Guratan Pena Zikra

tergurat agar dapat merekat erat

Archive for June 27th, 2011

Hati-hati berkendara

motor copy 150x150 Hati hati berkendaraHai… ketemu lagi nih setelah beberapa masa raib tak ajaib. Maklum, dalam beberapa hari ini lumayan vakum karena bertugas di luar daerah dan kebetulan di saat yang hampir bersamaan, laptopku mengalami kerusakan fatal dalam kurun waktu yang tak begitu lama setelah beberapa minggu sebelumnya juga begitu. Kenapa alasan ngak bisa menulis gara-gara laptop ya? Yupz, setidaknya bagiku dengan laptop lah membuka lebar peluang bagiku untuk ‘mencuri-curi waktu’. Hehe..

Duh, kok dah bicara laptop ya. Okedeh, cukup sekian dulu. Kali ini aku ingin membahas sedikit tentang kehati-hatian kita dalam mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya. Tadinya sih pengen ngebahas tentang penyebab utama timbulnya masalah dalam dunia kendara mengendara (kacau bahasanya neh), tapi karena sesuatu dan lain hal yaudah dibahas mengenai ini dulu deh. Hanya ingin sharing dan saling mengingatkan, kalau dalam berkendara itu kita sebaiknya hati-hati, tidak lalai dengan sesuatu yang tidak perlu dan tak perlu menggebu-gebu begitu terburunya menggeber kendaraan bermotor guna mengejar waktu. Hati-hati, dan penuh pertimbangan mungkin sebuah frase yang cocok untuk diresapi.


Sebelumnya, aku ingin bercerita sedikit pengalamanku semalam. Semalam keadaan Kota Banda Aceh dan sekitarnya sedikit gerimis dan hujan lumayan deras di beberapa lokasi. Hujan yang turun sepertinya adalah hal yang dinanti-nanti hampir semua makhluk karena telah beberapa hari ke belakang kota ini dilanda cuaca panas yang tak terperikan. Jam 9 malam, aku berangkat keluar dari rumah menuju suatu lokasi yang berjarak kurang lebih 15 km. Dibayangi rintik-rintik hujan, rasanya tak menyurutkanku untuk ‘menjemput’ laptop yang telah usai dibedah. Ada-ada saja hal yang terjadi dengan laptopku belakangan ini. Dan yang terakhir yang membuat kesabarannya hilang hingga akhirnya ngambek kayak rendaman cucian bau apek adalah laptopku ini terkena lemparan bom molotol (botol) karena keisengan adikku. Dan dalam sekejap, layarnya blank. Sayup-sayup seperti hendak ditarik nyawanya, perlahan layar monitor akhirnya padam. Duh, kenapa aku bercerita lagi tentang ini ya. Tapi tak apalah, kita lanjutkan lagi ceritanya.


Singkat cerita, akupun beranjak pulang sekitar pukul 22.30 WIB. Keadaan malam masih tak berubah, rintik-rintik hujan masih menghujani lekat-lekat tanah yang telah lama kian pekat. Karena keadaan sudah mulai bergerak larut, aku memacu motorku lumayan kencang namun tak sekencang seperti biasanya. Bila keadaan hujan, sangat jarang motor ini kupacu tinggi laju. Aku mafhum dengan tingkat kelicinan karna gaya gesek aspal dengan ban otomatis semakin berkurang dan pandangan yang sedikit terbatas, resiko bahaya akan menjadi semakin besar.

Read More…