasan Pantai Lovina adalah kita dapat melihat kawanan lumba – lumba berenang di tengah laut. lumba – lumbanya hidup bebas di Lovina. Namun kita harus pergi pagi2 bgt soalnya lumba – lumba akan muncul jam 5 sampai jam 8 pagi.

Mendekati kawasan Lovina, akan ada banyak warga yang yang menawarkan perahunya. dari jauh udah teriak “dolphin, dolphin?”. Banyak perahu yang siap berangkat. Biasanya wisatawan akan dikenakan biaya Rp 60.000/orang. Satu perahu cukup untuk 4 – 5 orang. jangan lupa minta life jacket sama orang yang di perahu yaaa..

Ada banyak perahu yang berangkat tiap paginya. Apalagi kalau lg musim liburan. Naahh untuk mengakalinya, minta sama tukang perahunya buat pindah haluan, kalau yang lain pergi ke barat laut, kita pergi barat daya. Gue pergi ber 8 sm bokap + adek2 + sepupu2 gue. kita dibagi jadi 2 perahu.

Yang gue kesel, perahu kita ga jalan barengan trus kamera SLRnya dibawa bokap. Uooohhh tangan gue gatel bgt pengen jepret2. Sialnya lg, perahu bokap gue ngikut ngumpul sm turis di barat laut. sedangkan gue cabut ke barat daya. Tapi di barat daya sepi perahu jadi kita bisa bebas ngeliat lumba2.

Awal perjalanan kerasa agak lama (mungkin karena penasaran, bener ga sih ada lumba2) . sampai ditengah laut perahu mulai pelan dan keliatan ikan2 kecil dan ubur2 di air. Tiba2 muncul banyaaaaakkkkk banget lumba2! sumpah sumpah! Gue sm adek2 gue teriak2 saking excitednya. Ya Tuhan, if I can be more thankful than this. Tapi sumpah bagus bangeeetttt
tapi berhubung kameranya dbawa bokap jadi cm bisa pake kamera henfon. Udah gitu pemandangan bukit2 samping2nya bagus bangeeeettttttttt. Parah2.


segini doang kalo pake kamera henfon :(

adsc_0272ramenya ky gini kalo di tempat bokap gw,hoho,ksiaaannnn


Durasinya sekitar 2 jam dari perahu berangkat sampai balik lagi ke pinggir pantai. pengen lagi dan lagi!

Sampe rumah mendung tebel banget. (untung udah sampe rumah). abis itu ujan gedeeeeee bgt. Sorenya tante gue mau ngeliat sawahnya, kata dia pasti tumbuhan tembakaunya byk yang bengkok ketiban aer ujan. gue ikutn deh ke sawah sekalian foto2.
gue pamer yaa foto2nya,hehe :D

ini sawahnya dadong gue, dibelakangnya keliatan garis pantai..hmm coba disotosop nih,pasti makin keren.

nah pohon tembakaunya kalo rubuh ya ky gitu, kalo ga disangga nanti dia tumbuhnya bengkok

ini tante gue sang penyelamat tumbuhan :D

Tante gue jg punya oven  buat ngeringin dan ngolah tembakaunya. tapi sayang, yg ngebeli dari daerah sini kompetitornya PT. Djarum. hehehe

, , ,

7 Comments

Day 9: dive dive dive

wohooooo…
kalo di postingan sebelom liburan gue bilang “can’t be more excited than this” ternyata gue salah. nyatanya gue excited banget buat diving hari ini. kmrn gue balik malem bgt jam setengah 1 wita, itu jg ga langsung tidur kan. saking excitednya gue bangun pagi bgt…

gue janjian dijemput ami jam setengah 9 dirumah mama ida. trus janjian ketemu kak eka dan teman2nya jam 9 di McD Jimbaran. lumayan, si ami nyampe rumah mama ida pagi bener, sampe sempet sarapan dulu kita. mama ida spesial masak makanan kesukaan gue buat sarapan. yeesss :D i love you mama

gue pikir gue bakal diving cuma sama kak eka, kak arya, adek gue, ami, sm tmnnya kak eka 1 org. eh ternyata tmnnya kak eka jg bawa tmn lagi rame2. haha gpp deh seruuu…

abis kenalan2, langsung cabs ke tanjung benoa (lagi!). kali ini bukan priviledge hotel, tapi privilege jd orang bali. seperti yang udah gue ceritain di postingan sebelumnya, kalau mau ke bali, berteman lah dengan orang bali, maka kalian akan diberi kemudahan olehnya. hahahahahaha. kali ini temennya kak eka membawa berkah. dia kenal sm org divingnya, jadi dapet persenan setengah harga. :D :D


ini si kak eka (depan kanan) sm temen2nya :)


angin tanjung benoa lagi kenceng2nya. perahu yang ngebawa kita ke tengah laut terombang ambingnya keras bgt. sumpah, gue anaknya ga mabok kedaraan, tapi kali ini mual (mungkin pengaruh nervous jg). gede banget gelombangnya weeyy…

kalo kata sepupu gue, “sekali udah ngeliat bawahnya laut, setiap kepantai manapun lo pasti penasaran buat neliat gimana isi dalemnya.” dan ternyata benaaarrrrr…gue turun ke dasar laut, ngeliat ikan2 sama karang bener2 disebelah gue, bener2 berenang didepan gue, astagaaaaaaa gue gangerti lagi how life’s go on. gangerti gimana Tuhan bisa nyiptain keindaan macam begini. rasanya pas gue turun gue mau teriak saking excitednya. tp apa boleh buat, gue harus napas lewat mulut, jadi aja gue ngehembusin napas kenceng2 buat gantiin teriak. haha

ini pengalaman pertama gw diving, dan gue mau lagi mau lagi mau lagi. i fell in love with a beach, with a sea. rasanya gue mau jadi pejaga pantai, mau jadi instruktur watersport klo tiap hari gue bisa main2 kyak gini terus. supah sumpah, sebut gue norak, tapi gue bener2 ngerekomendasiin ini ke kalian.

62980_126036230781745_100001261054036_151774_785261_n
beres diving kak eka sm temen2nya mau main banana boat dulu. karena gue br aja main banana boat beberapa hari yang lalu, jadi gue kebagian di boat aja. narsis berdua sama adek gue foto2 trus foto2in mereka yang jumpalitan di banana boat.

well, temen2 kak eka sangat menyenangkan. gue selalu seneng ketemu orang baru, punya temen baru. :)

udah ah, i’m in a hurry, harus balik ke singaraja lagi.
see you all!

, , ,

1 Comment

day 8 : Happy IED everyone!

Dari kemarin semua orang udah heboh. henfon gue udah tangtungtangtung broadcast message mohon maaf lahir bathin. kemarin puasa terakhir buat temen2 muslim. hari ini seperti lebaran – lebaran tahun sebelumnya, mama ida (kakaknya nyokap gue) open house lebaran untuk keluarga dan temen2 sepupu gue. mama ida emg beragama muslim. karena dia nikah sama papa Dewang yang muslim. dan anak2nya jg ikutan muslim.

Gue suka hari raya. hari raya apapun. bagi gue tidak masalah bertoleransi dan bersilaturahmi dengan agama yang berbeda dengan kita. (to whom who doesn’t agree with this, no offense, and i’m out of ur bussines. peace!)

entah natal, entah lebaran, entah nyepi, entah tahun baru cina, atau lebaran kuda gue pasti ikutan euforianya. bagi gue itu puncak toleransi umat beragama. kita berbeda, tapi bukan berarti perbedaan itu menghalangi kita untuk bersatu kan?
bagi gue entah apapun agama yang kalian anut, atau yang gue anut, gue percaya Tuhan itu  either u called Him-or Her-or That- Allah, Yesus, Bapa, Hyang Widhi, Brahma, Visnu, Siwa, Shang Hyang, God, The Creator or else, gue percaya Tuhan itu satu. Ketuhanan Yang Maha Esa. hanya cara kita untuk mencapainya yang berbeda. and I believe all religion teach us to do the right things.  THE RIGHT things.

dari kmrn malem gue udah bersalam2an via twitter dan BBM. bahkan ada tmn2 yang bukan muslim ikut membroadcast “selamat hari raya idul ftri mohon maaf lahir dan bathin. salam , siapa dan keluarga.” wow. indah bukan kalo kita bisa melakukan hal2 tersebut satu sama lain?

oke, back to mama ida. kali ini gue nginep di rumah mama ida di denpasar. kita berangkat dari singaraja emg pagi, soalnya mau undangan ke pemukaan asram-nya sahabat bokap gue dulu di bedugul. asram ini tempat suci, tempat meditasi, tempat yoga, juga tempat berobat karena temen bokap gue ini profesor doktor dokter spesialis, dia menggunakan obat2an herbal. (buat yang mau tau lebih banyak, leave comment dan gue akan senantiasa menjelaskan ke kalian)

sampe rumah mama ida sore. mama ida masak makanan kesuaan gue dan sepupu gue. mama ida biasa memanjakan kita dengan masakan2annya. nyaam nyaamm..

malemnya gue jalan sm ami, tmn agama gue dr SD yang beberapa bulan lalu pindah ke Bali. hihi asyik.

adsc_0172


well, Happy Ied everyone. mohon maaf lahir dan bathin

, , ,

2 Comments

Day 7 : Balinese Wedding

hari ini ada nikahannya sodara gw.. gw gabisa cerita banyak soalnya jujur aja gw gangerti..
dan gw males ceritanya krn sepanjang hari ini nyokap gw ngomongin ritual nikah, nikah adat istiadat bali, juga cari pacar orang bali. skip aja deh yaaa…

well, HAPPY WEDDING mbok :)

,

1 Comment

day 6 : i’m a villager. balinese villager

Setiap desa itu punya 3 pura yang sering diseut khayangan tiga. Pura desa ( tempat bersemayamnya dewa Brahma-Sang Pencipta), Pura puseh ( tempat bersemayamnya dewa Wisnu- Sang Pemelihara) dan pura dalem (tempat bersemayamnya dewa Siwa- sang pemralina).

hari ini adalah Piodalan pura desa. Pura Desa selalu letaknya ditengah2 desa. Piodalan maknanya peringatan berdirinya pura dan meningkatkan kesucian pura yang diselenggarakan setiap 210 hari sekali.

perayaannya mirip seperti ulang tahun, semuanya didekor pake alat2 suci, banyak penjor (bambu panjang yg dipasang tegak dihisasi janur- biasanya diluar bali sering ditemuin di kawinan2), dan dari 3 haru sebelumnya semua warga desa mempersiapkan segala sesuatunya. warga desa silih berganti ngayah (melakukan pelayanan) di pura dengan membuat canang dan banten (sesajian dari janur, buah dan bunga) untuk di Pura, juga membuatnya sendiri sebagai persembahan keluarga.

orang kantor punya dispensasi setiap adanya odalan. tante gue pun masuk kantor setengah hari. enak ya di bali? ;)

rumah gue dipinggir jalan, gue bisa ngeliat gong yang diarak menuju Pura Desa, gue juga bisa ngeliat wanita2 desa yang nyuun (bahasa bali untuk membawa banten sesaji di kepala) jalan kaki menuju pura desa. kami membawa sesaji di kepala karena kepala merupakan puncak tersuci dan tertinggi dari suatu badan manusia. merupakan tempat yang paling baik untuk membawa sesuatu yang akan kita serahkan kepada Tuhan.

adsc_0124ini gue telat motonya, lagi asik2 maen laptop tau2 lewat ginian, hoaaah

Banten udah dihaturkan sm tante gue pagi2 bgt, sementara gue melakukan tugas negara seperti biasanya. tapi kali ini gue sempet mampir ke rumah ninik (ibunya nyokap). beberapa tahun lalu ninik tinggal di denpasar. biasanya setiap pulang ke bali gue pasti sempet tinggal di denpasar. semenjak pekak(kakek) gue sakit, ninik tinggal dirumah di singaraja lagi. tapi sekarang ninik tinggal sendiri semenjak pekak gue udah meninggal.

adsc_0128welcome! :)

almarhum pekak gue kelakuannya sama ky gue, doyan mamer foto :D makanya dirumah mama banyak foto2 dipajang.


rasanya lebih bersih dr ruma di desa, hoaammm

adsc_0133ninik

disini punya bale gede juga, tapi rumah2nya berimpitan dengan rumah lainnya (yang masih sodara jg-walo sodara jauh). untung ninik punya teman bule dr yayasan yang rajin nengokin beliau. rumah ini dan rumah denpasar tempat mama gue gede..


, , , , , ,

No Comments

Day 5 : ini tugas negara! (part 2)

Tadi pagi2 banget gue udah bangun buat nganterin ninik (nenek) gue ke toko. ninik ini ibu kandung bokap gue, kalau dadong (yg gue ceritain di postingan sebelumnya) ibu bokap gue juga, jadi wayah (kakek) gue nikah 2 kali, dadong gapunya anak, dan bokap gue beserta tante gue lahir dari rahim ninik. gimanapun kondisinya, dadong sayang semua dan semua sayang dadong. dan gue sayang dadong melebihi apapun di dunia ini, sama seperti gue sayang ninik.

ninik sekarang udah tua, tiap sore dijemput pulang ke rumah di desa, pagi2 di anter ke toko lagi. kali ini, mumpung gue di rumah, gue lah yang menggantikan semuanya menjalankan tugas negara ini.


adsc_0136letaknya di jalan utama pasar, gampang ditemuin :)

adsc_0137ini beberapa yang dijual ninik..

adsc_0156ini dia si bos, lagi maturan (menghaturkan sesaji)


toko ninik letaknya di pasar singaraja. umurnya udah lebih tua dari bokap gue. dari jaman entah gimana jg toko ini udah ada. ninik ngejual hasil bumi seperti beras, ketan, kacang2an, cengkeh dll. waktu gue kecil gue sukaaaa bgt nginep di toko. soalnya sering jajan. haha gue kan anaknya ngemil bgt, jadi gampang kalau mau beli jajanan. di pasar kan banyak :D :D


adsc_0142diujung situ ada dapur dan kamar mandi. naik tangga ada tempat tinggal. yg ky gini dikota lain kita kenal ini sebagai ruko (rumah toko)

adsc_0148ini “singgasana” ninik kalau lg jualan.

waktu kecil gue suka bgt bantuin ninik jalan, nimbang2 beras eceran, bayar2an ngasih kembalian dll. dan lagi2, setiap gue pulang, kesini merupakan hal WAJIB yang harus gue lakukan, seperti TUGAS NEGARA

adsc_0150waktu gue kecil kelakuan gue ky adek gue gini, manjat2 dudukin karung beras :D

, ,

4 Comments

Day 5 : ini tugas negara!(part I)

Hmmm selamat datang di Desa Panji. Desa Panji Singaraja Bali yang menyajikan Perpaduan View Sawah yang Asri dikombinasikan dengan View Pegunugan dan Pantai Penimbangan Singaraja Bali. Panji merupakan sebuah Desa yang tenang namun sudah lengkap dengan tatanan inprastrukturnya berupa Jalan aspal selebar 6 meter, PLN, PDAM dan Telefon. Perlu waktu sekitar 5 menit menuju Kota Singaraja dan tidak lebih dari 10 menit menuju Pantai Penimbangan Singaraja Bali.

ini lah desa tanah kelahiran bokap gue. dari jaman gue kecil setiap pulang ke bali pasti gue tinggal disini. desa ini sejuk, asri, soalnya masih banyak sawah2 dan punya view pegunungan. yang kurang cuma lampu jalannya. gue sih ogah kalo dsuruh keluar sendiri. setiap gue pulang ke bali, WAJIB pulang ke singaraja karena ini penting seperti TUGAS NEGARA.

rumah gue di Bali selalu kaya dengan hasil alam. apalagi kalau sawah alm. dadong (nenek) gue lg panen. mantaapppsss.. kami sangat amat bersyukur karena kami gapernah kekurangan janur (untuk membuat canang), sayur2an, buah2an, bunga2an dan segala hal2 alam lainnya. jadi kalau gue di Bali, makan buah itu gampang. setiap pagi, siapapun pasti nyediain kue bali (segala sesuatu yang ditaburin gula merah, pernah nyoba?)- dulu biasanya dadong yang suka rajin ngebeliin, jadi kangen dadooong.. :(

adsc_0297ini pagar rumah gue, Liat deh view-nya, masih asri kaannn :D

adsc_0299welcome! :)

Rumah gue khas Bali. dirumah ada tempat tinggal gue dan keluarga, dan juga tante (kakaknya bokap). ditempat gue ada 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan 1 ruang keluarga. di tempat tante gue ada 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga,  dan 4 kamar tidur. tante gue dan keluarganya biasanya make kamar mandi yg ada di belakang deket tempatnya. disebelah rumah ada SD yang dulunya SD bokap gue. setiap pagi pasti seru rame dengerin anak2 belajar :)

adsc_0284naah ini, jendela kiri itu tempat tinggal tante gue dan keluarganya, jendela kanan tempat tinggal bokap gue

kami punya banyak tempat luas. tempat 1 adalah bale gede. tempat yang fungsinya sebagai tempat banten (sesaji) kalau ada upacara keagamaan. di belakang bale gede ada tempat lagi. tadinya dipake sebagai ruang makan, tapi skrg meja makannya ilang digantiin sama seperangkat alat gong khas bali yang sering dipakai latian. di seberang bale gede ada gelebeg. gelebeg ini macem ruang serba guna. dari jaman gue kecil sih, gelebeg ini tempat untuk ngelawar, untuk prasmanan makanan buat keluarga besar, untuk mempersiapkan banten, untuk duduk2 juga. jaman dulu, gelebeg itu gunanya sebagai lumbung untuk nyimpen padi. di sebelah gelebeg, ada bale bengong.  sesuai dengan namanya, bale bengong emang untuk bengong.

adsc_0287ini bale gede-nya

adsc_0289ini gelebeg. kotak diatas itu lumbung padi dulunya. yg paling belakang itu bale bengong. (baru nyadar, meja kayu kecil di bale bengongnya ga ada..)

kami masih mempertahankan tungku untuk memasak, walau didepannya udah disediain kompor gas biar lebih praktis. dadong gue punya gudang di sebelah kiri garasi. isinya beras2, bahan masakan, buah2an dan segala jenis bahan sembahyang. di kanan garasi, ada tempat yang bisa digunain buat masak pake tungku, pokoknya tempat itu tadinya jorok dan “desa” bgt. tapi skrg lg dipugar sm bokap dijadiin bale2 juga.

adsc_0291ini tungkunya. 2 tahun lalu ini masih berfungsi. tp tante gue yg doyan masak dsini skrg sakit dan gabisa masak lagi, sedih :(

eh dulu dirumah ini ada kandang babinya loh , tapi bokap gue ga suka sama jorok dan baunya, ga dibolehin punya lagi. dulu dadong suka bandel gt, kalau bokap lagi di jkt, beliau melihara, trus kalo bokap pulang itu babinya jd entah dimana. sampe pada akhirnya kandang babinya diilangin sm bokap gue dbagusin diganti jd tempat nyuci dan tempat jemur baju

kalau mau ke bali, bilang2 aja, kalo bareng gue kan bisa ginep dirumah.. irit ongkos liburan toh? ;)

, , ,

2 Comments