Posts Tagged lifestyle

Jepret, klik klik!

Fotografi merupakan hobi yang ga pernah gue akui dan gue tekuni. Seems like when I admited ‘yes, I like photography’ itu berarti gue punya kamera super canggih, lensa bejibun dan kemampuan ngolah gambar yg diluar akal sehat. Lagipula di dunia fotografi gue atheis, gue bukan penganut agama nikon ataupun penganut agama canon. Tapi ibu pertiwi gue tanah komunikasi, dimana fotografi menjadi suatu partikel cosmos di dalamnya dan secara alamiah kamera jadi seperti bagian tubuh. Nikon mata kanan, Canon mata kiri. Gue bisa ngoperasiin keduanya, walopun ga sejago temen2 gue yg lain. Seoongok D90 dirumahpun jarang bgt gue pake untuk hunting foto atau apa. Bahkan sekarang gue membutakan diri gue dengan memakai kacamata poket. Sony TX10 yg baru gue lunasin cicilannya jadi camera paling smart dan tahan gue pake untuk foto apapun selama 6bulan terakhir. Gue cuma penikmat, dan sesekali menjadi pelaku. Mengingat muke gue ga fotogenik jadi gue lebih suka moto daripada difoto. Yaa sesekali narsis gapapa lah (tag 2000an foto di FB masih termasuk sesekali apa gimana ya?hihi).

Beberapa bulan terakhir gue ‘agak’ menggeluti keseharian memoto dan mengolah gambar. Selain frekuensi jalan2 gue yang bertambah, banyak moment2 yang sayang kalo ga diabadikan. Kegemaran gue buat curhat dan pamer di blog juga sedikit banyak ngasih gue pelampiasan atas hobi yang bagai anak haram ini (ga diaku2in maksudnya, haha :p) sekarang ada pula tempat yang bisa bikin gue belajar cara ngolah gambar yang apik, dan teman2 baru yang ngajarin dan ngasih info macem2. Dan juga tablet yg udah ky my half setahun terakhir, dengan segala aplikasinya yg ngenambah nilai dr semua hasil jepretan gue. But again, am not a professional photographer. *sight*

,

No Comments

when instagram can be a very best friend

instagram ID : @putuagnia

,

No Comments

, , , ,

No Comments


Hai, saya masih ngutang cerita roadtrip random jakarta-tanjung lesung-carita.. nanti yaa :)

, ,

No Comments

, ,

1 Comment

it’s still jaNEWary

“It’s suspended there to remind us before we pop the champagne and celebrate the New Year, to stop and reflect on the year that has gone by. To remember both our triumphs and our missteps – our promises made, and broken. The times we opened ourselves up to great adventures – or closed ourselves down, for fear of getting hurt. Because that’s what New Year’s is all about: getting another chance. A chance to forgive, to do better, to do more, to give more, to love more. And stop worrying about ‘what if’ and start embracing what would be. So when that ball drops at midnight – and it will drop – let’s remember to be nice to each other, kind to each other. And not just tonight but all year long.” -

Claire Morgan Ball Drop Speech (New year’s eve movie)

, ,

1 Comment

Stuck inside the box | artikel penutup blog competition Beswan Djarum

Beberapa pekan yang lalu, ketika gue lagi hectic di kantor, ada email masuk yang ternyata newsletter dr Djarum Beasiswa Plus. Gue cuma sempet baca sekilas dan overall isinya tentang blog competition buat Beswan Djarum yang mana ga gue menangkan tahun lalu. Masih penasaran di tahun ini, jadi sampe rumah tanpa babibu gue langsung buka websitenya dan liat ketentuannya. Budaya hmm?

As i mentioned in my post recently, sekarang gue balik lg ke kota tempat gue dibesarkan yang padat dan sekilas tidak berbudaya, Jakarta. Sekarangpun gue menghabiskan sekitar 9 jam dalam sehari untuk kantor tanpa gue bisa melakukan kehidupan sosial karena terbatas jam malem dari nyokap. Apa yang bisa gue liat dari keseharian gue sekarang yang ada hubungannya sama budaya?

Am kinda stuck in my box. Setiap hari hal yang sama, jalur yang sama. Melewati situasi kepadatan jalan raya sendirian setiap pergi dan pulang kantor ngebuat gue banyak ngelamun, setelah dibantu dengan inspirasi dari boyfie of mine (yes, now, officially :D) via bbm, pada akhirnya mulai aware dengan keadaan sekitar.

Then I defined budaya in the wide words.

Ga selamanya budaya itu berkisar dari batik, ga selamanya budaya itu berkisar dari rumah adat, makanan tradisional, atau tarian2 khas daerah. Bahkan hal yang-almost everyday-kita liat, lama2 menjadi sebuah kebiasaan yang membudaya di kalangan masyarakat. Untuk itu, akhirnya gue terinspirasi untuk ngebuat beberapa postingan yang mungkin cukup memenuhi syarat untuk diperlombakan :

1. Kompetisi Budaya | ketika putu berbicara komunikasi
Its kinda weird, bangun pagi di hari minggu mungkin ngebuat otak gue gesrek sampe bisa nulis hal yang “pake otak” kaya gini. Buat yang ngikutin blog gue ato cm sekedar baca2, selama 7 tahun ngeblog, otak gue cuma tergambar eksplisit dari setiap postingan. Well, sebagai sarjana komunikasi yang nyasar jadi bankir, ga ada salahnya gue balik ke habitat gue dan ngeshare ilmu gue, seperti yang bokap pengenin untuk setiap postingan blog gue-which is gapernah kesampean. Wah bokap pasti bangga kalo baca ini! Haha

2. BADUY, Jangan membawa apapun selain badanmu, jangan meninggalkan apapun selain jejakmu. courtesy 2008.
WHAAATT 2008? yes it is! ini tentang kegilaan mahasiswa pada jamannya yang serba nekat, sekarang udah pada mulai sadar karena udah pada mencar2, ngebuat gue emosional dan sentimentil nginget2 masa lalu. Ternyata hobi traveling gue enlighten juga selain happy2. Baru keinget lagi makna budaya dari perjalanan ini..

3. malu doong..
This is what i told you, budaya itu ga selamanya tentang pakaian adat bla bla bla yadda yadda. Ketika kebiasaan nyeruduk dan mau menang sendiri udah jadi sebuah budaya, kita bisa bilang apa selain instrospeksi diri? Yang gue pengen kebiasaan ini bisa diredam trus yang tertib bisa di budayakan. Cang cing bgt kan tuh kalo gt? bisa dibaca gimana gue mendefinisikan budaya sebagai sesuatu kebiasaan negatif.

Well, pada akhirnya gue hanya ingin meramaikan kancah perkompetisian ini (walo iyes ngiler bgt sm Macbook Air ato boleh lah Iphone4 juga gpp *eh songong amat pake kata bolehlah haha) selain mengasah kemampuan memposting tulisan pake otak setelah bertahun – tahun ngeblog tapi gapernah pinter.

Gue percaya semua Beswan udah berpikir outside the box. Keliatan dari tulisan2nya. Eh-dan itu keren! tapi ketika semuanya keluar dari box dan ngebuat keadaan diluar box jadi sebuah mainstream? oh no, then I prefer to be different and stay inside my box! ;)

Siapapun yang menang,I’m so proud of you! Semoga sukses Beswan Djarum!! :)

, , , , , , , , , ,

5 Comments

No Comments

“I wish I can travel around the world

, , , ,

No Comments

,

1 Comment