Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Bukan Begitu,

debat 150x150 Bukan Begitu,Apa komentar dari kita ketika mendengar pendapat atau statement dari orang lain? Beragam memang. Namun kebanyakan dari kita lebih sering menanggapinya dengan ‘bukan begitu’. Apalagi orang yang mengemukakan argumen tersebut adalah orang yang berada dibawah tingkatan dari kita. Tidak perduli yang disampaikan itu benar atau salah.

“menurut saya, setiap manusia itu mempunyai rasa cinta. Namun pengungkapan mereka berbeda-beda dan akibat dari itu, pemahaman yang ada juga akan berbeda. Mungkin latar belakang kehidupan dan lingkungan bisa sangat mempengaruhi. Bla..bla..bla…” ujar seseorang.

Dan jujur saja, ketika melihat/mendengar statement- statement seperti itu. Seperti sudah terekam, kita akan langsung memotong, “bukan begitu, sebenarnya….” atau “bukan begitu, kamu itu ngak ngerti sama sekali, bla..bla..bla..”

Sebenar apapun yang dikatakan orang lain, tetap aja ada sesuatu dari kita yang menolak pendapat orang lain dan cenderung ingin menyampaikan pendapat kita sendiri. Kita ingin apa yang kita sampaikan itu didengar, dihargai oleh orang lain. Perspektif manusia itu berbeda memang, tidak ada yang sama. Ada yang memandang dari sisi barat, timur, utara, selatan, bahkan ada yang memandang dari arah atas. Makanya kita harus berusaha untuk memahaminya.

Silahkan saja menyampaikan pendapat kita, namun tetap harus menghargai pendapat orang lain, bukan begitu?

respect Bukan Begitu,

You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Bukan Begitu,”

  1. ismi laila wisudana says:

    kalo ingt bla..bla..bla.. igt salah satu bapak yang ada di universitas kalo udh ga tau mau ngmng apa lagi, haha

  2. tristyantoprabowo says:

    betul sekali sobat..orang yang arif adalah orang yang mampu mengkomunikasikan ketidak setujuannya dengan santun…. itu namanya kedewasaan…..tp klo anggota DPR or pejabat yg gitu berarti belum dewasa dunk ya?
    kunjung balik

    • ahmadzikra says:

      yupz. dan keadaan sekarang justru komunikasi ketidaksetujuannya itu ‘alangkah baiknya’ dengan cara tidak baik. hoho…
      klo anggota DPR mungkin sebuah pengecualian, karena kebanyakan dari mereka prinsipnya bahwa “akulah yang benar”. susah jadinya…

      thanks for komen… :)

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

what is 5 in addition to 8?