Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

teko1 150x150 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)Menyambung tulisan sebelumnya mengenai kunjungan singkat saya ke Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh, sekarang saya ingin sedikit menulis mengenai sejarah keramik di Aceh. Bahan ini saya himpun dari sumber utama museum Aceh, dilengkapi dengan berbagai sumber lainnya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang keramik, terlebih yang suka keramik. Hehe…

Keramik berasal dari bahasa Yunani : keramos, yaitu anak laki-laki Dewi Ariaone dan Dewa Bachus yang dianggap sebagai dewa penjaga barang pecah belah. Keramik terdiri dari jenis stoneware yang terbuat dari tanah liat kasar dan porcelain yang terbuat dari tanah liat putih (kaolin) dengan suhu pembakaran 1250o – 1500o C.

Selain keramik, juga dikenal gerabah yang terbuat dari tanah liat yang berwarna coklat kemerahan. Bersifat porus (berpori), rapuh, dan menyerap air. Suhu pembakaran berkisar antara 350o – 600o C.

Keramik merupakan produk utama perdagangan laut yang banyak beredar di Aceh pada masa lampau. Keramik merupakan salah satu pengaruh budaya dari Cina yang dapat dijumpai. Munculnya pengaruh budaya Cina dalam masyarakat Aceh disebabkan oleh adanya kegiatan perdagangan internasional antara dua pusat perdagangan kuno India di barat dan Cina di timur. Jalur perdagangan ini salah satunya disebut jalur rempah-rempah atau jalur keramik, merupakan jalur perdagangan laut yang panjang tidak terputus dan sangat sibuk. Jalur ini dimulai dari Cina Selatan melalui selat Malaka di Asia Tenggara menuju ke Asia Selatan, Asia Barat, melalui teluk Persia atau laut mediaterania terus ke Eropa.


Keramik yang dibawa oleh pedagang Cina selain menjadi barang persembahan bagi penguasa Aceh juga menjadi alat tukar menukar dalam transaksi perdagangan. Pedagang cina yang berdagang ke Sumatera termasuk Aceh menukar barang-barang perdagangan mereka (sutera dan keramik) dengan rempah-rempah yang merupakan komoditas andalan Sumatera termasuk Aceh. Rempah-rempah dari Aceh menjadi barang perdagangan penting yang berguna sebagai bumbu masakan, campuran racikan obat, dan campuran minuman yang menghangatkan badan.


Keramik yang ditemukan dalam masyarakat Aceh berasal dari wilayah Asia Tenggara seperti Kamboja, Burma, Thailand, dan Annam (sekarang Vietnam). Produk keramik yang berasal dari wilayah Asia Tenggara berupa tempayan, guci-guci besar dan kecil. Masyarakat Aceh menggunakan tempayan sebagai wadah menyimpan air, padi/beras, dan garam. Ciri-ciri keramik Asia Tenggara : glazir tidak rata karena dibuat dengan proses celup, berwarna hitam kecoklatan. Selain dari wilayah Asia Tenggara, dalam masyarakat Aceh juga ditemukan keramik dari Cina dan Eropa. Keramik Cina yang ditemukan berasal dari Dinasti Sung, Ming, dan Cing.


Berikut beberapa koleksi yang dipajang dalam acara Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh kali ini :


1. Gerabah

gerabah 150x150 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

gerabah

Di indonesia, tempayan dan batu atau gerabah digunakan oleh semua lapisan masyarakat. Kendi besar dari batu atau gerabah disebut juga dengan martavan. Martavan memiliki badan gembung seperti balon dengan bahu lebar dan kaki kecil sebagai dudukan, terbuat dari batu dan digunakan untuk menyimpan air.

2. Keramik dari Dinasti Sung (960 – 1280 M)

Pada masa dinasti Sung mulai muncul daerah-daerah pembuat keramik yang terkenal sampai sekarang. Keramik Sung terkenal kuat dan berat. Gaya keramik Sung diteruskan oleh Mongol (Yuan) yang memerintah tahun 1280 – 1368 M.

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

keramik dinasti sung

3. Keramik Dinasti Ming (1368 – 1644 M)

Dinasti Ming banyak memproduksi keramik dengan kualitas bagus dan menjadi komoditas ekspor. Keramik Ming mulai menerapkan banyak warna (ornament). Bentuk keramik mengesankan gaya besar dan kokoh. Putih-biru menjadi warna khas dinasti Ming. Motif hias yang diterapkan antara lain lukisan pemandangan dengan gunung-gunung, orang memancing, pohon, dan bunga.

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

keamik dinasti ming

4. Keramik Dinasti Cing

Keramik ini masih melanjutkan tradisi dari keramik Ming namun dengan kualitas tidak sebagus keramik Ming.

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

keramik dinasti cing

5. Keramik Eropa

Keramik ini mempunyai ciri khas tersendiri. Yang dipajang antara lain yang berasal dari Belanda, Inggris, Jerman, dll…

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

keramik eropa

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

keramik eropa

6. Kendi

Kata kendi berasal dari bahasa India Kundi yang artinya wadah air.

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

kendi

 Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)

pecah belah

You can leave a response, or trackback from your own site.

8 Responses to “Pameran Keramik dalam Masyarakat Aceh (#Part 2)”

  1. ndee says:

    complete ya, bang.. hihihi,, kenapa gak bikin ensiklopedi aja? ;)

  2. ndee says:

    HA HA HA HA, bukanna malah untung, tuhh???

  3. soikhurojib says:

    oh kendi itu dari india tho bahasanya? kirain kendi itu bahasa jawa,,di rumahku banyak kendi mas, kalau mau aku bawakan, mau ? :)

    • ahmadzikra says:

      hahaha,,, boleh2 mas. kirimin kesini ya. plg ngak bisa buat celengan. or buat nimpuk si ndi ntar. ckckck… ^^V

  4. Ditta.w.Utami says:

    waah… baru tahu kalau keramik tuh produk utama perdagangan laut yang banyak beredar di Aceh di masa lalu.

    Hehehe…

    oh, ya… hihi… baru ngeh sama MyNiceProfile.com nya ^^

    Gokill abiss… :p

    • ahmadzikra says:

      iya, maka itu gunanya sejarah mgkn ya. hehe…

      hahaha… iya, wktu lg milih2 gambar eh dapat ini. pas banget tu ma keadaanku sekarang. ckckck…

Leave a Reply

Before you post, please prove you are sentient.

What is 6 multiplied by 6?