Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for June 8th, 2011

Masjid-Masjid di Aceh (Bagian I : Masjid Raya Baiturrahman)

collectie tropenmuseum de baiturrahman moskee in koetaradja tmnr 60023672 150x150 Masjid Masjid di Aceh (Bagian I : Masjid Raya Baiturrahman)Pernah ke Banda Aceh ? yupz, bagi anda yang pernah berkunjung kemari pasti tau donk yang namanya Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Aceh ini telah menjadi landmark dari Kota Banda Aceh itu sendiri. Jadi, klo ke Banda Aceh dan belum singgah di masjid ini, belum sah rasanya. Hehe…

Masjid Raya Baiturrahman adalah sebuah masjid yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini dahulunya merupakan masjid Kesultanan Aceh. Mesjid ini pertama kali dibangun oleh pemerintahan Sultan Iskandar Muda, namun telah terbakar habis pada agresi tentara Belanda   kedua pada bulan shafar 1290/April 1873 M. Dalam peristiwa tersebut, Mayjen Khohler tewas yang kemudian diabadikan tempat tertembaknya pada sebuah monument kecil dibawah pohon ketapang/geulumpang dekat pintu masuk sebelah utara mesjid.

Empat tahun setelah Masjid Raya Baiturrahman itu terbakar, pada pertengahan shafar 1294 H/Maret 1877 M, dengan mengulangi janji jenderal Van Sweiten, maka Gubernur Jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali Masjid Raya Baiturrahman yang telah terbakar itu. Pernyataan ini diumumkan setelah diadakan permusyawaratan dengan kepala-kepala Negeri sekitar Banda Aceh. Dimana disimpulkan bahwa pengaruh Masjid sangat besar kesannya bagi rakyat Aceh yang 100% beragama Islam. Janji tersebut dilaksanakan oleh Jenderal Mayor Vander selaku Gubernur Militer Aceh pada waktu itu. Dan tepat pada hari Kamis 13 Syawal 1296 H/9 Oktober 1879 M, diletakkan batu pertamanya yang diwakili oleh Tengku Qadhi Malikul Adil. Mesjid ini berkubah tunggal dan dapat diselesaikan pada tanggal 27 Desember 1883.

Pada tahun 1935 M, Masjid Raya Baiturrahman ini diperluas bahagian kanan dan kirinya dengan tambahan dua kubah. Dan pada tahun 1975 M terjadi perluasan kembali. Perluasan ini bertambah dua kubah lagi dan dua buah menara sebelah utara dan selatan. Dengan perluasan kedua ini Masjid Raya Baiturrahman mempunyai lima kubah dan selesai dikerjakan pada tahun 1967 M. Dan pada tahun 1991 M, dimasa Gubernur Ibrahim Hasan terjadi perluasan kembali yang meliputi halaman depan dan belakang serta masjidnya itu sendiri. Bagian masjid yang diperluas, meliputi penambahan dua kubah, bagian lantai masjid tempat shalat, ruang perpustakaan, ruang tamu, ruang perkantoran, aula dan ruang tempat wudhuk, dan 6 lokal sekolah.

Read More…