Archive for October 22nd, 2011

2 Comments

Kompetensi Budaya | ketika putu berbicara komunikasi

Dewasa ini, banyak kesalahpahaman yang terjadi akibat perbedaan persepsi dalam memaknai suatu pesan. Perbedaan ekspetasi – ekspetasi budaya dalam komunikasi dapat menyebabkan komunikasi tidak lancar. Kesalahpahaman tersebut biasa terjadi ketika kita bergaul dengan kelompok – kelompok budaya yang berbeda. Problem utamanya adalah kita cenderung menganggap budaya kita sebagai suatu kemestian, tanpa mempersoalkannya lagi, sebagai standar untuk mengukur budaya lain.

Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, kita dihadapkan dengan bahasa – bahasa, aturan – aturan, dan nilai – nilai yang berbeda. Sulit bagi kita untuk memahami komunikasi mereka bila kita sangat entosentrik. Kesalahan – kesalahan antar budaya diatas dapat dikurangi bila kita sedikitnya mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui prinsip – prinsip komunikasi antar budaya dan mempraktikannya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Saya merupakan orang ‘lintas budaya’, yang dilahirkan sebagai keturunan bali, dibesarkan di Jakarta dan merantau ke bandung, dan sekarang saya bekerja di sebuah perusahaan asing. Saya juga berada dalam lingkungan beswan Djarum dan  karenanya saya jadi memiliki teman dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kota besar seperti Jakarta pun sarat budaya karena ada bahasa, aturan dan nilai yang berkembang di dalamnya. Perilaku yang menurut kami baik, belum tentu bisa dikatakan baik di tempat lain.

Dari yang saya amati, persepsi budaya yang berbeda akan menentukan sikap dan perilaku yang berbeda pula dan berpengaruh besar seperti pada tanggung jawab pribadi, sikap terhadap otoritas dan hukum, penggunaan waktu, menghormati aturan, dan perlakuan yang adil. Isu-isu semacam ini memiliki peran yang demikian penting dalam membina hubungan yang lebih baik. Kesadaran akan adanya perbedaan saja tidaklah cukup, dibutuhkan kompetensi multicultural untuk dapat memahami dan menyikapi perilaku dan sikap dalam konteks budaya yang berbeda

Mindset dari kompetensi budaya tidak berarti mengingkari nilai-nilai dan norma yang diyakini tetapi lebih kepada penghormatan terhadap nilai-nilai dan norma yang diyakini orang lain. Adaptasi terhadap budaya orang lain merupakan pijakan bagi dinamika hubungan yang lebih baik. Berpegang teguh pada budaya sendiri ibarat pohon dengan akar yang kokoh menopang batang yang kuat. Sementara adaptasi terhadap budaya orang lain ibarat dahan, ranting, dan daun yang fleksibel terhadap perubahan sekitar, dari angin yang berhembus sampai hujan badai.

Kompetensi multikultural juga diperlukan di tingkat organisasi yang memiliki dinamika multi kultural, Djarum Beasiswa Plus misalnya. Beswan Djarum terdiri dari mahasiswa – mahasiswi berprestasi yang berasal dari daerah di seluruh Indonesia. Keberagaman budaya harus dikelola sedemikian rupa sehingga tidak berdampak buruk terhadap organisasi tetapi justru memperkaya sumber daya. Kekayaan ini dioptimalkan sebagai modal hidup nan aktif bagi pencapaian yang lebih baik

kompetensi multicultural dapat diringkas ke dalam tiga dimensi, pengetahuan, kecakapan, dan motivasi. Pengetahuan dalam kompetensi ini meliputi  parameter budaya dan bagaimana pengaruhnya. Kecakapan meliputi keingintahuan dan kemampuan mendapatkan informasi baru, menganalisisnya, berkomunikasi secara baik dengan mengelola respon terhadap hasil analisis tadi, dan secara fleksibel beradaptasi. Motivasi meliputi pemahaman atas perbedaan budaya dan sikap menghormati melandasi keinginan untuk belajar, memperbaiki dan mengembangkan untuk dapat mengelolanya secara lebih baik.

Kebudayaan bisa sangat berbeda-beda ini hanyalah sebagian kecil dari kebudayaan yang ada di Indonesia apa lagi didunia. Tetapi apresiasi dari yang sebagian kecil ini saja kita sudah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang besar. Banyak hal – hal yang tidak terduga yang terjadi dan yang ada disana.

Semoga apa yang saya share ke blog ini bisa beguna juga untuk teman – teman agar dapat meningkatkan kompetensi, minimal dapat menambah pengetahuan sosial mengenai kebudayaan. Budaya bukanlah suatu hal yang membentengi hubungan kita sehari-hari, tetapi merupakan suatu yang dapat memperkaya pribadi dan juga negara kita, Indonesia.

, , , , , , , ,

20 Comments