Archive for October 29th, 2010

Sumpah Pemuda, Sumpah Serapah, atau Sampah Pemuda?

Saya baca Koran Galamedia pagi ini yang meliput mengenai Sumpah Pemuda. Diceritakan bahwa ada ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi berunjuk rasa di depan Gedung Sate dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Namun saya prihatin, dalam artikel tersebut diceritakan pula adanya aksi saling mendorong antara petugas dan mahasiswa. Foto yang dilampirkan merupakan foto mahasiswa dengan aksi membakar ban.

Dalam hati saya berpikir, sebegitunya kah mahasiswa atau golongan muda sekarang memaknai Sumpah Pemuda. Bukan, bukan, bukan saya sok tahu atau sok memaknai. Saya pun tidak ingin munafik pada siapapun karena tanggal 28 kemarin saya tetap melakukan kebiasaan saya sehari – hari tanpa melakukan upaya apapun untuk memperingati hari sumpah pemuda, bahkan tidak melalui twitter dimana timeline saya heboh dengan seruan – seruan sumpah pemuda dari teman – teman yang saya follow.

Saya hanya prihatin, haruskah Sumpah Pemuda diperingati melalui demonstrasi? Dimana konotasi demonstrasi sekarang ini dimaknai negative oleh beberapa kalangan. Sedikit – sedikit demo. Masyarakat dinilai hanya bisa protes, bicara, tanpa aksi yang jelas. Belum – belum ditambah aksi anarkisnya yang merusak fasilitas umum, bentrok dengan petugas sehingga ada korban yang terluka, aksi membakar ban atau benda – benda lainnya, memakai foto wakil rakyat, pejabat, bahkan pemimpin negara untuk di corat – coret atau dibakar, atau diberlakukan secara tidak beretika.

Sekali lagi saya bertanya, apakah harus dengan demonstrasi? Seandainya teman – teman mahasiswa bisa lebih kreatif, mungkin tenaga untuk berteriak – teriak atau membakar – bakar atau mendorong – dorong aparat bisa dialokasikan menjadi sebuah event atau aksi pribadi yang bertujuan untuk meajukan bangsa dan Negara. Bukannya tidak mungkin kan?

Ubahlah dirimu sendiri baru engkau bisa merubah lingkungan sekelilingmu. Dengan kita belajar sungguh – sungguh, berkarya, berkreatifitas, mengikuti berbagai kompetisi dalam berbagai bidang semisal iptek, sastra, budaya, dan lainnya,atau sekedar menjadi volunteer di tempat – tempat bencana, jatuhnya akan jauh lebih efektif kan?

Saya suka kata – kata Irfan Ahmad Fauzi, korlap BEM Bandung Raya. “ Kami mengharapkan generasi muda bisa terus melakukan perubahan melalui gerakan intelektualitas dan moralitas yang bersumber pada nilai 0 nili kebenaran dan kemanusiaan…”

Tapi sangat disayangkan, kalian melakukannya dengan gerakan unjuk rasa.

Ayolah teman – teman, negara kita memang bukan negara yang memiliki sustainability tinggi, malah cenderung labil dalam segala hal. Namun kalau kaum muda seperti kita hanya bisa berbicara berkoar – koar tanpa ada aksi yang konkrit dari dalam diri sendiri, negara kta ga akan mencapai tujuan seperti apa yang kita cita – citakan bersama.

Untuk itu marilah kita melakukan yang terbaik buat diri kita sendiri, buat lingkungan sekitar kita, dan pada akhirnya yang terbaik untuk bangsa dan negara. Kalau hanya demonstrasi, mungkin maknanya bukan Sumpah Pemuda, tapi Sumpah Serapah-atau malah Sampah Pemuda?

Postingan ini hanya opini pribadi saya, mari berdiskusi mengenai hal ini ;)

ini potongan artikel di Galamedia td pagi..

6 Comments