Archive for October, 2011

Stuck inside the box | artikel penutup blog competition Beswan Djarum

Beberapa pekan yang lalu, ketika gue lagi hectic di kantor, ada email masuk yang ternyata newsletter dr Djarum Beasiswa Plus. Gue cuma sempet baca sekilas dan overall isinya tentang blog competition buat Beswan Djarum yang mana ga gue menangkan tahun lalu. Masih penasaran di tahun ini, jadi sampe rumah tanpa babibu gue langsung buka websitenya dan liat ketentuannya. Budaya hmm?

As i mentioned in my post recently, sekarang gue balik lg ke kota tempat gue dibesarkan yang padat dan sekilas tidak berbudaya, Jakarta. Sekarangpun gue menghabiskan sekitar 9 jam dalam sehari untuk kantor tanpa gue bisa melakukan kehidupan sosial karena terbatas jam malem dari nyokap. Apa yang bisa gue liat dari keseharian gue sekarang yang ada hubungannya sama budaya?

Am kinda stuck in my box. Setiap hari hal yang sama, jalur yang sama. Melewati situasi kepadatan jalan raya sendirian setiap pergi dan pulang kantor ngebuat gue banyak ngelamun, setelah dibantu dengan inspirasi dari boyfie of mine (yes, now, officially :D) via bbm, pada akhirnya mulai aware dengan keadaan sekitar.

Then I defined budaya in the wide words.

Ga selamanya budaya itu berkisar dari batik, ga selamanya budaya itu berkisar dari rumah adat, makanan tradisional, atau tarian2 khas daerah. Bahkan hal yang-almost everyday-kita liat, lama2 menjadi sebuah kebiasaan yang membudaya di kalangan masyarakat. Untuk itu, akhirnya gue terinspirasi untuk ngebuat beberapa postingan yang mungkin cukup memenuhi syarat untuk diperlombakan :

1. Kompetisi Budaya | ketika putu berbicara komunikasi
Its kinda weird, bangun pagi di hari minggu mungkin ngebuat otak gue gesrek sampe bisa nulis hal yang “pake otak” kaya gini. Buat yang ngikutin blog gue ato cm sekedar baca2, selama 7 tahun ngeblog, otak gue cuma tergambar eksplisit dari setiap postingan. Well, sebagai sarjana komunikasi yang nyasar jadi bankir, ga ada salahnya gue balik ke habitat gue dan ngeshare ilmu gue, seperti yang bokap pengenin untuk setiap postingan blog gue-which is gapernah kesampean. Wah bokap pasti bangga kalo baca ini! Haha

2. BADUY, Jangan membawa apapun selain badanmu, jangan meninggalkan apapun selain jejakmu. courtesy 2008.
WHAAATT 2008? yes it is! ini tentang kegilaan mahasiswa pada jamannya yang serba nekat, sekarang udah pada mulai sadar karena udah pada mencar2, ngebuat gue emosional dan sentimentil nginget2 masa lalu. Ternyata hobi traveling gue enlighten juga selain happy2. Baru keinget lagi makna budaya dari perjalanan ini..

3. malu doong..
This is what i told you, budaya itu ga selamanya tentang pakaian adat bla bla bla yadda yadda. Ketika kebiasaan nyeruduk dan mau menang sendiri udah jadi sebuah budaya, kita bisa bilang apa selain instrospeksi diri? Yang gue pengen kebiasaan ini bisa diredam trus yang tertib bisa di budayakan. Cang cing bgt kan tuh kalo gt? bisa dibaca gimana gue mendefinisikan budaya sebagai sesuatu kebiasaan negatif.

Well, pada akhirnya gue hanya ingin meramaikan kancah perkompetisian ini (walo iyes ngiler bgt sm Macbook Air ato boleh lah Iphone4 juga gpp *eh songong amat pake kata bolehlah haha) selain mengasah kemampuan memposting tulisan pake otak setelah bertahun – tahun ngeblog tapi gapernah pinter.

Gue percaya semua Beswan udah berpikir outside the box. Keliatan dari tulisan2nya. Eh-dan itu keren! tapi ketika semuanya keluar dari box dan ngebuat keadaan diluar box jadi sebuah mainstream? oh no, then I prefer to be different and stay inside my box! ;)

Siapapun yang menang,I’m so proud of you! Semoga sukses Beswan Djarum!! :)

, , , , , , , , , ,

5 Comments

another same hari sumpah pemuda

ga kerasa udah setaun yang lalu, ketika gue ada diruangan bos gue disuruh ngecekin email dan koran if there’s something bad news bout our company (I WAS still a PR,not even thought about being a banker.haha). udah hari sumpah pemuda lagi ya? and STILL, masih aja lah mahasiswa turun ke jalan, teriak – teriak memperingati sumpah pemuda. ya maksud gue bukannya itu negatif sih, why don’t they just respect peringatan hari sumpah pemuda dengan hal lain selain capek2 panas – ujan deres ada di jalanan and I bet THE PRESIDENT WONT HEAR YOUR VOICE baby! mending balik ke kampus kerjain tuh skripsi ato tugas2, belajar deh yang bener, jadi pinter, then being a future president. dikira gampang apa jadi presiden, diprotes mulu tanpa ngelakuin tindakan yang berarti buat negara sendiri. ya ga? ayo dong men, i know we’re a smart generation, ayolah kita bertindak smart juga! :D


Speak much do less.


ini Indonesia banget. haha lucu sih.
menurut gue ini udah membudaya banget di Indonesia. as i defined budaya in a broad sense ya, ga cuma tentang adat atau rumah atau tarian atau sebagainya. lebih kearah kebiasaan yang lama2 dianut sebagai suatu kewajiban sosial. ibarat kata anak muda, ga berbudaya ga gaul ga kece, haha.

this is just a random thought (again) fellas. gara2 momen sumpah pemuda aja.. :)
cerita sumpah pemuda yang tahun lalu

, , , , , ,

No Comments

you’ll never know when love will come and slap on your face and tell “hey, its me in front of you!”. no plan, no excuse, just there.
Surprise me, YOU! ;)

No Comments

2 Comments

Kompetensi Budaya | ketika putu berbicara komunikasi

Dewasa ini, banyak kesalahpahaman yang terjadi akibat perbedaan persepsi dalam memaknai suatu pesan. Perbedaan ekspetasi – ekspetasi budaya dalam komunikasi dapat menyebabkan komunikasi tidak lancar. Kesalahpahaman tersebut biasa terjadi ketika kita bergaul dengan kelompok – kelompok budaya yang berbeda. Problem utamanya adalah kita cenderung menganggap budaya kita sebagai suatu kemestian, tanpa mempersoalkannya lagi, sebagai standar untuk mengukur budaya lain.

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, kita dihadapkan dengan bahasa – bahasa, aturan – aturan, dan nilai – nilai yang berbeda. Sulit bagi kita untuk memahami komunikasi mereka bila kita sangat entosentrik. Kesalahan – kesalahan antar budaya diatas dapat dikurangi bila kita sedikitnya mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui prinsip – prinsip komunikasi antar budaya dan mempraktikannya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Saya merupakan orang ‘lintas budaya’, yang dilahirkan sebagai keturunan bali, dibesarkan di Jakarta dan merantau ke bandung, dan sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan asing. Saya juga berada dalam lingkungan beswan Djarum dan  karenanya saya jadi memiliki teman dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kota besar seperti Jakarta pun sarat budaya karena ada bahasa, aturan dan nilai yang berkembang di dalamnya. Perilaku yang menurut kami baik, belum tentu bisa dikatakan baik di tempat lain.

Dari yang saya amati, persepsi budaya yang berbeda akan menentukan sikap dan perilaku yang berbeda pula dan berpengaruh besar seperti pada tanggung jawab pribadi, sikap terhadap otoritas dan hukum, penggunaan waktu, menghormati aturan, dan perlakuan yang adil. Isu-isu semacam ini memiliki peran yang demikian penting dalam membina hubungan yang lebih baik. Kesadaran akan adanya perbedaan saja tidaklah cukup, dibutuhkan kompetensi multicultural untuk dapat memahami dan menyikapi perilaku dan sikap dalam konteks budaya yang berbeda

Mindset dari kompetensi budaya tidak berarti mengingkari nilai-nilai dan norma yang diyakini tetapi lebih kepada penghormatan terhadap nilai-nilai dan norma yang diyakini orang lain. Adaptasi terhadap budaya orang lain merupakan pijakan bagi dinamika hubungan yang lebih baik. Berpegang teguh pada budaya sendiri ibarat pohon dengan akar yang kokoh menopang batang yang kuat. Sementara adaptasi terhadap budaya orang lain ibarat dahan, ranting, dan daun yang fleksibel terhadap perubahan sekitar, dari angin yang berhembus sampai hujan badai.

Kompetensi multikultural juga diperlukan di tingkat organisasi yang memiliki dinamika multi kultural, Djarum Beasiswa Plus misalnya. Beswan Djarum terdiri dari mahasiswa – mahasiswi berprestasi yang berasal dari daerah di seluruh Indonesia. Keberagaman budaya harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak berdampak buruk terhadap organisasi tetapi justru memperkaya sumber daya. Kekayaan ini dioptimalkan sebagai modal hidup nan aktif bagi pencapaian yang lebih baik

kompetensi multicultural dapat diringkas ke dalam tiga dimensi, pengetahuan, kecakapan, dan motivasi. Pengetahuan dalam kompetensi ini meliputi  parameter budaya dan bagaimana pengaruhnya. Kecakapan meliputi keingintahuan dan kemampuan mendapatkan informasi baru, menganalisisnya, berkomunikasi secara baik dengan mengelola respon terhadap hasil analisis tadi, dan secara fleksibel beradaptasi. Motivasi meliputi pemahaman atas perbedaan budaya dan sikap menghormati melandasi keinginan untuk belajar, memperbaiki dan mengembangkan untuk dapat mengelolanya secara lebih baik.

Kebudayaan bisa sangat berbeda-beda ini hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan yang ada di Indonesia apa lagi didunia. Tetapi apresiasi dari yang sebagian kecil ini saja kita sudah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang besar. Banyak hal – hal yang tidak terduga yang terjadi dan yang ada disana.

Semoga apa yang saya share ke blog ini bisa beguna juga untuk teman – teman agar dapat meningkatkan kompetensi, minimal dapat menambah pengetahuan sosial mengenai kebudayaan. Budaya bukanlah suatu hal yang membentengi hubungan kita sehari-hari, tetapi merupakan suatu yang dapat memperkaya pribadi dan juga negara kita, Indonesia.

, , , , , , , ,

20 Comments

just if I am carrie bradshaw

*haha mulai ngaco gara2 widget ilang dan gatau kenapa tulisan di blog gede kecil sesuka hati sistem. duuuh gaptek gaptek!

5 Comments

BADUY, Jangan membawa apapun selain badanmu, jangan meninggalkan apapun selain jejakmu. courtesy 2008

hari ini merupakan hari yang cukup sentimentil buat gue. ketika sahabat-sahabat gue satu persatu mulai menyusul untuk lulus dan pindah dari bandung, dari yang nyelametin, seneng2 di group messenger, sampe mendadak salah satu dr temen gue blg ” lama2 kita pisah..dulu kita 1 atap..sekarang atap kita udah beda2, bahkan suara tawa anak2 udah jarang kedengeran, biasanya tiap hari. haha lebay yah..anak2 tongkrongan lain gw rasa ga ada loh yang kayak kalian. gokilss.. 4 taun aja gak berasa. apa aja disikat. semuanya kayak t*i tapi ngangenin :D” dan kata2 itu ngebuat memori gue kembali ke tahun pertama kuliah..

entah kenapa memori gue mendadak jatoh ke Baduy. setelah ngebuka file – file kuliah, foto2 lama yang ada di folder laptop dan foto2 yang ada di facebook, gue jadi inget kalo gue belom pernah ngeshare perjalanan gue dan 8 sahabat gue lainnya ke Baduy, ketika masih menjadi mahasiswa, tahun 2008 yang lalu.. (saat ini gue belom jadi beswan djarum, dan bahkan gue belum tau kalo ada program djarum beasiswa plus, hehe). perjalanan ini kita kasih judul “BADUY, Jangan membawa apapun selain badanmu, jangan meninggalkan apapun selain jejakmu”. which is, gausah bawa barang2 yang gaperlu karena di baduy kita akan trackin jauh bgt, dan jgn ngambil barang apapun yang bukan miliknya keluar dari perkampungan baduy.

FYI, Suku Baduy itu suku asli Banten, tempatnya di sebelah selatan kota Serang yang masuk dalam Kabupaten Lebak, Rangkas Bitung. kenapa kita milih cabut ke Baduy? Karena atas pertimbangan sotoy kita bersembilan, dan keputusan nekat pas di foodcourt PIM, kita ngerasa suku Baduy punya keunikan dan kekhasan tersendiri yang menarik banget buat dikunjungin dan dipelajarin. kebetulan banget saat itu kita dapet tugas untuk ngebuat makalah tentang komunikasi lintas budaya.

Sebutan “Baduy” sebenernya merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar ke penduduk setempat, awalnya sebutan dari para peneliti belanda yang kayaknya nyamain mereka dengan Badawi atau Bedouin Arab yg artinya masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lainnya adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di utara dari wilayah tersebut. orang baduy sendiri lebih suka menyebut diri mereka urang Kanekes atau “orang Kanekes” kayak nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu ke nama kampung mereka seperti Urang Cibeo.

kalo dari asal usulnya, mereka tuh punya kepercayaan yang berbeda2. ahli sejarah juga bilang hal2 yang beda tentang asal usul baduy. kalo dari kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes ngaku keturunan dari batara cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. atau sering juga mereka dihubung2in dengan nabi adam sebagai nenek moyang pertamanya.


kata salah satu ahli sejarah, masyarakat baduy dikaitin dengan kerajaan sunda yang sebelum keruntuhannya di abad ke 16, pusatnya di pakuan padjadjaran (sekitar bogor kalo sekarang). jadi ceritanya jaman dulu banten tuh merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar, nah, pangeran penguasa wilayah banten menganggap kalo kelestarian lingkungan sungai itu perlu dipertahankan. Untuk itu, jadi diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yg terlatih banget untuk ngejagain dan ngelola kawasan yang berhutan lebat plus bukit2 di wilayah gunung kendeng tersebut. naahh, keberadaan pasukan plus tugasnya yang khusus itu tampaknya menjadi cikal bakal masyarakat baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu sungai ciujung di gunung kendeng itu.

Perkampungan suku baduy

Bahasa yang mereka pake itu dialek sunda–banten. untuk berkomunikasi sama penduduk luar mereka lancar make bahasa indonesia, walaupun mereka gadapet pengetahuan itu dari sekolah lho! orang kanekes ‘dalam’ bahkan gakenal budaya tulis. jadi adat istiadat, kepercayaan/agama, sampe cerita nenek moyang cuma dibagi secara lisan aja, diceritain secara turun menurun gitu..

anak – anak suku baduy dalam yang lewat perkampungan baduy luar (FYI, di perkampungan baduy dalam kita gaboleh make alat elektronik)

Orang Baduy emang hidup menyatu dengan alam tanpa banyak mengusik apapun. Mereka sadar bahwa hidup mereka bergantung pada alam. kalo kata pemukanya, “gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak, larangan teu meunang dirempak, lojor teu meunang dipotong, pondok teu meunang disambung.” yang artinya : gunung tak boleh dihancurkan, lembah tak boleh dirusak, larangan tak boleh dilanggar, panjang tak boleh dipotong, pendek tak boleh disambung….”

Don’t judge the book by its cover. Itu adalah hal yang dapat gue pelajarin setelah melakukan perjalanan ke Baduy. basi sih, tapi beneran! awalnya, ngebaca forum dan berbagai informasi tentang Baduy dari internet membuat gue mikir sambil tertawa “ni orang – orang Baduy pasti primitif abis. Ntar klo kita ngomong, pasti mereka jawab uga – uga- uga..”. apalagi setelah sampai di desa gajeboh Baduy luar. Orang sana gak bisa bahasa Indonesia. Agak worry jg pas mau ke Baduy dalam, takut bego sendiri gak bisa berkomunikasi. Eh ternyata diperjalanan menuju baduy dalam kita ketemu orang Baduy dalam yang sempat kita temuin di desa gajeboh. Dari penampilannya gue ngerasa dia sangat amat primitif. gapake alas kaki, baju dari kain tenunan kasar, make kain sarung. gue takut bgt nyapa men, takut gagu gt kan ga lucu. jadi gue senyum2 saja. Eh dia malah ngajak ngomong. Katanya “eh ketemu lagi…namanya siapa??” wah gue surprise abis! karena awalnya gue ngerasa orang badui itu kurang ramah karena keterbatasan bahasa, tapi ternyata itu terbantahkan oleh sikap-sikap orang badui dalam, jujur menurut gue itu aneh. Karena orang badui dalam justru lebih ramah dan yang sangat mengejutkan itu mereka lebih bisa bahasa Indonesia dibandingkan orang badui luar. Tenyata dia dan teman – temannya yang orang baduy dalam sering pergi ke Jakarta. yasalaaamm..dia cerita katanya sering jalan – jalan di mall, main ke monas. Wah doi baik abis ternyata.

Kita nginep di Baduy luar, disana bener2 tidak ada listrik. Setelah jam 6 sore, desa sunyi senyap. Gelap dan bener2 ga ada suara. Seperti kota mati. Kita ngelanjutkan perjalanan ke salah satu desa di badui dalam besok paginya.


ini jembatan penghubung antara badui dalam dan badui luar. dibawahnya sungai yang disebelah sana2nya dipake buat MCK sm warga badui


Perjalanan kesana capek banget! Parah. Serasa ilang kaki gue. Mendaki bukit, lewatin lembah, lewat hutan, nyebrang sungai. No wonder yeh orang – orang Baduy gak terima kendaraan. mau pake heavy equipment kalo kesana sih. Hebat banget deh klo mobil atau motor bisa lewatin jalanan yang nanjak-turun-licin-banyak batu-berlumut. pertama kalinya gue jalan non-stop selama 10jam! jalannya sekitar 20 km jalannya naik-turun bukit, ngerasain pengalaman buang air di sungai, ngerasain rokok di Baduy dalam yang cuman terdiri dari daun, tanpa tembakau. haha kalo dipikir2 hebat banget deh gue sm tmn2 gue waktu itu! jadi makin bersyukur punya kehidupan enak di kota. hehe. hehe. *ini serius cengengesannya* saking capeknya gue sempat pasrah mau tinggal di hutan situ aja deh. Huhu. Pokoknya cobain deh main – main ke baduy. Seru lhooo…. :D

Pengalaman ini ga bakal gue lupain sama sekali. Karena menurut gue pengalaman dari perjalanan ini akan ngebuat kita lebih peka terhadap budaya asli Indonesia. Dan gue harap kita semua bisa melestarikan budaya Indonesia biar ga diambil2 lagi sm negara tetangga. pengalaman yg gue dan temen2 gue dapet setelah perjalanan kesana jauh lebih banyak drpd bebannya. Mulai dari pengalaman pribadi sampai pengalaman persahabatan kita. Dan yang gue salut, kita ga nyerah begitu saja dengan keadaan yang sangat sulit saat itu. kemampuan berjalan kaki kan beda ya tiap orang, ada yang cepet bgt gapernah ngerasa capek, ada juga yang pelan trus sering capek. intinya balik lagi ke gimana cara kita meredam ego masing2 untuk engga ninggalin temen2 dan gimana caranya untuk ttp bareng2. Kita emang saling memotivasi satu sama lain, tapi “ini bukan tentang motivasi men, tetapi kesetiakawanan”. Karena di dalam setiap perjalanan pasti ada suatu pelajaran. Kita menyadari kalo persahabatan dan kesetiakawanan sangat penting dalam menjalani perjalanan ini, bahkan kehidupan ini.

ini cerita ga akan abis kalo gue ceritain gini doang. bisa ngebentuk novel kalo mau gue ceritain lengkapnya. THE POINT IS, Setelah ngeliat dan ngelakonin sepenggal perjalanan ini, gue dan temen2 gue paham banget gimana patuhnya masyarakat baduy terhadap segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pu’un (kepala adat) mereka. Kepatuhan dan ketaatan itu mereka jalanin dengan enjoy tanpa penolakkan apapun. Hasilnya? Kekaguman bakal dirasakan oleh semua orang yang berkunjung ke sana : mereka rukun banget, damai dan sangat sejahtera untuk ukuran kecukupan kebutuhan hidup sehari-hari. Itulah yang gue rasain sebagai kesimpulan dari perjalanan menyelami salah satu suku tradisional yang tinggal gak seberapa jauh dari metropolitan Jakarta. dan sekarang, bisa ga kita nerapin budaya yang sama di lingkungan kota kita masing – masing?

, , , , , , , ,

18 Comments

random thought

mendidik anak kecil itu seperti mendidik anak anjing – atau mendidik anak anjing sama seperti mendidik anak kecil?

kata2 diatas secara random terlintas di otak gw. it’s hillarious karena kalau kata2 itu dibalik, maknanya jadi beda. well, okay. ini maksudnya berbeda dari sudut pandang yaa, bukan beda dalam arti yang sebenarnya.

puppy and kiddo, bukan suatu hal yang ‘sederajat’. yang satu anak anjing, yang satu anak manusia. orang tua mana yang mau anaknya disamain sm anak anjing? the point is, setelah gw perhatikan dan dan berpengalaman dalam mendidik keduanya, cara mendidik anak kecil emang sama kaya mendidik anak anjing. iming2 untuk melakukan hal pintar-then give rewards!

haha, just a random thought. see ya fellas! ;)

1 Comment

me miss hanging out

No Comments

malu doong..

dear readers, how’s life? me? busy as always. but its almost weekend, yeay!! haha
gimana gimana? how’s ur daily life? university life, work life, love life *eh?! HAHA. sensitif yaa untuk yang terakhir itu..

btw, apa kabar Beswan Djarum yang baru resmi jadi alumni? HAHAHA WELCOME TO THE CLUB DUUDEEE! :p haha girang deh. akhir – akhir ini br sempet liat2 status temen2, tweet @Beswandjarum dan postingan blog yang baru di update ternyata udah dalam proses recruitment Djarum Beasiswa Plus angkatan 27 yaa.. astaga ga berasa udah 2 taun jadi alumni, untungnya baru beberapa bulan resmi ngubah status dari mahasiswa menjadi karyawan ( sebenernya mahasiswa – pengangguran- karyawan siiiih, but can we skip the second stage? haha ;p)

jadi inget, kemarin vivi minta artikel untuk profil alumni beswan yang ngegambarin kehidupan setelah lulus dari universitas dan masuk ke dunia kerja, vivi minta permenit perjam (tentu aja ga gue penuhin permintaannya yg satu ini, bisa abis berapa lembar kalau mau ngikutin keseharian gue? *soksibuk). dan akhirnya tersadar kalo WAKTU GUEEEE ABIS BUAT DIJALAN YA BOOOKK!!! gue berangkat dari rumah jam 6.15 pagi, selambat – lambatnya jam 6.30 atau gue bakal stuck di jalan ga nyampe2 ke kantor. waktu tempuh keberangkatan itu kira2 satu-dua jam, it’s totally unpredictable, malah kalo jalanan kosong bisa aja ditempuh dalam waktu setengah jam, masalahnya adalah, kapan jakarta bisa kosong kalo bukan pas lebaran??

ternyata yang berangkat pagi – pagi itu ga cuma gue, karena pas langit masih gelap pun udah ada banyak yang berangkat ke sekolah atau ke tempat kerja. dimulailah antrian panjang mobil – mobil berbagai ukuran di jalan, motor – motor yang seradak seruduk berasa punya nyawa banyak, angkutan umum yang seenaknya ngetem di pinggir jalan, polisi yang cuma berdiri aja dipinggir jalan sambil ngelambai – lambai, masyarakat yang antri naik angkutan umum atau turun dari angkutan umum yang kadang juga seenaknya nyetopin metromini atau angkot sampe supirnya berenti mendadak. hal ini udah rutin kita liat setiap hari di indonesia. jakarta khususnya.

yang paling mengherankan adalah KENAPA SIH ADA MOBIL MOTOR YANG MASIH AJA LEWATIN JALUR TRANSJAKARTA?!! busway disini konteksnya adalahbusway yang dikasih portal yaa.. as u have heard ya guys, banyak kecelakaan motor atau mobil yang kena serempet atau ketabrak bis transjakarta. tapi kenapa coba masih rempong maksa2 lewatin bis? am not going to use the busway kecuali kalo bener2 in a rush yang bener2 harus dikejar (kebelet pipis, kebelet bekry mungkin salah satunya :p)

pernah dalam suatu pagi di jalan pramuka, ada mobil di depan gue melintang dari jalur biasa ke arah jalur busway yang di portal, guess what? dia lagi debat sm penjaga portal busway biar bisa masuk ke jalur busway. GILA KALI DARIPADA BUANG – BUANG WAKTU BUAT DEBAT MENDING JALAN AJA KALEEEE LEWAT JALAN BIASA, HUUUFFTT! dan tentu aja doi ngebuat macet mobil2 dibelakangnya dooong..abis diklakson2in, akhirnya dia ngalah lewat jalan biasa, tapi belom ada 5 meter MOBILNYA MANJAT PEMBATAS JALUR BUSWAY! RAAWWRRR, bener – bener deh ni orang.

untuk motor2 yang masuk jalur busway dan berusaha nyalip dari pinggir, gila, itu kan bahaya banget. kebayang ga sih, jalur busway kan sempit, cuma ky muat sm bisnya doang gitu. ewwhh..

foto ini gue capture pagi2, jelas2 ada tulisannya gede2 tuh di punggung bis “hari gini nyerobot jalur bis transjakarta? malu dong!”  langsung gue share ke instagram, berhubung waktu itu belom sempet posting blog lg, hehe.

sadar ga sadar hal – hal seperti ini udah membudaya di kalangan masyarakat indonesia terutama jakarta. budaya nyelak alias nyerobot udah ga asing lagi lah ya buat orang indonesia dikehidupannya sehari2. gue juga pernah suatu hari lagi antri di belakang ibu2 bule di toilet umum di sebuah mall, tiba2 ada orang masuk dan langsung nyerobot antrian, si ibu2 bule itu langsung marah2 bilang “woy, antri sini, kenapa sih orang indonesia gabisa tertib?!” kurang lebih begitulah isi terjemahan dari omelannya. malu kan? jujur aja gue yang notabene orang indonesia MALU bgt denger omelan si ibu bule.


tapi coba deh kita sadarin, budaya negatif seperti ini layak ga sih buat dipelihara? engga kan? gue malu kalau orang – orang dari negeri tetangga udah mulai protes, ato nyindir, ato geleng – geleng atau senyum maklum ke orang2 yang nyerobot gitu. kenapa ga kita sama – sama interospeksi diri, sama – sama menjaga ketertiban baik itu lalu lintas, baik itu antri masuk toilet umum, antri ke ATM, sampe beli tiket dufan di musim liburan *laahh.. eh tapi bener lho! bebek aja bisa baris rapi, masa kita yang punya otak bisa mikir mau main serobot2 aja? malu doongg..

kalau kebiasaan yang ini bisa diredam, trus yang tertib dibudayakan, wah pasti hidup di Indonesia itu asyik banget. yang bisa menggalakan budaya antri budaya tertib itu bukan pemerintah lho, tapi kita sendiri sebagai masyarakat yang seharusnya bisa mengapresiasi hak orang lain. yuk kita sama – sama menjaga ketertiban lalu lintas, patuhi peraturan lalu lintas, jangan lagi nyerobot jalan yang bukan hak kita. yuk kita jadi orang yang berbudaya! :D

, , , ,

15 Comments