Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for June 12th, 2011

Siapa Bilang Pelangi Tak datang di Malam Hari? (versi nyata)

16153 1180339034114 1397327118 30460800 994338 n 150x150 Siapa Bilang Pelangi Tak datang di Malam Hari? (versi nyata)Temanz en kawanz, Tau yang namanya pelangi kan? Hehe… ya tau donk. Masak ngak tahu, dari kecil kita juga udah ada tu lagunya. Masih hapal ngak? Itu loh, yang liriknya

Pelangi-pelangi, alangkah indahmu,

Merah kuning hijau di langit yang biru

Pelukismu agung siapa gerangan

Pelangi-pelangi, ciptaan Tuhan..


Nah, udah ingat lagi kan? Tapi di tulisan kali ini bukan mau ngebahas itu lagu kok.. (halah..). sebagaimana kita ketahui, kita maklumi bersama dan telah bersama-sama kita maklumi, yang namanya pelangi itu kan munculnya waktu siang hari. Apakah itu disaat pagi, siang, ataupun sore. Dan kebanyakan pelangi itu muncul setelah atau menjelang hujan reda. Tentunya kalo masih ada mataharinya :p. Ada juga terkadang ‘pelangi’ muncul saat adanya kejadian ‘halo matahari’. Secara ilmu pengetahuan, pelangi itu muncul karena apa ya? Nie dikutip dari wiki aja deh :

Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebutspektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat. Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.


Read More…