Archive for October, 2010

feelin’ the same? @My140208You @dindaamanda @amilaksmi

3 Comments

never miss a chance to dance

No Comments

Sumpah Pemuda, Sumpah Serapah, atau Sampah Pemuda?

Saya baca Koran Galamedia pagi ini yang meliput mengenai Sumpah Pemuda. Diceritakan bahwa ada ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi berunjuk rasa di depan Gedung Sate dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Namun saya prihatin, dalam artikel tersebut diceritakan pula adanya aksi saling mendorong antara petugas dan mahasiswa. Foto yang dilampirkan merupakan foto mahasiswa dengan aksi membakar ban.

Dalam hati saya berpikir, sebegitunya kah mahasiswa atau golongan muda sekarang memaknai Sumpah Pemuda. Bukan, bukan, bukan saya sok tahu atau sok memaknai. Saya pun tidak ingin munafik pada siapapun karena tanggal 28 kemarin saya tetap melakukan kebiasaan saya sehari – hari tanpa melakukan upaya apapun untuk memperingati hari sumpah pemuda, bahkan tidak melalui twitter dimana timeline saya heboh dengan seruan – seruan sumpah pemuda dari teman – teman yang saya follow.

Saya hanya prihatin, haruskah Sumpah Pemuda diperingati melalui demonstrasi? Dimana konotasi demonstrasi sekarang ini dimaknai negative oleh beberapa kalangan. Sedikit – sedikit demo. Masyarakat dinilai hanya bisa protes, bicara, tanpa aksi yang jelas. Belum – belum ditambah aksi anarkisnya yang merusak fasilitas umum, bentrok dengan petugas sehingga ada korban yang terluka, aksi membakar ban atau benda – benda lainnya, memakai foto wakil rakyat, pejabat, bahkan pemimpin negara untuk di corat – coret atau dibakar, atau diberlakukan secara tidak beretika.

Sekali lagi saya bertanya, apakah harus dengan demonstrasi? Seandainya teman – teman mahasiswa bisa lebih kreatif, mungkin tenaga untuk berteriak – teriak atau membakar – bakar atau mendorong – dorong aparat bisa dialokasikan menjadi sebuah event atau aksi pribadi yang bertujuan untuk meajukan bangsa dan Negara. Bukannya tidak mungkin kan?

Ubahlah dirimu sendiri baru engkau bisa merubah lingkungan sekelilingmu. Dengan kita belajar sungguh – sungguh, berkarya, berkreatifitas, mengikuti berbagai kompetisi dalam berbagai bidang semisal iptek, sastra, budaya, dan lainnya,atau sekedar menjadi volunteer di tempat – tempat bencana, jatuhnya akan jauh lebih efektif kan?

Saya suka kata – kata Irfan Ahmad Fauzi, korlap BEM Bandung Raya. “ Kami mengharapkan generasi muda bisa terus melakukan perubahan melalui gerakan intelektualitas dan moralitas yang bersumber pada nilai 0 nili kebenaran dan kemanusiaan…”

Tapi sangat disayangkan, kalian melakukannya dengan gerakan unjuk rasa.

Ayolah teman – teman, negara kita memang bukan negara yang memiliki sustainability tinggi, malah cenderung labil dalam segala hal. Namun kalau kaum muda seperti kita hanya bisa berbicara berkoar – koar tanpa ada aksi yang konkrit dari dalam diri sendiri, negara kta ga akan mencapai tujuan seperti apa yang kita cita – citakan bersama.

Untuk itu marilah kita melakukan yang terbaik buat diri kita sendiri, buat lingkungan sekitar kita, dan pada akhirnya yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kalau hanya demonstrasi, mungkin maknanya bukan Sumpah Pemuda, tapi Sumpah Serapah-atau malah Sampah Pemuda?

Postingan ini hanya opini pribadi saya, mari berdiskusi mengenai hal ini ;)

ini potongan artikel di Galamedia td pagi..

6 Comments

may i miss u? ‘cuz i DO miss u..

2 Comments

nasib kere di tanggal tua

malem2 gini lagi kelaperan…..

surya : hanamasa apanih,

arman : BERANGKAT!

gw : ceban dapet kagak ceban?

arman : BUSET. KALO CEBAN TIAP HARI GUA MAKAN DSONO! GITU AJE!

surya : bulan depan, gua traktir!

gw : YEEESSS!

surya : lo kagak, arman doang

gw : siaalll -_____-”

surya : hahaha

lagi main gitar sambil nyanyi2 teriak semena – mena dengan suara ganggu di gazebo kosan..

arman : udah lama nih tu, kita ga karokean..

gw : iya nih man, yuuukk lagi.

arman : sekarang apanih?

gw : yuk!

arman : yuk!

gw : eh tapi bayar pake apeeeee -__-”

arman : woiye, itu pertanyaan paling susah sepanjang abad! fix!

gw : huaaaaaa :______(

aku kangen mamaaaa…mau pulaaanggggg :(

mama : udah mkn kak?

gw : belom, engga mkn..

mama : diet?

gw : engga, gapunya duit. hehe

mama : hahahaha makanya, skrg kan udah gadapet duit beasiswa, harus biasain diri buat ngirit2 lagi..

gw : (dalam hati) haduh mamaa, bukannya prihatin malah diketawain…


2 Comments

5 Comments



Three words, eight letters… say it and I’m yours -GossipGirl

6 Comments

“nyanyi – nyanyi, cerita – cerita, tertawa – tawa, galau – galau dikit, bahagia. enjoooyyyy!!”

*sebuah postingan dimalam dingin ditengah gazebo kosan bersama arman, bhre dan osmond

3 Comments

Amazingly Thailand, Amazingly Phuket (habis)

hari terkahir muter2 kota ajaaa,, ketempat2 yang ada di kota, beli oleh2 buat keluarga sm buat masbos, jatuh miskin, ngitung receh di pinggir jalan depan jungceylon, puas2in makan barbeque pinggir jalan seharga 15bath, makan banana pancake, beli cemilan buat oleh2 orang kantor, cm ngobrol2 curcol brg Nuri- Andre- Adi. Phuket is freakin’ amazing. mau lagii mau lagiii mau lagiiii….. :D

, , ,

4 Comments

No Comments