Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

menjemputmu

sad man 11 300x298 menjemputmuBeribu peluh telah luruh jatuh

Tak terhitung kilometer yang telah kutempuh

Bermacam hal rasanya sudah kurengkuh

Hingga akhirnya disini hadir sang tubuh

Untuk menjemputmu dengan niat yang teguh

Suasana seketika menjadi tak acuh

Inderaku hanya merespon hembusan sepoi-sepoi angin

Meliuk-liuk tak karuan

Tak menentu arah

Indera mataku perlahan mulai bekerja,

Menuju satu titik ke pusaran dibalik rerumputan yang tak lagi utuh

Namun tetap tak bisa merespon

Bahkan untuk sekedar melewati batas dalam kurungan retina

Kali ini organ-organ dalam tubuh mulai terjaga

Berusaha menjalankan apa kira-kira tugasnya

Coba kuputar ulang semua memori yang ada

Mungkin ada data yang terkena virus

Atau ada yang belum ter input sempurna

Namun tak kudapati kejanggalan yang ada

Hening akhirnya, tak juga kunjung bergeming

Setelah langkahku terpaku di titik ini

Dengan hiasan peluh yang kini tak lagi runtuh

Kau hanya meninggalkan sebuah nama disana

Bagaimana bisa aku menjemputmu,

Membawamu pulang? (2 September 2010)

You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “menjemputmu”

  1. Ismi Laila Wisudana says:

    hmm.. sampai skr mash bingung dengan mkna pasti dr puisi ini.. Saya tau, tapi takut salah menebak, hohoho

  2. ahmadzikra says:

    hayoo, apa coba..??
    :p

  3. Ismi Laila Wisudana says:

    hmm..ga ah..ntr salah lgi..abigu lagi..kmrn kan udh salah jg mi jwbnya :p

  4. ahmadzikra says:

    ambigu.. ambigu….
    hahaha…

  5. ismi laila wisudana says:

    nah kan bnr..anda juga pasti ga ksh tau artinya apaan..

  6. ahmadzikra says:

    namanya juga puisi buk….
    hahahahahahahahahahahaha…..:)

  7. Ismi Laila Wisudana says:

    iya dan cm anda yang tau ttg itu :p

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 5 in addition to 3?