Archive for July 12th, 2012

Long Live ABANDA!

Hari ini bertepatan dengan hari yang diyakini sebagai anniversary ABANDA, sebuah perkumpulan manusia – manusia yang hobinya bersenang – senang sampai lupa akan dunia. ini bukan khiasan, karena memang hidup kami didominasi dengan hilang ingatan, sebuah ikatan pertemanan dimana tanah sedikit mengambang untuk dipijak dan langit tidak sampai untuk kami junjung. Hingga pada saat beberapa dari kami mencapai puncak kewarasan dan beberapa mulai menginjak titik kedewasaan, satu per satu mulai sibuk dengan ‘dunia dewasa dan dunia warasnya’. Waktu yang memaksa kami untuk move on, begitu juga keadaan. Tapi tetap menjadikan ABANDA sebagai suatu ‘rumah’ dimana kami bisa ‘pulang’ dan merasakan kembali ‘keluarga’. Kemudian pikiran gue seperti membangkitkan memori perjalanan – perjalanan waktu ketika hidup bersama ABANDA.

Hidup gue di Bandung sama seperti hidup gue di Semarang. Sendiri. waktu itu hanya Dharma yang gue kenal dari sebuah jejaring sosial, yang ternyata dia merupakan salah satu senior gue di sekolah agama. Dharma punya kesibukan sendiri yang ga bisa setiap hari gue ganggu untuk nemenin gue. Tapi kehidupan gue saat itu ga sesulit sekarang karena gue bukan satu – satunya mahasiswa baru yang pindah ke Bandung. Gue mulai kenal satu persatu temen – temen kampus gue, ga begitu sulit karena latar belakang kami kurang lebih sama. Besar di Jakarta, berharap lebih dengan nama besar almamater kami, dan mendapati kenyataan ga seindah ekspektasi. Tapi Tuhan menciptakan manusia dengan luar biasa hebatnya dengan kemampuan bertahan dan beradaptasi yang luar biasa.

Benih kecil ABANDA bermula dari sebuah pertemanan dikelas, yang menyebut dirinya 9ej, alias 9 elemen jurnalistik. Nama yang aneh untuk sebuah geng abal – abal karena kami memang bukan geng. Kami hanya kumpulan orang yang selalu menyatukan diri dalam kelompok tugas kampus. Pada saat itu kami hanya bersembilan, sedang dalam semester yang mengharuskan kami mengambil mata kuliah pengantar jurnalistik, dan dalam moment dimaka kami harus selalu berkelompok dalam mengerjakan berbagai macam tugas kampus ala fakultas komunikasi.

Pertemanan kami ga cuma disitu – situ aja dan angkatan kami ga cuma terbatas satu kelas aja. Benih – benih ABANDA lainnya juga lahir dari kelas sebelah, dimana tetep punya latar belakang yang sama dan lain hal sebagainya. Karena basecamp 9ej itu merupakan tempat kos yang juga dihuni oleh benih ABANDA kelas sebelah, maka akrablah kami. Dari situlah mulai terbentuk ABANDA. Sebuah pertemanan, sebuah keluarga. Nama ABANDA sendiri tercetus dari sebuah obsesi hidup bebas tanpa aturan dari anak – anak, yang sebenernya (walau agak bego emang) kepanjangan ABANDA itu adalah Anak BANdel Amerika. Sama seperti nama 9ej, nama ini sungguh random dan asal.

Gue mendeklarasikan diri gue sebagai ABANDA darah murni, walau setelah kepindahan basecamp dari Abah Halim ke Cigadung membuat gue agak jarang ‘pulang’ dengan alasan faktor jauh dan mager dan ada keadaan tertentu yang ngebuat gue gabisa setiap hari ada disana seperti yang gue lakuin dulu di Abah Halim, karena gue (paling engga) masih in touch dengan ABANDA dari awal sampe anniversary yang kesekian ini (ada yang bilang udah kelima, tapi ada yang ngotot masih keempat, yah bodo amatan lah, tahun ga penting). Gue satu – satu ABANDA cewek yang ngikutin perjalanannya dari awal. Untungnya anak – anak masih pada doyan cewek dan ngebawa pacar – pacar mereka, jadi gue ga sendiri di ABANDA.

Seperti yang udah gue bilang, waktu dan keadaan yang ngepush kami, ngepush gue juga. Gue sebagai cewek gabisa dengan leluasa ngikutin semuanya. Sesemua itu. Bagaimanapun batas cewek dan batas cowok beda kan? Dan Tapi gue bersyukur, anak – anak selalu ngebuka pintu buat gue untuk ‘pulang’.

LONG LIVE ABANDA!

ABANDA dan teman – teman

2 Comments