Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for May 31st, 2011

Ayo, Kunjungi Indonesia City Expo 2011

ice 150x150 Ayo, Kunjungi Indonesia City Expo 2011Dalam rangka mempromosikan potensi yang ada di seluruh Indonesia, Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) meluncurkan program tahunan yang bertitel ‘Indonesia City Expo (ICE) 2011’. Program tersebut digelar di Banda Aceh pada tanggal 28 Mei 2011 hingga 1 Juni 2011.

ICE 2011 merupakan ajang pameran bagi pemko-pemko se-Indonesia. ICE ke-11 kali ini diselenggarakan di Kota Banda Aceh mengingat kota ini sedang menyambut Visit Banda Aceh Year 2011. Tema yang diangkat kali ini adalah Pariwisata.

Hmm… acara yang menarik. Tapi saya sendiri baru sempat (baru sempat? Cem sibuk aja ya. Hahaha…) mengunjunginya kemarin sore (30/05/2011). Niatnya sih semenjak pembukaan dah mau pergi, namun kalo hanya sekedar niat dan tidak segera berangkat, ya jadinya hanya sekedar niat. Akhirnya ‘nyangkut’ di tempat lain jadinya. Hohoho…

So, kemarin sore, sepulang dari kantor, niat sudah bulat untuk datang ke acara pameran itu. Kebetulan acaranya berlangsung di lapangan Blang Padang. Tau kan? Itu loh, yang ada replika pesawat Indonesian Airways RI 001. Klo pernah datang ke Banda Aceh, posisinya itu di sebelah selatan Masjid Raya Baiturrahman (jangan bilang ngak tahu letaknya dimana ya, hehe…)

Rame banget ding…, ya walopun ramenya itu terbantu juga dengan pedagang kaki lima yang banyak berjualan disana. Namun sebuah hal yang menarik juga melihat pemandangan itu. Pedagang kaki lima secara otomatis juga akan terbantu dengan adanya event seperti ini.

Kembali ke acara pemerannya ya. Stand yang berjumlah lebih kurang 60-an yang terdiri dari pemerintah kota dan provinsi seluruh indonesia itu terletak di dalam tenda ber-AC yang disediakan panitia. Sebelum masuk melihat-lihat, wah ada yang menggerogoti perhatian, eh salah,maaf, ada yang menarik baju saya, wah salah lagi, perhatian saya maksudnya, ini baru bener. Di depan stand tersedia panggung untuk pertujukan seni. Pas banget ni waktunya tiba disini. Terlihat di panggung sedang ada penampilan seni dari salah satu daerah. Keren euy tariannya. Ternyata Indonesia ini begitu kaya dengan budayanya ya, ngak Cuma beberapa tarian yang kita kenal secara umum sekarang ini. Mungkin Indonesia perlu lebih memperhatikan dan mempromosikan kekayaan budayanya.

Read More…

Hujan dalam Segelas Kopi

copi1 150x150 Hujan dalam Segelas KopiAceh, dengan berbagai keunikan yang ada, memancarkan berbagai pesona yang akan membuat orang-orang menjadi terpesona. Kota Banda Aceh selaku ibukota provinsi pun tak kalah dengan pesonanya. Banyak hal-hal menarik yang dapat dijumpai di kota yang dulu dikenal dengan sebutan Kutaraja ini. Salah satu yang cukup menarik untuk dilihat adalah budaya ngopi masyarakatnya. Sehingga tak jarang terkadang orang-orang luar Aceh beranggapan bahwa orang Aceh itu cenderung pemalas. Betapa tidak, kerjaannya siang malam nongkrong aja tuh di warung kopi. Ngak muda, tua, pria, maupun wanita pada lengket aja di warung kopi (warkop).

Pendapat-pendapat seperti itu wajar saja muncul melihat sekilas kondisi sehari-hari masyarakat Kota Banda Aceh. Orang-orang yang hadir ke warkop seakan tiada putus-putusnya. Saya pribadi (dan tentunya beberapa dari Anda juga mungkin) sudah beberapa kali menghadapi orang dari luar Aceh yang bertanya mengenai hal tersebut. So, daripada terus-terusan menjawab hal yang sama, ada baiknya saya tulis saja sekilas mengenai masalah ‘kopi’ ini. Sehingga bisa dibaca oleh khalayak ramai dan bisa dikoreksi bila kemudian terdapat kekeliruan dari tulisan saya. Hehe… okey? Lanjuut….

Sebagai pembuka, saya ingin menceritakan sebuah kisah kepada Anda. Dengar baik-baik ya, J. Begini ceritanya,… (wah, kok udah seram mode on gini ya). Saya mendapatkan cerita ini dari seorang pimpinan saya. Kebetulan beliau juga aktif dalam organisasi Taekwondo Aceh. Di suatu kesempatan pertemuan pelatih Taekwondo nasional, salah seorang pelatih dari luar Aceh menanyakan pertanyaan ‘umum’ tadi. Menghadapi pertanyaan tersebut, beliau hanya menjawab seadanya saja dan di suatu pagi mengajak sang pelatih untuk ngopi bareng di salah satu warkop di kawasan Beurawe, Banda Aceh, sambil melihat keadaan sesungguhnya ‘warkop’. Disana sang pelatih tak banyak berkomentar mengenai pertanyaannya tadi. Malah asik terlibat mengenai pembicaraan lainnya.

Dan anda tahu? Ketika siangnya, sang pelatih kembali ingin diajak ke warung kopi tadi. Dan tak Cuma siang, sorenya pun, singgah lagi di warkop. Haha.. dan dalam sehari saja, sang pelatih sudah 3 kali nongkrong di warkop. Udah ketagihan ngopi kayaknya nih. Hehe…

Read More…